mutiara yang hilang

Posted on Februari 11, 2008. Filed under: 1 |

Sahabat kecil dia namakan mutiara oleh ayahanda. Sebagai anak perempuan satu-satunya, rasanya sayang itu besar dan tak terkira. Hanya kepenatan dirilah yang membuat cinta tak dapat mengekspresikan rasanya dengan tepat, membuat sahabat kecil menjauh dan menjauh dari ayahanda. Ayah menjadi sosok yang membuat marahnya memuncak, tentu karena banyak hal yang tidak dimengertinya ketika kecil dulu.
Maka ibunda dengan keras mengajari sahabat dengan hikmah. Mengajarinya memaafkan ayahnya, memaafkan ketidak pahamannya, dan menemukan mengapa dalam diri ibunda. Memberi inspirasi untuknya tentang dirinya sendiri.

Katanya,
Adalah wanita terlahir sebagai keindahan. Tumbuh kembang bagai bunga, semerbak mewangi, memberi warna-warni untuk dunia.

Adalah Mawar, cantik rupawan. Mahkotanya merona, menggoda dan menggairahkan. Iapun penuh duri seolah sulit teraih. Tapi apalah jadinya jika duri telah terlampaui? Ia tak lama merona, kelopaknya rapuh dan gugur satu persatu.
Wanita boleh merasa cantik dan pandai tapi tak boleh sombong di hati. Kesombongan hanya membuat kita tak peduli dan melupakan kita akan kelemahan diri. Karena begitu terkena bujuk dan rayu, ia tak lebih dari sebuah pribadi yang hampa, tergoda, dan akhirnya binasa. Keindahannya yang hanya dipermukaan saja.

Adalah Melati, putih mewangi. Lembut, suci dan bersih. Melati semakin cantik jika dironce, bersama-sama melati yang lain membentuk rangkaian yang indah dan menyempurnakan penampilan. Tapi sayang, jika melati sendiri, ia cenderung rapuh dan cepat layu.
Wanita boleh lembut dan halus karena itu adalah makna lahir yang dikaruniakan padanya. Kelembutan seorang wanita tidak lantas menjadikannya sebuah pribadi yang rapuh. Ketika banyak orang di sisinya ia nampak kuat, tapi ketika sendiri ia tak lebih sebuah mainan belaka yang cepat rusak dan disia-siakan.

Adalah Anggrek seperti bunga plastik, lentur dan tahan lebih lama. Tapi sayang, anggrek tak berdiri kokoh diatas tanah, ia menggantungkan hidupnya semata pada tanaman lain. Menyerap makanan dari yang ditumpanginya dan dilahirkan sebagai benalu kehidupan.
Menjadi cantik dan awet muda di zaman sekarang sangat mudah. Dari operasi plastik hingga suntik ini-itu. Dan sangat malang, jika hanya untuk kecantikan dan kemudahan hidup wanita harus menggantungkan hidupnya pada orang lain, lebih-lebih jika untuk itu ia harus menghancurkan kebahagiaan orang lain.

Adalah Teratai, si bunga air, hidup dirawa yang kadang terlihat kotor. Tapi bunga teratai tetap tumbuh putih dan bersih, tidak ikut menjadi kotor seperti lingkungannya.
Lahir di tengah keprihatinan dan ketidak berdayaan baik ekonomi dan sosial, tidak lantas membuat seorang wanita sama buruknya dengan lingkungannya. Keprihatinan dan ketidakberdayaan tidak akan menjadikannya menyerah, ia bisa tetap berarti dan cantik pribadi.

Angin yang bertiup kerap mencipta riak dipermukaan kolam tapi batang teratai tetap tegak diatas daunnya yang lentur mengikuti gelomgang air yang menderanya.
Beratnya kesulitan dalam hidup, godaan dunia juga musibah yang terjadi, tidak membuat seorang wanita menjadi lemah atau hancur, justru ia tetap kukuh dalam pendirian dan tegar menghadapi hidup, ia tidak akan menyerah. Jangan pandang sebelah mata, semangat yang ada dalam jiwa seorang wanita. Sejarah membuktikan bangsa yang besar lahir dari wanita-wanita yang kuat.

Belum lagi didalam rawa akar-akar teratai menjadi tempat bernaung dan sebagian ikan pun mendapat udara darinya. Akarnya memberi kehidupan untuk mahluk dibawahnya.
Karunia terbesar bagi wanita adalah ia ditakdirkan untuk memberi kehidupan bagi siapa saja disekitarnya. Menjadi insprasi juga curahan kasih yang tak pernah henti. Ruang batin seorang wanita luas dan dalam, sehingga sering kali walau sulit dipahami wanita tetap diinginkan dan dirindukan oleh kehidupan.

Setiap yang datang ke kolam atau rawa, ada yang jijik melihat kotornya rawa, ada yang datang untuk mencari ikan bahkan ada yang datang untuk membuang sampah yang menambah kotornya rawa. Hanya sedikit sekali yang menyadari keberadaan teratai apalagi yang menyadari kecantikan batinnya. Wanita yang indah dalam arti sesungguhnya seperti harta karun kehidupan. Hanya mata hati yang mampu melihatnya. Jadi walau banyak lelaki menyukai dan menggoda, hanya satu yang akhirnya menemukan kesejatiannya sebagai seorang wanita.

Sahabat suka protes kalau diajari tentang kewanitaan, sepertinya terlalu serius jadi wanita.
Maka katanya kepada bundanya, kenapa tidak jadi bunga Sepatu saja?
Kata bunda, wanita tidak untuk diletakkan di kaki lelaki, maka tidak diumpamakan seperti bunga sepatu.
Atau mengapa tidak jadi bunga Kamboja saja?
Bunda pun membelalak, arti kehadiran wanita tidak untuk dihargai setelah dirinya mati..
hehe..

Tidak semua bunga mampu memberi arti, manusia juga begitu.
Bisa jadi karena kebodohannya, kemiskinannya, atau lebih tepat karena kesempatan yang tidak berpihak. Maka kalau bisa memilih dan ada kesempatan, jadilah berarti.

Untuk itulah kamu jadi mutiara kami, kami ajarimu hikmah untuk cemerlang dan bermanfaat hidupmu, begitu kata bunda. Dan begitu pula bunda memaknai perjuangannya selama bersama ayahnya.
Untuk menjadi mutiara dalam hidup ini.

Mutiara..
Sahabat kini bagai mutiara yang hilang
Setidaknya, bagi keluarganya..

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: