Islam dan Kemanusiaan, bukan Isa a.s.

Posted on Desember 21, 2007. Filed under: Islamisasi |

sederhananya gini,
manusia itu hidup mengikuti naluriahnya
mereka berhukum atas hukum rimba, menikah atas naluri dasarnya,
mereka berekonomi atas kebutuhannya dan bernegara atas naluri mahluk
sosialnya.
agama datang dari langit untuk mengispirasi manusia akan kehidupan
yang berkualitas dan bernilai luhur
seimbang dalam banyak hal termasuk seimbang dunia dan akhirat..

menjengguk sedikit tentang Al Masih putra Maryam
dia adalah salah seorang rasul Allah yang murah kasih
dia ditakdirkan berdakwah dekat sekali dengan area kemanusiaan yang
kasat
dia membagikan roti tuk yang lapar, mengobati yang luka, bahkan
menghidupkan yang mati
dia mendapat perlawanan dalam bentuk pengkhianatan.

dia tidak memiliki area kepemimpinan, area eksistensi umat yang fair,
area perekonomian, area keluarga dan keturunan, area lainnya seperti
Muhammad.
jadi sebetulnya Muhammad itu lebih manusiawi, karena dia menunjukkan
‘peran dan rasanya’ hidup jadi manusia dengan segala problem
kesehariannya.
komplektisitas kemanusiaan Muhammad ini yang sering terlupakan dan
terpilah-pilah
padahal sesungguhnya itu sangat utuh dalam keseharian kita..

pada kondisi krisis seperti sekarang ini wajar jika ajaran Isa yang
bersentuhan dengan kemanusiaan yang kasat itu yang lebih tampak
terlihat..
tapi kalau kita lebih jeli melihat di area kenegaraan, kepemimpinan,
penganut ajaran isa tidak mampu memainkan peran dengan sempurna karena
Isa tidak bermain di area tersebut.
Isa tidak mengispirasi sampau sejauh itu..
wajar jika mereka tidak mampu adil dan bijaksana, malah cenderung
menguasai dan tamak.

berbeda dengan Muhammad dan pengikutnya..
Muhammad merupakan referensi yang elegan dalam hidup kenegaraan,
perekonomian, pengetahuan dll semua terintegrasi.
karena Muhammad inspirasi dari langit yang mulia dan sempurna hingga
akhir zaman

ini yang harusnya dicermati, menurut saya-
artinya..
dalam konteks krisis negeri yang beragam ini
pada keseluruhan area bisa diberdayakan
dan Muhammad sudah mencontohkannya..
bagaimana dalam keluarga, dalam perekonomian, dalam kenegaraan, dalam
melindungi dan menyikapi perbedaan, dalam memanfaatkan dan
mengembangkan teknologi, juga dalam menghadapi yang memerangi..
Islam lebih bisa bicara secara sruktural dan terintegrasi
Islam lebih mampu menginspirasi
agama lain saya lihat tidak..
gitu..

ini emang tantangan..
saya berharap ada pemimpin beragama Islam yang tegas dan mampu
memberdayakan seluruh elemen secara terintegrasi untuk melepas Indonesia dari
krisis ini
jika itu terjadi, semoga kita semua tanggap tuk mengimbangi
dan yang berbedapun nyaman terlindungi di dalamnya
amin..amin..amin..

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

5 Tanggapan to “Islam dan Kemanusiaan, bukan Isa a.s.”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

Anda sungguh sangat berani! saya sendiri belum tentu berani melakukannya.. tapi argumentasi anda rasional dan logis..

Anda menjelaskan sesuatu pemahaman dengan cara yg berbeda…
Argumen bagus nih … Nice post. Salam kenal 🙂

Nice Post, ngomong2 sejak kapan jadi mualaf ?bagus buat yang mau mempelajari Islam di era sengit2an antaragama terjadi….

Krisis di Indonesia dan seluruh dunia ya?

@semua
ini tulisan saya di milis yang dikutip oleh k’iwal ke blog deh, ketika saya masih belum bisa ngeblog. hehehe..

hmm, ke sininya saya pikir, mari kita semua bekerja sama deh.
indonesia butuh isa yang penuh kasih,
dan butuh muhammad yang berani.
indonesia butuh budha yang welas asih,
dan butuh hindu yang sarat isi.
indonesia butuh tradisi yang tak kenal mati
dan butuh modernisasi yang penuh empati.
indonesia butuh semua anak bangsanya!

hayo, sama-sama.. gimana?
salam hangat 😀


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: