soal siksa kubur

Posted on Januari 22, 2009. Filed under: islam indie |

bleeding_rose (selingan dulu ya.. sebelum menulis soal Gaza)

kemarin pagi, dua teman saya datang ke rumah.. dan kami rumpii..

salah seorang berbagi cerita…
konon dia baru saja diberi seseorang buku tentang siksa kubur

alkisah di sebuah desa, dua orang wafat dalam waktu relatif dekat.
yg satu, si miskin yang penjahat
yg satu lagi, si kaya yang alim

di desa itu, juga ada kebiasaan unik.
yg kaya dikubur di tempat yg tinggi
dan yg miskin di kubur di tempat yg rendah.

naaaaaah, ternyata……. salah tempat kubur!
si miskin yang penjahat itu dikubur di tempat yg tinggi
walhasil, selang beberapa jam, ketika si kaya yang alim akan dikuburkan, keluarga si kaya minta mayat si miskin dipindahkan ke bawah. krn kuburan yg di tempat tinggi tuk si kaya yang alim.

digali deh tuh kuburan..

wah…
masih cerita teman saya,
ketika di buka kuburnya. kayu-kayu penutup mayat pun terbuka, mayatnya duduk dengan mata berdarah, pipi berlubang, keroak sana-sini dan darah mengalir gitu… di mana-mana.
hiiiiiiii….
siksa kubur gitu deh.

jadi di buku itu dilukiskan, bahwa siksa kubur itu benar-benar ada…

.

saya tersenyum mendengarnya…

pertanyaan saya :
ada apa sih sebenarnya dg jasad setelah dia wafat?
bukankah sudah tak ada ruh dalam jasad itu?
ya itu telah menjadi sekedar seonggok daging kan? kosong..
maka apa yg disiksa??
toh sudah tak ada rasa didalam jasad itu.

kadang saya bersyukur deh, terlahir dengan pengalaman melihat banyak agama dan tradisi. saya tahu agama dan tradisi yang memformalin jenazah tuk disemayamkan beberapa hari.
karenanya saya jadi sangat menyadari, bahwa jika sudah mati, maka jasad itu akan cepat membusuk.

seperti ikan atau bahkan daging ayam/sapi yg disembelih..
tanpa pengawetan spt dibekukan dsbnya, ya busuk deh… ya ga?

dan mengapa harus segera dikuburkan?
ya demi proses pembusukan itu terjadi di dalam tanah toh?

lalu bayangkan pula, apa yg terjadi didalam tanah, begitu jasad itu
ditaruh disana?
ya tentu cacing, semut, rayap, orong-orong dsb-dsbnya… binatang2 di dalam
tanah itu akan menggerogoti jasad itu.

wong remah roti sedikit saja, semut bisa langsung mengerumi dan
menggerogotinya.. lalu keroak dan bahkan habis.
maka wajar kalau pipinya mayat itu keroak, matanya juga hancur dan berdarah-berdarah.
toh seperti daging, ketika sudah mati disembelih, jika di kerat lagi,
kadang masih terdapat darah yang mengalir…

dalam kelembabaan tanah ya semua itu akan menyerap ke dalam tanah.
dalam suhu ruang, ya lama2 akan mengering.. maka jadi mummi, terlebih jika dibantu dengan teknik pengawetan tertentu.

jadi, kembali ke soal mayat si miskin tadi
bahwa sesungguhnya itu semua terjadi dengan…. ilmiah!

maka jasad yg digerogoti binatang di dalam tanah, ga mesti dijadikan
indikator tentang siksa kubur dongg…

itu akan menyerang siapa saja. semua yg bernama jasad dan mati, di
mata binatang2 dalam tanah ya sama. mereka justru bertugas tuk membantu proses pembusukan dan mengembalikannya menjadi bagian dari tanah.

abis…

soal ruh.. jelas itu hak Allah deh.
saya pending bahas soal ini, hehehe…
pastinya, mereka yang wafat tentu berarti telah kembali kepadaNya, kepada semesta..

maka benar tuh pesan Rasul, ga usah meratap berlebihan, sedih ok,
beliau juga menangis ketika ibrahim putranya wafat. tapi selebihnya,
itu cuma jasad yg kosong belaka.
selebihnya ya berlaku hukum alam pada umumnya terhadap jasad itu…

kita sebagai yang jika teramanah tuk mengurus yang wafat, ya lakukanlah deman sebaik-baiknya. melakukan apa yang menjadi tradisi sebagai rasa hormat, baik itu mengafani atau memasukkannya ke dalam peti, lalu doakan dan kuburkanlah dengan baik.
semoga kembalinya ruh pada tuhannya, indah. dan kembalinya jasad pada alamnya juga indah.

jadilah yang rela dan… direlakan.

jangan malah mengekspos jenazah secara berlebihanlah. segera kuburkan, jangan malah membiarkannya membusuk di luar, alih-alih iba.. jangan-jangan malah trauma dan ketakutan yang berlebihan yang didapatkan.

ingetlah, bahwa itu hanya tinggal seonggok daging,
dan tiada lagi ada rasa didalamnya…
relakanlah…

kesimpulan :
beragamalah nan selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan perkembangan zaman..
pake akalnya, yang konon adalah anugerah terindah dariNya
jangan sentimentil dalam beragama
pesanNya kan berpikir, iqra’..
proaktif dan progressif

tetap hormati tradisi yang ada
tapi jangan berpikir yang aneh-aneh dengannya.
selebihnya, wallahu’alam..
ikhlaskan saja…

mari berpikir ke depan…

.

salam
anis

Make a Comment

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

37 Tanggapan to “soal siksa kubur”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

menurut seorang ustadz,

kalau di alam dunia ada jiwa dan raga, maka raga yang mendominasi.
kalau di alam kubur ada jiwa dan raga, maka jiwa yang mendominasi.

maka sekaranglah waktunya kita melatih jiwa kita dengan tempaan alam raga. jiwa kita di alam dunia ini berat untuk bebas. seolah-olah terpenjara raga. tapi ada yang bisa bebas.

tapi di alam kubur, jasad kita yang berat untuk bebas. namun jiwa kita bebas menemui bekas tapak-tapak perjuangan kita sendiri. saat itulah kita bangga atau menyesal.

gitu ngga sih?

sebenarnya ngga ada pikiran yang aneh tentang siksa kubur. hal tersebut ada dalam literatur Islam, ada yang percaya dan ada juga yang tidak. Menurut saya sih, kehidupan di dunia ini ada yang menikmatinya dengan diilmiahkan ada juga yang tidak. seperti halnya juga ada orang yang berkecenderungan dengan akal dan hati. so, buat yang percaya ya siksa kubur itu ada. buat yang ngga, ya ngga ada. ilmiah atau tidak, ah itu dinikmati saja.

@iwal
ilmu itu disampaikan dg banyak pendekatan.
sesuai bahasa kaumnya, sesuai adat istiadat dan sesuai kemampuan yg ada.. bahkan sebagian besar, tidak lepas dari kebiasaan yang ada… begitupun dg islam dan agama apapun didunia ini.

contoh puasa..
diwajibkan kepadamu sebagaimana kaum sebelumnya..
kaum2 sebelumnya memiliki banyak mode dalam berpuasa
ada yang puasa spt hanya berpantang daging atau sesuatu yg disukainya, puasa mutih, ini dan itu
termasuk dalam islam, puasa dari subuh sampai maghrib
tapi intinya.. puasa tuk melatih diri menahan nafsu..

nah, persoalannya kemudian, puasa-puasa.. mukulin orang jalan terus.
kenapa begitu?
karena puasa lebih dikultuskan sebagai bentuknya.
begitupun dg siksa kubur.
bentuk cerita-cerita demikian yang diutamakan, bahkan menjadi konsumsi film setan-setannya. esensinya sendiri tidak berbekas sama sekali.. ini loh, yg harus mau terus dimaknai..
soal percaya atau ga? jangan kaya duluan mana telur dari ayam deh. itu udah kembali ke kemampuan masing-masing.

saya hanya ingin berbagi bahwa secara duniawipun yg kaya gitu sudah berlebihan..
jgn melulu dibodohi dg tahayul deh. mari cerdaskan diri sendiri dan sekitar…
dan inti dari siksa kubur sih… iwal lebih paham deh. hehehe :)

Tema kematian memang luar biasa. Sepanjang sejarah peradaban manusia, saya kira ada jutaan ajaran agama dengan aneka mazhab/aliran pemikirnnya, juga masuk ke wilayah filsafat, mistikus; lalu ada mitos, legenda, dongeng (kaya pocong), “kesaksian yang mati suri”, sampai tayangan model “siksa kubur” alhidayah dalam tv.
Dari sana muncul aneka ekpresi budaya atau agama yang tampak dalam upacara penguburan. Ada piramida di Mesir, ngaben di Bali, kuburan di bukit model Toraja, kremasi, tabur abu, dsb. Sampai ke masalah tahlilan dan baca qur’an di kuburan yang sering bikin keluarga yang meningggal berutang kiri kanan untuk nyari biayanya, bahkan juga kadang antar tetangga jadi bermusuhan karena ada yang anti.
Eh ada lagi tema yang sempat bikin geger, gara gara teriakan Ali Sadikin. Katanya, Jakarta akan habis dimakan tanah kuburan, sebaiknya dibakar aja. Buya Hamka punya solusi, penguburan model rumah susun yang sekarang dipraktikkan. Sampai ada yang bilang, hidup udah susah, e… habis mati nyusahin orang pula.
Lalu, tema lain yang tak kalah pentingnya: bagaimana mengatasi anak yang jadi penakut. Takut hantu. Kang tern, kayanya ini bisa jadi lahan baru untuk buka usaha sampingan di Bandung. (Jangan2 Mbak Anis jadi pasien pertama, hehehe). Sementara profesi “pemburu hantu” udah mulai lesu.
Buku psikologi kematian Komarddin Hidayat rupanya laris manis. Teman saya bilang, waktu Paramadina ngadain diskusi/seminar tentang kematian (pake tiket), pesertanya membludak. Jangan2 ini tren baru, orang udah pada takut mati, karena, konon, katanya, alkisah, di sana ada siksa. Ihhhh, takuuuut………. (Takut kepanjangan. Melebihi postingannya).

@kang trend
@rozan
pertama, setidaknya, kita jangan terlalu terpaku dg hal yg sangat tidak masuk akal kaya gituan.
asal tahu saja, bahwa cara menguburkan manusia itu banyak ragamnya. dibakar dan dilarung, di taruh di gua-gua, dsb-dsbnya. maka, konsep “siksa kubur” tidak bisa seharfiah di dalam tanah gitu.

itu yg utama harus kita sepakati bersama… jgn melulu terjebak disana, di anggapan yg itu-itu aja. melihatlah lebih luas.

sehingga bisa dibilang, konsep “siksa kubur” menjadi lahir dari kebiasaan atau tradisi setempat dan merupakan intepretasi dari manusianya. menjadi sangat kontekstual..

lalu ttg “siksa kubur” yg sebenarnya yg mana?
ada jiwa dan raga. diikat oleh nafas. ada pikir dan perasaan, diikat dg kesadaran. nah, secara pararel jiwa dan raga, pikir dan perasaan, idealnya ini hidup bersamaan. maka ada istilah hidup yg hidup. manusia sebenar-benar manusia.

lalu, ketika jiwa ini diputus nafasnya dari raganya, sesungguhnya dia sudah selesai mengalami perhitungan dari semua perbuatannya di dunia. apapun namanya. mau itu namanya “siksa kubur”, mau itu namanya “hisab” dsbnya. dalam kesadaran dia mengetahui rasanya di hisab/siksa itu. perih, sedih dsb. bahkan bak diatas titian serambut dibelah tujuh.
itu sebuah ungkapan tuk menunjukkan rasanya…
setelahnya, jiwa itu kembali kpd tuhannya, kpd semesta.

secara fisik mungkin memang terlihat seperti tidak selesai, spt banyak hutang, dsbn. yg justru krn itulah yg bikin hidup masih ada.
yg karenanya, hidup menjadi seperti “sekuel”.

kaya bikin film batman deh. awalnya batman, batman and robin, batman return, batman begins, dstnya. ga hafal saya euy..
tapi intinya, selalu selesai satu episode dg segala senang dan sakitnya, persoalan dan jawabannya, yg kemudian berlanjut ke episode baru..
begitupun kehidupan yg panjang ini… :D

ini cuma sebuah pedekatan yaa.. dr proses berpikir :)

K Anis, yang merasa dibodohi itu K Anis. Kalau yang lain merasa tidak dibodohi dan merasa itu benar, ya biar saja.
Seperti misalnya, yang merasa mengalami mukzizat itu ngga cuma orang Hindu, orang Islam, atau orang Kristen saja. Di setiap ajaran, biasanya ada fenomena-fenomena yang dianggap sesuai dengan kepercayaan yang dianutnya. Buat yang lain, itu bodoh dan tidak ilmiah. Tapi kan ngga perlu merusak kesenangan orang yang percaya kalau itu memang mukzizat.

@iwal
baca baik-baik tuh komen saya terakhir
saya bilang, minimal kita menyadari bahwa “siksa kubur” itu tidak harus seharfiah itu. terbukti dg ada yg di kubur di dalam gua-gua dsbnya. selebihnya ya kembali pada orangnya masing2.

kalau di bilang merusak kesenangan orang lain, saya minta maaf sekali.
saya ga bermaksud demikian.
tapi saya jadi bertanya-tanya nih, apa guna himbauan berpikir dalam qur’an itu? percuma deh punya otak, kalau berpendapat, melulu di tuduh sebagai pengganggu kesenangan orang lain. membuat islam sangat paradoks dg esensi bahkan himbauan ayat IQRA’-nya yg pertama kali itu…

berdemokrasi itu jangan sampai menyalahi sifat dari demokrasi itu sendiri dong.. hidup ini membangun. bukan menghancurkan. hidup ini maju bukan mundur ke belakang. kita berbeda boleh tapi bukan tuk melulu bertahan dalam alam kegelapan.

selebihnya, saya minta maaf lahir batin, jika tulisan saya ini dianggap mengganggu kesenangan mereka yang percaya demikian.

Kata guru ngaji saya dulu, kehidupan manusia berlangsung dalam beberapa alam/masa/tahapan/babakan/episode: azali (sebelum kejadian/blueprint rencana tuhan), rahim (di perut ibu), dunia (sekarang), kubur (masa setelah kematian sampai kiamat datang), mahsyar (kebangkitan kembali/ba’ats, hisab/pengadilan) dan berakhir di alam keabadian (surga dan neraka).
Alam kubur, mahsyar dan surga/neraka, adalah termasuk “masalah ghaib” yang harus dipercayai (diimani) dalam ajaran Islam. Tidak ada argumen ilmiah atau rasional tentang ini. Al-Qur’an juga cuma bilang, itu adalah janji Allah yang pasti terjadi. Kalau gak percaya ya tunggu saja sampai kematian tiba. Info tentang ini ya sebatas yang kita dapat dari qur’an dan hadits dengan aneka penafsirannya yang beragam. Pro kontra masalah “tahlilan” adalah salah satu ekpreasi dari penafsiran ini (hubungan antara ruh dengan dunia/orang yang masih hidup).
Dalam hal tertentu, saya kira perlu penafsiran ulang atau semacam modifikasi dari ritual upacara kematian yang kadang berdampak negatif, karena ada yang jadi mahal/boros dan bikin susah.

@rozan
wah, asyik dong guru ngajinya..

saya hanya ingin jujur dg pikiran dan perasaan saya, bahwa siksa kubur yang demikian, bisa di jelaskan secara ilmiah dan itu sebuah proses yg alamiah.
itu saja..

buat saya itu malah jadi semakin memberi wawasan bahwa betapa luarbiasanya Tuhan.. membuat saya berada dalam luatan ilmuNya. membuat saya beriman tak sekedar percaya tapi juga mengerti.. :)

Siksa kubur itu tentu saja ada. Begitu juga dg nikmat kubur. Metode penafsiran bisa berbeda2. Yg jelas, semuanya menyoal ttg hubungan sebab akibat.

Mempelajari ttg hal2 yg ‘ghaib’, tentu saja tdk boleh mengenyampinkan hal2 yg ‘syahadah’. Keduanya berimbang dan tdk slg menegasikan antara satu dg lainnya.

Dlm hal ini, kebebasan berpikir – selalu saja dibatasi dlm `kerangka` ilmu.
Akal, pikiran dan ilmu, hendaknya selalu seiring sejalan. Kalo bisa, selalu berdekatan.

Tukar pikiran dan curah pendapat, merupakan salah satu cara plg efektif utk mengetahui sejauhmana metode berpikir kita telah sesuai dg kerangka ilmu itu sendiri.

Kerangka ilmu scr gamblang lbh dikenal sbg metodologi ilmiah dlm mempelajari sesuatu. Metodologi ilmiah bertujuan agar konklusi dr suatu hipotesa (pemikiran)- tdk menjadi absurd. So tentu saja, landasan teori merupakan bagian yg tdk terpisahkan dr kerangka ilmu.

Jika terbiasa menggunakan potensi akal, pikiran dan kerangka ilmu (metodologi) scr simultan, maka mempelajari sesuatu itu akan terasa memudahkan. Secara umum hal ini dinamakan ‘pola pikir otomasi’. Scr utopis, manusia itu dikatakan sbg “komputer berjalan”.

bisa ngasih info tulisan atau buku yang mengulas secara “ilmiah” tentang pembuktian adanya “masalah ghaib” tersebut?

wong objeknya aja belum ada (baru kataNya), bagaimana mau melakukanm pembuktiannya. yang saya baca paling argumen normatif yang normatif dan pemikiran filsafat yang spekulatif

@mas rozan
lah, kan saya bilang saya hanya ingin jujur, bahwa anggapan “siksa kubur” yg “harfiah” itu, yg dari lubang kubur itu, bisa di buktikan secara ilmiah dan itu ilmiah terjadi pada jasad yg sudah mati. itu dari saya berpikir… dan saya rasa kalau sebatas itu, bisa saja dibuktikan secara ilmiah kalau mau.

nah, kalau siksa kubur yang “ga harfiah” yg ghoib… wah, itu kayanya sendiri2 yg bisa menjawabnya. toh kita diminta tanggungjawab atas apa-apa yg kita perbuat, bukan yg orang lain perbuat. maknai aja sendiri.
sejujurnya, saya bisa mengerti yg di maksud –secara ghoib itu–, hanya saya ga mau membicarakannya, krn nanti di anggap pemikiran yg spekulatif…. :D

ya mbak, setuju.
semoga kita semakin baik dan benar
supaya gak kena siksa kubur dan bisa masuk sorga.
amin.

Imam Hussain:If you don’t believe in any religion and don’t fear the Resurrection Day, at least be free in this world. (Bihar al- Anwar, Vol. 45, P. 51)
:)

Heks..heks….
Gak banyak orang yang memiliki pemahaman seperti sampeyan mbak…mbak…
REALISTIS…geto loh???. AGAMA itu untuk Manusia, bukan MANUSIA untuk AGAMA…

SIKSA KUBUR????
Masak TUHAN MENYIKSA DIRINYA SENDIRI???
Masak TUHAN MENGAZAB DIRINYA SENDIRI???
Masak TUHAN MEMBAKAR DIRINYA SENDIRI???

Hiks..hiks…TUHAN kok BUNUH DIRI????

Plethaaaaaaaakkk….weeehh…kepala Gundhulku dikeplak Tuhan….

Kabuuuuuuuuuuuurrrrrrrrr…..

@santri gundhul
lah, itu malah kabuuuurrr…
hehehe….

makasih ya
ini hanya cermin kemerdekaan aja :D

bagus sekali…
dalam BANYAK AGAMA memang diajarkan bahwa setelah orang mati, mereka akan ditentukan kemana perginya… yang baik ke surga, yang jahat mendapat siksa dalam neraka.

dalam Quran dan dalam Alkitab ada disebutkan HARI KEBANGKITAN di masa depan. hal yang ga masuk akal jika orang baik yang sudah mati, setelah di surga harus dikembalikan lagi, untuk di bangkitkan…

maka memang betul bahwa orang mati itu mereka tidak mengerti apa2, hal nya seolah-olah mereka sedang tidur nyenyak, atau tidak sadarkan diri…jasad membusuk dan terurai jadi tanah… tetapi pada HARI BERBANGKIT, akan dibangunkan kembali.

@juga sudah berpindah agama
saya tahu banyak agama mengulas konsep ttg mati. saya ingin deh mengajak tuk melihat refleksinya dalam kehidupan yg nyata hari ini. kita tutup saja ttg nanti, yang hanya Dia yang maha mengetahui.

nah, jika itu bisa, saya menemukan bahwa makna kematian dan kebangkitan jiwa dalam kehidupan ini. dimana biasanya manusia itu lupa dulu baru inget , salah dulu baru bener, pingsan dulu baru sadar, gelap dulu baru terang. maka itu setara dengan refleksi dari mati dulu baru bangkit .

sampai di situ gimana?
kita ga diminta ngurusin alam nanti kan? kita diajak ngurusin hidup selama kita masih hidup. maka ya refleksikan saja dalam kehidupan ini makna dari semua konsep ttg mati dan bangkit itu

contoh nyata nih, indonesia sudah nyaris dianggap pesakitan atau mati oleh dunia sebelum ini, bahkan tetangga malaysia itu aja melecehkan kita dg sebegitu enaknya. nah, kalau sekarang amerika dg kedatangan Hillary kemarin, memberi harapan bagi indonesia dg memperhitungkan peran indonesia ke depan. tidakkah itu tanda kita bisa bangkit sebagai sebuah bangsa?
hehehe… jujur, saya agak-agak geli. amrik dengan obama, bisa langsung memilih tuk meraih indonesia, meyakini indonesia layak di perhitungkan. lah, indonesianya sendiri ga nyadar… hehehe..

itu contoh… dari bisa ga setidaknya konsep mati dan bangkit itu secara substansi bermanfaat bagi kehidupan nyata kita? jangan melulu dipisah bahwa konsep itu hanya sebagai urusan akhir zaman, sehingga lagi-lagi kita hanya berangan-angan ttg surga.
padahal yuk buat surga yg nyata, sentosa tentram nyaman bagi seluruh rakyat indonesia.

gimana? ;-)

Mbak Anis yang dirahmati oleh Allah SWT.
untuk masalah alam kubur adalah perkara ghaib. masalah alam kubur kita bisa tahu hanya melalui satu orang saja yaitu Nabi Muhammad SAW tidak ada orang lain yang memberi berita ini selain dari pada nabi. kalaulah nabi yang mengatakannya saya 100% percaya bahkan lebih hebat dari berita mengenai itupun saya akan percaya. misal kisah tentang isra dan mi’rad saya percaya bahkan lebih dari itupun saya percaya.
nah…alam kubur adalah alam ghaib yang dalam bahasa arabnya adalah alam barzah.
alam kubur bukan alam 1,5 x 2,25 m seperti yang kita pahami selami ini, alam kubur adalah alam pintu gerbang akhirat. barang siapa yang memasukinya dengan selamat maka jalan selanjutnya dia akan selamat pula.
ketika simayit berada dialam ini, 2 orang malaikat akan datang menyerupai bentuk dan wajah sesuai dengan amal perbuatannya ketika hidup didunia, mereka menanyai dengan beberapa pertanyaan yang sangat terkenal di agama islam yaitu: Siapa Tuhanmu, Siapa Nabimu, Apa kitabmu dan apa agamamu? yang menjawab pertanyaan ini bukan dirinya tapi amal perbuatannyalah yang akan menjawab. apa bila pertanyaan itu dijawab dengan tenang dan benar oleh amalnya maka malaikat berkata “kau benar, tidurlah dengan tenang seperti tidurnya penganten”. namun amalan buruk tidak akan mampu menjawab pertanyaan tersebut dengan benar maka dikatakan kepada simayit “rasakanlah ini olehmu dikarenakan amalan perbuatanmu didunia”.
Itulah sebabnya kenapa ketika dibongkar kuburan sipendosa yang Mbak ceritakan tadi terdapat luka2 sepeti penyiksaan. Itu adalah satu bukti dari perkataan Nabi.
Mbak masuk Islam dikarenakan apa yang dikatakan Nabi Muhammad SAW adalah perkataan yang penuh dengan kebenaran.
Orang kafir qurais saja mengakui kejujuran Nabi sekalipun mereka kafir itulah beda orang kafir sekarang dengan orang kafir zaman nabi. apa yang dikatakan oleh kafir qurais kepada nabi?
“ya Muhammad kami percaya dengan apa yang kau katakan tapi kami dustai apa yang kau bawah”.
sportif bukan beda dengan orang kafir zaman sekarang bukan saja mereka tidak percaya dengan nabi yang agung ini yang celakanya merekapun mendustai alquran.
Untuk itu sebagai seorang mukmin dan mukmina kita harus beriman kepada Allah dan Rasulnya.
Saya juga ada punya VCD yang menceritakan tentang seorang laki2 berumur 18 tahun yang mati tanpa sebab, dikarenakan kematiannya mengundang penasaran oleh kedua orang tuanya dan tidak bisa menerima begitu saja maka dilakukanlah penggalian padahal kuburan itu masih basah, jarak penguburan dengan penggalian kembali 3 jam. tentu dengan waktu yang begitu singkat mayat tadi belum ada tanda2 kerusakan dimakan ulat, dimakan semut, dimakan cacing apapun namanya. tapi apa yang terjadi ketika penutup peti jenazah dibuka! ayo siapa yang berani tebak? saya tantang kalian semuanya! he…he… samapi disini penasaran bukan
oke kita lanjutkan!
setelah penutup kotak tersebut dibuka mereka berhamburan, terkejut dan takjub sekaligus ngeri dan seram. seluruh rambutnya berubah berwarna putih, mata kanannya pecah mengeluarkan darah segar dan hidungnya berdarah dan bibirnya pecah dan sobek seperti orang yang tersungkur diaspal. seluruh badannya seperti kena cambuk dan mata kirinya melotot seperti melihat sesuatu yang sangat menyeramkan. ketika kondisinya seperti itu beberapa orang yang memfotonya disaat darah dihidungnya sedang menetes. dasyat!
secara fisika dan alamiah kondisi seperti ini tidak akan terjadi paling banter baunya “beruba” betul nggak sebab waktunya hanya 3 jam dan itu disaksikan oleh banyak orang. yang paling mengerikan dari itu semua adalah berubahnya warna rambut. bibir pecah, hidung melesat dan mata kanan pecah dan ditambah lagi dengan seluruh badan seperti dicambuk tidak membuat saya menjadi ngeri. yang membuat saya heran dan terkejut adalah berubahnya warna rambut menjadi putih semua.
segala bentuk penyiksaan yang ada didunia ini mulai dari zaman Nabi Adam sampai manusia terakhir dikumpulkan jadi satu dan ditimpahkan kepada satu orang saja penyiksaan itu maka saya yakin 100% rambutnya tidak akan berubah dalam waktu 3 jam. jangankan semua rambut sehelai rambutpun tidak akan berubah saya percaya itu. jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa apa yang dialami oleh simayit adalah bentuk penyiksaan dan pemandangan yang sangat dahsyat! Mengerikan! untuk itu buat saudara saudariku insyaflah dan bertobatlah, perbaikilah diri kita terutama sekali pada diri saya pribadi. saya juga banyak salah dan dosa pada ibu dan ayah, pada anak2 dan istri, pada teman2 dan kaum kerabat. semoga Allah mengampuni kita semua dan saling menasehati dijalan kebenaran. Amin ya rabalalamin “Ya Allah ya Tuhan Kami Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyantun, ampunilah dosa2 kami, dosa2 kedua orang tua kami, adik2 dan kakak kami, anak2 dan istri kami, kakak2 ifar dan mertua kami, kaum muslimin dan muslimah mukminin dan mukminah dan selamatkanlah kami didunia dan diakhirat dan jauhkanlah kami dari siksaan api neraka dan masukanlah kami kepada golongan hamba2Mu yang soleh sesunggunya Engkaulah Tuhan kami Tuhan seru sekalian alam. Amin ya rabbalamin

Salam hangat buak Mbak Anis dan teman2 disini semoga kita selalu menjadi umat yang menebarkan kebaikan buat orang lain

As salaamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatu Anis,

Saya lihat postingan ini terakhir dikomentari tanggal 6 April 2009 dan belum ada komentar lagi setelahnya. Mudah-mudahan Anda masih cek lagi setelah itu.

Saya cuma mau menyampaikan, bahwa al-Islam bukanlah sekadar mengucapkan kesaksian terhadap ketunggalan Allah SWT dan kerasulan Muhammad bin Abdullah SAWW, tetapi al-Islam jauh lebih besar dari itu. Semua orang mengerti dan memahami bahwa di dalam sebuah proses pengenalan, dibutuhkan banyak perkenalan itu sendiri. Islam adalah agama yang tidak dapat dimengerti bagi banyak orang, termasuk bagi orang-orang yang masuk Islam mau pun orang-orang yang terlahir Islam. Namun… bagaimanakah seseorang dapat mengerti sesuatu yang ia tidak mengenalnya? Tak kenal maka tak sayang, bukan?

Saya tidak mau menghakimi, tetapi seseorang dapat mengetahui orang lain dari tulisannya. Membaca tulisan-tulisan Anda di blog ini, saya berkesimpulan bahwa Anda belum mengenal Islam yang sesungguhnya sehingga Anda mempertanyakan banyak hal melalui kacamata Anda sendiri. Melalui sudut pandang Anda sendiri. Anda mempertanyakan dan kemudian Anda menilai. Melalui penilaian-penilaian Anda sendiri, dan dengan nilai-nilai yang juga Anda bakukan sendiri. Tetapi pernahkah Anda berpikir bahwa Allah SWT juga mempertanyakan hati dan perilaku Anda melalui “sudut pandang”-Nya?

Allah SWT Mahamelihat, Ia melihat tanpa memerlukan penglihatan. Allah SWT Mahamengetahui, Ia mengetahui tanpa memerlukan pengetahuan. Allah SWT Mahakuasa, Ia berkuasa atas segala sesuatu tanpa memerlukan kekuasan. Allah SWT adalah yang Mahabenar, kebenaran adalah apa yang menurut-Nya benar. Allah SWT adalah yang Mahamenghakimi, sungguh tiada hakim selain-Nya. Apa-apa yang menjadi ketetapan-Nya adalah mutlak, dengan kebenaran yang mutlak, dan kemutlakan dari yang Mahamutlak.

Lalu siapakah kita?

Kita adalah manusia… yang melihat dengan lemak, mendengar dengan tulang, berkata dengan urat, dan bernapas dengan lubang.

Benar bahwa berpendapat adalah termasuk dari kemerdekaan-kemerdekaan yang Allah SWT berikan kepada siapa saja. Namun jangan lupa, bukankah diri kita sendiri yang nantinya mempertanggungjawabkan cara kita menggunakan kemerdekaan itu? Setiap perkataan dan perbuatan kita memiliki kadar dan kadar itulah yang akan memberatkan kita sendiri. Entah beratnya ke arah pahala, ataukah ia berat ke arah dosa?

Bukankah kita bersaudara di dalam Islam? Maka saya sebagai seorang saudara, berkenan untuk mengingatkan karena kewajiban kita adalah saling mengingatkan. Kemudian sebagai saudara, saya pun menawarkan kepada Anda untuk terlebih dahulu mengenali Islam secara benar dan Islam yang hakiki sebelum Anda memberikan penilaian-penilaian Anda terhadap paham-paham Islam. Saya anggap komentar ini adalah pembukaan, dan saya membuka diri kepada Anda dan suami Anda.

Mohon maaf atas segala kekurangan.

Wa shollallahu alaa Muhammadin wa aali Muhammad, wa salaamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatu.

@Arya A. Sandhana
makasih mas Arya.
nikmati saja celoteh2 dan refleksi2 di sini dalam semua keterbatasannya dari proses pembelajaran saya mengenal dan mengamalkan Islam, semoga ada manfaatnya… :)
di sini tidak ada pembenaran atas ini itu, selain bahwa di sini, iman adalah proses dan hal itu indah-indah saja..

sekali lagi makasih tuk tawarannya yaa…
saya tidak memiliki tendensi apa-apa dengan blog ini. selain berbagi… dan tak untuk diyakini.
cos mengapa saya tidak boleh mendekati Tuhan dengan rasa sy sendiri…? dalam cara mungkin kita bisa sama, tapi dalamnya rasa.. siapa yang tahu?? ;)

Shollawatullahi wa salaamullahi alaa Muhammadin wa aali Muhammad, wa salaamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatu :)

Apa kabar Anis? Semoga Anis sekeluarga senantiasa sehat dalam segala aspek ya :) Terima kasih juga karena Anis telah menyediakan waktu dan pikirnya untuk menulis dalam kolom-kolom khusus seperti ini.

Saya sangat mengerti apabila seseorang ingin memahami sesuatu yang sebelumnya ia tidak pahami – sama dengan saya ketika kali pertama memelajari seluk beluk Islam, hingga kini saya telah menemukannya. Alhamdulillah, syukran lillaah. Tentu saya pun selalu mendoakan agar Anis dan keluarga juga menemukan Islam yang sebenarnya, sebuah Islam yang membuat manusia mengerti hakikat dirinya dan hakikat Tuhannya, dan juga tentunya mengerti hakikat kehidupan dan kematian.

Dengan kemampuan berpikir saya yang sangat terbatas dan wawasan yang miskin dalam segala hal, saya mencoba untuk menelaah kalimat yang Anis tuliskan di atas, “…mengapa saya tidak boleh mendekati Tuhan dengan rasa sy sendiri…? dalam cara mungkin kita bisa sama, tapi dalamnya rasa.. siapa yang tahu??” Namun sebelumnya, terlebih dahulu saya ajukan permohonan maaf apabila ada kekurangan atau pun sesuatu yang kurang mengenakkan di dalam tulisan saya berikut ini.

Tentu, sudah barang tentu, sangat boleh kita berupaya mendekati Allah SWT dengan rasa apa pun. Tulisan saya yang sebelumnya, tidak dilandaskan kepada niat-niat untuk membatasi “rasa” manusia. Siapalah saya ini, sehingga dapat menentukan batas-batas atas apa pun? Apalagi karena ini berjalan dalam kerangka untuk mendekati Allah SWT Yang Mahamengetahui, maka saya berbaik sangka bahwa “rasa” itu adalah yang termasuk ke dalam golongan “cinta” kepada-Nya. Toh mustahil seseorang akan berupaya mendekati Allah SWT dengan rasa bermusuhan, karena pada dasarnya rasa bermusuhan hanya akan membuat orang menjauh dari apa yang dimusuhinya – bukan mendekatinya.

Patut kita sadari bersama, bahwa seringkali manusia terperangkap oleh “rasa” sehingga cenderung melupakan bahwa Allah SWT Yang Mahapengasih telah membentangkan segala sesuatunya untuk manusia.

(Ya, segala sesuatunya berarti termasuk “rasa” itu tadi.)

Contohnya begini….

Tidak sedikit orang Islam yang mengatakan bahwa mereka mencintai Tuhannya dan Nabi-Nya, di mana – konon katanya – “cinta” ini merupakan sebuah cetusan atas rasa kasih tulus nan ikhlas yang bergelora di dalam dada seseorang (ini juga konon). Mengapa konon? Karena sewaktu kita bicara mengenai praktiknya (yaitu “cara-cara untuk mencintai-Nya”), orang-orang Islam yang sama ini juga kemudian berbuat segala hal yang malah tidak mencerminkan cinta kepada-Nya, melainkan menampakkan dasar berpikir mereka yang kira-kira seperti ini: “Suka-suka saya, yang penting kan saya Islam, saya cinta Allah dan Rasul-Nya.” Alhasil tidak sedikit kita mendapati orang-orang Islam, yang menjalani kehidupan mereka jauh sekali dari Islam. Lantas kita kemudian dibingungkan oleh definisi “cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.”

Buktinya ketika berbicara mengenai al-Qur’an, mereka lebih memilih menghabiskan waktu berjam-jam untuk membaca majalah, nonton televisi atau film, atau bahkan – contoh – Facebook-an. Ketika berbicara mengenai shallat wajib, mereka lebih memilih untuk berpura-pura lupa. Ketika berbicara mengenai shallat tahajjud, mereka lebih memilih untuk tidur. Ketika berbicara mengenai zakat dan shadaqah, mereka lebih memilih untuk memberi hadiah-hadiah kepada orang-orang yang justru mampu. Ketika berbicara kemuliaan berpuasa di hadapan Allah SWT, mereka lebih memilih untuk melupakan saudara-saudaranya yang kelaparan. Ketika berbicara mengenai jilbab, mereka bilang “belum siap, merasa jiwanya belum bersih” dan seribu juta alasan lainnya (padahal Allah SWT tidak pernah mengaitkan perintah penutupan aurat dengan kebersihan hati, jiwa, ruh, pikir, dan hal-hal lainnya). Lalu ketika berbicara mengenai haji, mereka lebih memilih untuk membanggakan pengalamannya ke sana ke mari berkeliling dunia. Dan ketika berbicara mengenai kecintaan kepada Allah SWT, Rasulullah Muhammad SAWW dan keluarganya, mereka lebih memilih untuk mencintai istri-istri mereka, suami-suami mereka, anak-anak mereka, orang tua mereka, keluarga mereka, rumah-rumah mereka, dan pekerjaan-pekerjaan mereka. Ironisnya, mereka menikmati segala sesuatu kenikmatan yang mereka rasakan, yang itu semuanya adalah dari Allah SWT. Allah SWT memberikan segala sesuatu kenikmatan di dunia ini, tanpa pernah meminta sepeser apa pun kepada ciptaan-Nya. Nah… itulah bukti cinta. Bukti bahwa “cara” adalah manifestasi murni dari “rasa”.

Namun kemudian, manusia malah menilai segala sesuatunya berdasarkan kehendaknya sendiri, berdasarkan pendapatnya sendiri, berdasarkan sifat-sifatnya. Padahal sesungguhnya, manusia adalah makhluk yang bodoh dan zhalim, di mana manusia selalu gemar membodohi diri dan orang lain, serta gemar menzhalimi dirinya sendiri dan orang lain. Sehingga apabila ada hukum Allah SWT yang sesuai dengan dirinya, maka mereka akan berkata, “Subhaanallah! Alhamdulillah! Allah memang Mahapengasih!”, tetapi apabila ada hukum Allah SWT yang mereka rasa tidak sesuai dengan mereka, niscaya mereka akan mengatakan, “Itu kan untuk jaman dulu, waktu jamannya Rasulullah. Sekarang tidak sesuai, jadi tidak bisa untuk jaman sekarang, idak bisa lagi diterapkan,” dan lain sebagainya. Sadarkah kita bahwa berbuat seperti itu, sama saja kita yang memerintahkan Allah SWT untuk mengikuti kita – kemauan kita, kehendak kita, keinginan kita, sifat-sifat kita, pikiran-pikiran kita, dan segala rupa rasa-rasa kita. Lantas kalau begini, siapakah sebenarnya yang menciptakan dan siapa yang diciptakan? Mengapa jadi hukum Allah SWT yang harus disesuaikan dengan keinginan manusia dan bukan sebaliknya? Na’udzubillahi min dzalik, tsuma na’udzubillah, wal iyyaadzubillah.

Seakan-akan manusia tidak mengetahui bahwa sebenarnya mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya, berarti menyerahkan seluruh aspek kehidupan dirinya kepada keinginan Allah SWT, kepada kehendak Allah SWT, kepada ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan Allah SWT atas ciptaan-Nya. Padahal apa pun yang Allah SWT inginkan, apa pun yang Allah SWT kehendaki, dan apa pun yang Allah SWT telah tentukan adalah yang terbaik bagi manusia – dan kebaikan-kebaikan itu datang dari Yang Mahabaik, selagi Yang Mahabaik itu jua adalah Yang Mahamengetahui, dan Ia Mahamengetahui apa yang baik bagi manusia dan apa yang buruk bagi manusia. Itulah Allah SWT dan ketentuan-ketentuan-Nya.

Allah SWT telah berfirman di dalam al-Qur’an, bahwa Ia telah Menyempurnakan ajaran-Nya dan Ia telah Mencukupkan nikmat-Nya atas kita, dan Ia telah Meridhoi Islam sebagai agama bagi manusia. Firman-Nya di dalam surat al-Maidah ayat 3 itulah yang menjamin bahwa Islam adalah sempurna, dengan jaminan dari Yang Mahamenepati janji-janji-Nya.

Sempurna. Berarti tidak ada yang lebih dan tidak ada yang kurang. Sebegitu sempurnanya, sehingga meliputi segala sesuatu baik yang sudah terjadi mau pun yang belum terjadi, meliputi segala sesuatu yang sudah terpikirkan oleh menusia mau pun yang belum, dan meliputi segala sesuatu yang bersifat dzahir dan batin. Bersifat dzahir (atau lahiriyah), adalah segala sesuatu cara (termasuk cara-cara atau perbuatan manusia dalam berupaya mendekati Allah SWT). Sedangkan yang bersifat batin, adalah segala sesuatu rasa itu tadi (termasuk niat, rasa, pikir, nafsu, dan sebagainya).

Ketetapan-ketetapan Allah SWT bersifat sempurna dan ada pada pucuk kesempurnaan, dengan kesempurnaan milik Yang Mahasempurna, sehingga tidak mungkin ada suatu kelemahan di dalam ketentuan-ketentuan Allah SWT.

Kesempurnaan ketentuan-ketentuan Allah SWT, berarti Allah SWT telah mengatur dan memberi batasan-batasan yang jelas terhadap segala sesuatu. Allah SWT telah memberi batas-batas yang jelas yang memisahkan antara kebaikan dan keburukan, baik secara lahir mau pun batin, baik itu cara mau pun rasa.

Maka, akankah kita terjerumus ke dalam apa yang menurut kita benar, selagi kita juga meyakini bahwa segala rasa atau cara yang benar adalah apa yang telah dibenarkan Allah SWT, dan segala rasa dan cara yang salah adalah apa yang telah disalahkan Allah SWT? Allah SWT adalah Yang Mahabenar, dan hanya Ia Penentu apa yang benar dan apa yang salah.

Allah SWT telah menjamin, bahwa Allah SWT mengabulkan permohonan-permohonan. Maka dari itu, bermunajat lah kita kepada-Nya.

“Yaa Allah, ampunilah aku atas segala sesuatu yang telah aku perbuat dan aku pikirkan, dan berilah aku pengetahuan atas apa-apa yang Engkau ridhoi dan apa-apa yang Engkau tidak ridhoi. Yaa Allah, selamatkanlah aku dari segala sesuatu yang Engkau tidak ridhoi itu dan masukanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang Engkau ridhoi.”

Sekali lagi saya mohon maaf atas segala kekurangan dan semoga sepotong tulisan murahan ini ada gunanya, barang setitik saja.

Shollallahu alaa Muhammadin wa aali Muhammad, wa salaamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatu.

“..Tetapi pernahkah Anda berpikir bahwa Allah SWT juga mempertanyakan hati dan perilaku Anda melalui “sudut pandang”-Nya?..”

Kalimat frase yg menarik…bisa saudara Arya tolong jelaskan lbh lanjut? semoga kami mendapat tambahan pelajaran yg bermanfaat.

Shollallahu alaa Muhammadin wa aali Muhammad, wa salaamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatu saudaraku Aryf :)

Barusan saya mencoba menjawab juga pertanyaan Anda dengan tulisan balasan di atas, namun saya tidak mengetahui apakah tulisan itu cukup menjelaskan atau tidak. Maklumlah, namanya juga fakir ilmu. Seandainya belum menjelaskan, insya Allah saya akan mencoba menjelaskannya dengan tulisan yang lain. Seandainya Anda ingin lewat japri (jalur pribadi), silakan balas saya melalui e-mail ke sadhana (at) sadhanakomunika (dot) com.

Dan karena balasan ini dapat dilihat orang semua orang yang membaca postingan ini, maka itu berarti saya juga membuka diri untuk berdiskusi dengan yang lainnya :) Hehehe..

Salam untuk Anda dan keluarga, semoga rahmat Allah SWT bersama Anda di dunia dan akhirat.

Shollallahu alaa Muhammadin wa aali Muhammad, wa salaamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatu.

saya pernah ditelepon kawan pagi2 banget, sambil bercerita bahwa dia baru melihat vcd tentang siksa kubur, lebih jelasnya tentang suara2 dari kubur yang konon katanya merupakan sebuah penelitian tentang alam gaib, disitu diperdengarkan suara2 orang yang seolah2 sedang mengalami peristiwa yang besar ada yang berteriak2 ketakutan, suasananya horor banget. mendengar cerita darinya saya langsung berpikir dongeng macam apalagi yang akan ditampil ditengah masyarakat islam oleh orang2 yang tidak bertanggung jawab. dimasa ketika Nabi Muhammad masih hidup saja tidak ada keterangan dari para sahabat(saya pribadi blm mendapatkannya) yang telah mendengar suara2 dari kubur. Kisah2 tentang siksa kubur lebih tertuju kepada alam gaib sebagaimana gaibnya surga dan neraka, hanya Allah sajalah yang Maha Mengetahui yang gaib, dan sebagian kecil rahasia kegaiban ini diberikan kepada para Nabi. Kita hanya disuruh berlindung dari neraka jahannam dan azab kubur dengan membaca doa sehabis tahiyat akhir sebelum salam “Allohumma inni a’udzubika min ‘adza bijahannam wamin ‘adza bilqobri wamin fitnatil mahya wal mamat wamin fitnatil masihid dajjal” artinya “Ya Allah aku berlindung dari siksa neraka dan siksa kubur dan dari fitnah(ujian) hidup dan mati dan dari fitnah dajjal.
terima kasih
salam hangat untuk semuanya.

Berada di benua eropa, Islam tetap tumbuh dan berkembang di kawasan itu.
Walaupun menjadi Minoritas Di Kawasan Eropa, Umat Muslim tetap memiliki
Masjid – Masjid yang luar biasa dengan corak arsitektur yang berbeda dengan
Masjid pada umumnya di Kawasan Timur Tengah maupun Asia.
Berikut ini koleksi Foto Masjid yang berada di Inggris, Belanda, Belgia, Perancis,
Spanyol dan Italia.
Dapat di Download di http://www.ziddu.com/download/5155299/Koleksi_Foto_Masjid2_Eropa.zip.html

azab kubur itu ada, mungkin anda hanya mendengar jasadnya terkoak oleh hewan tanah, tetapi apakah anda pernah mendengar bahwa orang yang berpuluh-puluh tahun jasad dan kain kaffannya tidak rusak dimakan usia dan hewan tanah????…..
hati-hati dengan artikel ini karena ini akan membuat kita tidak percaya azab kubur padahal aisyah r.a sendiri pernah berdo’a yang artinya Dari Aisyah ra bahwa Rasulullah SAW berdoa dalam shalat, ”Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari azab kubur …(HR Bukhari kitab azan bab doa sebelum salam hn. 789)” dan masih banyak lagi dalilnya

http://www.ustsarwat.com/search.php?id=1168304080

Kamu dibius oleh ajaran palsu/kebohongan muhammad.Karena muhammad bocah angon ingin meningkatkan derajadnya,klo gak pintar bikin cerita mengaku Nabi udak dicerai oleh aisah, matinya muhammad diracun oleh mantan istri yg dibohongi itulah siksa buat muhammad.

SALAM KENAL dan SALING MENGUNJUNGI serta SALING BERBAGI.WAH…WEB-NYA CUKUP BAGUS KISAHNYA…OYA,BISA PASANG BANNER/LINK GA YAH…???
HTTP: / / DUTACIPTA.WORDPRESS.COM :roll:

siksa kubur tuch benar2 ada. Saat mayat di antarkn k kburan,ke adaan nya biasa2 saja. Tpi stlah proses penguburan selesai, para pelayat pulang. pelayat yg plg paling akhir akn di hitung langkahnya oleh malaikat hingga 7 langkah. Dengan kuasa Allah,di tiupkanya ruh ke dalam mayat yg di kubur tadi. Maka hiduplah si mayat di dalam kubur.datnglah mlikt,mrk di bls atas amal mrk masing2 slm hidup di dunia. gituch….

Agama itu hanya mitos bro,ceritanya/dongeng orang jahiliyah yg blum tau ilmiah.

Kalo islam pedoman kita al quran, klo di quran ada siksa kubur, ya kita wajib percaya, karna itu kata2 allah, berdosa lah yang tidak percaya..

yang PASTI hanya ada dua hal:

di dunia manusia bisa jadi tak beriman, tak pernah ibadah, tak percaya tuhan. tapi kesempatan masih ada dan masih terbukanya pintu taubat.

di dalam kubur manusia PASTI beriman, karna dia telah menyaksikan/mengalami sendiri keghaiban alam baka dan kebenaran keberadaan tuhan. tapi sayangnya pintu taubat sudah tertutup, tak bisa lagi dia beribadah dalam kubur.

Gak usah dabrul lho,makan itu doktri2 dokma2 yang gak ilmiah.

azab kubur itu ada, kita semua tentu sudah mahfum menerima itu sebagai kebenaran. mbak yg punya ini blog dalam tulisannya tidak sedang meragukan ada atau tidaknya azab kubur. tolong dipahami lagi tulisannya.

yg dia tulis itu tentang; azab kubur itu ada, tapi kira-kira bagaimana bentuknya ya?

pertanyaan yg masih sangat wajar, saya pun sering berpikir seperti itu, sekedar penasaran ingin tau bagaimana detailnya perkara azab kubur.

teman-teman yg sharing di sini berkomentar tentang apa yg guru ngajinya dulu pernah bilang tentang azab kubur. itu bagus. berbagi ilmu. tapi mbok ya jangan disisipi penghujatan.

coba deh masing-masing renungkan. PASTI kita semua pernah terbersit tentang sesuatu yg ghaib, sekedar pertanyaan “malaikat itu ky gimana ya?” “hari kiamat nanti ky gimana ya?” “di surga kita ML-nya ky gimana ya?”

sungguh wajar berpikiran seperti itu, apalagi ketika masih anak-anak dulu, imajinasi tentang hal-hal ghaib dalam agama ini lumrah dilakukan. bedanya mbak ini menuliskannya di blog. ya gak beda juga sih sebenernya. sama aja ky kita.

pertanyaan abadi yg dari dulu sering saya pikirkan adalah: nafsu adalah biang kerok membangkangnya seorang mahluk. di surga nanti manusia masih memiliki nafsu, nah klo di surga nnati kita membangkang sm allah kira-kira gimana? kan setelah surga tak ada hisab/dosa lagi.

jadi kalian jangan terlalu naif lah. kalian semua dalam hati pasti punya pertanyaan-pertanyaan seperti itu.

menarik untuk disimak ….. addysupriadi …….. sangat setuju bro, kalo alqur’an pasti memuat ttg siksa kubur karna siksa kubur bukan perkara kecil sama dengan akhirat harus dijelaskan secara gamblang dan tidak sama2 oleh Allah swt, kalau boleh tau surah apa dan ayat berapa ya biar bisa langsung belajar …. btw terimakasih atas masukannya

Memang agama adalah alat pembodohan karena doktrin dari kecil sehingga percaya. Klo gak didoktrin dari kecil mungkin gak beragama. Contohnya gue gak dapat dokma jauh dari agama.


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: