percaya

Posted on Agustus 1, 2008. Filed under: 1 |

(mau di lepas ahh…)

percaya
masihkah ada?
masihkah mampu?
masihkah perlu?

aku percaya
tanpa banyak kata
tanpa banyak mau
tanpa banyak keluh

aku percaya
sekali lagi
lagi
berkali-kali lagi

padamu
aku ingin selalu percaya
padanmu
aku ingin selalu mencoba
padamu
aku ingin tak ingin menyerah

aku percaya
entah kenapa
entah bagaimana
entahlah…

aku hanya percaya

***

aku pernah bilang padamu
aku adalah sebagaimana aku ketika di sampingmu
maka aku akan selalu berusaha untukmu
ingatkah kamu?

aku pernah bilang padamu
aku diajarkan tentang cinta yang tak pernah letih
yang selalu memelihara bahkan rela mati
ingatkah kamu?

maka izinkan aku percaya
pada rasa cintaku
tuk sekali lagi
menyambutnya di sisi kita
maukah kamu?

menyambut lahirnya
sang kebenaran
dari jiwa kita
yang kudus
dan terpilih

menyambut lahirnya
sang cahaya
dari rasa kita
yang bersih
dan abadi

ingatkah kamu akan kekuatan itu
yang membuat kita bertemu
dalam rasa dan bukan sekedar raga

akankah ada kekuasaan itu
yang kelak membuat kita bersatu
dalam nyata dan tak lagi maya

aku percaya
selalu percaya
akan kebenaran
akan cahaya

yang akan datang
dari jiwa kita
yang terpilih
dan tersuci

karena aku kamu
karena kamu aku
karena dia kita
karena kita dia

***

tuhan
aku percaya padamu
tanpa banyak alasan

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

9 Tanggapan to “percaya”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

tuhan
aku juga percaya padamu
dengan banyak, sedikit atau tanpa alasan

mualaf?mualaf? mualaf?mualaf?mualaf?mualaf? mualaf?mualaf?mualaf ?mualaf? mualaf? mualaf? mualaf?mualaf?mualaf? mualaf?mualaf?mualaf? mualaf?mualaf? mualaf?mualaf?mualaf?mualaf? mualaf?mualaf?mualaf?mualaf?mualaf? mualaf?

@NS
Bu Anis, maaf boleh bicara ke sdr NS yaaa..
mohon maaf mendahului…
Sdr/Sdri NS, dulu saya meledak ledak kalau
membaca situs seperti punya anda. TEtapi sekarang
saya yakin bahwa sahabat kristen saya tidak
mempunyai rasa kebencian yang mendalam
seperti yang anda tulis….
Rasanya sudah saatnya kita saling menghargai
keyakinan masing masing tanpa harus bertengkar.
Allah menciptakan perbedaan untuk keseimbangan,saling
mencintai.
Sering seringlah mampir ke blog
bu Anis…asyik lho ngobrol sama dia.

@mas datyo sekalian buat @ns juga….

saya jadi inget kisah bersahaja, sederhana namun sangat menghentak nurani ini… yuk sama-sama simak kisah anak TK di kelasnya….

Suatu hari Ibu Guru memberikan pengumuman di depan anak didiknya murid-murid TK Cikal Bahagia..

Bu Guru : Anak-anakku tercinta… hari ini Ibu ingin memberi tugas buat kalian yang sedikit unik tapi menarik… Ibu jamin deh… Nanti kalian sesampai di rumah… mintalah tolong kepada ibumu untuk menyiapkan kentang untuk tugas ini.. kumpulkan kentang-kentang itu dan tulisilah di atas kentang itu nama temen kamu yang hari ini kamu benci… setiap kentang satu nama yah… jadi kalau kamu punya 2 orang berarti kamu mengumpulkan dua kentang. juga yang punya 5 orang yang dibenci, maka tulislah di atas lima kentang nama-nama itu..
okeh…. dimengerti kan… lalu setelah itu, masukan kentang-kentang yang sudah kamu tulis nama-nama temen kamu yang sedang kamu benci itu.. dan kumpulkan di dalam kantong plastik…
truus.. ikat pake karet biar gak jatuh… terus bawalah kentang itu kemana pun kamu pergi… seminggu kemudian bawa lagi yah.. kentang-kentang itu ke kelas ini… dan ceritakan lah ke Ibu pengalaman membawa kentang itu…

Murid-murid TK : Baik bu Guru………!!!

Maka berlarianlah seluruh murid ceria itu dan pulang kerumah masing-masing dengan pikiran polosnya mereka terus meminta tolong ibunya untuk menyediakan apa yang menjadi tugas sang guru itu…

Bayangkan….
anak yang membenci satu orang hanya membawa satu kentang kemana-mana…
anak yang sama sekali gak punya kebencian lebih ringan lagi karena dia gak menulis apapun di kentangnya alias gak bawa kentang kemana-mana

tapi sebaliknya, nasib si toing (bukan nama sebenarnya) yang saat itu sedang membenci 15 orang temennya karena baginya semua 15 orang itu menyebalkan, tidak mau berbagi, tidak mau memujinya kalau sedang pakai baju baru dll..dll…

dia siapkan 15 kentang dengan 15 nama masing-masing anak yang dia benci…
dia bawa 15 kentang itu dan dimasukkan ke dalam plastik…
3 hari kemudian kentang itu mulai membusuk, tapi karena toing sangat menghormati gurunya dan tidak ingin melanggar tugas, dia bawa 15 kentang yang mulai membusuk itu kemana pun dia pergi….

hingga 7 hari kemudian…
saat tugas itu dikumpulkan lagi… siapakah yang paling menderita….???

siapakah yang paling sering mencium bau busuk kentang? tentu semakin banyak kebencian dibangun semakin berbau pula apa yang dia bawa….

ah, itumah dongeng belaka..
tapi bagi saya…
amit-amit… saya bangun kebencian sebanyak mungkin, kepada situasi apapun, kepada siapapun, kepada agama manapun… semuanya akan secara spontan berbalik kepada kita sendiri (silakan dicoba, bagi yang belum merasakannya)
instantly…..!!
beban hidup kita, adalah kita yang membangunnya kok..
maka…
syukurlah buat NS, punya kekuatan yang hebat dalam diri anda, dengan membangun kebencian sebenci-bencinya terhadap agama Islam… Anda sedang membangun neraka buat diri anda sendiri… anda sudah membungkus ratusan ribu kentang busuk dalam diri anda sendiri… dan Anda betah di sana…. wah salut deh saya… jempol diacungkan nih!!

jadi begitu mas datyo…
kedamaian, dan prasangka baik itu danau yang tenang yang menenangkan…. enak kok berenang di sana… dan kita ngumpul aja yuk disana…

gpp, biarkan lah orang lain membangun prasangka buruk dan kebencian demi kebencian… toh kubangan busuk itu mereka juga kok yang memberenanginya dan menikmati hidup di sana… kita gak ikutan kok…

piiiiiis…
maaf yang kalau bang NS tersinggung… sengaja kok..

http://addaani2008.wordpress.com/

@anis
memang otak kita terlalu terbatas untuk menerima segala kebesaran Tuhan. Ketika percaya Tuhan menjadikan kita manusia yang lebih baik dan mulia bagi manusia lain dan alam ini, perlukah lagi alasan?

@kuswandini
ceritanya bagussss, minta izin aqu muat di blog ya

@ramdani
monggo silakan di copy-paste… itu juga bukan cerita punya saya… punya siapa pun yang berhasil menangkap makna agung dibaliknya….

kapan-kapan sowan yah di warung prasmanan blog sy.. alamatnya udah ada kan…
semoga menemukan makanan yang bisa dinikmati….

@jiwamusik
@ns
@mas datyo
@kuswandani
@ramdani1428

wah, seru ya diskusinya. terimakasih dan saya suka sekali membacanya. turut memperkaya saya nih.

hmm, kata orang, kebencian hanyalah cinta yang tak menemukan tempatnya. maka saya tak ingin terlalu membenci, khawatir saya akan berbalik menjadi sangat mencintai yang saya benci. hehehe..
jadi biarkan kebenaran itu tegak dalam diri kita dengan sebenar-benarnya. waktu akan mengajari, hidup akan terus mengungkapkan misterinya.

mungkin sulit bagi kita tuk nyatakan kebenaran dalam keyakinan kita, kadang kita salah cara bahkan dengan menyalahkan cara orang lain. padahal sesungguhnya tidak akan salah kalau kebenaran yang kita yakini itu memang benar.
kesimpulan : mungkin masih banyak yang salah. bahkan mungkin semua pihak masih salah, kalau masih saling menyalahkan 😀

benar tidaknya kebenaran yang kita yakini biar hidup yang akan menilainya. saya menghargai, saya menghormati, saya terus belajar dan saya selalu percaya tuhan tidak tidur untuk kita semua. 😀

@anis 8)
gotcha! wakkkak…. gw demen nie yg beginian ha ha ha 😆

@jiwamusik
hehehe… saya tumbuh kembang bersama semua di sini, mas. jangan lupa itu 😀


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: