kesurupan

Posted on Agustus 3, 2008. Filed under: Islamisasi |

(apa sih ini?)

suatu ketika si mbak pernah datang pada saya, dengan nafas terengah-engah. hari masih pagi, anak-anak baru berangkat ke sekolah, saya masih asyik di depan komputer.
katanya, bu.. kemarin mbak ima – pembantu tetangga yang lain- : kesurupan!
kebetulan majikannya sedang pergi, jadi mbak ima sendirian. trus kesurupan sampai satpam dan ibu bandung (julukan tuk salah seorang tetangga dari bandung) datang menolong. mbak ima teriak-teriak minta kopi dan air putih banyak sekali. duh bu, saya tadinya tidak percaya. jadi apa sih kesurupan itu?

saya sudah menjelaskannya pada si mbak dnegan kapasitas otaknya, saya coba juga bagi di sini ya. dalam kapasitas saya yang terbatas.

seperti saya bilang, setan dan malaikat itu ada dalam diri kita masing-masing. bagi saya itu perlambang dari sisi baik dan sisi buruk kita. sehingga kalau kita bertemu, maka setan-setan dan malaikat-malaikat kita masing-masing ini juga bertemu. 😀

potensi ini di masing-masing kita berbeda tergantung tingkat pemahaman kita, keyakinan kita juga pengendalian kita. bahasa agamanya, tergantung tingkat hubungan kita sama tuhan.

sehingga, kalau kita berpikir setan itu berwujud, maka mewujudlah dia. ini kekuatan pikiran. dan ini tergantung dengan tingkat kecerdasan dan budaya setempat. sebaliknya juga, pada rasa malaikat itu. kalau kita berpikir dia berwujud ya mewujudlah dia.

kalau saya sih cenderung berpikir bahwa itu hanya refleksi saja. ada manusia-manusia tertentu yang dalam banyak hal lebih mampu merefleksikan kebaikan, maka bak malaikatlah dia. sebaliknya banyak juga manusia yang selalu lupa dan mengikuti nafsu sehingga hanya bisa merefleksikan keburukan dalam dirinya, maka bak iblislah dia dalam kehidupan ini. jadi setan dan malaikat ini nyata.

lantas bagaimana dengan kesurupan?

rasa was-was dan cemas itu bisa memicu alam pikiran kita berkembang menjadi membayangkan yang tidak-tidak. nah, kalau ini terus menerus dan menguat, maka ini akan lost atau lepas.
saya pikir wajar kok, kalau lewat kuburan atau mendengar suara-suara aneh maka bulu kuduk kita meremang. kita sendiri telah hidup di masa dan lingkungan yang mana persepsi seperti itu sudah lama dibiasakan. lingkungan turut mengkondisikan kita.

jadi ketika pikiran terus menerus melayang-layang, hati kosong, rasa meremang, ya menguatlah ekspresi aneh atau istilahnya kemasukan itu. bahkan bisa saling mengena satu sama lain atau masal, yang juga sama-sama mengalami kekosongan pikiran dan meremang demikian.

dalam banyak fenomena, hal ini melahirkan kesurupan. tapi jangan salah loh, di beberapa kasus malah melahirkan semacam tindak psikopat, bunuh diri, dst-dstnya. pikiran buruk menguat dan merusak citra diri. apalagi jika ditambah dengan sugesti dari pengalaman nyata atau eksternal, makin jadilah.

kyai pernah berkata pada saya, jangan dibawa pikirannya kesana. maknai lebih dalam. saya juga dilarang ikutan rukiyat (?) masal gitu. yang katanya untuk mengusir setan dan jin, sempat trend deh.

saya ya langsung ngeh. itu masalah kekuatan pikiran. kalau kita dikondisikan demikian, maka menjadilah kita demikian. karenanya kita hanya perlu menjadi diri sendiri dan terus konsentrasi pada apa yang kita yakini. kita menjadi sebagaimana keyakinan kita.

ya iyalahhh.. saya jadi islam karena keyakinan saya kan? bener tidaknya islam saya juga tergantung sejauh mana keyakinan saya. ini ukurannya bukan pada dalil-dalil saya, tapi pada ekspresi yang saya lahirkan. dan waktu akan menceritakan dan membuktikan kedalaman ekspresi berislam saya itu.

lah, bagaimana dengan kawat yang tumbuh dari tubuh ibu-ibu itu?

sekali lagi, saya sih kembalikan semua pada tuhan. semua dariNya dan kembali padaNya.

saya ga mau masuk dalam alam pikiran bahwa itu guna-guna dsbnya. saya akui itu tidak biasa, cermin ada orang yang tidak suka padanya, atau dendam dsbnya. tapi itu tentu tidak akan terjadi kalau kita sendiri tidak membenarkannya asal-asalan. selama kebencian itu tidak terbukti secara nyata, ya sudahlah.

mari bersabar dan tawakal dalam berinteraksi dengan sesama. berakhlaq yang baik tuk meminimalis kerumitan dalam pergaulan.

hentikan potensi pikiran buruk itu dalam diri kita, kembalikan lagi semua rasa dalam hidup ini pada tuhan.

suatu ketika, teman sekantor suami saya pernah mengalami hal-hal aneh. westafel rumahnya bisa jatuh dengan sendirinya, istrinya sakit muntah-muntah darah tanpa sebab dan tiba-tiba di lemari banyak belalang. teman itu sendiri sampai beberapa kali kecelakaan dstnya. konon, setelah ditanya, katanya itu kiriman. ada yang sentimen dan tidak ingin beliau dapat promosi di departemen itu.
saya cuma bisa mbatin, hari geneeh?? masa’ sentimen karir pake mistik sih? mbok pake nalar deh berlomba saling berprestasi. itu lebih ajeg dan lebih berkelas. ini menurut saya 🙂

hmm, hidup memang pasti ada yang suka dan ada yang ga suka.

maka sudahlah, kembalikan lagi pada tuhan. tidak terjadi jika tidak tuhan kehendaki. dan terjadi bila tuhan yang mengkehendaki. itu saja. saya tipe yang ga mau mengada-ngada. resiko begituan bukan resiko saya, jadi saya juga tidak akan dimintai pertnggungjawaban dari apa yang diperbuat oleh orang lain. maknai saja, kalau saya memang belum berhak atas karir dan saya harus lebih kerja dengan keras demi prestasi yang lebih baik. itu saja.

kejahatan tidak harus dibalas lagi dengan kejahatan.

tuhan akan menjaga siapa saja yang menjaga Dia.
dan saya yakin tuhan tidak tidur.
mereka mungkin bisa mengelabui saya
tapi mereka tidak akan pernah bisa mengelabui tuhan saya.

jadi..
saya nih lebih banyak sibuk mengendalikan diri saya sendiri deh
hidup saya menjadi seperti sibuk di luar dan sibuk di dalam
saya ingin bisa banyak berkarya tuk sesama dan indonesia
dalam sibuk di dalam dan di luar ini, hehehe 😀

mari balance saja antara hati dan pikiran
kita juga tidak bisa menghindar jika tuhan menghendaki terjadi pada kita. kembalikan sajalah hidup ini pada sang empunya hidup ini sendiri
Dia kuasa atas segala sesuatu
dan Dia meliputi segala sesuatu

jangan pula terlalu berlebihan rasa percaya diri
toh, kita tetap manusia yang bisa lupa. maka semoga kalau lupa kita ingat tuk kembali berserah padaNya. sesungguhnya kita lemah dan kekuatan kita selama ini hanya dariNya
mari seimbangkan lagi diri lahir dan batin, jasmani dan rohani

bacaan-bacaan atau ayat yang diyakini bisa mengusir gangguan demikian, sesungguhnya hanya seperti sugesti. semua kembali pada sejauh mana kekuatan dari keyakinan kita. tapi ayat-ayat itu memang bisa membantu mengembalikan konsentrasi kita pada tuhan. atau di sebagian orang malah diucapkan disetiap awal hari beberapa kali. ya sekali lagi, itu demi membiasakan berkonsentrasi pada rasa bahwa tuhan itu ada

ini hanya seperti tips dari saya.
saya sendiri tidak tahu
karena hanya Dia yang maha tahu

maka siapa sih manusia itu?
kalau ternyata dia hanyalah makhlukNya yang begitu lemah
yang jika tanpa Tuhan berkenan ada didalam hatinya
hanya kehancuran demi kehancuranlah hidupnya
baik bagi diri sendiri maupun bagi banyak sesamanya

tuhan..
engkau yang tidak pernah tidur
engkau yang tidak pernah lengah
kuserahkan jiwa dan ragaku padamu

hidupku
matiku
tidurku
terjagaku
untukmu

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

3 Tanggapan to “kesurupan”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

karena rasa kesadarannya itu melayang2 dan mengakibatkan menjadi kosong pada jiwa dan hatinya.karena sang Ingsun tdk berada didalam sangkarnya.

Sugesti. Sugesti yang kuat pada sesuatu bisa menimbulkan sesuatu yang tak terduga. Dalam kasus kesurupan gampangnya adalah paranoid berlebih terhadap hal-hal gaib yang justru sebenarnya kesurupan adalah ekspresi ketakutan itu sendiri.

Soal ‘kirim-kiriman’ . Konon rumah saya pernah mengalaminya. 😆

@langit jiwa
@Lemon S.Sile
betul.. katanya dengan mengatasi ketakutan dalam diri kita sendiri, kita sesungguhnya memperbesar “wibawa” kita. dan kalau “wibawa” kita itu lebih besar dari sang jahat, yang jahat ya mental! ini seperti persoalan penguasaan energi tingkat tinggi. monoteis/tauhid dimata saya merupakan satu cara menguasaan energi tingkat tinggi juga. seperti “ingsung” yang dimaksud mas langit tea.


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: