sisipan : topeng-topeng kehidupan

Posted on Januari 13, 2009. Filed under: islam indie |

broken-mask (di lepas yaa…)

sudah lama saya ingin menuliskan soal ini. karena sudah lama pula, saya mengetahuinya.

alkisah, adalah seorang teman saya memiliki sahabat yang kakaknya adalah seorang pengusaha di daerah jawa tengah. tepatnya kota solo. kakaknya ini, baru saja terkena musibah.

bagaimana bilangnya ya?
saya sulit menuliskannya
.

kasarnya, istri dari kakaknya di bawa lari oleh seorang ustad yang beken dengan pelatihan sholat khusuk itu.

berawal dari sering mengundang sang ustad ke acara pengajian oleh sang pengusaha, maka sebut saja sang ustad menjadi guru spiritual bagi keluarga sang pengusaha itu.

entah bagaimana, lalu berlanjut menjadi sms-an ria dan komunikasi hangat antara sang istri dan ustad tersebut. yang menyebabkan rumah tangga itupun goncang.

walhasil, entah perisnya bagaimana… sang istri menikah sirri dengan sang ustad, tanpa ada kata cerai dari sang pengusaha.
yup, sang istri menikah lagi dalam keadaan masih berstatus istri dari sang pengusaha. lalu dalam keadaan hamil 4 bulan dari sang ustad, baru terjadi perceraian itu.

maka kesimpulan, istrinya di bawa lari sang ustad. meninggalkan sang pengusaha dan dua anak perempuan yang cantik dan lucu.
duh.. ngenes yaa..

sampai di situ saya masih tertegun.

yang bikin saya shock, bahwa ternyata sang ustad ini adalah ayah dari teman sekelas mofa –anak saya– ketika masih sekolah di sebuah sekolah alam di daerah parung-bogor. saya mengenal istri pertama sang ustad, sebagai sesama ortu murid sekolah itu.

dan ternyata, kabar dari teman yang masih di sekolah itu, istri pertamanya juga di cerai oleh sang ustad demi menikah dengan istri sang pengusaha itu! dengan 4 orang anak yang masih kecil-kecil bahkan masih bayi!

haduh..

kenapa sampai sebegitunya sang ustad tega menghancurkan mahligai yang seharusnya boleh indah senantiasa… padahal selayaknya, pemahaman agamanya menjadi kekuatan tuk terus membina keluarga itu menjadi sakinah mawadah warahmah..

dan saat ini, saya bersahabat dengan sang pengusaha dan adiknya lewat Face Book, dan terus mengikuti perkembangan kasus itu. sang pengusaha menuntut pertanggungjawaban moral dari sang ustad. mengingat sampai hari ini, sang ustad masih dengan merdeka melakukan “dakwah”nya, yang dianggapnya melakukan kebohongan pada masyarakat umum.

ajaibnya… sang ustad memang tak terjamah hukum negara.
karena semuanya konon sudah diklaim sesuai hukum agama.

hmm, rasanya aneh.
bukankah dalam hukum agama sendiri, tidak boleh menikah dengan wanita yang masih dalam status istri orang, dan tidak boleh juga menceraikan istri dalam keadaan hamil? walau ternyata itu hamilmya sama sang ustad yaa…

cinta mungkin memang sudah tidak ada
cinta mungkin memang sudah berpaling
tapi setidaknya, hadapi dengan keberanian
bukan melulu berdalih di balik hukum-hukum agama
jangan melulu karena merasa diri paham agama
maka semua boleh dilakukan
dengan melupakan pesan moral dari agama itu sendiri
alih-alih tegak agama
malah hancur tiada harganya
ini instrospeksi bagi kita semua

demikianlah saya menuliskan ini,
walau sangat jauh dari memadai. mengingat blog saya bukan blog berita, juga bukan blog tuk bergossip ria.

tapi saya merasa turut wajib menyampaikan kebenaran.
terlebih setelah saya melihat wajah dari anak-anak sang pengusaha. saya ingin bisa melakukan sesuatu demi ketenangan hati dan jiwa mereka. walau selebihnya… biarlah tuhan yang menjawabnya untuk mereka.. menghangatkan hati dan jiwa mereka senantiasa. mencapai ikhlas yang tak terlukis kata..

saya percaya tuhan tidak tidur.
saya percaya kebenaran tak akan mengingkari kita

.

kita boleh belajar agama ke mana saja
tapi ingatlah terus tuk menuju Dia
bukan berlabuh pada manusianya

.

saya sekedar turut prihatin yang dalam
menyaksikan topeng-topeng kehidupan
yang entah sampai kapan harus dikenakan?

PS: berita ttg ini dapat di temui di youtube. cari saja nama ustad Abu Sangkan. silakan temui kebenaran di sana. tak ada yang disembunyikan.. :D

salam
anis

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

14 Tanggapan to “sisipan : topeng-topeng kehidupan”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

Weleh weleh love is blind ya buk…
Memang untuk menjadi baik itu godaannya luar biasa..
Semoga pak Abu Sangkan segera menyadari kekhilafannya.
Hhhhh…jadi ingat masa lalu…
12 tahun lalu saya nyaris punya cerita seperti pak Abu Sangkan…untung Gusti ora sare…
dan dibantailah saya sampai berdarah darah..

@mas datyo
wuih… cerita dong mas… japri.. hehehe
ada yg senengnya di dongengin nih.. :P

hahahahahaha…sik sik…tak duluin selamat ulang tahun dulu…semoga sehat2, jangan banyak sedih, jangan bosan bosan ngisi blog…selalu gembira, bahagia…amin3x

kisah di atas menunjukkan bhw msh byk yg ber’agama’ hanya mencari dan mash terjebak pd 4 U:

1. UUD > ujung-ujungna duit.
2. UUAP > ujung-ujungna aksi popularitas.
3. UAN > ujung2na asyik dg perempuan.
5. TNT > tau2na ngaku tuhan.

Mudah2an kita dijauhkan dr sifat seperti itu.

*met ultah yg ke brp nih Mbah?* ^^

berkaitan dengan masalah yang mbak tulis, ada tulisan kang jalal yang enak dibaca dan perlu: “para perampok di jalan tuhan”.

katanya, untuk menilai seorang guru spiritual bener enggaknya dengan memakai patokan UUD dan UUS. kalau menemukan salah satu atau keduanya, maka bisa dipastikan dia gadungan. (UUD: ujung2nya duit. UUS: ujung2nya seks).

maka demikianlah selalu adanya rambu2 dalam hidup ini. yang semula rambu2 itu nampak hanya sebagai sebuah tanda saja. kita bisa menganggap remeh tanda-tanda itu. karena kita belum tahu bentuk jurang yang digambarkan tanda itu.

maka, mengenal Tuhan kita mulai dengan meyakini perintah dan larangannya terlebih dahulu. baru kemudian memberikan ruh atau rasa bahkan manfaat atas kepatuhan kita itu.

tapi kalaupun terlanjur melanggar. tidak usah putus asa. sadari dan segera kembali. Tuhan juga senang dengan kondisi seperti ini.

wih serius nih mbak ??, sudah minta termehek-mehek untuk mencari belum?
wah masukkin infotaiment langsung jadi head line nih bisa drop kaya aa gim nih ustad ? mungkin kita harus mencari his side of story biar pemberitaannya berimbang
Mbak anis terusin ya ceritanya,tadinya kita mengundang beliau ke pengajian kita kalo emang bener, ga jadi ah…

Wah, parah juga nih mbak. Ternyata memang cinta itu buta. Eh, itu cinta bukan sih?

@kang trend
@ayadila
@mas dana
@mas rozan
prihatin yaa? tuk jelasnya silakan buka di youtube saja. di sana jelas kok.
soal sanksi moral, saya percayakan pada semua pihak tuk bersikap yg terbaik dalam kapasitas kita masing-masing.

terima kasih mbak atas blog nya, hanya dengan
secuil kemampuan inilah kita berusaha utk ber
amar ma’ruf nahi munkar. Mengatakan yg benar adalah
benar dan yg salah adalah salah. Kasian teman teman
yg benar benar mw belajar sholat khusyuk kalo mendapatkan guru yang salah. Salam dari saya dan anak 2. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita ke jalan yang lurus. Amien.

@mas bambang
sama-sama mas. amin..
tetap kuat dan ikhlas yaa..
salam tuk anak-anak.
salam sehat dan semangat belajar
menjadi anak pintar dan mencapai cita-cita :D

Begitulah cinta yang bersorban kain kulit buaya.seharusnya dgn cinta kita menemukan Tuhan bukan utk mengatasnamakan Tuhan menghalalkan cara-cara yg bertentangan dgn nurani.Saya ikut prihatin dgn kejadian tsb.menurut saya,”sang ustadz telah mengancurkan kesucian nama Cinta dan nama Sang Pencipta Cinta”

@Man
sangat disayangkan ya mas…
semoga ke depan semua bisa menjadi lebih baik :)

Hmm.. hati-hati mbak, kita tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi dalam rumah tangga seseorang kecuali mereka yang menjalaninya sendiri..yakinkah mbak bahwa yang terjadi benar seperti itu? jangan sampai jatuh menjadi fitnah..
kalaupun itu benar, apa hak kita untuk menyebarkannya? apa bedanya dengan para pengghibah?


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: