cahaya (1)

Posted on Desember 27, 2007. Filed under: coretan, kisah menuju cahaya |

Seekor burung kecil gemar memandang cakrawala

Menatap nun jauh di sana nampak seperti cahaya

Membuat semua yang terlihat jelas adanya

Burung kecil terpikat cahaya

Entah pada siapa dia boleh bertanya

Tiada jawaban yang cukup bermakna

Hari demi hari, burung kecil rindu cahaya

Meminta izin kepada bunda tuk terbang ke sana

Bunda marah tiada terkira

Keyakinan akan cahaya menyesakkan dada

Tak peduli lapar dan dahaga

Burung kecil terbang menuju cahaya

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

2 Tanggapan to “cahaya (1)”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

kau, jadilah cahaya,
hidupkan cahaya yang ada di diri.

“…yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya)…” (sepenggal dari ayat 35 surat An Nur.

salam
🙂

Siapa pun yang menuju cahaya,
Harus bersiap tersilaukan mata karena kilaunya…
Harus bersiap terlelahkan sayap karena tingginya…
Harus bersiap terrendahkan diri karena kemuliaannya…
.
.
.
.
.
Harus bersiap menyerahkan semuanya karena cintanya…


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: