kaget

Posted on Agustus 23, 2008. Filed under: Indonesiana |

(masih inget cerita ttg mas presiden saya? dilanjut yaa..)

secepat saya letakkan sepeda di halaman istana, saya langsung menuju ruang mas presiden saya. pada ajudan dan paspampres tak bisa melarang apalagi mencegah. ibu negara toh?? πŸ˜›

mas presiden yayang itu malah sudah siap menyambut saya dengan tangannya yang terbuka. kami kan sedang dalam masa mediasi nih, saya sedang gugat cerai doi.
– my dear, dont u know how much i miss u. oh, honey..
dengan wajah sumringah, mas presiden mau mendekati saya
– eeitss… mas jangan deket-deket!
saya melotot.
mas presiden sadar diri, ini masa mediasi. harus jaga sikap!
– mas, baca deh. ini apa-apaan sih mas?? saya tuh sampai di tanya sama ibu-ibu di dekat kost-an saya. kata mereka, jeng ibu negara.. masnya suka ditepuki tangan melulu yaa?? emang ulang tahunnya kapannnn??
saya memberi koran berisi rekaman pidato kenegaraan mas presiden di depan anggota DPR dan doi tersenyum (sok) bijaksana.
– ooooo.. dik anis sayang, sebagai orang ngetop ditepuki tangan itu hukumnya wajib. kalau ga ditepuki itu tanda ga ngetop toh, dik..?!
– mas, pengen ta’tendang deh.. men sadar!
– dik anis, ojo emosiiii. sebagei ibu negara jaga sikap toh nduk. tendang-tendangannya di kamar saja. yo po ra?
– geuleuh!
saya melotot.
– lah, setting ceritanya orang jawa apa sunda toh dik?
πŸ˜›
– gini ya mas.. mbok jangan narsis. saya nih ga akan lupa kelakuannya mas.
– narsis itu opo sih dik? saya nih orang dulu, ga tahu istilah narsis-narsisan. yang saya tahu, itu adalah bagian dari kampanye. kampanye itu adalah bagaimana kita bisa menjual diri dan kemampuan kita. dan kita harus menunjukkan kalau kita ini layak. terutama program-program keberhasilan kita.
– berhasil apanyaaa???
– lah, kata jubir, negara kita ini no 20 apa gitu.. dengan pendapatan cukup baik dik.
wajah mas presiden serius dan mengangguk-angguk.
– bagaimana bisa mas? orang miskin banyak di jalanan tuh!
– eee… dik anis jangan mencibir begitu. justru adalah dengan begitu, maka mas mu ini akan mengelontorkan lebih banyak program yang bisa menaikkan pendapatan. kita harus bisa memberi keyakinan pada para investor kalau negara kita ini baik dan aman serta stabil tuk iklim investasi. dan pasti..
– mas, mas.. 1 + 1 sama dengan berapa mas?
– haduhhhhh dik anis, kita ini kan sudah lama bersama. masa saya ditanya begitu sih??
– justru karena sudah lama bersama, saya jadi mau tahu.. harusnya dulu sebelum nikah, mas dites matematikanya.
– ooo, mas mu ini pinter dik. lulusan terbaik, presiden yang doktor toh? begini dik, 1 + 1 itu, bisa dimaknai dari banyak aspek. pertama yang bisa kita upayakan adalah bagaimana…
– aaaarghhh!!!! mas, denger ya. saya ga akan lupa, soal listrik yang byar pet, saya ga lupa soal lapindo, saya ga lupa soal bbm, saya ga lupa mas yang plintat-plintut, saya ga..
gemesssss…
– dik dik dik.. dik anis saabr dong sayang. saya ini suami. saya ini pemimpin dik anis. kita belum resmi bercerai toh? saya masih presidennya dik anis toh? mbok mikul dhuwur mendem jero.. dik anis harus belajar falsafah hidup.
– mas.. sebagai sesama manusia, saya bisa maafkan semua salah mas, tapiiiii… saya ga akan lupakan. wong kalau dilupakan terus, kapan kita mau maju??
– lah, lupa itu kan memang ada yang tidak boleh, tapi juga ada yang boleh. lupa soal kelakuan saya itu termasuk yang dibolehkan dik..
– what? kalau gitu, lupa kalau saya ini dik anisnya mas presiden juga adalah lupa yang dibolehkan. deal?
– dik, mas mu ini ada batas sabarnya loh. saya nih lelaki normal. saya boleh poligami dik. dik anis tidak takut masnya poligami?
– cerai dulu, kawin lagi sono!
– e, ndak bisa donggg. sebagei presiden dan ibu negara, kita ini harus senantiasa terlihat harmonis. mas mu ini sampai bikin lagu tuk keharmonisan kita toh. rinduku padamu.. selalu..
– cape deh mas..
– kok cape? apa para ajudan tidak melayani dengan baik? kalau perlu mas panggil nanny 911 tuk jaga dik anis tersayang?
– buat jagain mas aja sono!
– dik, mas mu ini justru ga akan lupa dengan dik anis yang manis. yang bikin mas ini sampai mendaki gunung dan mengarungi samudra tuk menikah dengan dik anis. lobbi politik tingkat tinggi tuh dik. lah, kenapa sekarang dik anis jadi pemarah? mas inikan sedang bertugas demi negeri tercinta. dik anis seharusnya bangga. kita semua wajib berbangga dik. negeri kita ini, bersama pasti bisa. ayo dik anis, bersama kita bisa!
– saya ga mau tepuk tangan!
– dikkkk…..
saya pergi lagi deh.
tinggalkan mas presiden saya yang masih dan masih saja begitu. dia mau membuat saya lupa? sesungguhnya dia malah selalu membuat saya mengenang bagaimana dirinya sesungguhnya. πŸ˜›

maaf saja buat ibu-ibu tetangga di lingkungan dekat kostan saya. mungkin mereka benar, mas presiden setiap harinya ulang tahun. maunya ditepuki tangan terus menerus.

hmm, saya harus mulai memikirkan masa depan nih.
positif, saya akan bercerai dari mas presiden saya.
meski tidak disukai tuhan tapi cerai tetap dibolehkan toh?
demi ke-mash-la-hat-an!
maka saya mau nikah lagi ahhhhh.. hehehe πŸ˜›
saya ga mau selingkuh. saya mau langsung menentukan pasangan saya yang baru. tapi sama siapa yaa? wajahnya yang ada masih yang itu-itu saja. indie label? indie yang itu masih sama secara substansi dengan yang selama ini, masih retorika. 😦

tapi sepertinya saya belum siap menikah lagi deh, trauma sama si mas presiden. eneknya masih berasa banget. saya mau koalisi saja ah.
yang aman tuk wanita seperti saya yang mana yaa? yang tidak menimbulkan gosip. saya kan wanita biasa-biasa saja. dengan atau tidak bersama si mas presiden, saya aslinya ya biasa-biasa saja kok. hmm, sama si ibu itu? pastinya sih ga akan menimbulkan gosip. aman deh buat saya, tapiiii…… ibu-ibu euy. tapi saya sendiri ibu-ibu nih..

sudahlah. saya ga mau repot. indonesia emang suka dadakan. maka nanti saya akan hitung kancing saja deh. kalau perlu hompimpa atau suit jepang.
hmm, cari pemimpin kok kaya main-mainan yaa? hahaha πŸ˜€

terakhir merem deh.
kalau tepat, itulah yang terpilih
kalau meleset, ya jadi kartu rusak, alias golput lagi, golput lagi. hihihi.
santai sajalah… πŸ˜€

saya paling suka bersepeda sore-sore,
di bawah gerimis, menikmati jalanan basah
yakin akan kebaikan yang pasti menjelang
walau suka mendadak..
dan mengagetkan
πŸ™‚

terbayang kata tuhan : surpriseee…!!!
tuhan kok sama isengnya sama saya ya? pisss ah.. πŸ˜€

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

3 Tanggapan to “kaget”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

haduhhhhh dik anis, kamu ini lhoh… iseng aja bisa bikin ter-pingkel2 hua ha ha ha… πŸ˜†

harrii gene ngomongin angka?? wah2.. bisa2 berabe lhoh (sambil geleng2, seriyuus), bisa2 buat bahan tebak2an orang2. Ya iya laah…. nebak bisa tepat juga siih, meskipun sukanya meleset, eh… maksudnya TERpeleset ding, kayak Suster Apung itu lho.
Nah loh, kalo dah gini sakit khan?! Boleh nangis deh… nangis… tapiiiii…. siapa yg ga akan lupakan kisah biasa2 aja ini??

hahahahahahahaha….
iso’ ae sampeyan iku buk…

@JM
@mas datyo
saya cuma iseng aja kok mas-mas.. daripada dibawa serius melulu, lebih baik dinikmati saja mas presiden kita itu. sejenak tapi tak untuk selamanya. hehehe πŸ˜€


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: