sepinya mualaf

Posted on Desember 21, 2007. Filed under: Islamisasi |

butuh empati yang besar kali ya untuk memahami sisi mualaf..
saya sendiri sering merasa sulit menggambarkan betapa ‘begitu’ sisi
itu..
sunyi, sepi ,sendiri..
pengalaman bertemu dengan mualaf lain hanya berbagi sisi itu, jadi
terasa makin sepi..
saya menikmati kebersamaan dengan muslim, tapi saya juga sering
merasa ‘sepi’ diantaranya.. dont know why..
menjadikan itu ‘kekayaan’ atau ‘kepedihan’ emang kembali ke kita..
tapi kalau saya mah sering melihat betapa kudu banyak bersyukur
menjadi Islam sejak kecil..itupun jika kita melihat Islam sebagai
kesempurnaan jalan hidup dari Nya.

teman saya itu sahabat dari kecil, wajar dia sangat memahami. dia
tahu apa saja yang saya hadapi selama menjalani keislaman ini. ayahnya
wali hakim saya..
dia juga bermain di sekitar kapel, menunggu saya selesai misa..
ketika sering saya teringat natal, dia memberi keyakinan dan
kenyamanan, karena dia pun walau muslim sejak lahir hafal ‘doa bapa kami’
hingga kini..tanpa rasa terbebani.
sementara kebanyakan muslim yang saya jumpai mengajari saya membuat
gab dengan masa lalu saya..

entah ya mungkin karena awal-awal, saya ketemunya dengan islam garis
keras di karisma, jadi aja saya berkembang tidak manusiawi.. tapi mau
salahkan siapa??
waktu itu sahabat saya ini sedang kuliah di London, jadi komunikasi
kami terputus.
ketemu lagi ketika saya mulai letih..
orang-orang terdekat saya tidak banyak membantu saya menghadapi hal
itu.
efeknya, maaf, saya agak menghela nafas melihat tingkah laku islam
garis keras..

tapi Alhamdulillahnya, semua pengalaman itu membuat saya bisa melihat
manusia beragama dalam dimensi kemanusiaannya..
yang dhoif, yang egois, yang serakah, yang cari muka, yang sok
sholeh, yang malas, dll..
wajar kok, awal kita hijrah mendalami agama lebih karena nafsu kita..

perlahan jika kita konsisten, kita akan menemukan cara membersihkan
niat kita..
kalau pun kita tidak konsisten, sebatas niatan yang manusiawi itupun
kita akan dapatkan..Allah maha pemurah.
beragama menjadi sangat sederhana akhirnya..
tapi pada tataran yang lebih luas dan tinggi, buat siapa saja yang
menginginkan atau yang ‘terpilih’.. betapa dia butuh untuk sangat
mengutamakan umat dari kepentingan manusiawi dirinya..betapa dia butuh untuk
sungguh-sungguh membersihkan niatannya dalam mendalami agama..
mungkin begitu kali ya..
wallahu’alam..

dalam siroh, saya pernah baca pesan Rasul untuk mereka yang baru
mendalami agama Islam..”gembirakan dan permudahlah”
saya kok “menangis dan merasa sulit “..
ini yang jadi koreksi buat saya pribadi tentang manusia dalam
beragama..khususnya Islam.

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Satu Tanggapan to “sepinya mualaf”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

beragama menjadi sangat sederhana akhirnya ..

Saya merinding membaca postingan mu. Jika memang benar .. kamu seorang mualaf, saya ucapkan selamat telah memilih Islam sebagai keyakinan-mu seperti kata Allah dalam – sebagian – surah Al Maa’idah ayat 3 “.. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu ..”


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: