sun go kong

Posted on Mei 24, 2008. Filed under: 1 |

(wah, habis diajak bicara yang agak serius dan berat, harus relaksasi nihhhh.. yuk kita lihat kera sakti alias sun go kong itu. tahu kan dongeng atau film ttg kera sakti? nah, ada sesuatu padanya yang lebih dari sekedar film atau dongeng loh. dan saya pernah belajar dari sun go kong…. hihihi..:D )

masih kental dalam ingatan saya, ketika kecil.. zaman masih nonton film pake video kaset betamax tea, saya diajak nonton film seri Sun Go Kong alias Kera Sakti tea, oleh ibu saya. wuahhhh… panjang banget tuh serinya kalau mau sampai selesai.
maka di sela kebosanan nonton film sepanjang itu, saya iseng bertanya pada ibu saya..
– ma, kok mama suka banget sih sama su go kong. emang ada ya monyet kaya gitu?
ini bukan soal ada atau ga ada..
– kalau gitu, apa ga cape nonton film panjang begini?? kapan nyampe ke tujuannya si sun go kong itu? trus banyak banget siluman lawannya? trus..
– jadi orang harus sabar, non. ini tuh bukan kisah sembarangan..
– cuma film aja kok mama serius gitu sih?
saya mulai ga betah aja deh.. seru sih seru, tapi lama-lama, bosen gitu loh. ceritanya ga tamat-tamat.

maka setelah ada waktu luang, sambil santai di dapur, ibu saya bilang gini..
– sun go kong itu jangan hanya dilihat sebagai monyet.. dia itu perlambang dari perjalanan manusia menuju kebenaran.
– ih, kok jadi gitu?
– gini…
(maaf sebelumnya, bagi yang pernah tahu film kera sakti pasti tahu nih tokoh-tokoh di film itu)

sun go kong atau kera sakti itu adalah perlambang nafsu.
cu pat kai atau siluman babi itu adalah perlambang syahwat : sex dan perut.
se ceng atau siluman sapi itu adalah perlambang kesantaian : malas gitu deh.
dan si pendeta budha yang mereka antar itu adalah perlambang nurani : hati.
nah, semua itu perlambang “dalam”nya manusia..

manusia itu punya nafsu, kemudian jasadnya punya kebutuhan makan dan sex, trus manusia itu pada dasarnya malas, dan kemudian manusia itu sebenarnya punya harta yang paling mahal dalam dirinya, ya itu nurani..

saya hanya bisa melongo : wow….

katanya lagi..
lalu.. mereka itu diperlambangkan berjalan menuju kebenaran yang paling benar alias hakiki. yang dilambangkan sebagai perjalanan ke barat (atau timur ya -lupa), ke budha yang paling besar dan maha besar itu deh.

halah.. kebayangkan, spingomielin dalam otak saya yang masih kecil saat itu, terstimulus dengan pelajaran se-jero ini. walhasil, otak saya bekerja lebih keras dari biasanya deh. hahahaha 🙂

masih kata ibu saya..
nah, tahu ga.. kenapa sun go kong itu diceritakan memakai ikat logam di kepalanya? yang kalau dia bandel, maka dibacakan mantera oleh si pendeta budha agar kesakitan dan tidak bandel lagi?

– emang kenapa?
ya, begitulah nafsu manusia, harus dikendalikan..

– kenapa gitu? kenapa ga usah aja pake sun go kong? biar ga ada filmnya. hihihi..
e, ibu saya masih serius..
sun go kong atau nafsu tetap diperlukan manusia tuk melawan gangguan siluman-siluman aneh-aneh dalam perjalanan itu. tanpa sun go kong dkk, pendeta suci itu ga akan pernah bisa melewati perjalanan tsb dan sampai ke kebenaran yang maha itu.

– emang si pendeta suci itu ga bisa sendirian yaa?
semua siluman yang ada dalam kehidupan ini emang ingin makan daging dari si pendeta suci itu, karena mereka yang jahat itu ingin awet hidup tuk selamanya dan kebaikan mati dari muka bumi
nurani adalah satu-satunya alat yang menghubungkan manusia pada kebaikan.

ehmmm, speechless nih.. kok ibu saya itu pinter yaa.. hehehe 😀

jadiiiiii…. kata ibu saya masih dengan mimik serius..
kalo nonton film sun go kong jangan protes aja non!

yeeee… ternyata ujung-ujungnya ada maunya..
mau saya ga protes aja. heheheh 😀
sejak itu saya akan melihat baik-baik film sun go kong itu, kalau ada ibu saya. kalau ga ada beliau, tetap bawaannya mau protes aja. kok ga nyampe-nyampe sih?? hihihi 😀

demikianlah…
ada banyak cara bagi manusia tuk menceritakan hal ihwal penciptaan dan tujuan penciptaannya di muka bumi.
maka saya, ketika membaca kitab suci atau cerita-cerita ttg manusia, berusaha tidak terus terpaku pada bentuk atau visualisasi dari kisah itu. walau kadang terpaku juga sih, di bagian kalau tokohnya ganteng, hihihi..

tapi sungguh, saya diajari ibu saya tuk jangan hanya melihat yang tampak. beliau sejak kecil mengajari saya tuk melihat lebih dalam, dan dalam lagi.. ini juga kali yaa yang bikin saya jadi berkaca mata hingga hari ini.. hehehe, ga ding. 🙂

maka kemudian, mari yuk kita coba jangan hanya terpaku pada atribut.
hidup itu pasti butuh atribut. bukan hidup kalau tidak ada atribut.
tapi maulah kita, untuk tidak terpaku dan berhenti di atribut. sikapilah atribut sebagai alat, cara, visualisasi, ekspresi, dsbnya.. jangan dibuat basi karena sudah ga up to date lagi tapi masih dipaksakan juga tuk seperti demikian.
zaman itu bergerak, maka visualisasi dan ekspresi akan tumbuh dan kembang seiring tumbuh kembang manusia itu sendiri. belum lagi, manusia suka berimajinasi, berdaya cipta dan karsa, tuk terus memberi warna-warni bagi kehidupan.
dan sejujurnya, itulah yang membuat hidup ini indah.. sungguh, hidup ini sangat indah..

dan sejujurnya, saya sih ga mau jadi berlagak seperti sun go kong alias kera sakti atau bak pendeta suci itu, hanya karena sudah tahu bahwa ada filosofi yang dalam ttgnya, biarlah sun go kong tetap sun go kong, dan saya adalah saya. hahahaha, ya iyalaaaaahhhhhh…. masa sih mau jadi monyet gitu. ya ga? ;D

demikian juga dalam banyak kisah-kisah inspirasi lainnya. biarlah kisah-kisah itu berdiri sendiri sebagai sebuah inspirasi. kita adalah kita, dan mari jawab tantangan yang ada di depan kita dengan cara dan ekspresi yang sesuai kebutuhan zaman kita. 😀

oke, ini saja dulu relaksasinya yaa..
ga berat kan????
saya masih ingin menulis ttg nabi sampai imam mahdi dalam dimensi rasa saya.
buat sekedar dikeluarkan dari pada di pendam sendirian.. 😀
sampai nanti, hepi wiken…
i lap ol op u deh.. 😀

anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

3 Tanggapan to “sun go kong”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

::kalau kata orang jawa sedulur papat limo pancar.., kalau ngarabnya “Al Lawwammah, Assyufiah, Al Amarah dan Al Mutmainnah kali ya…

@zal..
wah, iya kali bang zal..
saya pernah baca dikit ttg itu. sun go kong itu dongeng klasik cina kuno loh. kebayang ya, berarti itu sudah ada dari sebelum datangnya agama-agama besar itu. minimal dari sebelum datangnya islam lewat Muhammad saw.
dan itu sudah dirumuskan walau dalam bentuk setengah fabel gitu.. wow! subhanallah..

Gila…! Penjelasan si Ibu bener” Karen, biking merinding, inspiratif.


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: