Indonesia, antara ada dan tiada
kata orang, sesuatu itu baru terasa jika adanya sudah tiada..
dan sepertinya demikian pula tuk indonesia kita tercinta ini..
hehe.. kasihan banget ya??
karena dimana-mana, perjuangan itu butuh pengorbanan
dimana-mana, perjuangan itu butuh keikhlasan..
maka, dimana pengorbanan dan keikhlasan belum mendapatkan nilainya
ya jangan berharap perjuangan itu ada..
begitu pula di indonesia kita tercinta saat ini..
maka, jangan dengarkan bualan mereka.. yang duduk di penghulu negeri ini
kasarnya begitu..
karena mereka masih saja menjual negeri ini dengan harga yang murah..
mereka yang tidak bisa menemukan makna jika adanya masih terasa..
mereka hanya baru sadar jika adanya sudah tiada..
dan jika memang begitulah kenyataan yang harus dihadapi,
ya terimalah..
dimana-mana, memang ada mereka yang ditakdirkan tuk melakukan kebodohan
dimana-mana, memang ada mereka yang ditakdirkan tuk kehilangan makna..
jadi, berlapang dada saja tuk menghantarkan manusia seperti itu menuju pencerahannya..
pencerahan yang adanya setelah semua tiada..
lantas, masih mungkinkah ada jika dia terasa setelah tiada..??
hehe..
sama seperti, apakah kalian menyangka mereka mati padahal mereka hidup??
sesungguhnya.. indonesia tidak akan pernah mati..
ti-dak a-kan per-nah ma-ti..
di”rasa” anak bangsanya yang mengerti maknanya..
merasakan hadirnya dalam setiap detak jantungnya..
karena bukankah makan dan minum juga hajatnya ada di tanah ini??
anak bangsa yang tidak mengingkari keberadaan negerinya..
haha, jangan bicara soal global state..
tuhan itu memang universal..
tapi manusia tidak ditakdirkan tuk universal..
manusia tetap butuh tanah air dan kebangsaannya..
karena Dia ciptakan manusia beraneka rupa tuk saling kenal mengenal..
jelas, manusia tidak tuk satu adanya..
manusia tetap butuh bentuk dan rupa tuk kemudian bersama dengan yang lainnya..
itu fitroh manusia..
dalam kelebihan dan kekurangannya..
dan dalam banyak keterbatasannya..
aneh memang ya..
kitab suci dibaca dimana-mana..
tapi maknanya tidak terasa selagi agama itu masih ada
membuat manusia kehilangan kemanusiaannya..
mungkin baru terasa jika semua ini telah tiada..
dan indonesia..
si negeri manusia beragama..
akankah adanya juga terasa setelah tiada??
hahaha..
