mengkartunkan Rasul..

Posted on Mei 29, 2008. Filed under: 1 |

(masih sambungan dari panas dingin tadi, masih menyoal syariat.. sekali lagi, maaf kalau ini hanya dari mata bernama rasa. dan kalau kita berbeda dalam hal ini, santai aja. ok?)

jujur, saya nih suka sekali baca hadist, terutama hadist Qudsi. asli, saya menghormati semua yang ditinggalkan Muhammad bagi umatnya. buat saya, itu termasuk ditingggalkannya untuk saya yang telah memilih menjadi umatnya. saya tahu kita harus menyontoh beliau yang digambarkan berakhlaq mulia. maka qur’an dan hadist dijadikan pegangan untuk menyontohnya. saya sangat demikian juga adanya. tapi, saya nih ya tetap merasa juga boleh menjadi diri saya sendiri..kenapa?

begini, terutama di menyoal hadist..
bayangkan, saya ini adalah seorang yang memiliki keluarga, teman, kolega sampai mempunyai musuh. bayangkan saya nih orang penting deh, pura-puranya loh. lalu…….. saya mati!
walah, semua orang di sekitar saya tentu akan membicarakan saya. dari yang memuji sampai yang mengumpat. dari yang mengikhlaskan, sampai yang mengingat-ngingat utang saya. hehehe sederhananya begitu..
wajar… akan ada banyak cerita ttg saya.

dan maka wajar juga, kalau kemudian ada orang yang mencoba tuk bukukan kisah saya, dia akan menelusuri sumber sampai ke orang-orang terdekat saya. kepada suami, anak, pembantu, keluarga dst-dst.. ke teman suami saya ayng pernah bertemu saya, atau kalaupun tidak pernah bertemu saya, maka semoga suami saya bercerita ttg saya kepada teman karibnya, dst-dst. ga sampai disitu, ada juga yang agar kepake maka dia asal saja berbicara ttg saya. memuji-muji berlebihan agar namanya disebut dalam buku, misalnya loh. juga musuh saya, yang bisa saja bercerita bohong ttg saya. bla-bla-bla…. panjang dan banyak banget. bener-bener menjadi upaya penelusuran yang luar biasa deh..
sampai disini cukup jelas dengan maksud saya??

intinya saya mau bilang, begitu pula ttg Muhammad.. ttg hadist-hadist seputar diri beliau.

maka kembalikan kepada Qur’an, kepada ihdinash shirothol mustaqiim..
yang saya bilang, ambil baiknya buang jeleknya..
bagaimana?
ya ukurlah dengan kejernihan hati kita.
Bukan malah mempolemikan hadist ini shohih atau tidak terus menerus. Saya menghormati bagi pihak-pihak yang terus mempelajari ilmu haidst, itu penting. Demi kalau memang mau melurukan banyak hal ttg ini. tapi itupun harus dengan kejernihan.

maka saya juga pernah bilang kan, ketika mempelajari Muhammad, apa yang kita inginkan darinya? kita ingin membenarkan semua ego kita, bisa. kita ingin membenarkan poligami kita, juga bisa. kita ingin membenarkan penyerangan kita pada suatu kaum, juga bisa. dst-dst..
tapi kalau kita jujur, ingin bener-bener mengenal beliau, ya maulah kita ini jernih dalam mempelajari beliau..

yang saya kemudian katakan, Muhammad adalah Muhammad dan saya adalah saya. beliau menginspirasi saya, itu sangat jelas iya. tapi buat saya, beliau adalah sosok yang berdiri sendiri. inspirasi beliau pada saya adalah isnpirasi yang berdiri sendiri. saya tetap harus menjawab persoalan saya sesuai kebutuhan ekspresi zaman saya..

persoalannya yang ada saat ini, kita hanya selalu bisa bilang harus mencontohnya tapi sesungguhnya kita malah memenjarakan beliau dalam pikiran bahkan dalam diri kita.

mau tahu?
lihat saja, umatt islam paling suka kebakaran jenggot kalau Muhammad dikartunkan oleh orang lain. bahkan sampai menghubung-hubungkan yang ga perlu ke peristiwa mengkartunan Muhammad itu. bisa matilah kalau mengkartunkan beliau dst dst.
sekarang ocba deh berkaca diri..
anda berjenggot, karena katanya beliau begitu.
anda bersorban, karena katanya beliau begitu.
anda makan dengan tiga jari, karena katanya beliau juga begitu..
anda tiba-tiba merasa sudah sebagaimana beliau..
dst-dstnya..
jujur ya.. buat saya, itu tanda anda sedang mengkartunkan beliau dalam diri anda..
anda mengkartunkan beliau dalam benak anda!
maaf loh, ini jujur. karena ya, apa bedanya??
yang itu digambarkan dengan media kertas, anda menggambarkannya dengan media diri anda sendiri.
mungkin inilah akibat kalau buruk rupa cermin di belah, jadi ga pernah berkaca diri. gitu ga sih?

sungguh, saya adalah orang yang tidak bisa menggambarkan beliau. walau aslinya saya nih suka menggambar. meski dalam benak, imajinasi saya tidak bisa mengjangkau beliau. jangankan Muhammad. Isa saja yang sebagian saudara kristiani saya mengambarkannya, saya tetap tidak bisa tuh mengambarkannya demikian. penggambaran itu ga bisa masuk dalam memory saya.. saya lebih suka masuk dalam spiritnya Isa as.
ini karena saya sangat menyadari mereka sebagai realitas yang satu. sebagaimana saya tulis di Mistik itu.

ya begitulah saya. saya ga suka meributkan perbedaan ekspresi beragama. itu hanya sebagian dari keterbatasan manusia dalam memaknaiNya. dan saya adalah orang yang sudah sangat memaklumi itu. Muhammad, Isa, Musa, atau siapa saja manusia yang dipilih menjadi Dia dimuka bumi ini.. saya simpan dalam hati yang terdalam, membawanya terus dalan jiwa saya, sebagaimana saya selalu ingin bersama mereka dimanapun saya berada, meski saya sangat jauh dari seperti mereka…

ini bukan masalah boleh atau tidak boleh. ini masalah kejujuran. dan jujur… saya pribadi, tidak akan pernah mampu menggambarkannya. saya lebih suka mengenal jiwanya dari rupanya.

jadi, kalau saat ini anda berjanggut, tentu saya tidak akan berpikir anda itu sedang meniru Rsaul atau tidak. hehehe, kalau boleh jujur, saya hanya akan mengomentari anda itu makin ganteng atau tidak dengan janggut itu. hahahaha.. 😀

mari sejenak tunduk dan sujud dalam keheningan jiwa, akan Dia yang Esa dan maha mengasihi kita, yang maha memaafkan kita dan maha membimbing kita..

maaf kalau ini salah yaa..
ini hanya dari mata bernama rasa..
dari segala keterbatasan kita dalam membicarakanNya
dan segala yang dicintaiNya..

salam,
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

8 Tanggapan to “mengkartunkan Rasul..”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

Kalau gitu, curang dong yang dulu sejaman dengan Rosul. Mereka bisa membayangkan Rosul seperti apa sedangkan kita tau seperti apa Rosul ngga boleh.
Tapi kan, kartun yang dibuat manusia di Eropa itu banyak yang melecehkan gambarnya. Kalau sekedar gambar ilustrasi aja sih, mungkin ngga masalah

@iwal
ya makanya kembali ke kejujuran itu, kalau memang terasa melecehkan, coba dibicarakan baik-baik. dan saya yakin, pelakunya sendiri tidak akan pernah bisa lari dari kejujurannya sendiri.. dan itu hukuman yang paling tidak enak di manapun berada.. gitu ga sih? 😀

curang? hehehe..
saya pernah baca ttg rasul, dari sebuah hadist ketika beliau menyebut umatnya yang bener-benar di cintainya di akhir zaman, dibilang gini.. mereka itu nanti adalah saudara-saudaraku.
wow, bukan lagi di sebut sahabatnya loh.
hahaha, inipun kalau kita masih mau menfisikkannya. kalau tidak, seperti yang saya bilang di Mistik itu… wah, sesungguhnya dia ada selalu bersama kita. maka mengapa dibilang curang? ya ga?

@iwal
btw, kalau boleh jujur, kartun yang ada itu bukannya memperolok-olok dari bagaimana sebagian kita menggambarkan Muhammad? saya pernah lihat yang Muhammad digambarkan sebagai Osama bin Laden.
buat saya itu artinya, memang lebih memperolok-olok pada bagaimana (sebagian) kita melukiskan Muhammad, bukan pada diri Muhammad itu sendiri.
gitu ga sih?

karena rasa..

adalah segalanya..

hehe, tul kan mbak? 😉

lagi2 sebuah tulisan yang mencerahkan. *two thumbs up*

Nggak tahu yach, katanya banyak yang mengaku mencintai Rasulullah dan membelanya mati-matian, tapi malah melupakan ajaran dan suri tauladan beliau. Hati dan perbuatan sering bertentangan …..

@agiek
betul mas agiek, makasih yaa..
semoga kita juga satu rasa dan satu jiwa tuk indonesia.. hahaha 😀

@economatic
itulah mas economatic, selama ini (sebagian) dari kita telah masuk dalam jebakan “pencitraan”, yang ternyata malah memperkeruh rasa keindonesiaan kita. kita jadi terpecah belah dan memilah-milah..

saya menuliskan ini juga tuk agar kita bisa menempatkan kembali segalanya sesuai tempatnya, dan memenuhi segalannya kembali sesuai haknya. jangan sampai kita memuja Rasul dengan cara yang sesungguhnya justru malah menjatuhkan harkat dan martabatnya. itukan sama saja dengan sedang mengkartunkan beliau. dan itu ironi di mata saya..

yuk, kita perbaiki bagaimana kita memperlakukan Muhammad dan para nabi serta orang sholeh lainnya. hargai dan hormati mereka, jadikan mereka inspirasi tuk kita tidak letih mengupayakan kebaikan bersama siapa saja di muka bumi ini. saya pikir itu lebih tepat.. gitu ga sih??

salam paling hangat,:D

kak anis…. kangen deh…

@raniw..
haloooow rani…
sama euy, kangen ih… ai lap u!


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: