soal ingat mengingat..

Posted on Mei 20, 2008. Filed under: 1 |

(tadi saya menelpon seorang teman yang psikolog. maunya sih berbagi keresahan, e.. ternyata dia yang sedang resah. jadi aja saya mendengarkannya.. saya bagi di sini yaa..)

– alhamdulillah, de’anis telpon. saya tuh selalu merasa connect dengan de’anis. saya mau tau pendapat de’anis nih..
– ehmm, soal apa mbak?
inti masalahnya sih mbak itu ga cerita, dia hanya menceritakan bagaimana seseorang yang menjadi pasiennya malah mengamuk di meja kerjanya, karena dia minta tuk banyak berdzikir pada Allah.
– mbak ingin saya jawab jujur?
– justru itu maka saya bertanya pada de’anis..
– ehmmm, saya nih ga suka dzikir mbak.
– loh??
– ini jujur mbakkk…
– kenapa? kenapa de’anis ga suka berdzikir..?
– rasanya makin mumet tuh. harus konsentrasi dan mengingat-ngingat. hehehe..
– lah, itu mengingat Allah kan de’?
– iya.. saya juga ngerti. tapi buat orang seperti saya, saya ga bisa konsentrasi begitu. malah pusing dan makin kesel. jadi, wajar kali pasien itu malah mengamuk, kali dia tipe yang seperti saya.
– lalu bagaimana menurut de’anis?
– boleh jujur lagi mbak? tapi mbak jangan marah.. juga jangan bilang saya gurui yaa..
– boleh, ga papa. de anis boleh bicara apa saja..
saya lebih suka mikir dari dzikir yang afdhol itu.
– maksudnya??
– kan katanya, … adalah mereka yang mengingatKu sambil duduk, berbaring dstnya… entah itu di qur’an surat apa dan berapa. naaaaah, saya lebih suka yang mengingatNya sambil santai gitu aja. jujur, habis sholat saya ga pernah dzikir, saya suka merenung aja. sudah itu ya sudah..
– de’anis yakin itu mengingat Allah?
– yakin! kita telponan gini juga dalam rangka mengingat Allah..
– ehmmm…
saya ga ingin memisah-misahkan Dia dengan hidup saya, mbak. dan karena segala tentang hidup saya adalah karenaNya, ya maka semua yang saya lakukan adalah dalam rangka mengingatNya. tapi, ini saya. setiap orang punya cara belajar yang berbeda. mbak sendiri beda dengan saya. ini hanya tuk kasus itu, mungkin orangnya seperti saya. soal ini, mbak yang psikolog lebih tahu deh..
– bisa juga.. dan saya memang beda cara belajarnya dari de’anis
– trus mbak. dalam keadaan kacau, resah dan gelisahpun, saya akan terus mengingatNya, walau ingatnya agak kacau juga, hihihi… πŸ™‚
ketika kacau gitu, saya justru butuh inspirasi tuk bangun kembali. bukan malah dikoreksi apalagi tuk terus disalahkan dan disuruh meminta sama Allah. Allah jadi berasa jauh kalau sudah gitu. saya lebih suka kalau Allah itu di dekatkan saja di sini..
– bagaimana?
– ya dengan diberi inspirasi, belajar mengambil hikmahnya atau kalau perlu inspirasi dengan sesuatu yang lain sama sekali. asal ada release saja… merasa didengarkan, itu sudah cukup. apalagi kalau dibimbing dengan doa. seperti dibantu tanpa disadari.. hihihi πŸ™‚
kalau sudah gitu, tuhan itu terasa mau ada untuk saya, daripada sekedar dzikir saja.. tapi ini saya, yang model belajarnya begini..
ada juga orang yang model belajarnya, emang harus afdhol berdzikir, baru terasa berpegang pada agama Allah.. ya tergantung orangnya deh, mbak..

– oke, mbak ngerti..
bla-bla-bla.. bla-bla-bla.. akhirnya kami pun mengakhiri telpon dengan becanda ini itu.
– maaf kalau saya salah ya, mbakkkkk….. hehehe πŸ™‚

aneh yaa?
padahal saya yang awalnya menelpon dan ingin curhat padanya. malah dia yang curhat pada saya. dan sejenak itu benar-benar seperti mengendapkan emosi dan menjernihkan pikir saya kembali. ketika saya boleh jujur, dan entah mbak itu terima atau tidak, yang penting saya boleh jujur…
dan kalau kejujuran saya itu membantu, senang juga. kekacauan saya seperti menemukan pola kembali. kekacauan saya seperti menemukan tempatnya lagi. saya jadi lega dengan sendirinya..

ternyata tuhan itu sangat baik yaa..
sering mau ada dalam banyak cara..
malah selalu ada dalam banyak gaya..
membuat kita justru tak bisa lengah..
Dia ada senantiasa..
dalam diam maupun suara..
tapi kita yang suka membatasi Dia..
seolah hanya mau ada dengan satu cara..
dan hanya mau ada dengan cara kita..
padahal, Dia kuasa..
tuk hadir dimana saja..
dengan caraNya..
dengan cintaNya..

tiba-tiba saya merindukan kakak saya yang satu lagi, ingin berlari padanya dan memeluknya..
berterimakasih tuk caranya menghadirkan tuhan pada saya. dalam tertawa dan bercanda, gembira apa adanya..
saya merasa lega dan bahagia. bahwa ternyata sangat sederhana..
entah mengapa? hanya Dia yang bisa. Dia yang maha luarbiasa..

mari mengingat Nya dengan cara sederhana, yang kita bisa..
daripada dimulut tapi tak ingat apa-apa…

anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: