menyoal nabi sampai imam mahdi (3)

Posted on Juni 3, 2008. Filed under: 1 |

(mari kita lanjutkan yaa… kali ini masuk ke wilayah politik nih.. nikmati saja, ok?)

dari dua tulisan saya sebelum ini, semoga menjadi jelas ttg bagaimana kita dalam kehidupan saat ini, terutama dalam keberagamaan kita. kita adalah manusia biasa, yang harus selalu berusaha menyeimbangkan diri dan menyeimbangan sekitar kita demi kesempurnaan kehidupan kita dalam segala yang fana alias ketidaksempurnaan ini..
lalu dengan demikian.. saya ingin mengajak tuk kemudian mencermati kehidupan bernegara kita.

Menyoal Imam Mahdi

sebagai konsekuensi dari kebersamaan maka harus tegaklah apa-apa yang namanya keadilan dan kesejahteraan. ini saya temukan dalam apa yang dinamakan Imam Mahdi. saya tidak pernah merasa imam mahdi itu sebagai sebuah sosok pemimpin cemerlang, imam mahdi lebih terasa pada sebuah sistem kepemimpinan.
sistem!

sebuah kepemimpinan yang terpilih secara bersama dan teroposisi dengan baik, sebagai proses tuk selalu menyeimbangkan kepemimpinan itu sendiri. dimana hukum, keadilan, kesetaraan, keselarasan juga kesejahteraan mungkin akan tegak dan tegar menyentuh semua kalangan dalam keseimbangan itu.

jadi trias politik itu, –legislatif, eksekutif dan yudikatif– sudah klop dengan sistem imam mahdi. kalaupun mau dimodifikasi tapi tidak mengurangi peran-peran itu. penyelenggara sistem/tatanan harus diawasi, hukum harus tegak menyentuh semua kalangan, dan teroposisi dengan baik..

kepemimpinan imam mahdi akhirnya adalah upaya keseimbangan manusia dalam bertatanan secara luas dalam sebuah wilayah dengan segala persoalannya.

peran nabi menjadi terinstitusi dalam bentuk sistem.
ini sejujurnya, yang sangat menarik dari diri seorang Muhammad. di mata saya, beliau meletakkan dasar-dasar demokrasi kok. segala sesuatu di atur dalam perjanjian, ini terlihat dari ketika perjanjian hudaibiyyah. beliau berperan sebagai seorang politisi di sana.
bahkan menjadi satu-satunya nabi yang politisi. nabi Daud dan Sulaiman adalah raja. kekuasaanya temurun.

Muhammad hanya manusia istimewa dari golongan biasa yang mendobrak tatanan lama dan membentuk tatanan yang lebih rasional dan menjangkau banyak kalangan.

ini jangan diterjemahkan dengan harifah!
saya menterjemahkannya sebagai sebuah institusi, bukan sebagai sebuah sosok kemutlakan.

hukum yang ditegakkan di zaman Muhammad tentu sesuai dengan kebutuhan zaman Muhammad. model dan ekseskusinya pun tidak lepas dari budaya komunitasnya. di sini, sekali lagi, beliau adalah inspirasi yang berdiri sendiri. beliau menginspirasi kita, tapi kita tetap boleh menjadi diri kita sendiri. melakukan hal yang intinya sama, tapi bentuknya sesuai karakter zaman kita.

sebut saja hukum rajam.
yang harus diambil hikmahnya adalah bahwa beliau tegas dalam menetapkan hukuman dan hukuman harus mengandung makna insyaf. maka bukan harus sama dengan bentuk hukum rajamnya. di zaman kita, hukuman penjara masih diyakini sebagai bentuk rehabilitasi mental yang tepat. ya tegaslah dalam memberi hukuman penjara dan sistem pembinaan di penjara.
jangan yang korupsi dengan yang maling ayam sama hukumannya dan perlakukan di sana justru memperburuk pribadi yang salah.

yang terjadi di indonesia saat ini tuh, perangkat sistem kepemimpinan ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya. di rusak oleh mereka yang tidak memahami ini dan oleh mereka yang hanya berorientasi materi. sebagian malah ingin membawa sistem ini ke zaman Muhammad. jelas, tidak mungkin. kepemimpinan imam mahdi sendiri sudah diramalkan oleh Muhammad kok.

ini menurut saya, dari saya menyadari keterbatasan kita sebagai manusia dan bagaimana al Qur’an mengajari bagaimana seharusnya menjadi manusia yang manusia dan yang bisa bersama manusia yang lain..

kesimpulan :
bergeraknya kita ke alam demokrasi ini jelas sudah diramalkan Muhammad lewat bahasanya ttg imam mahdi. politik adalah sebuah cara tuk mencapai keadilan, kemanfaatan, keselarasan dan kesjahteraan bersama dan tidak bisa dihindari.
saya mendukung sistem demokrasi. demokrasi terpimpin yang peruntukkannya jelas bagi kemashlahatan bersama. dan hanya sistem demokrasilah yang bisa menaungi keberagaman, yang juga sudah diterangkan dalam Qur’an.

ya gitulah, ketika saya membaca qur’an secara keseluruhan dan bukan sepotong-sepotong, juga melihat ayat-ayat nyatanya di sekitar saya.. kemudian merenung-renunginya lewat masa yang cukup lama..

walhasil, kalau saat ini politik dan hukum menjadi busuk di negara kita, ya itu karena kita tidak menyadari kemana sebenarnya kita melangkah. kalau masih banyak manusia yang menjadikan politik tuk mencari popularitas dan previlise, jelas salah.

politik adalah tuk sebauh tatanan. bermain politik adalah bermain penatanan.

hukum dan politik adalah ibarat dua mata uang dalam tatanan. satu hancur, satunya pasti gagal.
keduanya harus seimbang.
demokrasi adalah tuk keseimbangan itu.

kita –terutama saya– akhirnya, tidak bisa menghindar juga dari sistem kepartaian yang selama ini ada. sekali lagi, semua perangkat sistem demokrasi kita, baik dari kepartaian sampai lembaga negara, masih jauh dari track yang diharapkan. maka ini jadi amburadul. sayang sekali memang..

maka saya menuliskan ini tuk kita sadari bersama.
maaf kalau masih sangat salah yaa..
saya hanya ingin,
jika bisa, kita akselesari kenyataan politik negeri ini tuk menjadi lebih baik.
bagaimana?

(bersambung)

anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: