tuhan yang paling baik

Posted on Desember 21, 2007. Filed under: Islamisasi |

Mbah..cerita ya..
ini sebatas saya mampu loh,

Waktu kecil, sekitar kelas 5 SD, saya pernah menangis sendirian di
kapel sekolah..
Saya sedih melihat keadaan orangtua yang waktu itu penuh
pertengkaran, saya merasa tidak berdaya untuk sekedar membuat suasana rumah
menyenangkan..
Ketika sedang menangis, seorang suster menghampiri..

Dia tidak bertanya apa masalah saya, hanya duduk disamping saya
sambil berkata begini..
“Sebenarnya, tuhan tidak pernah ingin kita menangis.. kalau kita
terpaksa menangis itu pasti karena banyak manusia serakah dan marah di
sekitar kita. Maka tuhan akan lebih mendengarkan kita yang menangis dari
mereka yang marah di sana. Maka berdoalah dalam tangis kita, mohonkan apa
saja yang kita inginkan, karena tuhan pasti sedang mendengarkan kita..
dan tuhan pasti akan membuat kita berhenti menangis..” *)
Saya terdiam dari tangis mendengar kata-kata suster itu.
Asli, air mata saya berhenti.. rasanya tiba-tiba menjadi kuat lagi..
Saya pernah ingin sekali jadi biarawati karena kejadian itu loh,
mbah..
Mereka serasa seperti tuhan, menghibur dan membuat saya berhenti
menangis..

Hehe, begitulah tuhan, mbah..
Tuhan tidak pernah mengajari keburukan dan tidak pernah ingin kita
menangis.
Kita sendiri lah yang sering serakah dan marah sehingga membuat orang
menangis karena kita.
Sekalipun kita berdalih kita sudah paham agama..

Saya pernah menangis sendirian di masjid Salman, bingung tak punya
uang tuk makan hari itu dan tak tahu mesti kemana..
Tuhan dalam islam waktu itu terasa begitu jauhnya.. tidak pernah mau
mendengar apalagi menghibur…
Tuhan dalam islam hanya berisi kewajiban dan kewajiban bahkan
permusuhan..
Merasa kelompoknya saja yang benar dan yang lain seperti musuh. Tak
ada hari tanpa jihad membela kepentingan tuhan.. ghozwulfikri dijadikan
alasan tuk saya tak mampu kembali pada keluarga yang kafir, walau tuk
sekedar tetirah.. padahal mereka tak lagi memerangi saya..
apa jihad seperti itu memang benar untuk kepentingan tuhan?
Padahal, tuhan begitu halus, tak ingin manusia menangis..

Mbah,
Kalau agama mengajari menyembah tuhan dengan benar, maka agama akan
tampil begitu lembut dan baik hati. Dia hanya tegas jika manusia lain
benar-benar mengganggunya.
Tapi jauuuuh sebelum manusia lain mengganggunya, agama itu pasti akan
mengajak pada yang baik-baik saja..
Itu jika agama memang menjadi perpanjangan tangan tuhan dalam
kehidupan..
Sementara jika agama hanyalah perpanjangan tangan manusia, maka dia
menjadi sempit hanya pada persepsi manusia-manusia di dalamnya, yang
bahkan mengkafirkan dan membunuh manusia di luarnya..

Dan tahukah mbah..
Setelah melewati banyak ujian dalam keislaman,
saya menemukan tuhan dalam islam adalah tuhan yang paling baik hati
dari tuhan di agama manapun..
Tuhan yang mengenal fitroh manusia lebih dari pengenalan manusia itu
sendiri,
menghargai manusianya lebih dari manusia itu sendiri,
yang mengerti manusia lebih dari manusia itu sendiri..
yang sayang, kasih dan maafnya terbuka mendahului kesadaran
manusianya..
Tentunya, selama Dia tidak ditunggangi oleh selain kepentinganNya..
Sangat halusnya ketauhidan tuhan dalam Islam, sampai semua bentuk
ilaa ditolaknya..
jangankan berhala besar seperti patung..
harta, nafsu, suami, istri, anak dsb yang bisa menjadi ilaa
ditolaknya,
juga sampai ‘agama’ yang menjelma menjadi ilaa untuk manusiapun
ditolaknya..
ingat tulisan Emha, tauhid itu bukan mengesakan tuhan..karena tuhan
sudah tunggal adanya, tauhid adalah mengutamakan tuhan..
Hebat deh, mbah..
Makanya saya ga jadi biarawati nih, hehe..

Sekarang di sekitar kita, banyak orang yang menangis, mbah..
Karena mahalnya beras, putus sekolah, sampai yang porak poranda
diterjang bencana..
Mereka menangis meratapi ketidak berdayaannya..
Lalu dimana tangan tuhan tuk mereka?
Haruskah hadir seorang nabi lagi?
Mana manusia berakal tinggi yang dapat menjadi perpanjangan tangan
tuhan untuk mereka?
Dalam sebatas yang kita mampu,
semoga bisa memurnikan ketuhanan kita dan bermanfaat banyak bagi
mereka yang masih menangis hari ini..
atau minimal kita tak membuat orang menangis karena kita..
tuhan mengerti kok jika kita belum bisa banyak berbuat untuk
agamaNya..
dalam pendekatan tasawuf, pada saat kita merasa tak berdaya apa-apa
tuk agamaNya, justru Dialah yang akan memberdayakan kita..
subhanallah..
dan itulah menyembah tuhan yang benar.. yang diajarkan dalam agama
yang benar..

maaf,
bukan seperti kaum birokrat kita yang memandang hebat diri mereka,
berlagak bak orang suci berjalan atas tangis dan lapar perut rakyatnya..
alih-alih keadilan ditegakkan demi disebut bukan penakut, malah sibuk
membangun pesona, memperkecil oposisi..
dan bukan juga mereka yang ketika terhimpit malah gelap mata, dengan
nama agama dan kemanusiaan malah meresahkan rakyat yang sudah menangis
tersedu-sedu.. menambah panjang derai penuh air mata..
bagaimana bisa mengandalkan manusia-manusia seperti itu menjadi
khalifah??
hehe..
maaf kalau salah ya..

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

4 Tanggapan to “tuhan yang paling baik”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

I think you have to open this site:
majelisrasulullah.org

Ya. ya…..

wanahnu aqrobu ilaihi min hablil warits.

salam
🙂

@semua
wah, saya pernah toh menulis begini? hehehe 😀 ini tulisan saya kepada si mbah, sudah lama sekali. ini di posting oleh k’iwal yang membuatkan blog ini sebelum saya bisa ngeblog. si mbah adalah teman muslim saya disebuah milis. ini dalam konteks diskusi sebelumnya deh. dan si mbah simpatisan dari sebuah partai islam saat ini.

hehehe.. seharusnya ajaran islam memang bisa membuat tuhan hadir dengan sebaik-baik persepsi yaa. tapi pada kenyataannya hari ini, kenapa tuhan kadang -bahkan selalu- hadir begitu garang??
dan jika tuhan satu, maka maulah turut memperhatikan mereka yang memandang tuhan dengan kasih dan welas asih. agar tuhan hadir dengan sebaik-baik kehadiran.. gitu ga sih? 🙂


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: