rumah ibadah

Posted on Juli 23, 2008. Filed under: 1 |

(di bagi di sini yaa..)

saya tinggal di sebuah kompleks besar. di setiap clusternya sudah berdiri musholla. lalu, ada lahan di sebuah cluster besar, yang sudah diperuntukkan tuk gereja, tapi entah bagaimana di sana sekarang berdiri masjid. saya belum lama di sini, jadi tidak begitu paham.

tapi sedikit saja yang harus sama-sama disadari, bahwa sebagai sebuah komples perumahan, developer sudah memikirkan site plan tuk peruntukkan semua rumah ibadah ini. dalam setiap cluster juga diberikan tanah kosong tuk musholla. juga lahan besar tuk masjid raya. walau memang pembangunannya di berikan pada kesepakatan penghuninya kelak. dalam arti ya, tergantung keinginan penghuni.

maka wajar dan pastinya, developer harus memenuhi kebutuhan akan gereja tuk warganya yang kristen setelah di lahan sebelumnya berdiri masjid. lalu, suatu ketika.. terjadi demo dari warga sekitar yang menolak dibangunnya gereja di wilayah kami. demo yang bukan dari penghuni kompleks. mengingat lahan baru tuk gereja memang di ring road kompleks, yang bersentuhan dengan masyarakat umum. sebelumnya lahan peruntukannya di dalam cluster, jauh dari warga sekitar..

percaya atau tidak, saya pernah kok bilang ke suami saya, tuk kalau saja mungkin, dirikanlah gereja tuk saudara-saudara saya yang kristen yang sudah semakin banyak di kompleks ini.

suami saya masih mempertanyakan, gereja katolik atau protestan kan beda??
saya bilang ya rembukan dengan warga yang kristen. toh pembangunannya di serahkan pada warga yang kristen. developer hanya memfasilitasi saja. bahkan dari pembiayaan, developer tidak menanggung semua.

tapi ada warga yang muslim yang tetap keberatan. malah sesumbar bahwa developernya -yang keturunan cina- selalu mempersulit pembangunan mushola dsbnya. wah, berlebihan ga sih? wong di setiap cluster sudah di beri tanah tuk mushola? kalau pembangunan tergantung warga, itu kan wajar..

saya teringgat sebuah kisah di acara Jelajah di sebuah tv swasta, tentang khazanah islam.
waktu itu, diceritakan ttg masjid ubud-bali (?) lupa persisnya deh, tapi itu masjid pertama di pulau bali.
tau tidak? itu masjid dibangunkan oleh raja bali loh..!! (singaparna?)
oleh raja yang beragama hindu!!
itu diberi sebagai rasa menghargai karena sudah mulai banyak muslim di pesisir pantai bali itu. bahkan diceritakan pintu masjidnya berupa ukiran bali, yang merupakan lambang kerajaan bali.
sebegitunya yaa??

maka saya dan suami merasa malu hati..
ah, indonesia kita yang begitu baik, santun dan toleran juga begitu penuh semangat tuk memberikan yang terbaik, kok seperti hilang yaa??
kenapa?

kenapa justru muslim ketika menjadi mayoritas di indonesia, tidak seperti raja bali itu?
tentu sebagai raja bali yang hindu, mereka sudah lebih dulu di indonesia dari umat dan agama islam, tapi mereka bisa begitu legowo tuk menerima kehadiran agama islam di bumi nusantara ini.
dan ini, ga cuma dari kerajaan bali loh, di acara itu juga diceritakan bagaimana islam diterima baik oleh kerajaan kutai yang hindu, dst-dstnya..

ah, jika tanpa kebesaran hati mereka penduduk asli indonesia itu, apa mungkin islam bisa menjadi mayoritas seperti saat ini?

saya sedih dan teriris-iris rasanya
mengapa seperti kacang lupa akan kulitnya?
kristen memang datang belakangan, tapi apa bedanya dengan kedatangan islam dahulu ke indonesia? kedua sama-sama pendatang kan di bumi nusantara ini??
kristen datang karena penjajah? ah, itukan sudah lama dan kita sudah bersama sekian lama..
masa harus dipermasalahkan seperti penjajah sih?

saya ga tahu deh.

saya hanya rindu rasa indonesia itu..
indonesia yang baik hati dan toleran..
indonesia yang mau bersama siapa saja dengan damai..
masih adakah??

buat mas budi : adakah pelajaran ini di al qur’an??
suhuf? taurat? zabur? dan injil?

***

di setiap sujud
sesungguhnya
saya sedang membangun masjid
masjid di hati saya

di setiap sujud
sesungguhnya
bukan hanya saya yang bersujud
tapi hati saya turut sujud

maka masjid
tidak akan pernah runtuh
di ada di dada saya
tegak di hati sanubari

semoga dalam kesulitan ini
saudara-saudara saya yang kristiani
mampu membangun gereja dalam hati
yang tak akan runtuh oleh kendala birokrasi

dalam selemah-lemah hati..
doa saya tuk perbaikan atas keadaan ini

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

6 Tanggapan to “rumah ibadah”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

Tragis, that’s all…

Ini bukan Indonesia yang dicita2kan oleh founder kita, saatnya non muslim untuk betul2 menjadi warga negara kelas dua di negara ini.. (waiting for Syariat Islam)..

@bersama toba
saya bukan islam militan bang,
saya indonesia militan 🙂

belah dada saya..
merah darahnya
putih tulangnya
saya indonesia!

mari menjadi indonesia militan.. merdeka! hehehe:D

Singaraja kale, singaparna mah di tasik tempat bikin tikar …
Kalo di quran ada , di kitab lain saya ngga tau ..surat 4:36
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,

Menyoal pendirian rumah ibadah kan sudah ada skb-nya , nomernya saya lupa liat aja ..
Terus, biasa itu masalah mayoritas dan minoritas, di daerah lain pun di mana umat islam jadi minoritas ya sama saja susah mendirikan mesjid
di daerah mayoritas hindu pun susah juga mendirikan gereja
Tingkah laku orang yang menggunakan symbol agama, jangan diidentikkan dengan agama itu , reformasi ini banyak melahirkan manusia tanpa nurani yang tega memakai agama sebagai komoditi politik . kalo sekedar simbol ingat SS tentaranya Hitler juga pake simbol agama , tetap saja membunuhi banyak orang, jahat mah jahat regardless agamanya ..

Lalu apa yang bisa kita lakukan, ya saling menghargai , ga mencampuri urusan masing-masing, menjelang musim pemilu gini akan makin banyak petualng 2 politik yang menghasut , bikin teori konspirasi , jangan terlalu banyak termakan media, bersabar, tawakal , bekerja dengan sungguh jangan internetan terus,… hehehe

@mas budi
hehehe, siganamah singaparna.. punten.
sangat berbau politis, mungkin iya ya. demo itu konon didalangi oleh pejabat demi terpilih oleh masa islam.

justru inilah yang berpotensi mengerikan mas budi. demi politik agama dibawa-bawa.. ah, saya mah sedih deh. ga mikirin sih, cuma prihatin.

tapi ya kita lihat saja..

GBU deh … kayaknya hidup kalo gak ada perbedaan dan adem ayem, tentrem bukan hidup ngkalee ya… cuma sekarang emang gak nyamannya kebablasan…uhuk..uhuk…

@mirna
setuju, kalau hidup ga ada bedanya, bagaimana harmoninya?
semoga bisa harmoni yaa.. biar jadi simphony yang indah
GBU too, mbak mirna..


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: