homo juga?

Posted on Juli 31, 2008. Filed under: 1 |

(ini saya alami sendiri.. )

februari silam, mofa -anak saya terkecil- sudah berusia 5 tahun. sebagai akseptor KB dengan alat kontrasepsi IUD (spiral), saya sadar tuk memperbaharui IUD saya. walau sebagai orang yang paling malas mengingat tanggal, maka suami saya yang selalu mengingatkan.
– hayo, itu spiral di urus!
– hmmm… males ah. hahaha..
suami saya hanya bisa mengelus dada. saya emang iseng.

berhubung saya tergolong baru di kota bogor ini, tentu saya belum punya dokter obsgyn (spesialis kandungan) langganan. maka saya menelpon teman yang dokter radiologi di rumah sakit langganan kami. maka dia rekomendasikan beberapa nama. dr.obsgyn wanita semua. bukan apa-apa, saya nih risih dan ga kebayang kalau dr. obsgynnya lelaki. halahhh.. malu dongg. malu buka-bukaan organ pribadi di depan bukan suami sendiri. jadi ini bukan masalah agama, ini masalah malu dan kemaluan. hehehe..

hmm, karena tetap aja bingung, saya minta dokter obsgyn langganan teman saya itu saja deh. teman saya itu wanita, jadi ya ikut dokter kandungannya dia aja. sebut saja dokter obsgyn yang direkomendasikan bernama dokter D.

pagi itu saya menelpon rs tuk mendaftar. wow, dokter D ini sangat dispilin katanya. hanya terima 10 pasien saja dalam sekali praktek di rs tsb. saya dapet nomor sekian, harus ada jam sekian. ok deh, saya ke sana.

lama di ruang tunggu, saya ga banyak bertanya-tanya. diam saja, memperhatikan sekeliling yang sepi pagi itu. sampai akhirnya giliran saya tiba, suster memanggil nama saya.

begitu saya masuk ke dalam ruang dokter D itu, saya sempat merasa salah ruang ga sih? reflek saya sempat mundur. kalau bukan suster yang bilang ini dokter D, saya pasti sudah balik lagi deh.
di depan saya duduk seorang dokter berwajah dan bertubuh bak lelaki. rumbutnya cepak, bajunya hem walau warnanya pink, celana panjang warna hitam dengan belt besar seperti bapak-bapak punya. dan ketika dia menyapa saya, suaranya agak berat. tanpa make up pula.

o my god… lemes deh saya..
saya banyak terdiam.. blank.

hari itu hanya check up biasa, lalu di beri obat sedikit dan janjian tuk memperbaharui spiral pas masa menstruasi. lalu saya mengantri di apotik tuk tebus obatnya. beramah tamah dengan seorang ibu berjilbab, dia bertanya saya sakit apa. ya saya ceritakan saja saya habis dari dokter D, obsgyn itu. walahhh.. tiba-tiba ibu itu berkata begini..
– iiiiih, itukan dokter lesbi yang digosipin dengan artis X.
batin saya, yang manaa??? duh, gini deh kalau ga suka nonton tivi. šŸ˜¦
lalu bla-bla-bla deh, negatif. saya sampai merinding dengernya.

reflek saya menghubungi teman saya yang dokter itu, mempertanyakan kebenaran semua itu. jawabnya, itu fitnah. di kalangan dokter, dokter D baik-baik saja. memang belum menikah tapi tidak ada prilaku menyimpang. konon sedang mengajukan gugatan pencemaran nama baik atas kasus artis yang melibatkan nama dokter D.

haduhh, saya jadi bingung sendiri deh. menceritakannya pada suami, suami hanya bisa mengembalikannya pada saya. katanya kan badan saya yang di oprek dokter, bukan badannya! ya iyalah.. itu sih saya juga tahu! katanya kalau ga nyaman ya ganti dokter saja. kan masih banyak dokter obsgyn wanita. suami mengaku hanya bisa membantu kalau memang disuruh puasa demi kesehatan reproduksi saya selama urusan kontrasepsi ini beres.
hmm, lelaki kadang tidak bisa menyelami perasaan wanita ya? wanitanya bingung kok malah di kembalikan. hahaha šŸ˜€

maka, tuk check setelah abis obat, saya coba ke dokter obsgyn lain. hmm, komen saya sih lebih profesional dokter D itu. beliau sangat teliti, ramah dan menjelaskan banyak hal. maka ketika masa menstruasi tiba, suami kembali mengingatkan. hayo, di urus tuh spiral, di dokter mana aja, yang penting beres deh.
ih, maunya enak aja! saya cembetut dan mesem-mesem. hehehe.

akhirnya pilihan saya jatuh pada dr.D. karena hari itu saya akan mendapat tindakan medis, memperbaharui IUD, maka dr. D banyak berbincang dengan saya. suasana pengerjaan jadi relaks. dia sempat bertanya obsgyn siapa langganan saya ketika di bandung dulu. ya saya jawab saja, dokter G.
– wah, itu teman karib saya. kami satu angkatan. bla-bla-bla.
dia terus berbicara, saya menahan nafas. karena dicabut IUD yang lama, lalu disaksikan oleh suster dan saya, bahwa benda itu tercabut utuh dan tidak ada yang lepas atau tertinggal. baru kemudian dipasang yang baru. sekejap, beres..

huahhhh.. dia beres, saya yang ngilu… sampai meringkuk di ranjang ruang preriksa itu, tarik nafas dulu.
– nis, jangan bikin saya seperti penjahat dong. kamu cuma diganti IUDnya tapi seperti yang abis diapain..
– sorry dok, abis ngilu nih rasanya..
dia tersenyum dan memeriksa kondisi saya. badan saya memang dingin. pucat tapi saya juga tahu kok saya hanya perlu relaks setelah tegang tadi ditindak medis.
– minum teh hangat di kantin baru pulang ya. oke?
– oke dok..
– oya, bilang pada suami, puasa seminggu supaya kondisi anis sehat dulu. oke?
– oke dok..
– oke-oke mulu kamu, sudah sana minum teh hangat.
saya pun keluar dan langsung ke kantin yang masih di ruang tunggu itu juga. santai menikmati teh hangat dan memperhatikan pasien anak-anak yang mulai banyak berdatangan ke spesialis anak pagi itu. lalu pulang dan segera menghubungi suami di kantor. kabari kalau semua baik-baik saja.

hmm, maka apa sih homo itu? kalau itu hanya perlu di simpan di ruang pribadinya.
dan selebihnya dia mampu menjadi anggota masyarakat dan memiliki profesi serta mampu menjalankan profesinya dengan kualitas yang baik dan terpercaya.
kalaupun homo,tidak lantas dia jadi menyukai saya kan? hehehehe.
itupun kalau benar dia homo, kalau tidak?
toh, dia berlaku sangat sopan dan sepantasnya pada saya.

saya belajar memahami
dan saya tumbuhkan rasa menghargai

dengan ini, saya rekomendasikan dr. D sebagai dr. obsgyn yang sangat disiplin dan melayani dengan baik. sampai hari ini saya tidak mengalami keluhan apa-apa dengan alat kontrasepsi saya.
selebihnya.. terserah anda. šŸ˜€

buat para lelaki pembaca blog saya,
hehehe, episode yang ini judulnya belajar mengenal sisi kewanitaan ya. piss šŸ˜€

salam,
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Satu Tanggapan to “homo juga?”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

comment dulu, baca belakangan. šŸ™‚


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: