caraku merasakanMu

(masih nyata-nyata aja…)
.
dulu pernah cerita deh di blog ini, kalau saya mau jadi pohon!
.
alkisah waktu itu saya bersama suami -hanya naik motor-lewat jalan yang pohonnya gede-gede. sayapun diboncengannya akan menegadahkan kepala tepat di bawah pohon memandang cahaya yang masuk lewat cela-cela dedaunan dan dedahanan. sukaaaaaaaaa banget. belum lagi, berasa udara di bawah pohon tuh lebih segar. tau sendiri kan?? kalau teorinya pohon itu mengeluarkan O2 sebagai hasil fotosintesanya. maka terasa lebih segar…
maka saya akan bilang ke suami, – pengen jadi pohooonnnn…
hehehehe… suami yang cuma mesem..
.
nah, saya kan dah bisa berenang nih. oleh bu Ety sang pelatih, saya diminta tuk bisa bolak-balik panjang kolam, 20 kali ga putus! wuiih, awalnya di bimbing dari tepi. terdengar suaranya..
relaks…
santai….
jangan tegang…
bagus.. terus..
jangan cepet-cepet…
jangan panik..
dstnya.
maka saya asyik mengeksplorasi rasa saya di dalam air.
terasa ketika kaki mengayuh, tangan membuka, dada terangkat tarik nafas, sampai saat lurus dan meluncur maju. yang kata bu Ety sih, hanya dengan sedikit tenaga kita melaju. indah.
belum lagi merasakan udara keluar dari paru selama di dalam air.
blup-blup-blup-blup-blup-blup..
asli, saya tidk diajari berenang yang tuk cepet-cepetan. renangnya tuk nyante tapi sehat. yang kalau kata bu Ety, ketika blup-blup-blup dalam air itu paru-paru kita akan memompa lebih dahsyat. mengoptimalkan kerja paru.
hehehe, apapun deh teorinya.
saya hanya bilang ke bu Fitra teman saya, kalau rasanya seperti jadi ikan! jadi ikaaaannnnn….!
hehehehe…
.
beneran loh! di dalam air tuh saya selalu mengingatNya dan bilang dalam hati, – begini kali ya rasanya jadi ikan???
sehingga dikatakan, sesungguhnya semua ciptaanNya berdzikir kepadaNya.
.
maka kek apa sih dzikirnya kita? yang manusia ini?
di sekian banyak subhanallah? alhamdulillah? allahuakbar?
atau di sekian banyak qul hu ini dan qul hu itu?
saya pikir dzikir terindah itu adalah nafas ini sendiri…
nafas yang mengikat jasad dengan jiwa kita. yang kalau nafas ini putus, maka wafatlah riwayat hidup alam fisik kita.
yang bunyinya boleh, ha… hu… ha… hu…
atau hu… ha… hu… ha…
atau diberi kata, subhanallah… subhanallah… subhanallah
atau di beri getar… haaa.. berrrrl… haaa.. berrlll…
terserah..
bahkan termasuk ketika tak diberi apa-apa..
maka sesungguhnya manusia mampu mengingatNya sepanjang waktu. hanya saja kita sering kurang percaya diri atau malah egois sekali, jika tidak menggunakan atribut agama untuk mengingat Tuhan…
padahal Tuhan melihat kita dan menembus hati kita tanpa sehelai batas apapun.
.
Tuhan..
bolehlah kelak aku bisa…
tak lagi mengingatMu
tak lagi mengenaliMu
tapi aku merasakanMu
dalam degub jantungku
pompa paruku
tarikan nafasku
kerling mataku
dengar telingaku
kecup bibirku
langkah kakiku
dekap tanganku
suluruh getaran tubuhku
Tuhan
bolehlah kelak aku bisa
tak lagi banyak atribut untukMu
tak lagi banyak ribut atas namaMu
tapi aku merasakanMu
bersama semua ciptaanMu
di muka bumi ini…
di air, di darat dan di udaraMu
di seluruhMu
maka ketika semua itu satu
aku adalah bagaimana Engkau kurasakan
.
boleh ya?
plis????
.
salam
anis

Ya mbak Anis, cara kita MengingatNya itu unik. Mungkin seunik keluasan jiwa kt jg, kdg menyangkut taste pribadi. Alam semesta bagi saya mengajarkan banyak hal, kl kita memandangnya dengan jiwa kita. semesta beserta isinya ini kdg menjewer sy untuk merasakan kebesaranNya. Lewat kupu-kupuNya, belalangNya, melatiNya, dll. Mohon izin psg link mbak Anis di blog saya ya. supaya saya dan teman2 bisa tau tulisan terbaru mbak anis.
newsoul
Mei 16, 2009
@newsoul
mbak Elly, maaf baru sempat jawab komennya. silakan saja kalau mau ngelink yaa.
maaf, saya agak gaptek nih, hehehe… taunya cuma menulis aja
mbak Elly betul sekali. itulah yang ingin saya sampaikan, dekatilah Ia dalam keunikan diri kita… dalam apa adanya..
Islam Indie
Mei 17, 2009
salam.
sungguh indah puisi itu.
izinkan saya copy n paste ke dalam blog saya nanti, ya. insyaAllah.
nkchai
September 10, 2009