mabuk

Posted on September 8, 2008. Filed under: islam indie |

(berbagi kejujuran nih..mumpung puasa, hehehe :D)

sebagai orang yang terlahir di keluarga cina, maaf yaa.. dulu, saya terbiasa dengan tradisi minum wine di malam imlek atau malam tahun baru. sebut saja jenis XO, brandy dan johnny walker. atau kadang lebih ringan seperti red wine dan white wine. atau kadang juga sake, kalau pas ada. tuk jenis XO, johnny walker dan brandy, biasanya di minum dg campuran es dan coke.

hehehe.. itu tradisi. bukan tuk mabuk-mabukkan loh.
itu hanya tuk teman kongkow-kongkow ditemani kacang kulit. konon katanya lemak dari makan kacang kulit itu lumayan membemper tubuh agar tidak cepat mabuk.

nah, kalau ditanya apakah saya pernah mencicipi semua itu? jujur saya jawab : ya pernah laaaah… 🙂
karena bukan papa saya namanya, kalau tidak suka memberi pengalaman yang seru pada anak-anaknya. kadang saya dan papa saya berdua main catur, sambil minum bir. angker bir tea. satu sampai dua gelas ukuran 250ml, saya ga papa kok. maksudnya ga mabuk.. hehehe 😀 saya sekitar kelas 3 SD tuh.

belum lagi, saya nih dari kecil, badannya suka tiba-tiba pingsan dan tiba-tiba gemetar kedinginan gitu. maka ibu saya kadang memberi saya red wine atau white wine agar tubuh saya kembali menghangat. setengah sampai satu sloki cukup tuk buat tubuh saya hangat kembali. 🙂

malah pernah nih, disuatu malam imlek, kami semua merayakannya di rumah paman. biasanya di rumah saya, karena papa anak paling besar. ibu saya terbiasa membedakan gelas minuman tuk wine itu dengan gelas minuman coke tuk anak-anak. kali itu, karena di rumah paman, jadi tante saya tidak membedakan hal-hal begitu. maka kami yang anak-anak minum coke, mereka yang dewasa minum XO dengan campuran coke dengan gelas yang sama saja. tentu keduanya pakai es batu.
berhubung listrik di lampung itu suka byar pet, tiba-tiba saja lampu padam! dan sepersekian detik lampu akan padam, saya pas akan mengambil gelas coke saya. dan itu ternyata salah ambil! saya mengambil yang isinya cuma XO dan es batu saja. dan karena pikirannya itu coke, dalam gelap itu saya ya minum dengan semangat. sekali teguk besar gitu, glek!! hoaaaaaaaaaaaaahhhhh….!!!
rasanya puanas bangetssssss..
hah.. huh.. hah..!!
untung dalam gelap itu, papa saya segera menyadari keadaan. saya diberinya sesendok minyak makan, dan ya sudah. enek dan muntah-muntah. selebihnya, bukan mabuk ya. cuma kaget dan lemas aja.. hehehe 😀

setelah saya kena sakit maag akut, sampai lama tuh berobatnya. hehehe.. itu akibat saya suka malas makan kalau sudah keasyikan baca buku, maka jangankan wine, minuman soda atau kopi saja perut saya sudah ga kuat. sejak itu oleh mama saya jarang diberi minuman sejenis gitu lagi. alasannya ya bener-bener karena kesehatan.

malah, setelah lamaaaaa…. saya tidak menyentuh minuman penghangat itu, terakhir ya mau masuk smp deh, sebelum kena sakit maag akut. ketika saya mengalami hampir mati di th 2006, terbangun dari pingsan dalam keadaan menggigil hebat, dan gemetaran selama beberapa di rawat di rs, saya malah disuntik dan diberi obat penenang terus menerus oleh dokter. dibuat tidur mulu. sementara waktu kecil, saya hanya diberi setengah sloki wine dan setelah hangat menjalar, ya sudah. saya hanya perlu berbaring, tanpa kehilangan kesadaran bahkan tanpa tertidur. kurleb, sama ajalah.. ya ga?

jadiiii….
kalau melihat -sebut saja- FPI mengobrak-abrik tempat hiburan dsbnya, saya suka bertanya-tanya, – ini yang mabuk sebenarnya yang mana yaa??
hehehe…
karena pada kadar tertentu, minuman itu tidak memabukkan.
saya setuju, semua itu harus di tata. tapi tidak dengan obrak-abrik kaya orang mabuk gitu deh. toh, seperti di keluarga saya, minuman itu hanya ada di malam imlek atau jika ada acara resmi aja. di hari biasa, ortu saya galak dan ketat soal begituan. ga akan bisa disentuh oleh kita yang anak-anak deh. mahal lagi.. itukan bukan barang murah yang bisa sembarang di beli orang.

berbeda dengan yang emang niat mabuk, seperti -yang katanya- dengan menghirup uap lem aibon atau yang memasukkan antimo ke dalam fanta. saya hanya mendengar kalau soal ini. aslinya saya memang ga tahu menahu. tapi ya itu sih, memang sangat salah. niatnya memang mabuk.

ini cerita dari teman saya sepulang dia training di jepang. dia training bersama orang persia dan orang arab. yang arab malah minum sake sampai beberapa gelas. teman saya ya reflek bertanya, – bukankah itu haram? lah, orang arab itu malah bilang gini, – yang haram kalau memabukkan, dan saya berhenti sebelum mabuk.
hahahaha, teman saya itu sampai berpikir kalau kita -orang indonesia ini- islamnya alim sekali deh. berakhlaqul kharimah banget deh orang indonesia tuh.
hehehe.. iya juga kali yaa.. 😀

maka nih, kalau saya sih, seperti juga pada semua perintah lainnya dalam agama, bersikap mandiri aja deh.

yang pasti, sekarang saya ga kuat minum begituan, lebih ke alasan kesehatan. terlebih saya perempuan. inget dititipi tuhan alat reproduksi euy. hehehe 🙂
tapi, bahwa saya pernah meminumnya, itu iya. dan saya dulu bisa mengukur kadarnya dalam tubuh saya, itu juga terasa. lebih dari dua gelas ukuran 250 ml bir itu, buat saya rasanya sudah mual. maka saya biasa meminumnya dingin-dingin dan sedikit-sedikit disela-sela menikmati obrolan ngalor-ngidul sambil bermain catur, itupun hanya dengan papa saya.

hehehehe..

maka nih, dalam rangka menuruni menara gading bernama keberagamaan, saya melihat semua itu dengan proporsional saja deh. bahwa semua itu harus di tata dan ditempatkan sesuai tempatnya saja. karena tidak bisa kita meniadakan kehidupan, meski itu hanya selembar daun yang jatuh ke tanah..

dan buat saya, itulah makna khalifah.. pemimpin yang menata.
menempatkan segala sesuatu pada tempatnya dan memenuhi segala sesuatu sesuai haknya.

demi damai di muka bumi
selebihnya mari saling menjaga
dan saling menghormati

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

4 Tanggapan to “mabuk”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

buk katanya kalo minum minuman beralkohol,
belum sampe mabuk loh maka sholatnya gak
diterima selama 40 hari…..bener ya bu ya ?
soalnya dulu saya juga suka minum..
brenti karena kena pasal satu ini….
lah minum sekali tapi gak ketemu selama 40 hari…
wah kalo kangen gimana ?
cuma waktu itu saya nggak cari lebih jauh kebenarannya.
karena yang bicara temen yang paling alim dan juga waktu itu SGPT dan SGOT saya juga tinggi.
jadi memang harus brenti, ditambah pasal
satu ini, yo wis mandeg jegrek…
tapi sampe sekarang semua minuman masih saya
tata rapi di ruang tamu, bersegel.
kenapa ? karena saya suka model botolnya.
Berseni gitu…model botol XO kan buagus gitu ya bu.
maka ruang tamu saya jadi nyeni..
kedua : kalo saya ingat salah satu pemicu
saya suka minum karena tertarik dengan bentuk
botolnya, bikin penasaran pengen tahu gimana rasanya.
lah kalo sekarang misalnya kepengen minum,
saya cuma ngelus ngelus botolnya. itu sudah
cukup tanpa harus menyruputnya.
Kalo misalnya gak saya pasang, saya mungkin rindu
dan ujung ujungnya gak bisa nahan napsu.
kalo seperti sekarang malah aman, ini
sudah bertahan 10 tahun.nyruput sedikit
juga gak pernah selama itu.

Makanya ketika ada temen bilang, kamu dosa
nyimpan barang haram. Saya pikir
wah kalo gak saya simpan bisa bisa
saya masih minum barang haram satu ini.

Saya yakin Allah tahu apa yang ada di dalam
hati saya, karena saya masih dalam
proses dari gak bener menjadi agak bener.

gitu gak sih buk ?

kalo saya yang pernah nyicip Bir Bintang sama Anggur kolesom. Klo Bir Bintangnya, pas saya masih kelas 5 SD gara gara parcel lebaran (bayangkan parcel lebaran isinya bir bintang :D) dan pas saya dengar Bapak mau buang minumannya, langsung saya umpetin. Penasaran, karena katanya bir bikin mabuk..lha… mabuk itu kayak apa rasanya 😀 Tapi, jujur… kapok saya. Rasanya………… pokoknya gak mau ngulangin lagi.

Kalo anggur Kolesom (yang biasa bapak minum Cap Orang Tua) hanya dipake buat pengobatan. Bapak punya gastritis (semacam penyakit maag) yang sering kumat kalo cuaca dingin. Nah..ngangetinnya pake itu.

Tapi, saya juga jadi bertanya-tanya kayak pak Dat. Kalo tujuannya untuk pengobatan, apakah masih haram ya? 😕

@mas datyo
hehehe, aduhh mass… geli deh bacanya 😀
saya juga suka koleksi botol mas. tapi botol parfum terutama yang kecil-kecil. awalnya ga sengaja suka dioleh-olehin adik ipar kalau pulang dari luarnegeri. jadi aja suka. tapi baru dikit kok. itu tandanya kita punya nilai seni mas.. hehehe.

mas datyo..
saya nih percaya, Allah itu maha rahman dan rahim, sebagaimana suka kita sebut diawal dalam bismillah itu, jauuuuuuh mendahului marah dan murkanya. saya yakin, dalam setiap usaha dan karya dalam hidup ini sejauh tuk kebaikan dan dengan cara yang baik, dengan tanpa merugikan orang lain, tentu Allah sangat menyayangi manusia yang banyak manfaatnya. bahkan dalam sebuah kisah, katanya seorang pelacur yang memberi minum anjing yang sekarat saja dilukiskan masuk surga karena dia tulus sekali melakukan itu.

sehingga diterima tidaknya sebuah sholat itu benar-benar bagaimana hati kita mas. bukan orang lain yang menilainya. mas datyo itu sudah sangat luarbiasa deh, bisa merasa demikian dan perlahan membatasi hati -ga cuma diri- dari semua itu. saya nih, malah sukanya ngeyel sama tuhan, saya suka excuse.. – ya Allah, bosen ga sih sholat mulu? hahaha.. 😀

mas datyo hanya perlu percaya dan yakini apa-apa yang mas datyo lakukan. selebihnya mari kita sama-sama menjadi bermanfaat bagi sekitar kita. deal? kita mungkin hanya bisa minta maaf pada mereka yang lebih baik dan lebih sholeh dari kita, ttg semua kapasitas dan bahkan keterbatasan kita. tapi tentu bukan berarti kita tidak berhak atas Allah yang selayaknya hadir di dalam setiap hati, termasuk hati kita. saya meyakini itu.. 🙂

tuhan ada di hal-hal kecil mas. termasuk di hati kita yang kecil di hadapanNya ini.. gitu ga sih?

@mbak darnia
wah, saya ga pernah boleh tuh bir hitam dan anggur cap ortu gitu. jadi ga pernah. papa saya selektif memilihkan minuman demikian. ya karena tujuannya memang bukan tuk mabuk kali ya. jadi bener-bener yang “enak” dan mahal. hahaha.. 😀
paling enak ya sampanye kali ya mas datyo, relatif manisss.. maka dibanyak jamuan kenegaraan, sampanye jadi pembuka.

intinya sih, saling menghormati saja deh selama tidak merugikan orang lain. kalaupun tidak mau, ya tolak saja dengan santun, bukan dengan obrak-abrik. ya ga?

saya dulu menggunakan minuman itu juga tuk kesehatan, terutama kalau tubuh saya tiba-tiba menggigil. waktu terakhir th 2006 itu, saran dokter juga sering aja minum yang anget-anget. maka yaaa.. sekarang sih teh manis anget atau coklat anget aja. 🙂


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: