Islam dan negara – sebuah penerawangan(2)

Posted on Maret 4, 2008. Filed under: 1 |

(sambungannya nih)

kalau ditanya apa pendapatnya saya?
semua di sini tahu : saya realistis.
dan yaaa.. saya harus siap berkorban tuk realitas ini. termasuk mengencangkan ikat pinggang, peduli sekitar, dan meraih semua pihak tuk bersama-sama hadapi ini, hehehe..

soal pilihan 2009,
saya ga melihat ada yang baru yang punya komitmen untuk realistis seperti pikiran saya.
maka dengan sangat disayangkan, saya terpaksa golput.. -minimal sampai saat saya menulis ini.
sungguh, bersikap golput itu semata karena saya nih tahu apa yang saya mau..
bukan untuk panas-panasan dan mau menang-menangan kok. ga zaman kali ya seumur saya masih mau menang-menangan lagi.. berpikir ke depanlah..
saya bersikap terbuka dengan apapun hasilnya.
walau kadang saya merasa sebagai pecundang juga nih. saya tahu mau saya.. tapi tidak bisa berbuat apa-apa. di sini saya memilih “diam itu emas”. saya ga mau memilih tuk kemudian salah. tapi saya terbuka, sekali lagi terbuka tuk berkerjasama dengan siapapun yang menang, selama terdapat kesungguhan dalam komitmennya

maaf ya..
saya ga mau terjebak dan berlama-lama dengan definisi2. tentang humanisme, humanis, humaniora, islami, negara dst-dstnya. huaaahhh, banyak banget kan orang bicara dan rumuskan soal itu, bahkan di setiap disiplin ilmu memiliki definisinya tersendiri.. mau mengutip se mana banyak coba??
saya ga mau kaya DPR yang ga kelar-kelar rapat, padahal sudah menghabiskan uang rakyat di tengah krisis kaya gini. saya pikir tuk definisi saja mereka butuh lima hari deh tuk merumuskannya, dan ga juga ketemu toh..?? hehehe, menuduh pisan yaa?? maaf.

so, ini.. saya sederhanakan dan bumikan saja.
jangan bicara yang mengawang-ngawang terus lah..

dan kalau kita sudah tahu apa mau kita..
maka kita akan menentukan tindakan kita selanjutnya..

contoh yaa.. contoh dalam logika sederhana saja kok.
kalau pilihan pertama yang dimenangkan,
– agenda tuk kondisi ekonomi dsbnya sekarang ya tentu dengan mengutamakan ekonomi syari’ah tea. konsekuen dengan pilihan islam yang dimenangkannya. maka kita juga harus mau mengatur lagi semua sistem ekonomi kapitalis yang sudah menguasai kita. bagi pihak yang sudah bermain lama di indonesia dan notabene bukan islam, menjadi sah saja tuk hengkang atau juga menjadi sah tuk dibredel oleh pemerintah.. ya ga??
siap ga nih?? kalaupun mau meraih semua, yaa berarti juga harus siap tuk senantiasa persuasif tuk itu. buktikan kalau islam bisa..

kalau memenangkan pilhan kedua,
ya mau ga mau kita akan memisah-misahkan kelompok2 pemain ekonomi.. agak sulit tapi ya itu konsekuensi sederhananya, ya ga?? seperti kelompok islam main ekonomi syariah dan non islam bisa terus dengan ekonomi kapitalis saat ini. its ok. kalau perlu.. saling bersaing dengan sehat saja.. kenapa takut? jangan bilang kalau pemain ekonomi kapitalis yang ada itu sudah terlalu lama dan keenakan menguasai indonesia, ya itu kan bagian dari konsekuensi..

kalau memenangkan pilihan ketiga,
tetap harus bisa meraih semua pihak untuk menjawab kondisi keterpurukan yang ada.. justru harus bisa -sekali lagi- membuka sumbat ekonomi kerakyatan yang selama ini dikuasai ekonomi kapitalis, bahkan dengan menyertakan para pemain kapitalis ini sebagai bentuk tanggungjawab bersama. disini mau islam yang kaya atau non islam yang kaya, atau islam yang kere dan non islam yang kere, ya semua berhak dan berkewajiban tuk secara bersama menjawab ini..

intinya jangan seperti sekarang..
kapitalis dihina-hina tidak juga bisa menindak..
syariah dipuji-puji juga tidak bisa menghidupi syariah sepenuhnya..
susah dong kaya gitu, maka yang ditimbulkan hanya sikap ambigu..
bilang cinta indonesia tapi ga mau bersama dengan yang beda dan ga mau berkorban..
bilang cinta islam, keras terhadap kapitalis tapi juga masih – malu-malu – butuh kapitalis..

e, ini realistis kan??
bayangkan,
contohnya cina sudah dijadikan pemain ekonomi oleh politik indonesia, tapi kalau giliran ada apa-apa.. cina dikambing hitamkan, dihanguskan ekonominya. apa yang ga seperti menghancurkan persendian sendiri..?? wajar kalau cina melarikan modal ke luar negeri, inipun masih disalahkan dan diteriaki garong, gimana coba?? sementara pribumi mau menjadi pengganti bermain di ekonomi, wah.. mau ga mau bekerjasama nih, karena sudah terlalu lama pemain di sini dikuasai cina. masalahnya : baik pribumi dan cina indonesia, mau ga kerjasama??
ini cuma contoh loh..

mau saklak memisahkan seperti apa yang dilakukan malaysia??
memisah masyarakat dengan istilah bumiputera dsbnya?? hehehe.. mari kita tanya teman-teman yang ada di malaysia. sejauh ini saya ga respek tuk sikap pencurian malaysia terhadap kekayaan indonesia. saya merasa malaysia ini kok seperti musuh di dalam selimut, yaa.. ga tahu deh.

ehmm. ini sangat sederhana di kepala saya loh..
mungkin ga memadai ya.. maaf,
intinya, saya melihat ini memang ga bisa diselesaikan dengan mengawang-ngawang deh..

saya melihat masih banyak pihak yang respek dan mempercayakan kepemimpinan ini pada orang islam indonesia kok, maka banyak sekali simpatisan tuk partai islam dari luar islam..
masalahnya tinggal bagaimana komitmen partai islam dan manusia islam indonesia sajalah..
jangan main-main dengan janji-janji..

bahkan saya tuh ga keberatan loh, kalau akhirnya akan berbondong-bondong manusia indonesia ini masuk islam, kalau memang demikian caranya ya kita berserah saja pada Allah..
ingat saja satu hal, “jangan katakan kamu beriman sebelum tiba ujian padamu”. (ini ada dalam qur’an)
intinya ayat itu: hadapi semua konsekuensi pilihan hidup itu dengan sportif -lah.. ya ga??

maaf yaa..
saya terbuka untuk semua pihak menilai dimana saya ini berada..
saya dan kapasitas saya pasti akan menentukan sikap, dan silakan dinilai seperti apa sikap dan tempat saya..
saya sudah terbuka kok. ga mesti curigai saya bermaksud gelap dan jahat. ga kepikiran, juga ga ada untung dan ruginya buat orang yang sendirian macam saya. saya tidak berkelompok.. dan sungguh – saya bersikap terbuka terhadap apapun kemungkinan yang terjadi.

saya hanya muslim yang berusaha realistis dan ingin semua kondisi ini membaik tuk anak cucu kita. namun, saya nih juga hanya debu diantara manusia indonesia yang luarbiasa ini. ga perlu dianggap ada, juga ga papa. tenanglah..
temui saja saya sebagai si pejalan kaki,
yang kadang berlari-lari kecil.. juga kadang tertirah di bawah pohon rindang.. atau kadang berjalan pelan-pelan, menikmati udara basah dan obrolan ringan penuh kehangatan di tepian jalan – khas indonesia,
santai sajalah.. oke?

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: