perang yang no mind..

Posted on April 24, 2008. Filed under: 1 |

(cape ah, nulis yang serius mulu… hehehe ;P
kali ini saya mau meresensi film nih. film The Last Samurai-nya Tom Cruise. tentu, resensi ala anis.. selamat menikmati yaa. semoga bisa ikut menginspirasi dalam nyata..)

ehmmm, kalau saya suka tom cruise, itu biasa..
tapi kali ini, saya suka dia the Last Samurai, filmnya yang semalam saya tonton..

mungkin sudah banyak yang nonton yaa..
hehehe..

saya suka dibagian.. no mind
ini kan prinsip “hening” dalam islam jawa.
juga prinsip dalam banyak perjalan spiritual..

dan kalau hidup ini ibarat pertempuran antara kebaikan dan keburukan. maka no mind atau keheningan, akan sangat membantu

keheningan mengalahkan ketakutan, kemarahan, kekecewaan, kesedihan, arogansi dst dst
no mind membuat penyatuan diri dengan panggilan jiwa itu sendiri..
menghasilkan gerak yang seirama dengan semesta itu sendiri..
maka kekuatan dan kemampuan kita akan menemui keserasiannya..
tidak hanya sekedar kuat dan mampu saja..

karena pada akhirnya,
hidup ini bukan soal menang atau kalah,
bukan soal kuat atau lemah, bukan soal jaya atau sengsara,
bahkan bukan soal hidup atau mati itu sendiri..

hidup adalah soal kejernihan..
yang menangkap ikan tanpa merusak airnya..

no mind ini membuat saya inget kisah imam Ali ra ketika bertempur.
saya dapat rasakan no mind-nya Ali ra ketika menebaskan pedangnya..
seperti para samurai itu..
dan inget…, ketika ada musuhnya yang meludahi wajah imam Ali,
maka imam Ali pun berhenti bertempur dan membiarkan musuhnya itu pergi..
see, saat itu imam Ali sudah tidak no mind lagi.. tidak jernih lagi
beliau sudah marah.. egonya sudah berbicara..
maka beliau memilih berhenti dan membebaskan musuhnya,
beliau tidak mau pertempurannya akan kehilangan kemurniannya.

dan satu lagi yang saya suka..
ketika Samurai-nya telah mati
dan tom cruise menghadap kaisar jepang, tuk menyerahkan pedangnya samurai itu pada kaisar..
kaisar berlutut dan bertanya..
– bagaimana dia mati?
e, tom cruise malah menjawab..
saya tidak akan menceritakan bagaimana dia mati, saya akan ceritakan bagaimana dia hidup..
wah, saya kok teringat pada ayat Qur’an yang ini..
apa kamu menyangka mereka itu mati, padahal sesungguhnya mereka itu hidup..

ehmm, sama rasanya dua kalimat itu..
pahlawan sejati memang tidak akan pernah mati..”

pada adegan Samurai-nya harakiri ketika sudah sekarat karena ditembaki,
dan tom cruise yang membantu memegangi samurai itu saat melakukan harakiri..
pasukan lawannya juga membuka topi dan memberi hormat..bahkan turut menangis.
why?
karena yang mati tidak cuma samurai itu
tapi alam juga tiba-tiba kehilangan satu dari spiritnya..
kehilangan satu dari milikNya yang pernah ada di muka bumi..
kehilangan itu menjadi milik semua..
yup, begitulah ketika jiwa sudah menyatu dengan irama alamnya..
menyatu dengan rasa semestanya, menyatu dengan mau tuhannya..

ruarrrbiasa..

saya jadi bisa merasakan feelnya perang badar dll..
perang-perang yang membela kebenaran.. membela kehidupan..
bukan perang-perang penuh kebusukan.. ego dan arogansi..
“..perang yang no mind..”

sepertinya..
indonesia juga butuh manusia-manusianya yang bisa “berperang dengan no mind” deh..
yang bisa jernih.. dalam keruwetan yang semakin hari semakin ruwet ini..

demikianlah film itu di mata saya..
i love tom cruiseeee..
e, salah.. hihihi ;P
i love Youuuuuu…..
thanks God banget buat inspirasinya..
thanks banget buat pak Bowo,
bos suami yang lagi hobi minjemin saya film.. hehehe.

selingan seperti ini tetap perlu loh, tuk kembali menginspirasi jiwa kita..

anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

3 Tanggapan to “perang yang no mind..”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

hening.,aku mau berdiam diri dilembah keheningaNya.

Ya, dalam kekesalan dan kemarahan semestinya didasari oleh kasih sayang pada orang yang kena marah. Seperti halnya memarahi anak-anak kita, tentunya karena kita memang tidak ingin anak kita mengulangi kesalahan dan dosa terus menerus. Menghukum mati koruptor mestinya jangan ragu-ragu, karena pada intinya kita mencegah dia melakukan dosa lebih besar lagi…! bukan karena merugikan negara dan rakyat banyak. Itulah sebabnya menghukum adalah demi kebaikan terhukum bukan pembelaan apalagi dendam dari orang pernah ditindasnya. Oleh sebab itu jika ada yang menyatakan bahwa bila kita ditampar pipi kiri dan berikan juga pipi kanan, wah… kita malah mendorong orang untuk menjadi pendosa lebih besar yach…?

Walah, nge-Zen banget nih film. 😀


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: