tentang musuh..

Posted on Mei 17, 2008. Filed under: 1 |

(tiba-tiba sedih nih… ditulis di sini yaa…)

entah kenapa, siang tadi tiba-tiba saya merasa sedih, memimpikan sebuah sosok menjadi tidak seperti biasanya. dia yang saya kenal dengan kebaikan dan kehangatannya, tiba-tiba bermata bak lucifer. kilat keluar dari sana dan sangat tajam, saya merinding dibuatnya..
dalam mimpi itu, saya pun –terpaksa– menyuruhnya pergi.. higs! sakit rasanya..
saya sedih dan sekarang merindukannya, karena saya tahu pasti dia baik adanya..

entah apa yang membuatnya berubah dan menghidupkan lucifer di dalam jiwanya.
saya hanya berharap dia mau menenangkan diri. mungkin dia sedang resah dan marah. akan kehidupan pilihannya, yang tidak selalu semulus yang didambakannya. semua teorinya tentang hidup, mungkin tengah diuji..

lucifer..
agak antik mengenang kata lucifer. perlambang kejahatan yang berkilat di samping, siap menerkam kapan saja. dan lucifer telah membunuh sosok kebaikan yang saya kenal..

ah! tuhan tolong redakan gemuruh kemarahan di dadanya.
agar lucifer pergi dari batinnya,
agar kehangatan mengalir kembali ke dalam jiwanya..
memberi nafas lega dan hidupkan dia kembali..
sebagaimana saya mengenalnya..
sebagaimana saya rindu tertawa bersamanya..

maka pernah diterangkan, bahwa dalam setiap diri memiliki dua potensi, berupa kebaikan dan kejahatan. dia bagai dua mata dalam satu koin.
agama yang di bawa para nabiNya, jauh sebelum diperuntukkan mengatur manusia begini dan begitu.. sebetulnya hanyalah tuk menenangkan jiwa dari putaran dua mata koin itu.

tapi hidup kadang tidak selalu seperti yang kita harapkan.
maka meski dua mata itu berada di dua sisi berlawanan, jangan lupakan.. kalau mereka tetap berada dalam satu koin, satu tubuh. ada kejahatan -seperti rasa sombong- yang selalu membayangi kebaikan, sebagaimana ada selalu kebaikan -berupa sesal- yang membayangi kejahatan.
sekali lagi dan sekali lagi, agama -lebih utama- melatih manusianya tuk mengendalikan ini. agar potensi kebaikannya menjadi lebih dominan, maka katanya harus dengan kesadaran dan kesabaran..

jadi jangan benci agama dan nabinya, jika saat ini mereka digambarkan oelh umatnya saling berebut dominasi dalam kehidupan. sesungguhnya, yang utama diajarkan oleh agama adalah pengendalian diri.
maka dikatakan musuh paling besar itu adalah nafsu..
dan jihad terbesar juga adalah mengalahkan nafsu itu..
musuh itu tidak jauh dari kita yaa, malah dia ada di dalam diri kita sendiri.

ah! tuhan kenapa Kau ciptakan musuh itu justru di dalam jiwa ini??
menjadikan hidup bak sebuah keletihan hanya tuk mengendalikan diri..

maka tuhan, bantu kami yaa..
bantu kami kalahkan kejahatan yang sering membayangi..
dan jadikan kebaikan bak cahaya,
yang kuat tuk melawan bayangan hitam itu..

dan tuhan..
karena Engkau pernah memilih hatinya tuk tempatMu
maka jangan biarkan lucifer menunggangi tempat itu..
kembalikan dia padaku..
kembalikan dia menjadi manusia yang memujaMu..
bersamaku..
kumohon..

anis
yang sadari sekali sebagian besar hidupnya sampai hari ini baru pada mengalahkan diri sendiri

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

2 Tanggapan to “tentang musuh..”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

::dahulu manusia mengeluh tentang segala kekurangan yang dikecap sebagai kesenangan
::setelah mengenal diri, juga mengeluh tentang segala mengapa
::akh memang mungkin Engkau, harus tetap kerja double, baik kepada yang buta maupun melihat…
::tapi memang iya..kan…rasanya apapun Engkau yang ngerjakan…aku cuma tolah-toleh…koq
::ho..ho…Sorry berat Boss, jika aku mengaku-ngaku…ada…

@zal
ah mas zal…
bukankah itu perasaan yang paling manusiawi?
karena sejauh apapun kita mengembara di alam ini, menyadari arti dan adaNya, menaiki tangga pengenalan akanNya, kita tetap memiliki sisi-sisi manusiawi kita..
maka tetap boleh bertanya padaNya : mengapa?
karena kesempurnaan toh hanya milikNya. bukan milik kita..
hehehe, saya kok jadi cari-cari alasan gini yaa?? biar deh saya begini, biar Dia juga mau terus ada dan sibuk untuk saya.. karena sungguh seneng loh merasa di perhatiin, hihihi 😀

makasih ya sudah diingatkan…


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: