redup

Posted on Agustus 29, 2008. Filed under: 1 |

(blue..)

saya suka memandang langit
menghitung bintang
bermandikan cahayanya

sampai suatu ketika
saya melihat sebuah bintang
meredup di ujung sana

awan hitam mengelayuti
badai silih ganti menutupi
langit kelam tak mau pergi

semua bintang di langit
pernah digelayuti gelap
pernah pula didera badai, senyap

semua bintang pernah demikian
hingga akhirnya gelap sirna
dan kembali bercahaya, kilap

atau malah sebagian terhilang oleh waktu?

maka untuk bintang yang satu ini
dialah bintang yang masih nyata tuk hari ini
yang saya tatapi malam demi malam ini

seandainya saya bisa membuatnya kembali bercahaya?

bintang itu..

bintang yang masih boleh ada hari ini
adalah bintang yang sederhana
dari seorang yang terpilih
tapi bukan dari mereka yang diwariskan sejarah

dia yang sahaja
bahkan dicela
pedangnya berdarah
dijadikan bahan tertawa

dia yang marjinal
dari mereka yang binal
tapi merubah dunia
dengan prilaku mulia

dia menorehkan sejarah
bukan yang warisan
tapi lembar baru
dan demi lebih utuh

ttg hidup manusia
yang penuh warna
tak ada yang salah
hanya perlu di tata

maka menata adalah wacananya..

saya suka memandang langit
menikmati bintang
bermandikan cahayanya

sampai suatu ketika
saya melihat sebuah bintang
meredup di ujung sana

seandainya saya bisa membuatnya kembali bercahaya?

tuhan,
bawa aku arungi langitmu
untuk menghampiri bintang itu
singkapkan gelap yang mengelayutinya
halaukan semua badai yang menutupinya

hingga terangnya kembali
memendar sampai ke bumi
membuat semua yang merindunya
bahagia kembali oleh cahayanya

dan tuhan..
izinkan aku tetap langitmu
menari dan melompat-lompat kecil
dari satu bintang ke bintangmu yang lainnya

hup.. hup.. hup..

ah, tuhan..
biarkanlah semua yang di bumi bahagia
kembali menari bermandikan cahaya
dari semua bintang-bintang yang boleh ada

untuk semua mereka yang dinamakan nabimu
utusanmu, kekasihmu, walimu bahkan dirimu
aku menyayangi mereka semua
sebagaimana mereka dibacakan untukku
dan sebagaimana mereka menjadi bintang di langitku
izinkan aku memelihara terangnya di hatiku
agar menjadi cahaya yang tak pernah redup
meski awan hitam, badai legam, dan langit kelam

***

seandainya saya bisa membuatnya kembali bercahaya..?
ah, ternyata saya terlalu kecil untuknya yaa..
maafkan saya..

atau semua bintang bisa bersatu dengannya?
mandikan bumi dengan cahaya di atas cahaya?
dan maka cahaya megah itu adalah engkau yang esa?

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: