ketika saya menjadi indonesia (3)

Posted on Mei 7, 2008. Filed under: 1 |

(yang ini hanya penggalan-penggalan kisah masa kecil, yang ringkih tapi sangat menggetarkan jiwa dan membuat saya perlahan menjadi indonesia.. kadang suka terasa ada sakit mengingatnya, tapi itulah kenyataan saya.. selamat menikmati, semoga tetap bisa menginspirasi…;P)

meski sudah memiliki surat bukti kewarganegaraan indonesia, suatu ketika papa saya sempat berniat memisahkan istri dan anak-anaknya tuk memiliki SBKRI sendiri. walaupun, kami sudah tercatat sebagai WNI -karena ikut papa-, -sekali lagi- papa saya hanya berniat tuk agar kami kelak mudah jika berurusan dengan negara. dan ketika itu..-jujur- papa saya sedang banyak uang, hehehe..
kenapa saya tekankan papa saya saat itu sedang banyak uang? yup, karena mengurus surat itu mahal sekali. papa saya menggunakan jasa orang dalam pengadilan negeri tingkat 1.

masih samar di ingatan, ketika itu usia saya kelas 3 SD. saya diminta belajar tanda tangan demi surat itu. dan sebagaimana tandatangan anak-anak, pakai mata dan hidung serta senyum segala loh. saya masih ingat bentuk rupanya.. ;P. dan masih juga samar dalam ingatan, saya dan keluarga datang mengantri di pengadilan negeri lampung. kemudian saya yang masih kecil dimintai sumpah setianya pada negara. lupa persisnya, yang saya ingat.. saya hanya ikuti saja prosedurnya bersama ibu dan kakak saya. terakhirnya ya menandatangani berkas SBKRI tsb.

tapi miris tuk kembali mengingat peristiwa itu. karena hingga kini, SBKRI itu tidak pernah saya miliki. hanya copy registrasinya saja. kata ibu saya, oknum pengadilan itu bilang, berkas kami hilang di pengadilan negeri tsb. hah? kok bisa sih?? ya, tidak tahu. tapi sudahlah, masih kata ibu saya, kita toh sudah disumpah jadi WNI. saya masih punya loh, copy regristrasinya. berupa surat keterangan sementara pengajuan SBKRI dari pengadilan negeri tingkat 1 tanjungkarang – lampung, tertanda tgl 21 september 1981. lengkap disertai copy SBKRI papa saya, berikut surat keterangan ganti namanya dan akte nikah kedua ortu saya itu.
hehehe, ga nyangka yaa.. kami adalah warga negara yang taat hukum dan administrasi negara

lalu.. masih kental dalam ingatan, ketika saya kelas 3 SD itu. saya kan sekolah di sebuah sekolah katolik. saya nih tukang pingsan. entah kenapa, saya kecil tidak kuat berada di terik panas matahari. walhasil, saya adalah langganan pingsan di upacara senin pagi. suster dan ibu saya sudah paham sekali, sudah siaga :P. tapi herannya, saya tidak pernah dapet dispensasi tuk tidak ikut upacara. logikanya kan, kalau saya nih tukang pingsan di upacara, ya sudah, ga usah ikut upacara. kasih saja tugas di kantor suster, beres. ternyata tidak tuh. saya tetap wajib upacara. malah saya selalu dijadikan petugas pembaca urutan upacara, karena tempat berdirinya meski panas, tapi tidak langsung terkena terik matahari .

mungkin itu dipaksakan agar saya kuat dan sehat. tapi buat saya, itu rasanya hanya agar saya ikut upacara. melihat dengan seksama, bagaimana kita harus menaikkan bendera demi rasa hormat pada negara. mengenang selalu dasar negara dan pembukaan UUD-nya, juga mengheningkan cipta tuk para pahlawannya
saya sangat mengenangnya dengan sempurna, sesempurna konsentrasi saya mengenang di detik-detik keberapa, saya akan merasa pusing, lalu berkunang-kunang dan bruggg! hilang sejenak… ;P

di smp negeri, saya tercatat sebagai pengurus OSIS. di sekbid 1, ttg keorganisasian, pendidikan politik dan kepemimpinan. tugasnya sederhana, ikuti undangan penataran P4, bikin soal cerdas cermat dan terakhir sok memperjuangkan kartu pelajar. saya terpilih ikut sendratari Raden Intan, pahlawan lampung ketika menyambut jendral -siapa gitu- yang datang ke lampung. lalu saya juga sering di kirim sekolah tuk ikuti lomba menggambar. saya pernah mendapat juara kedua lomba poster anti narkoba se-propinsi lampung dan juara kedua kodya tuk lomba gambar hardiknas. wuiiih.. ga nyangka yaa?? saya juga ga pernah menyangka.. ;P

di sma, berhubung merantau dan ng-kost di bandung, saya tidak banyak aktivitas. maklum, ibu saya wanti-wanti agar anak gadisnya ini hati-hati membawakan diri selama jauh dari ortu. dan berhubung asliya saya nih anak rumahan, ya biasa saja dilarang-larang. tapi, justru di bandung, saya malah masuk islam.. padahal saya kost-nya di orang kristen loh. hanya sekali saya kost di muslim, ketika baru datang dari lampung, itupun tidak lama. saya tidak betah. lalu saya kost di cina katolik daerah setiabudi-bdg. dan terakhir di daerah aceh-bdg, bersuku batak dan pendeta. kok bisa yaa??

ya itulah saya. merdeka dan tak pernah terpenjara secara fisik...

demikianlah masa kecil saya. ada saat-saat saya tidak merasa -alias lupa- sebagai cina. yaitu di saat saya berkarya bersama teman-teman di kebersamaan kami. ketika melebur dan bersama memberi prestasi..
mengingatnya, memang suka melahirkan banyak tanya..

– mengapa harus di sumpah setia segala, jika yang mengkhianati justru negara sendiri…? (dalam hal ini, negara diwakilkan pihak pengadilan)
– mengapa harus dicurigai sekolah tuk minoritas, jika di dalamnya diajari bagaimana menghormati negeri ini?
– mengapa dimarjinalkan, jika mereka justru bisa berprestasi di kebersamaan tuk ibu pertiwi?
dan maaf…,
– mengapa diteriaki kafir, jika ternyata dia malah beriman pada islam?

hidup ini nisbi..
hidup ini ringkih..
maka mengapa selalu memaksakan diri?
bukankah ternyata lebih tepat bersama dan berbagi?

indonesia..
negerinya warna-warni..
negerinya pelangi..

dan setelah semua yang terjadi..
mari kita kembali membiasakan diri..
hidup bersama warna-warni..
hidup menjadi pelangi..

anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: