malam menjelang pagi

Posted on Juni 25, 2008. Filed under: 1 |

(mahasiswa kita beraksi nih… saya mau komentari ah.. hehehe :D)

jujur ya, jauuuuuuuuhhhhhhhh….. sebelum saya berpikir aksi mahasiswa kita itu ditunggangi, saya justru melihat, inilah harga yang harus dibayar pemerintah.

sebagaimana saya bahas ttg kekerasan.
sikap pemerintah yang sadar atau tidak membiarkan atau membiasakan kekerasan, tentu akan menerima resikonya. bak menabur angin, dia menuai badai.

ini hukum tuhan, sunatullah..
setiap perbuatan pasti ada ganjarannya. berbuat baik, ganjarannya baik. berbuat buruk, ganjarannya buruk.

kalau Polri sesumbar bahwa aksi itu ditunggangi, saya jawab : buktikan! jangan main asal ciduk, efeknya akan lebih buruk.
kalau SBY bilang pemuda harus dajari jangan dengan kekerasan, apa ga salah bicara dia??

sungguh, kejadian kemarin adalah harga yang harus dibayar oleh pemerintah dan seluruh ormas yang identik dengan kekerasan, yang telah membiarkan kekerasan marak di bumi indonesia.
silent majority indonesia juga punya andil, dengan apatis dan turut secara tidak langsung membiarkan budaya kekerasan itu.

apakah saya membenarkan sepenuhnya tindakan mahasiswa kemarin?
begini yaa..
hidup ini memiliki mekanismenya.
keterpurukan indonesia ditambah dengan tidak juga ada komitmen yang tegas dari pemerintah, jelas akan mengalami titik baliknya. ini sunahtullah. hidup akan mencari titik keseimbangannya. belum lagi, hidup akan dipergilirkan, sebagaimana siang dan malam. ini pasti.

dominasi pemerintah yang semakin hari semakin buruk, tentu akan mendapat perlawanannya dan akan sampai di saat dipergilirkannya.

hidup ga ada yang absolut.
jadi, kalau inilah jalan tuk indonesia berubah, ya pasti akan terus terjadi.

saya pribadi sebenarnya lebih suka jalan damai, lewat jalan yang memang diperuntukkan tuk mengimbangi dominasi pemerintah, yakni pemilu. walau tuk ini, jelas juga ga ada titik cerah yang pasti. yang ada hanya sebuah pilihan, bisa salah bisa bener. tapi yang penting : berani memilih.
dan saya akan memilih yang memiliki komitmen nasionalis terkuat.
kenapa? karena yang lain sama saja. masing-masing punya hidden agendanya. baik dari sekedar pengkavlingan kekayaan indonesia, melanggengan kekuasaan sampai berupa penegakan hukum islam menurut tafsir sepihak.

saya cari yang setia pada Pancasila dan UUD 45.
saya sudah say no tuk pemerintahan SBY ini.

tapi, sepertinya ini ga signifikan. hehehe.. 🙂
maka lagi-lagi, kita tidak bisa menghindari jika tindak kekerasan ini akan trus terjadi dan akan terus mengalami peningkatannya. kalau memang kekerasan adalah juga jalan satu-satunya tuk mengurangi dominasi pemerintah yang sudah acak-acakan ini.

kita menuju jadi bangsa.. yang sudahkah gagal menejemen, juga menuju jadi bangsa yang biadab. semua karena pemerintah tidak bener-bener mengurus negaranya.

maka, apa yang masih ingin dipertahankan dari kondisi saat ini??

dan mahasiswa?
saya mendukung perjuangan adik-adik mahasiswa kita. tentu selama itu jernih. karena jelas, kalau tidak jernih, hasilnya juga nihil. sekali lagi, ini hukum tuhan itu tadi. maka, kalau mahasiswa ingin terus berjuang, jernihlah. agar tidak sia-sia semua pengorbanan yang ada. tetap strict di agenda awalnya. segala pengorbanan dan kepahitan didalamnya, jangan mensurutkan langkah atau malah membakar amarah. tetap jernih dan terus maju.

kenapa saya sangat mendukung mahasiswa kita?
saya ingin memberi kesempatan bagi mahasiswa kita tuk buktikan diri, kalau mereka masih ideal. semua cerita ttg mahasiswa kita yang suka merusak kampus, terlibat narkoba, sex bebas, dan mudah ditunggangi adalah tidak harus terus dibenarkan. buktikan kalau mereka masih memiliki spiritnya mahasiswa. punya cita-cita dan punya idealisme.

kebanggaan sebagai mahasiswa harus senantiasa hidup dan dikenang meski nanti sudah mentas di masyarakat. dan harus terus ditulari kepada adik-adik mahasiswa lainnya. jangan jadi senior yang cuma bisa menganiaya juniornya, jangan jadi senior yang cuma bisa membandingkan dirinya dengan juniornya dan jangan jadi senior yang hanya bisa meremehkan juniornya.

saya ingin mahasiswa indonesia, dimana saja, negeri ataupun swasta tetap menjaga solidaritasnya. tetap maju tuk bangsanya. maka tuk itu jernihlah tuk negerinya. saya bangga pada mahasiswa indonesia yang demikian. dan temui saya, tidak akan mengebiri gerakan mahasiswa selama itu untuk bangsanya.

karena bukankah merekalah generasi penerus kita??
selama ini mahasiswa indonesia tidak memiliki contoh dari para pembesar negeri ini ttg kebangaan sebagai anak bangsa. jadi wajar jika mereka sempat kehilangan jati diri sebagai mahasiswa. dan di blog ini, temui saya, yang masih mau dan akan terus bangga pada mahasiswa indonesia.

Hidup Mahasiswa Indonesia!!

kejadian kemarin jangan diperpanjang dan jangan diulang. biar itu menjadi teguran buat para bapak bangsa di atas sana. maju terus dengan semakin jernih dan jernih lagi. dan hati-hati jangan malah mempercundangi diri sendiri.

mari saya ceritakan ttg malam menjelang pagi..
anda tahu malam? dimana titik terpekatnya?

dalam sebuah tafsir dari leter arabnya saja,
terhadap surat Alam Nasyrah, terutama di ayatnya yang berbunyi..
“..sesusah kesulitan ada kemudahan, sungguh sesudah kesulitan ada kemudahan..”
dikatakan bahwa sebagaimana malam, titik terpekatnya justru ada di jam 2 dini harinya. bukan di tepat tengah malamnya.
maka, dari tengah malam menuju jam 2 itu, masyaAllah, gelap dan semakin gelap. itu harus dilalui, maka dijaminkan, sesusah kesulitan ada kemudahan. tak sampai disitu, gelap itu akan pekat sepekat-pekatnya, maka lebih dijaminkan lagi, dengan kata sungguh! sesudah kesulitan ada kemudahan. karena setelah melewati jam 2 itu.. pekat mulai memudar dan terus memudar, menemukan titik cahayanya. dan surya perlahan bangun dari peraduan, menerangi kehidupan kita lagi..

seperti indonesia saat ini. dari kemarin yang pekat ancur-ancuran, terus juga masih ancur-ancuran dan malah kok semakin ancur dan ancur. ini ibarat berjalan ke titik terpekatnya. dan sebagaimana malam itu harus kita lalui. jadi jangan menyerah dan jangan menyerah. inget, sesudah kesulitan ada kemudahan, sungguh sesudah kesulitan ada kemudahan.

saya mendukung pergerakan menuju terang ini lewat kapasitas saya, yang sudah bukan mahasiswa. hehehe 😀

dan perhatikan juga, diayat sebelumnya.
“..bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu dan Kami hilangkan untukmu bebanmu..”

saya pernah membaca, kalau Allah menyebut dirinya Aku, maka itu hanya Dia. tapi kalau disebutnya Kami.. maka itu ada kita di dalamnya.
bagaimana mungkin?
yang dimaksudnya kita ada didalamnya adalah takdir ttg kita yang sudah ada bersamaNya. jadi perjalanan indonesia ini memang sudah akan sampai disini, perjalanan kita sudah ada dalam draftNya. maka semua ttg kita hari ini, adalah bukti bahwa janjiNya nyata.

baik kita buat, baik kita tuai. jelek kita, jelek kita tuai.
menjadi bagai hari dimana semua dari kita tidak bisa lari dariNya.

indonesia sudah akan dipergilirkan.
siapa menahannya, dialah yang tergilas ulahnya sendiri
maka mari kita kawal perjuangan ini tuk tetap dijalan yang lurus
jalan dari mereka yang baik dan bukan jalan dari mereka yang pernah sesatkan negeri ini

hehehe, maaf ya..
ini cuma ingin mengeluarkan isi hati
tidak untuk diyakini..

salam,
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

14 Tanggapan to “malam menjelang pagi”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

Saya tidak mau mendukung yang bakar mobil mbak. Walau sebaik apapun niatnya.

@dana
mas dana..
kan saya bilangnya akan mendukung kalau “jernih”. yang kemarin, jangan diperpanjang dan jangan diulang.
“kita tidak bisa hanya mengecam…”
kita harus mau turut mengarahkan, sebagai bagian yang sama dari bangsa ini, yang juga ingin perbaikan di negeri ini.
gitu ga sih??

Ya, maaf kalo saya salah tangkap. Soalnya yang saya tangkap dari kalimat jangan diperpanjang dan jangan diulang itu adalah jangan dipermasalahkan.

Btw, kalo memang kemampuan cuma mengecam ya mengecamlah. Daripada mendiamkan. Iya toh. 😉

::mbak anis, jadi Nabi Isa A.S, itu berbuat buruk seperti apa ya… koq kayaknya ngeri kalau sampai di salib seperti itu…, apa lagi di penggal seperti Mansyur Al Halaj… hiiii…

Kalau cerita mahasiswa, Bung Karno, memulai pergerakan sejak mahasiswa, lalu datanglah angkatan 66 yg mahasiswa juga yg kemudian menduduki kursi pemerintahan, lalu terjadi lagi tahun 97, beberapa pentolan menduduki kursi nyaman…dan terdiam…jadi mari kita lakukan gerakan..untuk …

@dana
saya nih seorang ibu kali ya mas dana… kalau anak saya jatuh dan jatuh lagi, saya tidak bisa hanya memarahinya. juga tidak bisa selalu memberikan tangan tuk pegangan. saya harus beri dia kepercayaan, kalau dia bisa berjalan, kemudian bisa berlari dan kelak “terbang” meraih cita-citanya.
temui saya sebagai ibu yang mau selalu ada untuk anaknya.. cieee…

jatuhnya hari ini, adalah jalan untuknya lebih hati-hati di masa yad… amin.

@zal
tidak ada keburukan yang dilakukan olah nabi Isa dan al Halaj selain keberadaan dan ajarannya mengganggu kenyamanan penguasa saat itu. begitu pula dengan Muhammad dan Siti Jenar.
kita tahu, agama sejati mampu mengantarkan manusia pada tuhan dan memberi kemerdekaannya yang hakiki.
karena “sesungguhnya semua manusia itu sama di mata tuhan”.
penguasa jelas maunya disembah dan dituruti terus toh? manusia merdeka juga jelas tidak bisa tunduk di bawah penjajahan manusia lain.

para nabi didustai dan dibunuh oleh mereka yang merasa terancam kekuasaannya. bahkan kitab suci diselewengkan atas nama kekuasaan. bagi yang tidak bersentuhan dengan kekuasaan, terbukti mampu menjaga kemurniannya.
dan dalam sejarah, agama memang tidak akan lepas dari kekuasaan/politik.
yang harus dicermati adalah bahwa ketika agama sudah harus dibawa ke area kekuasaan/politik, maulah kita tetap jernih memahami substansinya. jangan harfiah.. gitu ga bang zal?? 😀

Hihihi, mbak anis..kayak lupa aja peng-kondisian orang aktivis politik sepengetahuan saya sih udah jelas siapa yang main di rusuh rusuhan,dan menurut saya bukan representasi Mahasiswa Indonesia.

Kalo inget jaman kuliah dulu kan dah banyak tuh afiliasi afiliasi partai di kampus, gak tau di ITB ada apa nggak, saya di depok banyak..yah paling mereka mereka ini yang main..biasa lah mau pemilu…
kata saya sih kita mesti objektif, yang salah tangkap, terlepas kita mendukung pemerintah apa nggak. gak perlu ada kontroversi dan politisasi lagi. Yang merusak barang publik mesti dibui. Apa itu (yang mengaku) mahasiswa, atau bukan.

eh kelupaaan, tambah komen ya.. kesimpulan saya sih yang rusuh dan bikin macet itu bukan mahasiswa Indonesia, cuma sgelintir yang jadi kendaraan politik ajah, memang mungkin banyak mahasiswa yang baik dan cemerlang di aksi tersebut yang mungkin (saya harap) gak sadar dimanfaatkan.

Masalah idealisme, saya kira mesti dilihat waktu dan tempat juga mbak, kadang idealisme model 1998 atau 1966 gak cocok dengan tahun 2008,mirip dengan definisi menikah di masa muda di tulisan mba anis.

kalau yang idealisme yang seperti ini akan terus dipertahankan, padahal jaman sudah berubah, bangsa kita pun akan jalan ditempat.

hehee, baru baca komen buat dana, dari mba anis, sepertinya emang ada bias dalem berpendapat kali ya, mba anis dengan rasa seorang ibu, saya calon bapak (aminn) yang galak kumisan bawa pentungan 😀

yeah sebagai bekas anak badung kayaknya dua sisi ini mesti ada biar anak anak badung punya masa depan 😀

@rajawalimuda
ehmmmm, kayanya.. ini nih mengapa penting sekali bapak dan ibu itu kompak kalau ngadepin anak-anaknya.

saya dalam rasa saya yang ibu, membesarkan hati anak dari rasa sayangnya saya. mas rajawali dalam rasa calon bapak, membesarkan anak dari praktisnya bagaimana si anak di realitas.
mas rajawali tidak memungkiri kalau anak nakal ya harus tetap dihukum dengan keyakinan kebenaran harus tetap ditegakkan dengan proporsional.. saya juga akan rela anak dihukum, dengan keyakinan itu akan menjadi pembelajaran baginya secara proporsional juga.

wah, cocok nih kita… hahaha 😀
maksudnyaaa… maka banyak hal dalam hidup ini diciptakan berpasang-pasangan, tuk saling melengkapi. dan jika rasa dan ekspresi kelengkapan itu bisa kita capai secara proporsional, maka hasilnya juga akan lebih signifikan. bahkan lebih banyak dari yang diharapkan..

kesimpulan, kesetaraan membantu menyelesaikan banyak masalah. ya ga? kesetaraan baik gender dsb-dsb, pokoknya sudut masing-masing kita di sini, sangat bisa saling mengkayakan..
seperti, ada mas Datyo yang menenangkan saya di tulisan teror?? makasih ya mas datyo.. 🙂

duh, maka akibatnya.. “demokrasi” itu bikin kaya dan lengkap selama niatnya sama-sama tuk kebaikan bersama. setuju kan??

kalo saja yang terbakar mobil kita atau mobil mertua kita koment kita akan lain, ini salah satu contoh sikap “santun dan keramahan bangsa Indonesia”
meni keukeuh ya ???? “di lupakan dan jangan diperpanjang “ga bisa a crime is a crime it must be punished,
wibawa negara tegak kalo hukum positif dijalankan

@dinda
saya TIDAK bilang “jangan dilupakan” loh..
perhatikan lagi deh, sudah di blok kok hurufnya.
saya bilang “jangan diperpanjang dan jangan diulang”.

“jangan diperpanjang” artinya dengan segala macam pembelaan dan saling menyalahkan, ngaku saja jika memang disusupi dan tidak tekendali saat itu. agar tidak berlarut-larut masalahnya.
dan “jangan diulang”, yaa jelas dongg.. artinya benar-benar jangan sampai gitu lagi.

maka akhirnya saya bilang, “jangan mempercundangi diri sendiri..”

hehehe, bahasa saya terlalu halus yaa? maaf. memang niatnya tidak membalas kekerasan dengan kekerasan lagi sih.. 😀

@dinda
e.. itu komen ada salah tulis dikit yaa. maksudnya saya tidak bilang “boleh dilupakan” loh..

[…] Malam Menjelang Pagi […]

[…] tak ubahnya seperti kerbau yang di cocok idungnya, bahkan serangan fajar yang di rencanakan tatkala malam menjelang pagi untuk menjalankan aksi yang terkadang tergolong anarkis dan tidak berjalan dengan […]


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: