“harakiri” di 2009

Posted on April 30, 2008. Filed under: 1 |

(ini juga masih liar.. tapi biar deh dikeluarin ya. hehehe.. semoga dapet refleksinya..)

bukan kemerdekaan namanya jika tanpa “darah”
di semua perjuangan yang mengatas namakan demi kemerdekaan, pasti kita temui darah di mana-mana. baik darah beneran, airmata darah, maupun “darah yang tidak merah“..

penjajahan di dalam jiwa indonesia kita saat ini, sungguh sudah sangat kelam dan sakit sekali. membusuk dan berulet. masuk ke tulang bahkan menghujam jauh ke dalam sum-sum. merusak jaringan jiwa kita, dan bak benalu.. dia menyedot kehidupan kita.
maka tidak bisa tidak, jiwa kita harus melawannya. demi kelahiran sel-sel baru tuk kelanjutan kehidupan kita bersama.
dan tidak ada obat dari luar yang tidak menimbulkan efek samping.
sekali maka, hanya dan hanya diri kita sendiri yang bisa melawannya..

di budaya jepang kita mengenal kata Harakiri.
kebiasaan bunuh diri dengan terhormat demi menebus kesalahan dan kekalahan.

ketika menonton adegan Harakiri di film The Last Samurai, saya tidak menemukan dan melihat Harakiri sebagai sebuah tindakan bodoh. karena ketika kita sadari filosofi di baliknya dan untuk bangsa jepang yang memiliki keyakinan berbeda dari muslim, kristiani, budha dsbnya, ya harakiri sungguh sebuah tindakan terhormat. sebuah bayaran yang setimpal..

maaf- manusia itu berlaku bagaimana keyakinannya. di sini, saya menghormati keyakinan bangsa jepang. termasuk menghormati keyakinan harakirinya.

dan saya kok merasa indonesia juga butuh “harakiri” dari para penghulunya dan pemimpinnya, yang sebelum ini telah sangat menikmati indonesia dengan cara yang tidak wajar dan menyisakan kesia-siaan hidup, juga menumbuhkan penyakit akut, yang kini merusak tubuh indonesia. sekali lagi, seperti dalam tulisan saya ttg tua muda indonesia 2009 2014, maka ya saya mendukung orang tua yang mau turut memperbaiki indonesia saat ini dalam bentuk “harakiri”nya. mungkin terkesan bunuh diri ya, tapi terhormat kok.

seperti saya bilang, buat saya.. pahlawan itu bukan selalu orang suci. kita ini manusia biasa yang ga luput dari banyak kesalahan. dan sebagai orang yang turut “terpelajar lewat banyak kesalahan”, buat saya, orang yang sungguh-sungguh bertobat itu sangat juga layak disebut pahlawan. ketika dia “menebus” kesalahannya dan melahirkan kebaikan yang banyak dari pengalaman salahnya itu.

indonesia akan “berdarah-darah” di periode 2009.
dan itulah perjuangan kemerdekaan bagi jiwa indonesia ke depan.

darah mereka yang “harakiri” mungkin memang kelam,
tapi yakini, justru di setelah darah kelamnya, darah segarlah yang akan terproduksi oleh sum-sum tulang yang telah sehat kembali.
maka, ulurkan tangan kita -indonesia muda- tuk indonesia tua kita, yang akan “harakiri” di 2009. peluk mereka dan bantu mereka melakukannya dengan benar, serta yakinkan kalau semua akan menjadi baik, yakinkan tidak sia-sia pengorbanannya. karena dia akan mendapatkan kita -indonesia muda- yang melanjutkan perjuangannya.

seperti ketika Tom Cruise membantu merangkul Matsumoto -the last samurai- melakukan harakirinya, dan Tom Crusie jugalah yang datang kepada kaisar jepang dan menyerahkan pedang Matsumoto. sehingga kaisar itu menyadari dan berani mengambil sikap bahwa sebagai jepang, dia tahu dari mana dia berasal dan kemana dia akan kembali..

yup, kita tidak butuh Harakiri model keyakinan Jepang. tapi tetap kita boleh masuk dalam filosofi terdalamnya harakiri itu. yang sungguh, dimana saja kehidupan membutuhkan pengorbanan dari manusianya. dalam benarnya maupun dalam salahnya…

pertanyaannya kemudian, siapa indonesia tua yang mampu “harakiri” di 2009?
“harakiri” itu bukan perkara mudah loh. butuh keberanian besar untuk itu. orang yang setengah-setengah tidak akan pernah bisa melakukan itu. hanya dia yang tegas dengan tekad bulat dan “nekad” tuk habis-habisan masuk di arena 2009 lah yang bisa..
mari kita lihat, siapa dia??
dan satu hal pasti, dia tidak sendiri. harakiri” ini akan diikuti banyak pihak yang memang sudah menyadari tuk menebus banyak kekelaman demi darah segar di hari depan..

di banyak kisah perjalanan spiritual jiwa, kita memang mendapatkan banyak manusia pejalannya yang menghukum dirinya sendiri. menjadi hanya dirinya yang layak mewaliki tuhan tuk mengadili kehidupannya. karena sungguh, tak ada yang lebih pantas selain hanya dirinya dan tuhannya.

tuk darah yang tak merah dan tak sia-sia,
bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh..
jangan pernah jual merah – putih keindonesiaan kita tuk nafsu yang tidak pada tempatnya.
mari kita hargai bangsa kita sendiri..
selayak menghargai diri kita sendiri..
salam merdeka!!

anis

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: