beradu kejernihan

Posted on Juni 25, 2008. Filed under: 1 |

(waduh, bogor sempet padam euy. indonesia tak hanya gelap batin, tapi gelap lahirnya juga nih.. hahaha πŸ˜€ maka yukk, kita terangi batin indonesia kita..)

tuk : bpk Iwal.

yang katanya akal sehat menurut saya, belum tentu akal sehat menurut yang ala timur tengah.
saya jawab disini yaa..

***

tadi saya sudah bahas soal kesadaran obyektif manusia dari hadist yang dikutip pak Kuswandani di tulisan ttg jawaban : islam dan akal sehat.
saya tertarik tuk melanjutkan membahas kesadaran obyektif dari pernyataan pak iwal itu.

begini yaa…
yang tadi saya urai ttg kesadaran obyektif, itu masih dalam skoop diri kita masing-masing. kan katanya mulailah dari diri sendiri.
atau berdasar hadistnya rasul, setiap diri adalah pemimpin.
nah, pimpinlah diri kita tuk senantiasa obyektif.
apalagi di tengah situasi ga karuan di negeri kita ini. akal sehat dan obyektivitas penting tuk kesehatan lahir batin kita juga.

lantas bagaimana dengan ketika kita berhadapan orang lain??
sebagaimana yang ditanyakan pak iwal itu.

ada satu hal lagi, yang penting tuk ditambahkan yang bisa ikut menjadi ukuran tuk obyektivitas kita, dan ini menentukan bagaimana kita bersama orang lain secara aktif.
yaitu kontekstual pada kenyataan di sekitar kita.

masih contoh yang sama, kekerasan FPI.
setelah kita mampu obyektif dengan semua oleh pikir dan oleh rasa kita sendiri. kita juga harus bisa mengembalikannya pada konteks dari kenyataan sekitar kita.
ini indonesia!
dengan ciri indonesia : ramah, santun, terkenal sebagai bangsa beradab tinggi dalam sejarahnya.

beda dengan arab.
-maaf- budaya arab adalah budaya khas timur tengah yang keras. terbentuk dari iklim yang keras dan tandus, maka karakternya juga keras.
maka Muhammad itu dinyatakan membawa arab pada pencerahan dan kegemilangannya sebagai insan. mengangkat sebuah bangsa yang ..maaf.. keras menjadi memiliki kebanggaannya sebagai sebuah bangsa.

maka, menurut saya, jangan bawa konflik bangsa arab ke indonesia, meski kita muslim sebagaimana mereka.

tulisan kutipan ttg wahabisme, adalah sebuah warning tuk kita dari tokoh-tokoh muslim indonesia juga yang mensinyalir gejala membawa konflik khas bangsa arab itu ke indonesia.

kalau anda muslim dan baca sejarah,
kunci penjagaan ka’bah saja sudah diperebutkan bani-bani arab itu sepanjang masanya sebelum Muhammad lahir. bahkan berlanjut setelah wafatnya. mereka berebut terus klaim tuk kekuasaan atas ka’bah.
bagaimana ga mungkin kalau mereka juga tiba-tiba mengklaim kalau mereka berhak atas Rasulullah yang lahir di sana?? mungkin sekali! analisa itu sangat saya benarkan atas sejarah bangsa arab sendiri yang memang suka demikian.

persoalannya kemudian,
mengapa juga Islam yang harus di klaim?

ini sangat menciderai universalitas islam yang dibawa dengan niat luhur oleh muhammad.

alih-alih islam bisa berdiri dengan jaya di muka bumi dan menjadi rahmatan lil alamin, klaim itu malah menyempitkan islam dan Muhammad. sadari ga??

indonesia ini punya spiritnya sendiri.
islam yang universal itu, saya yakini tidak bertentangan dengan spirit indonesia. pluralisme indonesia tidak bertentangan dengan islam. Pancasila dan UUD 45 juga tidak bertentangan dengan islam. sekali lagi, tidak bertentangan dengan islam yang universal. bukan islam yang diklaim bangsa arab.

maka, meski bangsa indonesia ini mayoritas muslim, muslimnya ya muslim indonesia. islamnya ya islam indonesia. yang mampu menterjemahkan ayat-ayat Qur’an dengan empati dan obyektif.

teman saya ketika pulang haji, bilang gini.. dia ini rada syiah pemikirannya.
– kalau lihat orang arab, yang kasarnya minta ampun, aku kok jadi merasa Rasulullah itu seperti orang indonesia deh dengan akhlaq mulianya itu.
– maksudnya??
– ya, ga ada santun-santunnya tuh bangsa arab di situ. ga ada please dikit kek… apalagi kulonuwun. tahunya cuma haram-haram-haram..! berarti halusnya akhlaq Rasulullah itu, aku bayangin tuh minimal ya kaya kita ini lah. tahu permisi, tahu etika gitu loh.

hahahaha.. saya geli mendengarnya.
bagaimana menurut anda yang pernah naik haji nih? bener ga kata teman saya itu??

nah, perhatikan ini baik-baik ya..
apa yang menarik Yusuf Qordowi ttg indonesia?
sederhana, dia pernah berkata, sunni dan syiah di indonesia bisa damai berdampingan. ga kaya di tanah arabnya sendiri.
dan kenapa tuh bisa berdampingan dengan damai?
karena akhlaq atau budaya bangsa indonesia yang dari dulu memang lebih memilih tuk saling menghargai. ini innernya bangsa indonesia. santun dan saling menghargai.

maka mengapa sebagai sebuah bangsa kita harus kehilangan jati diri sejati hanya kalah atas klaim orang lain??
harusnya kita yang mengklaim diri kita sebagai muslim yang berakhlq mulia sebagaimana dicontohkan Muhammad saw. ya ga?? itu baru islam indonesia!! baru islam universal.
bukan islam arab!

maaf ya, serius nih..
saya bukan bermaksud mengecilkan arti bangsa arab di percaturan dunia. selama bangsa arab mau sama-sama sejajar dengan indonesia sebagai sebuah bangsa, saya sambut hangat. tapi kalau hanya untuk mengecilkan arti kebangsaan indonesia, apalagi dengan membawa-bawa nama Muhammad, jelas saya tentang!
dan ini ga cuma berlaku dengan bangsa arab, semua bangsa di dunia yang mau mengecilkan rasa kebangsaan kita, ya harus kita lawan. itu penjajahan namanya. karena sebagai indonesia, kita sangat menghargai bahwa kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa. dan indonesia adalah bangsa yang merdeka!

hayoo..
obyektif ga saya terkait dengan kenyataan sekitar saya yang indonesia??
maka mengapa saya takut berdiri setara dengan bangsa arab, sekalipun Rasulullah saw itu orang arab??

sadarilah,
agama kalau sudah diklaim tuk kekuasaan dan tuk dominasi sepihak, yang ada hanya kehancuran.
hancur umatnya, hancur pula agamanya.
tidakkah itu ada dalam al Qur’an, sebagaimana di ceritakan oleh Muhammad ttg umat-umat sebelum kita?

maka nih,
diantara umat-umat yang ada dan yang masih tersisa saat ini, mau ga kita bersama dalam apapun agama kita, siapapun nabi kita, mewujudkan dunia yang damai dan sejahtera? dunia yang setara, seimbang dan berkesinambungan?
mau sampai kapan kita saling mengklaim sih??
bukankah klaim itu hasilnya hanya kehancuran saja selama ini??

pelajaran sejarah dulu nilainya berapa yaa?? hahaha πŸ˜€

maaf… ini jujur, sesehat akal saya hari ini..

salamsehat,
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

10 Tanggapan to “beradu kejernihan”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

::jawaban untuk Pak Iwal, yg paragraf keberapa…*pura-pura lari sore di saburai…*

@zal
saya juga bingung,
saya jawab pertanyaannya atau saya ajak lari-lari sore ya pak iwalnya??? ;P

nis jangan terlalu reaktif deh..
soal bangsa indonesia santun,ramah dll saya yg protes, jangan jauh-jauh bawa mobil anda atau motor anda coba jadi pengemudi yang patuh ga sampai 5 menit langsung terasa kejamnya orang indonesia.
belum lagi tukang ngamukan, sampai ada kosa kata inggris amok yang berasal dari bahasa indonesia ,,Running amok, sometimes referred to as simply amok (also spelled amuck or amuk), is derived from the Malay/Indonesian word amuk, meaning “mad with rage” (uncontrollable rage)
ngga mau ngantri, SMOS dll
eniwei tapi saya tetep cinta indonesia dengan segala keminusannya

@dinda
lah, kalau bangga kenapa ga pelan-pelan kembali dipercaya?
kalau bukan kita yang percaya sama bangsa kita sendiri, siapa lagi??

saya justru akan melawan keras “pelabelan” itu. itu akan semakin membuat kita terbawa buruk sebagaimana mau mereka. itu pembunuhan karakter!

@dinda
e, maaf teh… maksudnya kalau cinta… kenapa ga kembali dipercaya?
teh, pembunuhan karakter itu lebih mematikan loh. busuk tapi idup..
lebih baik mati biasa, putus nafas, beres. ya ga?? hahaha πŸ™‚

kalo orang indonesia bukan dibunuh karakternya, emang bunuh diri hehehe

yah kata saya mah mending sama sama hilangkan generalisasi,smua orang berasa pinter sekarang, jadi bisa menjudge smua nya secara objektif(padahal mah henteu). ada yang bilang arab jelek smua, ada yang bilang barat setan semua, ada yang bilang orang indonesia males dan perusak semua, muslim teroris dll, yah itu hak orang berpendapat,tapi beneran deh, stigma negatif itu gak selalu benar, Barat itu penduduknya miliaran, orang muslim juga miliaran, gak mungkin lah kelakuannya sama.,orang FPI bilang barat setan, inggris iblis, saya ketemu orang orang disini kok santun semua, saya boleh sholat malah diingetin, daripada dipukulin ama FPI? nah lho..Arab juga gitu,gak ngerti deh watak kasarnya, muslim imigran disini juga ada yang ga solat, padahal kurang arab apa lagi padahal mancung tinggi keriting :D, orang indonesia juga gitu, yang rese banyak, tapi yang damai juga banyak. yuk mari kita hilangkan prejudice, tuhan aja yang boleh maha-prejudice πŸ˜€

eh satu lagi, jujur saya gak terlalu bangga ama kelakuan bangsa kita sekarang nih mbak, apalagi politikus yang akrobatik maen maenin emosi rakyat, preman yang ngaku mahasiswa, hahaha..menyedihkan..tapi saya bangga jadi orang indonesia, merah putih masih berkibar, setiap orang bertanya saya pasti bilang dengan bangga saya orang indonesia, dan saya muslim. πŸ˜€

@dinda
teh.. saya cuma berusaha, tuhan yang menentukan.. hehehe πŸ™‚

@rajawalimuda
akhirnya kita akan sampai kali ya pada pemahaman seperti mas rajawalimuda. kita matang dengan perbedaan. tapi tuk itu…. saya disini hanya berusaha.
tuk saat ini, saya memilih belajar strict, karena kita juga sudah cape dengan ketidakjelasan yang terlalu lama. ya ga? sekali lagi, ini cuma usaha. boleh kok tidak setuju dengan saya. pisss..:)

boleh juga kok gak setuju ma saya mbak anis, πŸ˜€ piss juga lah..hayu lah sama sama usaha..


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: