sedekah budaya

Posted on Januari 11, 2008. Filed under: Indonesiana, tokoh |

belum lama ini, saya nonton acara ‘asal-usul’ di trans 7
membahas tentang dalang dan wayang..
seperti biasa ada ritual bagi seorang dalang sebelum menggelar pertunjukan..
nah, ada yang menarik..
sumbernya ki Mantep pancen oye tea..
doi bilang selain puasa hari (weton) lahirnya, dsbnya..
doi juga harus sodaqoh..

sodaqohnya unik..
beliau memanggil seluruh masyarakat sekitar.. siapa saja..
ga pandang bulu..
lalu menjamu makan dan menggelarkan pertunjukkan wayang
tapi yang jadi dalangnya bukan ki Mantep.. orang lain..
ki Mantepnya sendiri ikutan nonton dengan masyarakat sekitar itu..
beliau bilang itu namanya “sodaqoh budaya..”
semua dalang diajarkan demikian.. itu ritual..
secara turun temurun memang diajarkannya begitu.
karena katanya, “sodaqoh” itukan bukan sekedar kasih uang sudah..
sodaqoh budaya ini berisi pesan, wejangan, hiburan dan gratis juga nikmat buat semua..
dan sebelum menasehati orang lain, diri kita kita nasehati terlebih dulu..
menonton wayang yang dibawakan oranglain kan memberi pesan tersendiri buat jiwanya,
diyakini, setelah itu, pertunjukan yang akan dibawakannya insyaAllah berkah.. amin

hebat ya..??!!
dengan bukan sekedar melihat dari dalang dan wayangnya..
saya melihat sebuah pesan moral yang tinggi..
bahkan sebelum masuk ke pertunjukannya itu sendiri..
yang konon, sudah pasti sarat pesan moral..
luarbiasa ya budaya bangsa ini..
gitu ga sih??

anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

3 Tanggapan to “sedekah budaya”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

ya..ya.. budaya yah..?
btw, gimana sih sejarah wayang itu sendiri? konon dulunya media yg digunakan para wali untuk menyebarkan nilai2 moral…

tapi konon juga, cerita mahabarata berending dengan balas dendam keluarga punggawa terhadap kurawa..

bukankah di sana ada pertumpahan darah ketika sebuah cinta dan kepentingan keluarga dikesampingkan dalam menegakan keyakinan akan kebenaran…

udah pernah dengerin atau nonton wayang semalam suntuk?

salam..

betul itu, mbak. katanya tujuan ritual supaya kesadaran dalang tetap utuh sampai akhir cerita. meluruskan niat, supaya penonton mendapat manfaat. kalo masalah pertumpahan darah sih sejarah nabi juga ada. tapi, intinya kan kebenaran pada akhirnya akan menang, meski butuh waktu. kira-kira pesan moralnya begitu.

Sama seperti mbak Anis yang membuat blog dengan penuh energi positif seperti ini.

Saya pikir mbak Anis sudah bersodaqoh kepada siapapun dari pembaca yang bisa menarik manfaat dari apa yang dia baca di blog mbak Anis.

Coba bayangkan ketika terjadi perubahan sikap hidup yang positif dari seorang pembaca yang terinspirasi tulisan-tulisan mbak di sini. Waahh… insya Allah jadi sodaqoh jariyah yang enggak terputus tuh.. 🙂

Membuat hati setiap orang tersenyum adalah sodaqoh. Karena senyum di saat perasaan bahagia itu datang merupakan rejeki Allah yang seringkali kita abaikan. Dan kontribusi kita dalam menghadirkan rejeki Allah untuk orang lain itu adalah nilai-nilai positif. (walaupun kita enggan menghitung-hitung jumlah kontribusi dan amal-amalan kita)

Persis dengan apa yang Ki Mantep lakukan..


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: