benar, pembenaran dan kebenaran

Posted on Juli 2, 2008. Filed under: coretan |

(setelah diajak masuk pada bagian yang tidak biasa dan agak aneh mungkin yaa? ya sudahlah..jangan dipaksakan. nikmati saja. dan tinggalkan saja itu.. yuk lihat-lihat yang lain..)

anak saya yang pertama memang pinter kognisinya. sebagaimana saya pernah menceritakannya. ada masa, dia selalu bisa benar menjawab tuk usianya saat itu. saya sendiri kagum dibuatnya. bersyukur tapi juga khawatir. dan benar saja..

dia selalu merasa benar. berkali-kali benar membuatnya selalu merasa benar. hehehe, anak-anak deh, polos dan ga sadari sebaik-baiknya. mulailah di sana dia mengalami banyak kesulitan, termasuk nilainya jelek.

saya tersenyum saja. dan suka bertanya padanya, apa harus selalu benar dan juara? tidak kan??
saya mengajaknya manusiawi. dan itu sulit loh.. dia tidak bisa menerima kegagalan..
dia mencari pembenaran atas banyak hal yang sebetulnya salah.
– waktu itukan mbak begini jadi aja begitu..
atau bahkan dia menyalahkan orang lain..
– kok dia boleh begini mbak tidak, kan harusnya..

ah, nak.. hidup ini kompleks. bagaimana mungkin kau selalu merasa benar dalam hidup yang semakin hari semakin abu-abu? dan bagaimana kau harus selalu mencari banyak pembenaran hanya tuk dirimu sendiri?
seperti pernah saya ceritakan, saya meng-cut banyak jatah bukunya, demi dia mau belajar bersosialisasi. melihat lebih banyak dari yang dia pikirkan.

hari ini dia masih belajar.
ada yang menarik dia mulai bisa bilang..
– mami, mbak belajar dari yoli tentang ini dan itu, menurut yoli ini adalah ini dan itu adalah itu, maka mbak jadi tahu.. tadinya mbak pikir itu adalah hanya itu dan ini hanya ini.
hehehe, oke. hebat itu..

bahkan ketika nilai 4 pertama kali menghias nilainya, dalam panik dia berkata, gimana ini yaa??
hehehe, saya menbantu kendalanya di sana. dan tidak akan menjadi kendala lagi, kalau dia juga mau melepas rasa sudah benarnya saja.. minimal dia harus lebih teliti, dan jangan melewati banyak hal tuk kayakan latihannya.

sampai hari ini, dia masih belajar. memperbaiki 4 nya itu.. lucu.
jujur, saya bersyukur dengan nilai 4 itu. anak saya yang superior itu jadi sedikit melunak. membuatnya merasa, aku bukan segalanya, membuatnya aku bisa salah dan membuatnya merasa aku harus berusaha menjadi lebih baik lagi.

walau namanya anak-anak, hehehe… kalau kita lengah, dia menganggap 4 itu tidak ada. kembali ke 9 dan 9 yang lain saja. membuangnya tentu tidak bijak, karena meski 4 dia bagian yang harus tetap ada. ya ga?? masih harus selalu diingatkan deh. khas anak-anak..

***

maka apa itu benar?
ketika kita dipola nilai benar naik kelas, nilai salah tidak naik kelas. maka sering kali itu membuat kita tak lagi sempat mengoreksi “hal lain” yang membuatnya benar atau salah.
inilah sebab dari banyaknya pemalsuan nilai saat ini.

lalu apakah itu pembenaran?
ketika kita di pola bahwa yang benar itu hanya yang itu, dan yang tidak itu maka salah. maka kita akan selalu dan terus mencari pembenaran tuk itu, meski itu sudah tak lagi relevan dengan kondisi kita. karena misalnya ternyata ditemukan teori baru dalam mengurai itu.
inilah sebab dari banyak klaim di antara kita. tidak cantik kalau tidak seperti luna maya, padahal gambar ibu kita kartini yang abadi itu juga kalah cantiknya.. hahaha. maka pastinya si mbak jamu gendong itu juga bisa jadi tak kalah cantiknya. ya ga?

dan apakah itu kebenaran?
nah, ini dia..
ini adalah ketika obyektivitas kita melangkah lebih jauh dari sekedar kesadaran tuk diri kita sendiri. maka dia bisa menjembatani banyak pihak.
bagaimana materi himpunan dalam pelajaran matematika, maka dia memiliki irisannya. berapa banyaknya model himpunan, dia akan terus memiliki irisannya dengan yang lainnya. inilah obyektivitas tertinggi yang mungkin ada, maka dia ada ditengah-tengah banyak hal.

bagaimana ini bisa terjadi?
ya ketika dia mampu mengalahkan banyak hal dalam dirinya. karena kendala terbesar dari sebuah kebenaran adalah jerat tuk dianggap benar.
padahal kebenaran adalah sesuatu yang berdiri sendiri, bahkan di dalam diri ini sendiri.

***

ketika tuhan tak lagi tersentuh ego kehidupan
dia menjelma fakta tuk ceritakan kebenarannya
dan siapa mampu mencegah dia tuk ada dan nyata
karena fakta tak pernah khianati siapa-siapa

sebagaimana waktu tak mampu tutupi baunya
sebagaimana dusta tak mampu tutupi faktanya
sebagaimana gelap tak mampu tutupi cahayanya
benar, pembenaran dan kebenaran akan menemukan porsinya sendiri-sendiri..

saya selalu merasa kebenaran ada di dalam benar dan salah.
maka dalam benar, saya harus selalu eling dan ingat
dan dalam salah, saya harus sadar dan tobat
karena tuhan ada di mana-mana

salamapaadanya
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: