muslimkah saya ??

Posted on Juni 4, 2008. Filed under: 1 |

(ini refleksi dari kasus ahmadyiah.. dalam ruang rasa saya)

saya ini pernah pindah agama..
dengan subyektif yang mungkin tidak terjangkau rasanya oleh siapapun, termasuk oleh manusia paling berempati pada saya sekalipun.

saya terdorong tuk mengimani islam tanpa saya sadari dengan sepenuh kesadaran.. yang saya tahu, saya berjuang dan terus berjaung tuk bertahan di dalamnya. Allah dan Muhammad begitu pekat dalam jiwa saya, walau sangat ringkih dalam kenyataan di skeitar saya. sungguh, kalau melihat realitas umat islam, pastinya saya adalah manusia pertama yang akan meninggalkan islam. wong saya nih mualaf, saya memilih karena ada sesuatu di dalamnya. yang jika tidak terbukti, tentu sah untuk saya meninggalkannya.. ya ga?

tapi, saya tidak pernah bisa…

kenapa?
karena ruang rasa saya mencapaiNya dalam agama Muhammad..

ibu saya tuh sampai pernah bilang gini
– kok bisa sih nis, begitu suka sama islam? kan banyak jeleknya?
– ga tahu yaa??
– kok cuma anis sih yang mau jadi orang islam baik-baik? mereka itu banyak yang ga baik loh..
– waduh, masa sih gitu?
– kok bisa sih???
hehehe, kata-kata itu masih suka terngiang loh. ibu saya memang takjub dengan islam saya. padahal beliau tahu kok, saya justru banyak menangis setelah islam, saya banyak mengalami kepahitan setelah islam, saya bahkan suka melamun setelah islam.. hidup saya bagai terengut setelah islam..
papa saya jelas pernah sangat membodoh-bodohi saya yang mau-maunya begitu..
tapi, saya juga ga tahu kenapa..

maka……….
izinkan saya berempati pada saudara-saudara saya para pengikut aliran Ahmadiyah. yang dalam benar atau salah keyakinan itu, saya dapat mengetahui rasanya..
izinkan saya belajar memahami saudara-saudara saya para pengikut aliran Ahmadiyah. yang dalam sesat menurut sebagian yang lain, saya dapat mengerti rasanya..

karena saya juga pernah berjaung dengan airmata demi keyakinan islam saya, yang di mata banyak orang di sekitar saya adalah salah. bahkan jelas telah menyulitkan kehidupan saya ke depannya.
tapi itu ruangnya rasa, yang saya juga tidak pernah punya banyak kata tuk bagaimana menjelaskannya..

saya hanya ingin fair..
buat saya, kasus Ahmadiyah adalah kegagalan islam mainstream Indonesia menjadi pengayom umat. karena tentu tidak akan menguat hal-hal seperti Ahmadiyah, Mushadek, Lia Eden dsbnya kalau islam mainstream Indonesia memang rahmatan lil alamin. memang bener dan bener..
ini seharusnya lebih menjadi bahan INTROSPEKSI dari pada di bawah ke ruang politik..

hidup akan selalu mencari keseimbangannya.

dalam apapun caranya, dia akan memberi koreksinya sendiri. terabaikannya nilai islam dalam keseharian hidup masyarakat mayoritas muslim ini, jelas akan mengalami tantangannya. baik berupa diabaikannya agama islam itu sendiri, ditinggalkan dengan masuk agama lain atau sekuler atau atheis, maupun dihadapi dengan aliran-aliran seperti Ahmadiyah dkk itu..

ini sebuah kewajaran..

maka mengapa marah-marah pada orang lain?
marahlah pada diri kita sendiri yang telah mengabaikan nilai-nilai islam itu..

negara ini sudah diselenggarakan oleh mayoritas muslim, tapi tetap saja tidak membawa pada rahmatan lil alamin. nilainya saja masih tidak mampu di capai. lah, tiba-tiba mau memaksakan formalitasnya?? apa ga akan lebih keteteran??
hati-hatilah..
efeknya adalah ketidak percayaan manusia secara luas pada institusi bernama agama..

inikah yang anda diinginkan??
duh, jangan karena nafsu sesaat kita korbankan hal yang lebih utama deh..
saya pribadi masih melihat beragama adalah berkah tuk manusia, masih bisa menjadi jalan bagi manusia mendekatkan diri pada tuhannya.
tentu agama yang jernih dan menjernihkan..
bukan yang penuh nafsu manusianya..
saya masih sih mau beragama dan menjalani kehidupan beragama..

entahlah, saya tetap tidak bisa memaksakan perasaan saya ini pada siapapun..
dan tidak akan bisa menghalangi apapun yang memang mesti terjadi.
saya hanya bisa mewacanakannya. selebihnya, saya pasrah..

tapi temukan saya, sebagai manusia yang ingin berdamai dengan siapa saja, demi tuhan di dalam jiwa saya dan demi rasa tuhan dalam jiwa anda semua..

sesatkah saya menuliskan ini?
sesatkah saya jika memilih menghormati Ahmadiyah?
sesatkah saya yang pernah memilih islam ini?
muslimkah saya?
muslimkah saya yang demikian??

saya yang pernah pindah agama
saya yang pernah berikrar islam
saya yang menghormati semua agama
saya yang menghargai ahmadiyah dkk
saya yang…. muslimkah saya??

haruskah anda menjawabnya tuk saya??
siapakah anda?
apa hak anda atas keyakinan saya?
apalagi apa hak anda tuk menghakimi keyakinan saya?
ingin meluruskan saya?
bagaimana?
mau robek dada saya dan bersihkan hati saya?
silakan bunuh saya dan ambil hati saya..
lihatlah keimanan saya di dalamnya
kalau anda memang bisa..

maka siapakah anda yang berani-beraninya menghakimi tuhan dalam hati manusia lain??

oh tuhan,
muslimkah saya??

anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

9 Tanggapan to “muslimkah saya ??”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

Berat memang melakukan keyakinan hasil rasa diri sendiri. Saya juga pernah, dan mungkin masih. πŸ˜€

saya juga paling tak bisa memaksakan keyakinan (keimanan) pada orang lain dan menganggap jalan orang lain adalah salah. saya mencintai agama saya tapi saya juga percaya bahwa orang-orang yang punya keimanan berbeda berhak untuk mencintai keyakinannya itu tanpa rasa takut dan tekanan dr pihak lain. krn padangan itu kadang orang mencibir saya dan bilang saya sekuler yg cuma bikin agama tampak lemah dan bukannya jadi kuat

@danalingga
iya mas dana, berat..

@nita
mbak nita, be yourself..
mbak ga sendiri kok, kita bareng yaa..
salam hangat πŸ˜€

@danalingga
monggo mas dana.. enjoy aja.
saya juga mau ke blog mas dana nih..

@semua
yukk, kita ramai-ramai serbu blog mas dana.. πŸ˜€

::rasanya, jika ada kebaikan yg terpandang, maka itu hanya bagian yang memandang, dan jika bagian yang menyesatkan yang terpandang, itu juga bagian yang memandang, maka tiadalah bersedih hati bagi yg menerima petunjuk.

assalamu’alaikum mbak…
sejatinya seorang muslim adalah representasi dari Al-Qur’an al Karim, wajar saat ini kita sulit menemukannya karena saat ini kita tidak hidup dalam naungan sistem islam= Khilafah Islamiyah, tapi itu bukan legalisasi untuk mencomot pemikiran liberal dan pluralisme yang notabene bertentangan dengan islam… bukankah Al-Qur’an kita satu, nabi kita satu…. kenapa kita harus ragu menentukan sikap terhadap ahmadiyah. Ahmadiyah tidak sama dengan islam. Katakan dengan yakin: saya muslim, Tolak Ahmadiyah.Allahu Akbar… bagi pengikut ahmadiyah: TOBAT YA…. Wassalam

@mega
sayangnya… semakin saya merasa muslim, semakin saya menghormati kebebasan manusia lain dalam beragama. mengkritisi itu iya, tapi memaksa? menentang? saya enggan…

entahlah..
kalau kata kyai, intinya ada pada rahman dan rahim.. kasih dan sayang..
selebihnya, setiap ekspresi dalam beragama ga lepas dari kebutuhan zamannya πŸ˜€

anda jangan melihat orang Islam yang jeleknya dong, banyak yang baik dan toleransi terhadap agama lain. karena di Indonesia mayoritas Islam pastilah yg jeleknya juga banyak. Coba deh anda banyak bergaul dengan orang Islam yg sebenarnya.


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: