tentang bagaimana
(berbagi..)
.
ketika kuputuskan melangkah dengan tak punya apa-apa, maka sejuta tanya pun mengalir, memenuhi benakku. mengetuk dan terus mengetuk-ngetuk kepalaku. sampai rasanya ingin pecah tak cuma pikirku tapi juga jiwaku..
bagaimana bisa?
begitu tanya itu dan terus begitu..
akupun pasrah..
membisu..
sampai tanya lain datang dalam sunyi batinku..
apa yang kau tau tentang Aku sampai kau berani memilihku?
aku hanya tahu Kaulah indah
apa yang kau yakin tentang Aku sampai kau berpikir Aku indah?
aku hanya yakin Engkau ramah
Aku ramah? bagaimana bisa?
karena aku hanya tahu Kaulah cinta
cinta?
bagaimana bisa kau berkata Akulah cinta?
aku hanya tahu Kaulah sebab semua ada..
kau ingin bilang bahwa Aku adalah cinta, maka Aku indah dan Aku ramah? yang karenanya semua ini ada?
bisu..
.
tanya itu kembali datang dalam sunyi batinku
apakah kau tak perlu jubah dan aneka cara untuk cinta?
aku kaget, haruskah?
apakah kau tak perlu kitab dan ayat-ayat untuk cinta?
aku tercekat, haruskah?
apakah kau tak perlu rumah dan menara untuk cinta?
aku pasrah, haruskah?
mengapa terus bertanya haruskah?
karena aku ……. tak punya apa-apa.
aku tak punya jubah, aku tak punya cara untuk cinta
aku tak punya kitab, aku tak punya ayat untuk cinta
aku tak punya rumah, aku tak punya menara untuk cinta
maka apa yang kau punya?
aku hanya punya diriku dan semua rasaku
hanya itu?
hanya ini..
kalau hanya itu, dimana kau akan taruh Aku?
di sini, di dadaku
kalau hanya itu, dimana kau akan langkahkan Aku?
di sini, di langkahku
kalau hanya itu, dimana kau akan perlihatkan Aku?
di sini, di mataku
kalau hanya itu, dimana kau akan perdengarkan Aku?
di sini, di telingaku
kalau hanya itu, dimana kau akan katakan tentang Aku?
di sini, di kata-kataku
kalau hanya dan hanya itu, dimana Aku?
di seluruh jiwa dan ragaku
di jiwa dan ragamu?
di seluruh hidup dan matiku
apakah kau benar mau begitu untukKu?
aku tak punya apa-apa, maka ya hanya itu
.
hingga suatu hari, hangat memasuki ruang batinku, menemani sunyiku, membelai rambutku, mengecup keningku, menghapus basah di mataku, memeluk dan membelai seluruh tubuhku, hingga bergetar seluruhku.
dan kataNya, kaulah milikKu..
mengguncang tubuhku, mengambil sariku, membawaku bak ke langit ke tujuh
hingga kataNya…
Akulah matamu, Akulah telingamu
Akulah langkahmu, Akulah gerakmu
Akulah hidupmu, Akulah nafasmu
Akulah cintamu, Akulah kamu
bagaimana bisa?
karena kau tak taruh Aku di jubah, tak di cara, tak di kitab, tak di ayat-ayat, tak di rumah-rumah bermenara..
karena kau taruh Aku di jiwa
maka Aku terasa
maka Aku ada
maka Aku cinta
.
di sunyi batinku, aku hanya tahu aku sangat berterimakasih
tuk boleh melangkah kepadaNya, tanpa apa-apa
maka peluklah aku, Tuhan
peluklah aku tanpa apa-apa
reguklah aku, Tuhan
reguklah aku seapa adanya
agar Kau temukan utuhku
agar Kau nikmati asli rasaku
.
ketika kuputuskan melangkah dengan tak punya apa-apa, maka sejuta tanya pun mengalir, memenuhi benakku. mengetuk dan terus mengetuk-ngetuk kepalaku. sampai rasanya ingin pecah tak cuma pikirku tapi juga jiwaku..
sampai aku temui ternyata aku boleh apa adanya
sampai aku temui aku boleh tak punya apa-apa
hingga benar ingin kutemui hanya hidup dan matiku
untuk Tuhanku..
.
salam
anis

Ya Karena Allahmu Maha Rachman dan Rachim
Ya Karena Allahmu adalah Segala Puji
Ya Karena Allahmu pemilik Semesta Alam
Ya Karena Allahmu adalah Hakim Dihari Kebangkitan
Ya Saudaraku karena kamu telah berada dijalan yg lurus. Amiiiiiiiiiiiiiiin
sumono
Mei 31, 2009
@sumono
terimakasih pak sumono.. mohon doa.
Islam Indie
Juni 2, 2009