krisis pendidikan dan wanita (1)

Posted on Januari 9, 2008. Filed under: Indonesiana |

kakak-kakak..
saya sangat beruntung di tingkat dasar mendapatkan pendidikan yang
sangat baik..
Xaverius itu, dulu dan kini jauh berbeda, begitu kata teman saya yang
anaknya sekarang sekolah di sana.
wajar, apakah itu swasta atau negeri, islam atau non islam,
lembaga sekolah sekarang ngos-ngosan menghadapi kebijakan di luar
pendidikan,
sebut saja dari tayang telivisi.. sampai kebijakan di bidang
kehidupan, yang makin hari makin sulit dijalani..
belum lagi di dunia pendidikannya sendiri, sekolah harus menghadapi
UN, kurikulum, buku, status guru dan kesejahteraan guru, yang ga jelas
juntrungannya..
kasihan nasib pendidikan..

padahal saya yakini sekali,
apakah itu anak korban gempa, korban tsunami, korban konflik apapun..

bisa diobati dengan pendidikan yang baik..
jadi, sedih kan lihat kenyataan ini..??!!
maka sering saya bilang, jangan ribut mulu di label, islam dan ga
islam,
kenyataan ini terus bergulir, membutuhkan kebersamaan tuk
mengatasinya..
dan seperti saya juga bilang, nashoro itu ga bisa memajukan
indonesia, harus orang islamnya..
karena mayoritas penduduk dan jajaran petinggi negeri ini ya
banyaknya orang islam..
mereka yang lebih kuasa mengambil kebijakan..
jadi, hentikan yuk semua kecurigaan dan diskriminasi..
ada anak-anak yang membutuhkan pengertian dari kita semua..
itu kalau kita ga cuma berpikir anak kita sendiri aja ya.. hehe..

homeschooling, apapun itu.. sederhananya itu adalah ibu yang kembali
mengajarkan anaknya..
sementara, kebanyakan wanita dan ibu di indonesia, harus turut
banting tulang.. mengatasi kondisi ekonomi yang terjadi..
seperti saya bilang dulu, ini prioritas, bukan mengecilkan makna
emansipasi..
saya menyoroti wanita yang bekerja memang untuk nafkah.. bukan wanita
yang bekerja untuk eksistensi..
banyak buruh wanita, dipabrik-pabrik dengan sistem shift, telah
terengut dari anak-anaknya..
kasihan anak-anak..
karena siapa yang bisa mengisi hati anak, kalau bukan ortunya,
terutama ibunya..
wanita sendiri saat ini terjebak antara eksistensi dan materialisme

belum lagi nih.. lelaki tega menawarkan opsi poligami di tengah
kegalauan wanita..
duh, hidup akhirnya hanyalah tumpukan ego..
maka untuk keluar dari semua ini ya.. maulah sedikit demi sedikit
menahan ego..

rosul saja bilang, orang miskin yang sodakoh itu baik..
dan orang kaya yang sodakoh itu luar biasa..
karena ketika kita mampu tapi kita menahan diri, lalu mau
mengutamakan yang lain, itu emang luar biasa..
kesabaran disitu adalah kesabaran tingkat tinggi, yaitu ketika mampu
tapi menahan diri
gitu ga sih??

anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

2 Tanggapan to “krisis pendidikan dan wanita (1)”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

kakak…

lee lagi bingung nih..
memikirkan judul KTI dan KTI apa yang akan lee buat untuk tugas ekskul KIR..

kasih saran iya..

sebenernya pengin make tema pendidikan..
kira-kira materi yang relevan apa ya?

@laily maulida
waduh, apa ya kira-kira yang ingin di angkat dari pendidikan oleh lee sendiri?

krn kan banyak sekali sisi-sisi dunia pendidikan yang bisa diangkat dan di kemukakan. apalagi di tengah begitu pekat krisis di negeri ini. pendidikan menjadi satu-satunya cara tuk menyelamatkan bangsa ini dari kebodohan yang sudah terlalu lama nih.. maka perlu kesungguhan deh, tuk menyelamatkan pendidikan di indonesia. jangan melulu di lepas ke pasar. pendidikan indonesia harus bisa mengintegrasikan banyak hal yg menyangkut ke majemukan bangsa ini. kita harus bangga tuk memiliki patron pendidikan tersendiri, sesuai kebutuhan dan kenyataan kita. sekali lagi jgn melulu menyerahkan banyak hal ke pasar. karena ga akan berhenti-hentinya pasar mendikte kita.

nah, dari kalimat di atas aja, semoga dapat ide yaa..
hehehe 😀


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: