pilih saya jadi presiden..

Posted on Mei 21, 2008. Filed under: 1 |

(hehehe.. saya mau cobain jadi presiden nihhh. asal tahu saja yaa, nama belakang saya sama seperti nama mantan presiden wanita indonesia tea.. ini bukan sok jadi bayang-bayang loh, no way! sejujurnya saya ga begitu suka profil mantan presiden wanita kita itu. saya hanya menghormati bung Karno, bapaknya.. hehehe..
mau tahu kenapa saya tiba-tiba ingin jadi presiden??)

saya nih gatel dengan bantuan langsung tunai (BLT) itu.
ga mendidik..
ga efektif..
ga kreatif..
ga inovatif..
ga produktif..
negatif…!

oke, kemiskinan sudah di depan mata dan harus dijawab segera.
oke, kalau negara mau kasih uang tuk orang miskin..
oke, negara melindungi warganegaranya
tapi ga gitu caranya!

sekarang coba lihat sekitar kita..
sampah berserakan, jalanan kotor, pasar ga teratur, stasiun acak-acakan, WC umum bau, terminal berantakan, gedung-gedung bersejarah terbelengkalai, sungai mampet, dsb-dsbnya..
nah… sederhanain gini aja deh..
suruh tuh orang-orang miskin itu bekerja membersihkan semua itu, atur dan koordinir. dari tingkat desa sampai kota. kerjakan itu sampai bersih dan tertata rapi… baru dikasih upah.
itu namanya padat karya..

jadi..
jangan ajarin bangsa ini jadi bangsa peminta-minta
jangan biarkan saudara sebangsa kita hanya bisa mengharapkan duit turun dari langit..
itu mimpi! itu judi!
kalau mau duit, ya kerja dong..
kalau mau kaya, ya usaha dong..
kalau mau jaya, ya berdayakan semuanya..
bukan malah berlagak jadi raja, sawer-sawer duit negara..
enak aja!!
mau dibilang dermawan dan bijaksana??
otaknya dimanaaaa??

trus, bete banget tuh pagelaran 100 tahun kebangkitan indonesia dengan cara ceremoni kaya gitu semalam..
jargonnya : indonesia bisa!!
emang bisa apaaaa??

padahal sejengkal ga jauh dari gelora itu, orang miskin dan manusia gerobak berseliweran..
ya begitulah..
punya mata, tapi ga melihat..
punya telinga, tapi ga mendengar..
punya hati, tapi ga merasa..

teguran dalam ungkapan diatas itu, bukan menyuruh kita jadi orang-orang yang lembut, lemah dan gemulai.
tapi untuk kita itu tegas dalam hal kebenaran dan santun dalam mewujudkannya.
bukan jadi lembut dan santun yang dibuat-buat. lalu berlagak kaya ndoro jalan dan selalu ingin dipuja-puja. kenyataan di depan mata seolah ga ada dan berasa memimpin kaya calon penghuni surga. munafik ga sih itu??
haduhhhh…. jangan gitu deh. kasihan anak cucu kita, jangan diwarisi kebohongan terus menerus donggg.

realistis, tegas dan santun.. dan kalau perlu kurang ajar, ya apa boleh buat. nih bangsa sudah terlalu lama dibuai mimpi-mimpi. sakit!!

nah, itu aja sih rasa gatel saya melihat program bentuan langsung tunai..
maaf, kalau tidak berkenan yaa.. abis gatel nihhhh. hehehe 😀

sungguh, BLT itu sangat tidak mendidik dan jangan mimpi bisa bangkit..
percuma tuh pagelaran mahal-mahal..
jargon indonesia bisa, tapi ga tahu bisa apa??

oke, itu kalau saya jadi presiden..
sungguh, nama belakang saya : Megawati
hayooooo, siapa yang mau pilih saya???
hahahahaha… ini becanda loh!:D

ps. jadi mau tanya sama semua disini..
tuk masalah kesenjangan pendidikan, idenya gini : spp setiap anak yang sekolah di swasta di potong 10% tuk menjadi SPP tuk anak miskin di sekolah terpencil. sehingga total tuk SPP anak di seluruh sekolah swasta bisa menjadi total SPP tuk anak miskin di sekolah terpencil. ini langka awal tuk pendidikan gratis di daerah miskin. program ini tidak untuk di kota, ya agar menjadi daya tarik daerah. saya pikir, ke depannya anak jalanan bisa pada pulang kampung dan sekolah gratis disana. kota bersih dari anak jalanan, mereka sekolah di desa dan menempuh cita-citanya. ini semacam gerakan persaudaraan antar anak sekolah.. persaudaraan antar anak bangsa gitu. gimana? e.. gerakan persaudaran itu harus lintas agama, lintas mahzab dan lintas daerah..
indonesia deh..
sudah ah, ini cuma iseng-iseng mikir.. hihihi 😀

tuhan, dengarkan aku
yang berteriak padaMu..

merdekakan kami sekali lagi!!

anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

8 Tanggapan to “pilih saya jadi presiden..”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

punya mata, tapi ga melihat..
punya telinga, tapi ga mendengar..
punya hati, tapi ga merasa

Waah bu Megawati kok menyanyi jadi vokalisnya BIMBO kekeke.
Sorry bercanda.. sekarang serius (serius mode on)
Betul BLT memang aneh. Membuat rakyat bermental tempe. Apa karena pemilu sudah menjelang ya.. jadi bisa sekalian buat bagi bagi hadiah.. wah kok jadi berpikiran jelek begini.

Wah bu Anis, sampeyan jangan jadi ibu Presiden. Nanti saya kehilangan ibu yang bijak lagi.
Yang namanya jabatan bisa bikin lupa lho…

@datyo
hehehe, mas datyo.. siapa juga yang mau pilih saya jadi presiden?? piss ah.

tapi kadang saya pikir, kalau sudah begini…. kita-kita harus nekad tuh menduduki kursi-kursi penuh godaan itu. ya seperti berjuang di rimba aja, siapa kuat dia menang, siapa kalah dia korupsi. hihihi 😀

Seandaikan dia yg sudah jadi presiden diterangi hatinya, dikuatkan azamnya, utk melakukan apa2 yg rakyat inpsirasikan dan idam2kan. Semoga Allah memberi pertolongan.

Btw, klo semisal saya jadi presiden….

hmm…

ndak…saya ndak pengen jadi presiden. Tidak harus jadi presiden utk mengubah peradaban 😉

hemm……

Good ide nih…

Masalahnya mbak, ada ga pemimpin kita (ga usah yg dipusat deh, yg didaerah saja) berpikir seperti ini.

Sulit kayaknya. Saya mau nambah saran jika dibolehkan, kita men”swastakan” diri biar bisa berbuat seperti yg mbak tulis.

Karena, jika kita hanya memberi solusi tanpa berbuat kan sama aja.

Jangan marah yaa… xixixixi..

Eh, gatelnya enak juga yaa

BLT itu cuma cushion mbak, Padat karya itu ada juga dalam programnya kok, smoga orang bisa lihat smua hal lebih luas dan jernih. BLT itu bukan mendidik bangsa tempe kalo kata saya,cuma sementara,untuk membantu orang orang yang benar benar miskin. Pengemis itu bukan orang miskin mbak,mereka itu yang bermental tempe, Orang yang benar benar miskin itu tidak meminta minta, mereka bekerja tapi uang yang mereka dapatkan tidak cukup untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidup mereka. Ini yang menjadi sasaran BLT. Tidak semua orang bisa berpartisipasi dalam program padat karya, para lanjut usia, dan sakit tak mungkin bisa diraih dengan padat karya .
Sayang mindset orang indonesia sekarang didikte oleh media, bahkan untuk mendefinisikan miskin sekalipun media lah rujukannya.

@rajawalimuda
itu karena gatel saja kok mas. saya lihat kok editorial metro mengulas BLT, cukup dilematis.. dan saya sederhana saja kali ya, khas perempuan. hihihi… 🙂

@Akhyar
secara perorangan, usaha tuk membiayai pendidikan anak-anak yang kurang beruntung ini sudah banyak dilakukan. baik itu tuk anak pembantu, sumbang ke sekolah gratis dsbnya. tapi duh, sepertinya kok makin banyak dan banyak saja kelompok putus sekolah ini, yang sudah tidak lagi bisa dilayani secara perorangan/kelompok. problem sosial juga sudah sangat kompleks, di beberapa anak malah memang sudah anti sekolah.
sehingga terasa sudah harus ada sistem yang bisa menolong ini secara menyeluruh.

saya bersama seorang teman, pernah berniat buat sekolah, tuk pilot project ide itu mas Akhyar. kita bener-bener pengen bikin nyata mimpi itu. aduhhh, belum apa-apa mentok di soal dana, karena masalah pluralisme. ga ada jaminan tuk mau bersama tanpa label euy… hahahaha ;D
ironi yaa?? ya sudah deh, kita cuma masih bisa mimpi dan lakukan kecil-kcil aja deh. pisss…

Kalo saya kepikiran subsidi itu buat para pekerja yang ingin keluar negeri saja. Subsidi cukup sekali saat bikin passport dan uang fiskal. Selanjutnya biar urusan subsidi BBM, bahan makanan, pendidikan, dan kesehatan jadi urusan negara tujuan si pekerja. Kayak saya ini lho, menikmati subsidi dari negara Malaysia. Alhamdulillah meskipun kata orang Malaysia uang saya ngga banyak banget, tapi masih bisa mencukupi untuk kebutuhan jasmani dan rohani meskipun ngga berlebihan.


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: