ketika terlepas

(tiba-tiba..)
.
dunia boleh mengikatku erat
teori boleh menambatku kuat
ilusi boleh memikatku pekat
tapi rasaku… lepas
aku sudah berusaha memiliki semua yang boleh kumiliki
aku juga berusaha mempelajari semua yang baik kupelajari
aku bahkan berusaha bermimpi semua yang layak kuimpi
tapi aku tak kuasa tuk mengikatkan diri
aku tak mampu tuk menggenggam
.
aku disini tapi aku tak di sini
aku disana tapi aku tak disana
aku dimana tapi tak dimana-mana
aku terlepas…
melayang tanpa ruang
tenggelam tanpa dasar
meski aku masih ingin
meski aku masih disini
.
maka aku terdiam
mataku terpejam
aku terlepas dari genggaman
rindu tak lagi terasa perih
cinta ini tak lagi jadi sedih
hati ini tak lagi merintih
semua rasa telah terlewati
ego itupun mati
membuat dunia tak lagi mengikat
membuat teori tak lagi menambat
membuat ilusi tak lagi memikat
aku tak lagi tertambat
aku terlepas
melayang tanpa ruang
tenggelam tanpa dasar
walau sedikitnya aku masih ingin
walau setidaknya aku masih di sini
.
mungkin aku terlalu ringan
mungkin aku terlalu tipis
mungkin aku terlalu lemah
mungkin aku terlalu kecil
maka aku terlepas
lepas
lepas
lepas
.
Tuhan, harus kemanakah aku?
melayang ku tak beruang
tenggelam ku tak berdasar
dimanakah aku?
mengapa tak Kau tambat aku?
.
maka hilanglah apa yang memang harus hilang
bergantilah apa yang memang harus berganti
pergilah apa yang memang harus pergi
kembalilah apa yang memang harus kembali
maka tersenyumlah apa yang memang harus tersenyum
menangislah apa yang memang harus menangis
tertawalah apa yang memang harus tertawa
bergetarlah apa yang memang harus bergetar
.
aku terlepas
aku terasa ada
aku pun tiada
aku dimana
aku juga entah dimana
.
Tuhan o Tuhan
mengapa Kau lepas aku?
.
maka aku terjatuh
setelah melayang tinggi
dan sakit sekujur tubuhku
keras membentur benakku
bukti aku masih nyata di sini
auuww!
ngilu.. di tulangku
.
salam
anis

Hehehe, nice posting. Meski bebas mengelana dan terbang, jangan pernah terlepas. Reguk dan peluk Ia erat dalam jiwa. Sebab Ia (dengan sebutan kita masing2) tak kan sanggup satu kekuatanpun melepaskannya. Mbak Anis blog saya di blogrollmu ini ternyata lenyap, cm bertengger bbrp hari ya. Tdk apa2, tdk masalah bagi saya (saya tau pasti anda harus tanya dulu ke kang Iwal yang itu ya) senang berbagi dan menampilkan blog mbak Anis di blog saya. Cuma heran saja.
newsoul
Mei 23, 2009
@new soul
maaf, mbak Elly. baru balas. iya nih saya juga ga ngerti. bingung. harus tanya dulu sama k’Iwal.
makasih sekali loh mbak Elly. semoga besok-besok saya lebih pinter ngeblognya nih.
soal terlepas…
seandainya Dia bisa nyata memeluk, mungkin tak akan pernah melepaskan saya… hehehe
@Mi Hacienda
mungkin kita yg melepasnya… rela…
gitu kali yaa?
@Lumiere
ah, demi waktu yg mengajari …
ego itu juga terus menarik-narik, hingga kita berdamai dalam perihnya..
dan Tuhan hanya minta kita bersabar, tegar.. sampai saat semua doa terkabulkan. surga?
Islam Indie
Mei 30, 2009
apa mungkin Tuhan melepas kita…? ataukah kita yg melepas Dia?
Mi Hacienda
Mei 27, 2009
maka ajari aku,
cara melepas jiwaku
dari ego-ku.
agar ia tak lagi bergantung pada dunia,
agar ia hanya berpasrah pada Tuhan saja..
Lumiere
Mei 28, 2009
melepas rasa dari jiwa? kayaknya saya perlu ‘rasa’ untuk berempati pada berbagai sisi kehidupan
wyd
Juni 13, 2009