kutipan : Jerman Mulai Curigai Para Mualaf

Posted on September 7, 2008. Filed under: islam indie |

di bawah ini, memang berita lawas. tercatat 12 Sep 07. tapi tetap cermin dari sebuah keadaan yang masih harus diperhatikan dengan seksama sampai hari ini.

yang daripadanya, semoga bisa dimengerti mengapa saya pernah ngotot selalu menyebut diri sbg mualaf. piss.. πŸ˜€

karena sejatinya persoalan mualaf di masa kini tidak semudah dan sesederhana ketika istilah mualaf itu sendiri dilahirkan. saya harus berani menyatakan diri sbg mualaf yang MANDIRI … demi semua mualaf bisa mandiri dalam keberagamaannya di tengah persoalan islam yang tak henti-hentinya berbau perbedaan dan melahirkan perpecahan.

inilah sejatinya dinamika persoalan seorang mualaf yang tidak sekedar istilah..

maaf ya.. kalau saja semua bisa melihat dari mata saya (kami) yang sejatinya mualaf itu sendiri. bahwa kami harus tetap belajar islam, kami harus tetap menjalani syariat islam, tapi kami tetap tidak boleh kehilangan kedamaian dalam berislam sebagai sebuah pilihan terbaik kami -secara pribadi- dalam berkeyakinan. karena bukankah beragama tuk menjadi pribadi yang semakin baik? bukan tuk turut memecahbelahkan?

maka izinkanlah saya tetap menyebut diri sebagai mualaf demi turut menjawab persoalan kami sendiri sebagai mualaf. atau anda -yang sudah lama islam- bisa selalu perduli dan menjawabkannya tuk kami? bukankah tuk memberi zakat di saat kami membutuhkannya di awal keislaman saja, anda kadang tidak benar-benar menyadari? dari awal, saya adalah mualaf yang memilih tuk independen dalam keberagamaan saya πŸ˜€

sesungguhnya ini juga yang terjadi dengan para mualaf di indonesia, mulai terbawa arus mempolitisir agama, terbentuk oleh lingkungan yang semakin keras membawa keberagamaan yang penuh formalitas ke ruang publik indonesia. dakwah-dakwah para mualaf ini sudah mulai tidak jernih dan kehilangan semangat pencarian akan kebenaran yang hakiki.

demi semua agama yang saya yakini sebagai sumber kedamaian. selamat menikmati, mari saling mengisi dan berbagi.. demi damai sejati di muka bumi.. πŸ˜€

*****

Jerman Mulai Curigai Para Mualaf
http://www.eramuslim.com/berita/int/7912185653-jerman-mulai-curigai-para-mualaf.htm

Penangkapan dua mualaf Jerman yang dituduh merencanakan serangan terorisme belum lama ini, berdampak kehidupan para mualaf lainnya di negeri itu. Para mualaf itu kini diawasi dengan ketat, bahkan ada kelompok-kelompok yang memanfaatkan isu ini untuk mendapatkan keuntungan politik.

Kondisi ini mengundang keprihatinan Stefan Reichmuth, seorang profesor di bidang studi Islam, Universitas Ruhr di Bochum, Jerman. Pada Deutsche Welle ia mengatakan, “Anda tidak bisa mengatakan bahwa berpindah agama ke Islam secara implisit membawa kecenderungan seseorang menjadi radikal, ” ujarnya.

Menurutnya, kemungkinan orang-orang dekat di lingkungan para mualaf itu yang membuat mereka menjadi radikal. “Perubahan jarang terjadi secara sendirinya. Perubahan biasanya terjadi dalam konteks karena pertemanan, lingkungan atau jaringan yang ditemui oleh seseorang setelah mereka berpindah agama, ” papar Reichmuth.

Seperti diberitakan, pekan kemarin aparat keamanan Jerman mengumumkan telah menangkap tiga orang termasuk dua orang Jerman yang baru memeluk agama Islam, dengan dugaan merencanakan serangan ke bandara internasional Frankfurt dan sebuah basis militer AS di dekat bandara itu.

Setelah penangkapan itu, menteri dalam negeri Jerman yang akan dicalonkan menjadi perdana menteri GΓΌnther Beckstein menyarankan agar dilakukan pemantauan terhadap warga Jerman yang menjadi mualaf. Menurut data kementerian dalam negeri Jerman, saat ini ada sekitar 15. 000 sampai 40. 000 warga Jerman yang berpindah agama ke Islam. Bahkan diperkirakan jumlahnya lebih besar dari data resmi, yaitu antara 60. 000 sampai 80. 000 orang Jerman yang menjadi mualaf. Jerman sendri memiliki sekitar 3, 2 juta warga Muslim yang kebanyakan berasal dari Turki.

Terkait saran Beckstein, Ketua Liga Muslim Jerman Michael Muhammad Abuh Pfaff menyatakan bahwa saran untuk memata-matai para mualaf di Jerman hanya untuk menarik simpati politik.

Ia menegaskan, hanya segelintir mualaf saja yang memiliki pandangan-pandangan yang radikal. “Dari semua mualaf di Jerman, kita hanya membicarakan sekitar 25 atau lebih mualaf yang masuk dalam katagori radikal, ” kata Pfaff, 42, yang masuk Islam pada usia 18 tahun.

Pernyataan itu dibenarkan oleh Reichmuth. Ia mengungkapkan, kebanyakan yang masuk Islam adalah kaum perempuan Jerman yang menikah dengan Muslim dan pandangan-pandangan radikal hampir tidak pernah terjadi pada kaum perempuan Jerman yang pindah agama ke Islam.

Pfaff menambahkan, faktor utama munculnya sikap radikal di segelintir warga Muslim adalah faktor ketidakadilan dan itu bisa terjadi di kalangan agama apa saja. Ia mencontohkan kasus Gudrun Ensslin dari kelompok Tentara Merah, salah satu kelompok teroris yang melancarkan aksi “Autumn of Terror” 30 tahun yang lalu.

Ensslin, kata Pfaff, adalah anak perempuan dari seorang pastor beragama Protestan yang menjadi radikal setelah bergabung dengan kelompok kiri yang tidak puas dengan kondisi masyarakat Jerman.

Pfaff menegaskan, kebijakan memata-matai para mualaf di Jerman hanya akan memicu sikap Islamofobia. “Orang Turki bisa saja kembali ke Turki, orang Mesir kembali ke Mesir. Tapi buat kami, para mualaf, Jerman adalah rumah kami. Itulah sebabnya saya memiliki keinginan khusus untuk melihat bahwa hak-hak kami juga dilindungi, ” tukasnya. (ln/iol)

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

12 Tanggapan to “kutipan : Jerman Mulai Curigai Para Mualaf”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

Dari mana sih sebenernya asal mula radikal itu? aku curiga..jangan2 ini bentuk propaganda dari kaum2 yang membenci islam, kan jelas2 Rasul gak pernah mengajarkan kekerasan ya

Btw, yang islam dari lahir kan bukan berarti gak perlu belajar islam lagi mbak πŸ˜€

@ronggur
wah, mas.. kita jangan biasakan selalu mencari kambing hitam deh. itu penyakit bangsa kita yaa? banyak loh kasus salah tangkap yang akhir-akhir ini terungkap, hehehe… πŸ˜€

obyektif -dalam sejarahnya, islam sendiri sudah mulai terpecah begitu muhammad wafat.

radikalisme memang hampir ada di semua agama, apalagi setelah ditinggal nabinya. ini terjadi ketika agama itu mulai berselingkuh dengan kekuasaan. seperti juga ketika gereja bersekutu dengan raja. islampun demikian, terutama ketika islam sudah dijadikan legitimasi oleh kekuasaan.

maka kalau kita meyakini semua agama adalah sumber kedamaian, -terlebih agama kita-, ya mandiri deh dalam beragama. agar tidak dipolitisir, tidak dimanipulasi dsbnya.

soal belajar islam, ya kita sama-sama aja..
saya tetap kudu banyak belajar nih sama semua yang sudah lama islam. terutama islam di indonesia yang dari dulu terkenal toleran dan damai. mana ya islam indonesia yang kabarnya toleran demikian?? πŸ™‚

@semua
teman saya terkaget-kaget menemukan saya bisa-bisanya buka situsnya eramuslim. hahaha.. dia tahu persis, saya relatif sangat ga “tune in” dg eramuslim.

hehehe.. emang.
artikel ini saya dapat dari googling ttg mualaf. dan saya ini demokratis. artinya, saya boleh saja mengutip berita tsb dari eramuslim, tapi bukan berarti sikap saya sama dengan mereka dalam menyikapi berita ini. gitu ga sih?

salam demokrasi!

Alhamdulillah…

Bersyukur atas pencapaian Muslim di Eropa, semoga Eropa dapat kita taklukkan dan pancung semua kafir disana

@Ajaran
hah? pancung?
wah, salah alamat ga nih mas??
tadi saya dari blognya, sepertinya mas ini sangat kritis. itu bagus loh. tapi….. dg berbicara pancung begitu, sepertinya si mas ini harus lebih sedikit relaks kali ya dalam melihat fenomena kehidupan ini. supaya lebih jernih aja.

ini cuma usul loh, maaf kalau kurang berkenan yaa. mari berdamai dengan diri sendiri dan siapa saja.
salam kenal.. πŸ˜€

@Menggugat Mualaf, maaf jika saya katakan bahwa anda hanya seorang mualaf! Anda tau sendiri posisi anda dalam Alquran tidak sejajar dengan kami yang sejak lahir sudah menjadi ISLAM!
Saya menghargai kesediaan anda untuk menjadi muallaf dan memeluk Islam, tapi anda tidak berhak banyak berkoar tentang semangat Islam yang sebenarnya.

Pemahaman Islamiah anda yang banyak tetek bengek dan kedudukan anda dalam agama Islam yang sebenarnya terpinggirkan dalam Alquran seharusnya membuat anda tahu diri!

Islam adalah amanat Nabi tercinta Muhammad SAW dan akan tetap kami perjuangkan untuk menegakkan syariah di muka bumi ini dan menghancurkan para musuh2 Allah, at any cost! Bahkan pancung kafir jika perlu, itulah Islam!!!

@ajaran
hmm.. saya minta maaf tuk telah ‘lancang’ atau tepatnya ‘merdeka’ dengan blog pribadi saya ini, tuk menyatakan kebebasan saya dalam berpikir dan berbicara. sebagaimana para boggger pada umumnya.

yang jika anda tidak berkenan, ya silakan tuk jangan ke sini.. maaf- tidak bermaksud tuk mengusir. ini demi kenyamanan anda pribadi. πŸ™‚

tapi kalau boleh saya sedikit saran. bagaimana jika sebaiknya sebagai muslim anda jangan semakin memecah belah? sebagai mualaf saya tidak sendirian. kalau saya yang dihina, ya saya terima, dari awal ini hanya blog pribadi. lah, bagaimana dengan banyak saudara saya yang juga mualaf dan memiliki proses tumbuh kembang dalam berislam yang mungkin kurleb sama dengan saya? penuh tanya dan pendapatnya sendiri. yang saya yakin itu bukan karena tidak kuat iman, tapi proses alami yang memang lazim dialami demi lebih mengintegrasi dalam berislam.

maaf ya, pernyataan anda membuat islam itu menakutkan.
padahal sepemahaman saya, yang menurut anda hanya mualaf dan terpinggirkan ini, islam TIDAK demikian.

so? kalau mau terus disini, mari belajar saling menghargai, saling menginspirasi dan bukan berbagi dengki.
atau silakan angkat kaki demi anda nyaman dalam hati, bagaimana?
tolong ingat : saya tidak memaksakan apapun di sini.
gitu ga sih?

salam hangat πŸ™‚

@ Menggugat Mualaf

“radikalisme memang hampir ada di semua agama, apalagi setelah ditinggal nabinya. ini terjadi ketika agama itu mulai berselingkuh dengan kekuasaan. seperti juga ketika gereja bersekutu dengan raja. islampun demikian, terutama ketika islam sudah dijadikan legitimasi oleh kekuasaan.”

whaaaduuuuhh…dari mualaf sudah jadi doktor perbandingan agama nih dari komentarnya

mau nanya nih mbak:
Memangnya Yesus mengajarkan murid2nya untuk radikal sama seperti radikalnya pengikut muhammad?

kurang jelas ya mbak?

Nih saya pertajam lagi:

Memang Yesus pernah menyuruh murid2 dan pengikutnya untuk mengangkat pedang dan membunuhi non Kristen apabila mereka memerangi agama Kristen?

Janganlah mbak sok tahu komentar ttg agama lain kalau agama dulu cuma KTP dan dan agama sekarang baru belajar.

Agama Kristen mengalami masa kekelaman memang setelah agama dan kekuasaan, tidak dipisahkan. Tapi bukan berarti Yesus menyuruh orang kristen menjadi radikal seperti Allahnya Islam menyuruh muslim membela agamanya sampai mati.

Dalam Kristen tidak dikenal “pembela agama” apalagi “pembela Tuhan”

Adalah hal yg auzubilleh anehnya bagi orang Kristen jika Tuhan masih memerlukan pembelaan.

>>Ini yang membuat radikalisme Kristen dan Islam beda.<<

Radikal Kristen itu tidak punya akar theologinya. Murni hasrat manusia untuk menguasai.

Radikal Islam itu ada akar theologisnya. Mbak pasti pernah mendengar kalau Islam bakal mendominasi bumi kan?

mengenai Jerman mencurigai Mualaf ya iyaaalah

Memangnya muslim gak curiga kalau ada murtadin berkoar2 ttg agama barunya dan bilang agama barunya akan menggusur agama lamanyaa?

BTW, sudah untung cuma dicurigai, bayangkan jika murtadin berkoar-koar di arab saudi?

dalam perbedaan ini, masing2 memiliki argumen untuk memperkuat keyakinannya. dan saya tidak merasa perlu mengeluarkannya di sini. cukup untuk menambah keyakinan saya sendiri dan menyuburkannya untuk mengukur kedekatan saya pribadi dengan Tuhan.
kalau ada 10 hal yang bisa kita kerjakan/pikirkan. ternyata 7 hal kita sepakat dan 3 halnya berbeda. maka sebetulnya kita membicarakan dan mengerjakan yang 7 saja belum tentu selesai karena belum tentu cukup umur kita.
jadi ngapain kita ngabisin waktu menyamakan 3 hal yang berbeda, sementara kita bisa bekerja sama untuk 7 hal yang sepakat. mungkin dengan kita membicarakan hal-hal yang sepakat kita bisa membuat suasana yang kondusif. suasana ini menghantarkan kita secara perjalanan batin bisa bertemu dengan Tuhan.

@jephman
dan siapakah anda bang jephman?
seorang manusia yang sedang haus tuk memuaskan hasrat kemanusiaannya atas agamanya?
yang tuhannya sendiri bahkan tidak mengajarinya?

hehehe, jika tidak setuju dengan banyak hal tentang saya di sini, secara pribadi saya minta maaf kalau menyarankan agar bang jephman sebaiknya angkat kaki saja dari sini..
demi damai hati bang jephman..
saya doakan selalu kedamaian itu tuk semua di sini..

salam hangat bang..
sukses selalu ya πŸ˜€

@kang trend
harusnya memang demikian kang.
pada akhirnya tetap tersisa sekian dan itu sedikit sekali, tuk kita tetap boleh berbeda. dan padahal kalau saja disadari, kita punya sekian lainnya bahkan jutaan jumlahnya tuk bersama dan bahagia semua.
itu yang sering dilupakan bahkan sengaja diabaikan..

waduh saya terlambat lagi….
Blog sampeyan di monitor saya tidak tampil
penuh sih, kepotong sebelah kanannya.

oya saya tadi pengennya tertawa baca
komentarnya mas Ajaran….

bentar ketawa dulu :
Huahuahuahauaha….

Saya menertawakan diri sendiri,
bukan menertawakan mas Ajaran.
Kenapa ?

Lah iya…
Saya ini Islam sejak lahir tapi baru bisa sholat
kelas 3 SMp, sampe sekarang masih belum
menjalankan Islam dengan baik….
Pokoknya saya ini cuma kecoak kecil di mata Allah.
Tapi sungguh mati, saya pasrah dan cinta saya kepadaNya
tidak bisa ditawar lagi.
Cinta pol polan…

Betapa lucunya kalo dikatakan bahwa
Islam saya lebih baik dari buk Anis…
seperti yang dikatakan mas Ajaran…

kekekekekekekekekekeke….

@mas Datyo
islamnya mas datyo ya jelas lebih baik dari saya lahhh… πŸ™‚
terbukti selama duluan jadi muslim, mas datyo ga pernah berpikir yang duluan muslim jadi arogan pada mualaf kan?
itu tandanya.. mas datyo sudah mengamalkan nilai islam jauh lebih mendalam dari sekedar menghafal teks-teks islam saja. gitu ga sih mas?


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: