sesungguhnya mati itu indah..
(ini nyeleneh… dan ini untuk kakak lelaki saya yang sedang sedih karena ditinggal pulang sahabat SMAnya. pulang ke hadirat Tuhan yang maha esa, yang memiliki kehidupan ini.. sahabatnya itu sakit -maaf- kanker payudara. dan maka karenanya, -sebagai adik yang baik- saya ingin menghiburnya..
yuk, kita hibur dia..)
sebelumnya saya akan membeli sekotak es krim walls ukuran seliter, kemudian membawa dua buah sendok dan duduk di hadapannya. satu sendok untuk saya, satu sendok untuknya. biar hatinya sejuk. sambil menikmati es krim berdua, saya akan bilang gini padanya..
mas, tahukan saya pernah hampir mati seperti yang mas baca di kisah Mati (1) itu??
sejujurnya, sebelum itu saya ini ya takut kalau membayangkan mati. hiiii… kebayang di kuburan, gelap, cacing dsbnya. seperti di komik-komik stensilan ttg kisah alam kubur tea.
takut deh mas, hiii… ga mau mati deh!
tapi jujur nih ya mas, sejak peristiwa mati itu, saya kok malah merindukan mati..
hahahahahaha… terbayang matanya pasti terbelalak, dan es dimulutnya hampir keluar. dia keselek.. uhuk-uhuk..
eits, ini jujur. hargai dong kejujuran, walau itu……… aneh!
kenapa?
karena dari peristiwa itu, saya kok jadi menyadari bahwa mati itu sebenarnya indah. mati itu kembali pada tuhan.
coba bayangin, hari ini mas sudah kerja, sudah punya keluarga dan anak-anak yang lucu. lalu sudah memiliki semua yang mas idam-idamkan dalam hidup. kesuksesan dan kekayaan hidup. kemudian di tahun-tahun mendatang, anak mas pun sukses, menikah, mas punya cucu, mas pensiun dsbnya..
maka, setelah dan setelah semua dan semuanya itu… apalagi yang mas inginkan??
ya pastinya, mati dan masuk surga kan??
saya ga mau bicara soal surga yaa. itu relatif dan banyak definisi. mas lebih paham dari saya soal surga dan neraka.
kembali ke soal mati..
saya kok justru takut jika tidak bisa mati. takut tidak bisa kembali.
bayangkan saja, jika sudah tua renta, pikun dan sakit-sakitan, e juga ga mati-mati..?? malu merepotkan anak cucu dan sekitar kali yaa. juga bingung mau apa lagi coba dengan kondisi kaya gitu?
maka mati dan hidup tenang di alam sana, itu lebih menyenangkan deh.. ya ga??
itu di ‘track yang lurus’ mas, dari bayi sampai tua, ideal.
tapi kadang ada garis hidup yang tidak seideal itu, -dimata kita loh, jelas tidak dimataNya.
maka kita temui kematian-kematian di usia dini, di usia produktif dan bahkan diusia baru saja mengecap kebahagiaan. rasanya memang seperti ga adil yaa, kok direngut di saat kita semua merasa tidak siap tuk itu.
-sekali lagi- itu menurut kita loh, yang sudah tentu bukan menurut tuhan dan diri ybs.
maka mengapa takut pada kematian, mas..?
walau sedih itu wajar saja terjadi. tapi jelas bukan tuk meratapinya kan??
lalu mas.. untuk mati itu butuh cara atau jalannya.
maka ada yang mati karena sakit, karena kecelakaan, karena tenggelam, karena ini dan itu, termasuk mati dadakan dalam tidur yang nyenyak.
itu hanya cara. itu hanya jalan tuk kembali itu..
maka sering dibilang kalau matinya diiringi sakit dulu, semoga itu menggugurkan dosanya. atau kalau matinya tenang, dibilang itu matinya orang baik.
ehmm, padahal ga gitu-gitu amat deh, mas.
maksudnya, bisa jadi begitu.. bisa jadi juga ga gitu.. hehehe
)
saya sih tipe yang terserah mau dimatikan bagaimana oleh tuhan.
mau mati dengan sakit dulu, jika itu memang bisa menggugurkan dosa, ok. mau mati tenang dan dadakan, biar dibilang matinya orang baik, ok juga. mau mati kecelakaan biar ga dirasani orang, ok-ok aja. asal jangan mati ketika maksiat aja. bukan apa-apa, bikin malu buat keluarga yang nanti mengurusnya.
tapi intinya, mati ya mati aja. pulang ya pulang aja.
yang kita bawa ini kan hanya jasad. ini yang mati. ruh sih kembali. dan sebagai orang yang meyakini semua ini dari tuhan dan akan kembali pada tuhan, ya ruh itupun akan kembali pada tuhan. lebur… blur… di luar dimensi kita.
jadi mas..
yuk, kita bahagia melepas sahabat yang sudah diperkenankan tuk kembali padaNya, mendahului kita semua. bahagia dalam arti kita ikhlaskan, relakan, dan doakan saja. semoga semua jejak langkahnya bisa menginspirasi orang-orang disekitarnya dan orang-orang yang dicintainya.. termasuk kita.
bayangkan, dia sekarang sudah tersenyum bahagia, melebur dalam rasa tuhannya yang esa. yang telah berkenan memberinya kehidupan, walau sejenak. dan yang telah menyemputnya kembali, tuk dipeluk oleh hangatnya kasihNya.
setelah semua ttg saya dalam hidup ini usai, saya juga ingin mati, mas..
ehmmm, mas juga kan??
loh?? kok es krimnya sudah habisssss????
iiih, ga aci! saya keasyikan membayangkan mati, si mas malah menghabiskan es krimnya sendirian! padahal se-li-ter loh!!
ayooo, beliin lagi! hehehehe…
sudah ah, jangan sedih lagi yaa 
buat semua di sini… bayangkan saja mas saya itu, mukanya rambo tapi hatinya rinto. hahahahahaha
)
sungguh, saya rindu mati..
sebagaimana saya merindukan tuhan itu sendiri..
karena bukankah mati itu bertemu denganNya?
tapi selama saya masih diberi kehidupan..
tentu saya ingin berkarya,
termasuk berkarya sederhana di sini
dan jika semua ttg saya telah usai,
semoga Dia berkenan menjemput saya kembali.
dengan caraNya, dengan kasihNya.
saya hanya ingin rela dan direlakan saja
semua dariNya tentu kembali padaNya
dan jangan terlalu lama bersedih ya..
ayooo isi terus hidup ini..
bak matahari bersinar di ufuk timur..
bak malam naik keperaduan..
silih berganti mengisi kehidupan..
patah satu tumbuh seribu!!
anis

thanks ya nis..
i wish you were here and said it directly to me..
daniel!
Mei 16, 2008
Kak Anis,
ada satu yang terlupa, smg kita semua dapat kembali kepada Allah dalam keadaan Husnul Khotimah…amiiiiin
Deshinta
Mei 16, 2008
@daniel
emang itu daniel? ge-er ihh.. hahahah
yup. buat smeua yang sedang berduka karena kematian, jangan bersedih lagi yaa..
mari kita relakan smeua yang sudah harus kembali kepadaNya..
@k’deshinta
yup juga..
justru karena mati itu indah, alangkah lebih indah lagi kalau hidupnya sendiri juga selalu diusahakan tuk indah dan berkah..
mari isi keindahan dan keberkahan tuk kehidupan ini. meski itu dari hal yang kecil sekali..
salam hangat..
@k’deshinta
Menggugat Mualaf
Mei 16, 2008
@anis:
sapa lagi sih yang muka rambo hati rinto??
daniel!
Mei 16, 2008
::mbak anis anak medan ya…, ungkapan khas yang dikenali..terutama muka rintonya itu lho…
hmmm..tentang merindu mati.., bahkan lebih banyak yang belum hidup lho…meski sudah bisa berkomunikasi…
::namun postingan ini, bak kuci Ibrahim, mengajar ikhlas menemui agama yang lurus…
zal
Mei 17, 2008
bagiku tuhan gak adil!! mengapa ia gak bisa dinggap salah???
mengapa tuhan gak mau menbocorkan rahasianya??
mengapa ia menyimapan cerita hidup kita untuknya sendiri
mengapa tuhan tega menerbangkan ruh dari jasad yang kita cintai??
siapa cinta kita?? siapa mahluk yang mencipta kita dari salah satu rusuknya yang menghilang???
bagiku tuhan tidak adil, dia tega mengambil kakak ku yang menjadi harapan keluarga!!
yang membuat aku selalu bersedih hingga hari ini!!
namun dialah tuhan, yang semua kesenangan darinya kita anggap sebagai rizki dan semua keburukan serta kepahitan darinya kita anggap sebagai cobaan!!
ini adalah rahasia dan kita sewajarnya hanya diam!!!
ummy
April 24, 2009
@ummy
turut berduka ya mbak ummy.. atas kehilangan seseorang yang tercinta.
jauh dari menyoal keadilan, bayangkan seandainya kita tahu semua rahasia Tuhan. bayangkan –cepat atau lambat– kita diberi tahu bagaimana orang2 yang kita cintai itu akan pergi meninggalkan kita. enakkah rasa tahu seperti itu? lalu mampukah kita mencegahnya? jelas tidak enak dan jelas tidak bisa.
maka biarlah sebagian dari hidup ini kita sebut sebagai misteri. wallahu’alam. tuhan tidak melulu ingin di terima sebagai rizki, apalagi ujian kok. Tuhan mungkin hanya ingin diterima sebagai bentuk kerelaan dari sesuatu yang maha menguasai, yang manusia manapun –meski sekelas nabi– tak kuasa dan tak berdaya.. maka yang diminta hanya rela dan direlakan. ga ada yang damai selain jiwa yang demikian. jiwa muthmainah.
saya meyakini mati sebagai keindahan tersendiri. dari melulu memusuhi mati hanya ketika dia mengambil yang kita cinta. dan akankah kita tertawa ketika mati mengambil yang kita benci? atau hancurkah kita ketika yang mati membawa pergi banyak dari expektasi kita? atau dia yang mati membuat kita makin mandiri?
mati adalah kembali suci. bagi dia yang pergi juga kita yang ditinggalkan. dalam siapa dan apapun dia, juga kita.
dan bukankah patah satu tumbuh seribu? jangan putus asa dari rahmat Tuhan… semoga Tuhan menggantikannya dalam segala yang mbak ummy cita-citakan yaa… yg indah dan tak terduga-duga. amin.
Islam Indie
April 24, 2009