akal sehatkah?

Posted on Juni 23, 2008. Filed under: 1 |

(terakhir nih.. hehehe, sengaja disambung-sambung biar panjang. karena saya suka naik kereta api.. :D)

menanggapi begitu banyaknya kesimpang-siuran fakta yang berpotensi buruk tuk kehidupan beragama kita saat ini atau tuk islam khususnya, maka seorang teman saya yang lain, jadi mengenang-ngenang bagaimana Rasulullah saw..
dari cara beliau yang lembut, sabar, santun, tabah, dsbnya.. yang kayanya asyik deh kalau ada karakter sebagaimana rasulullah itu di saat ini..

ehmm, maunya sih emang gitu yaa??

tapi, jujur yaa..
saya nih sudah letih berharap turun keajaiban seperti itu..
saya bukan tidak mempercayai beliau, saya justru sangat ingin beliaulah yang mempercayai kita, umatnya di masa kini.

percayai kalau kita bisa..

itu karena saya percaya beliau adalah nabi terakhir, saya ga berharap ada lagi nabi setelah beliau. maka bagi saya, beliau itu tidak ada duanya dan tidak akan berulang..
maka saya buang jauh-jauh segala keinginan ttg beliau itu ada lagi di sini.

sebagaimana saya diajari tuk meminta hanya keMuhammadan-nya saja. maksudnya minta spiritnya, semangatnya, dan rasa jiwanya, tapi bukan minta dirinya..

maka, mari yukk kita jadi diri kita sendiri.
seapa adanya kita.
dan dengan apa adanya itu, semoga kita tetap boleh berjuang dengan spirit seorang Muhammad. yang melawan kebodohan tanpa letih dan menghantarkan manusia pada pencerahan jiwa. yang kemudian manusia itu sendirilah yang meraih kejayaannya sebagai insan.

toh, masa keemasan peradaban islam sendiri, jauh berdiri setelah rasulullah wafatkan??
rasulullah hanya yang merintis dan membukakan pintu pencerahan itu.

pengennya sih juga mencerahkan dan merintis begitu yaa? ya ga?

jujur nih, bicara ttg Rasulullah, saya pernah bermimpi bertemu Rasulullah sebanyak 3 kali.
saya sudah cerita disini belum sih?
dan jujur lagi, alih-alih saya merasa jadi mulia atau gimana gitu deh, saya malah takut dan nyumput darinya.
hahaha, sehatkah akal saya? kok saya ga merasa mulia dengan mimpi bertemu rasul, sebagaimana yang lain yang pernah bermimpi demikian? mau tahu kenapa?

***

mimpi pertama,
rasanya saya berjalan bersama seorang kakek. saya tidak kenal siapa kakek itu. lalu saya diantar menuju sebuah kelas. nah, begitu saya masuk ke dalam kelas, dari luar pintu kelas, saya merasa ada Rasulullah yang memastikan ke kakek itu, kalau saya sudah ditaruh di kelas.
saya hanya melihat kaki Rasulullah.
dan tahu tidak? saya malah ingin lari dari kelas itu! semua yang ada dikelas itu pada berbaju putih-putih, tua, bersahaja dan sholeh semua gitu deh. lah saya??? saya merasa hanya pakai baju dan rok pendek, saya jadi sibuk menutupi lengan dan kaki saya. hehehe… dan tahu tidak? kaki yang saya rasani sebagai kaki rasulullah itu, memakai celana jeans!
aduhhh, kacau ya?? hahaha πŸ˜€
saya memang suka pakai jeans, tapi bukan berarti Rasulullah juga saya bayangi memakai jeans dongg..

mimpi kedua,
kali ini saya sudah rada baik deh rasanya. lalu saya diajak oleh seorang kakek ke tempat Rasulullah katanya. ya ikut aja. dan sepanjang jalan tuh kayanya indah saja rasanya. sesampai di sebuah ruang, saya disuruh masuk. katanya, saya mau dinikahi oleh Rasulullah. hah?? tadi katanya cuma ketemu kok, bukan dipinang…
halahhhh, ya ga malu dong! maka saya nundukkkk saja tuh di dalam ruang. dan lagi-lagi, karena saya menunduk, maka orang yang duduk di depan saya, yang saya rasani sebagai Rasulullah itu, hanya saya lihat kakinya, dan itu pakai celana jeans lagi..
hahahaha, kacau kan??
dimana Rasulullah yang pakai sorban dan gamis sebagaimana yang suka dibawakan banyak saudara-saudara kita yang mengaku menyunnah Rasulullah ya??
atau Rasulullah itu tahu, kalau saya ga suka beliau memakai gamis gitu. takut saya tolak??
hahaha, kacau deh.. πŸ˜€

mimpi ketiga,
kali ini, saya di dalam ruang kelas. katanya Rasulullah mau lihat saya belajar. halahhh… alih-alih saya sok belajar dengan tekun gitu. saya malah sibuk menata kursi dan meja sekolah membentuk lingkaran kecil. saya tutupi sekelilingnya dengan kain batik. lalu saya masuk ke dalam lingkaran itu, dan merunduk, nyumput.
hahaha, aduh… kok rasanya malu gitu loh. rasanya kok seperti telanjang gitu, rasanya ga ada yang ga Rasulullah tahu ttg saya. maka saya bawaannya mau nyumput aja. ga mau ketemuuuu..
dan bukannya ga ketemu, saya malah merasa beliau berdiri tersenyum melihat saya yang nyumput di situ. saya sendiri ga berani mengangkat wajah saya. jadi saya ga tahu wajah Rasulullah itu seperti apa.
dan… dari balik kain batik, saya tahu beliau memakai celana jeans.. hahahaha, lagi-lagi jeans deh.. πŸ˜€

nah, jangan tanya bener ga nya mimpi itu.
ga saya pikirin. lagian kok ya jeans itu loh. ga ada yang akan percaya kan kalau Rasulullah pakai jeans?? hehehe πŸ™‚
sudahlah, yang penting saya mengenangnya sebagai keindahan saja. ternyata baik kok beliau itu. mau ada sebagaimana yang saya suka, ya dengan celana jeans itu. walau tetap saya kudu sekolah.. hehehe πŸ™‚

mimpi itu sudah lama. sekitar tahun 2006.
saya ga pernah menceritakannya, karena ga ada adegan mulia-mulianya atau syahdu-syahdunya gitu. hehehe.. ga untuk di gimanain gitu deh, biasa-biasa saja. jangan-jangan malah saya yang salah.
tapi jujur, rasanya ya itu Rasulullah..

maaf ya, ternyata saya memang begini..
dalam rasa dengan beliaupun, saya tetap begini.
ehmm, tetap bolehkan menjadi diri sendiri???

-tamat-

salam,
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: