ventilasi tuk Indonesia

Posted on Juni 27, 2008. Filed under: Indonesiana |

(tuk mas rajwalimuda dkk.. serius nih.. hihihi :D)

maaf ya, buat semua..
kalau akhir-akhir ini, tulisan saya agak tendensius, reaktif dan es mosi juga es teler.. hehehe 😀
sengaja

asli, saya punya alasan tuk menulis demikian
begini yaa..

– pertama,
jelas semua tulisan disini, lahir dari lubuk hati terdalam
saya ga merasa harus jaga imej bersama semua disini. saya belajar merdeka dalam kebersamaan kita, apa adanya.. ciee. ;P

– kedua,
saya ingin menunjukkan dengan tegas apa yang menjadi sikap saya, terkait dengan indonesia.
sungguh, bukan tuk diikuti apa yang menjadi pilihan saya. tapi ketegasannya itu loh, yang ingin saya sampaikan. karena saya berharap, kita semua, dalam apapun kapasitas kita, bisa bersikap tegas, terlebih tuk hal yang terkait dengan indonesia kita ini.

indonesia kita pernah dijajah 350 tahun. itu sangat lama bukan?? ditambah lagi di jajah 3,5 tahun. dan dalam alam kemerdekaan dari 1945 hingga 2008, ternyata kita juga belum bener-bener merdeka. ehmm, sudah terlalu lama yaa? kok kita betah hidup “terjajah” begini?

maka saya pikir, “kelamaan terjajah” itu lahir karena kita tidak pernah bisa tegas berkomitmen dengan rasa ke-indonesiaan kita. ketidaktegasan itu kemudian diikuti dengan sikap inkonsistensi atau tidak istiqomah atau tidak bersungguh-sungguh. maka beginilah jadinya. kita selalu seperti orang yang hangat-hangat tahi ayam, semangat di awal doang.. lalu akhirnya lagi-lagi kita bagai buih di luatan tea..

mau dibilang “keterjajahan” ini akibat keterbelakangan pendidikan bangsa indonesia, saya ga tega. banyak orang indonesia yang pinter kok, tapi ya itu… tidak berani tegas dengan komitmen keindonesiaannya. pinternya kalah melawan ketidakpercayaan dirinya. IQnya yang tinggi kalah melawan EQnya yang rendah. gitu ga sih??

maka, saya mengajak anda dengan segala yang tendensius itu, segala yang reaktif itu, segala yang esmosi itu… tuk dalam tendesius, dalam reaktif dan dalam emosi, indonesialah yang kita bela..

strict hanya tuk indonesia..
sehingga konteksnya menjadi jelas…

kenapa harus demikian?
ya agar kita punya patokan tuk mengukur segala sesuatu di negeri ini.
ibaratkan saja, kita harus punya titik nolnya. tanpa itu, ukuran kita menjadi acak-acakan. maka kusut dan semrawut..

– ketiga,
terkait agama islam, saya ingin kita semakin matang dalam beragama.
saya sudah bosan melihat orang saling melempar ayat qur’an. saya bosan dengan segala berbau klaim-klaiman. maka, saya tegas batasi, mana dari gerakan agama islam yang tidak sesuai dengan kondisi atau kenyataan kita.

walau saya paham sekali, kalau dalam islam sendiri banyak perbedaan, tapi saya ingin kita tegas bahwa perbedaan tidak untuk di serbasamakan apalagi dipaksakan.
maka saya tegas membela gerakan islam indonesia. yang jujur dan penuh penghargaan setinggi-tingginya pada kebhinnekaan kita dan mau sungguh-sungguh mengupayakan islam yang damai di bumi pertiwi. yang juga mampu mentafsirkan ayat-ayat qur’an dengan jernih dan penuh empati.

– keempat,
ketegasan saya ini, juga saya persembahkan tuk saudara-saudara saya yang berbeda agama, keyakinan dan suku dengan saya. sungguh, semoga dapat dirasakan bahwa saya ingin tegas memberi ruang tuk kebersamaan kita semua di indonesia.

saya menghargai, menghormati dan melindungi kebebasan kita dalam beragama, berkeyakinan dan bertradisi, sebagaimana saya menghormati hak-hak diri saya sendiri. dan mari kita sama-sama menjalankan kewajiban kita sebagai warganegara indonesia dengan sebaik-baiknya, demi kehidupan indonesia yang damai dan sejahtera yang menjadi cita-cita kita bersama..

– kelima,
terakhir..
saya berharap, sikap tegas saya dalam tulisan2 itu, yang anda membacanya maka andapun dapat bersikap tegas dalam kapasitas dan realitas anda.

kalau anda seorang guru, maka tetap mengajar dengan tegas tuk cita-cita mencerdaskan indonesia. kalau anda seorang bapak/ibu, anda tegas membesarkan anak anda tuk cintai indonesia, tumpah darahnya. dst-dstnya.. termasuk sekedar tuk buang sampah tidak sembarangan sebagai rasa sayang kita pada indonesia.

dan kalaupun anda memilih tegas berlawanan dengan sikap saya, anda tetap tahu dengan pasti, saya berada di pihak yang menentang anda. sehingga kita bisa terus dialogkan, dan bukan kekerasan sebagai jalan keluarnya.

demikianlah..
maaf ya, kalau ada kata yang salah dari tulisan-tulisan tersebut dan kepanjangan.. hehehe..

perhatikan ini baik-baik dan cermati

sikap tegas saya ini sangat kontekstual dengan kondisi kita yang juga sudah sangat tak menentu. belum lagi dengan sejarah keterjajahan jiwa indonesia yang sudah terlalu lama, maka ada karakter khas indonesia yang juga harus perlahan di tinggalkan dan diajak tuk tegas dalam rasa merdekanya.

akan sangat berbeda sikap saya jika kondisi kita tidak begini.

maka kemudian, semoga anda juga bisa pahami, kalau Muhammad itu ada sisi keras dan tegasnya, terutama ketika di periode Madinah. ketika islam telah bersentuhan bahkan menyentuh sepenuhnya pada kekuasaan. banyak hal yang sangat kontekstual dengan kondisi saat itu, yang tidak bisa kita samakan begitu saja di kondisi saat ini.
belum lagi, secara karakter dan lingkungan kita jelas berbeda dengan karakter dan lingkungan saat itu.

ada kebutuhan yang berbeda antara kita dan saat itu. jelas??

inspirasi dari beliau jelas pada ketegasannya (sikap) dan bukan pada bentuk (ekspresi) dari ketegasannya. tolong pahami yaa…
semoga kalau anda pahami ini, anda bisa tuk tidak asal tempel ayat pada kondisi keberagamaan kita saat ini. tolong ambil hikmahnya, tolong lebih masuk ke substansinya.

selamat menjadi diri sendiri
selamat merdeka!

semoga ini cukup jadi ventilasi tuk kita bernafas dengan layak sebagai bangsa indonesia yang bhinneka yaa..

salam,
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

3 Tanggapan to “ventilasi tuk Indonesia”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

bagus mba anis pendapatnya, bela Islam lahir bukan karena rasa kebangsaan atau di dorong perasaan atau pun karena keadaan atau situasi yang sedang terjadi akan tetapi semata-mata memenuhi perintah Allah SWT.Al-qur’an berlaku sampai kiamat tiba, janji Allah SWT. Islam mentolerir perbedaan asal tidak perbedaan yang prinsip (mendasar) dan melanggar akidah.Jazakallah..

@ageng
makasih ya mas ageng…
saya sudah siap kok, baik dipuji maupun dicaci..
hidup kan ada positif dan negatifnya..
itu harus dibiasakan kali yaa, asal jangan selalu dibenturkan…. hehehe 🙂

iya, kita sama-sama belajar. saya gak lebih baik dari mba anis kok.Jazakallah


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: