misionaris

Posted on September 9, 2008. Filed under: islam indie |

(kalau bisa dibilang : diceritakan kembali…)

di kota sejuk itu, duduklah dua orang manusia yang bersahabat karena tuhan. di sebuah kursi taman, di bawah pohon besar berdaun rindang, di taman kota dekat sebuah kampus.

satu islam, satu kristen.
satu wanita, satu pria.

i : – sudah berapa lama ya kita bicara ttg tuhan?
k : – selama apapun itu, aku ga pernah merasa selesai
i : – lantas nih apa kesimpulannya?
k : – menurutmu?
i : – hmm, aku bisa merasakan isa adalah tuhan yang sempurna.
k : – terimakasih.
i : – tapi kalau kemudian qur’an kitabku, memberi koreksi pandangan ttg isa, itu terjadi karena di zamannya muhammad, ttg isa sudah diuraikan melalui konsep trinitas. aku memahami, bahwa tujuannya adalah tuk benar-benar mengakui isa adalah ruh kudus yang langsung dari tuhan. bukan pada sekedar sebutan anak tuhan.
k : – aku paham kok.
i : – dan.. ketika padamu kutemui, dengan trinitas kamu bisa mencapai rasa isa adalah tuhan yang sempurna, kupikir kritik muhammad itu telah kamu lakukan dan jalankan dengan benar. trinitas menjadi jalanmu mencapai tuhan. yang mungkin, tuk saat itu, semua nashoropun masih memperdebatkan konsep trinitas itu.
k : – bisa jadi. ada proses pematangan dalam setiap agama. sejak jauh dari nabinya, semua dari mereka yang tercerahkan, berusaha mencapaikan umat kembali pada tuhannya. termasuk konsep trinitas itu. waktu pertama konsep itu di luncurkan, pasti mereka akan ditentang dan dipertanyakan. tapi seiring waktu, mereka bisa jadi benar, dan benar-benar mengantarkan umat pada tuhannya. setiap yang tercerahkan pasti ada pertentangannya dahulu.
i : – tapi ini pemahamanku. maaf, kalau salah dan tidak mewakili semua ttg umat muhammad.
k : – ga papa. santai aja. yang penting aku tahu maksudnya. aku juga menghormati muhammad. aku berhutang banyak padanya.
i : – hmm, maksudnya?
k : – muhammad adalah seorang pencari tuhan dengan karakter yang sangat luarbiasa. muhammad adalah milik sejarah. aku bangga dengan kemampuannya mengatasi zaman dan umatnya. muhammad juga seorang pemimpin politik, aku bisa memahami semua keputusan-keputusan politiknya, termasuk memahami perangnya. walau tuk saat ini, kurasa keputusan perang bukan lagi keputusan yang tepat. selebihnya, aku yakin dan bisa merasakan agama islam adalah agama yang damai.
i : – hehehe, iya. kita harus mau melihat dengan obyektif konteks yang ada saat semua itu terjadi. baik ketika konsep trinitas masih hangat diperdebatkan, maupun konteks ketika muhammad masuk dalam rana politik.
k : – yup!

k : – nah, aku berhutang pada muhammad nih. yang umatnya adalah mayoritas menjadi pahlawan tuk negeri ini. negeriku sendiri, hahaha..
i : – aku juga berhutang pada saudara-saudara yang kristen, karena mereka juga turut bersama memperjuangkan kemerdekaan negeri kita ini. jika mereka tidak turut serta, tentu sulit tuk merdeka bersama-sama.
k : – sebenarnya kita ini korban misionaris yaa..
i : – maksudnya?
k : – ya iyalahhh, agama-agama langit ini turunnya bukan di indonesia. mereka sampai ke indonesia lewat misionaris. setiap agama memiliki konsekuensi tuk menyebarkan ajarannya. itukan disebut oleh agama sendiri, – agama apa saja- sebagai misi hidup manusia. maka aku jadi kristen dan kamu jadi islam, ya karena misi agama. baik itu lewat misi dalam perdagangan, misi dalam pendidikan, misi dalam perkawinan sampai misi dalam penjajahan.. hehehe.
i : – bettul. maka mengapa kita bertengkar hanya karena agama yaa? agama yang sejatinya memang bukan milik kita. hehehe..
k : – itu yang aku mau bilang. aku dan kamu memang berbeda, tapi kita sama-sama indonesia.
i : – merdeka!
k : – jangan teriak-teriak ah..
i : – jadi kita gerilya nih?
k : – yup.. para pahlawan kita dulu juga ada tuh masa perang gerilyanya.. hahaha..
i : – emang musuh kita siapa sih?
k : – kata tuhan, musuh kita yang paling nyata sih iblis.. hehehe
i : – yeeey… absurd..
k : – hmm… hari ini, aku berhutang lagi nih sama muhammad..
i : – banyak banget utangnya?
K : – iya, karena hari ini aku menemukan manusia yang baik seperti di sampingku karena muhammad mengajarinya kebaikan. aku iri nih.. muhammad memiliki energi yang besar tuk merombak tatanan menjadi kebaikan bagi banyak pihak.
i : – hari ini, aku juga berterimakasih pada tuhan yesus. karena dia, sehingga ada manusia baik sepertimu. aku iri pada rasa kasih yang selalu diajarkannya pada umatnya.
k : – kita kok saling mengagumi gini yaa?
i : – iya ya? sementara di sana, sebagian dari kita malah bertengkar aja.. hahaha..

i : – hmm, karena aku mayoritas, aku akan melindungimu
k : – dan karena aku minoritas, aku akan mendukungmu
i : – tapi kalau aku letih, aku bolehkan tetirah di sini bersamamu?
K : – tentu dong. karena meski aku minoritas, aku siap menggantikanmu berjuang kapan saja.
i : – karena kita indonesia?
k : – yup, karena kita indonesia
i : – karena aku muhammad..?
k : – yup, dan karena aku isa..

k : – merdeka!!!!!
i : – hushhh…

hahahahahaha…
daun berguguran seolah kaget dengan tawanya
burung-burung berbunyi seolah turut bahagianya
mereka yang duduk di taman kota
berbicara akrab tentang tuhannya
waktu sejenak terhenti hanya tuk mereka
menjadikan surga nyata hari itu juga
karena tiba-tiba..
tuhan bisa tuk semua..

ini cerita tentang manusia-manusia yang merdeka dalam rasa tuhannya.
begitu merdeka hingga mengapa harus ada marah hanya karena berbeda yaa?

tuk indonesia : merdeka!!

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

17 Tanggapan to “misionaris”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

Merdeka!!! Itu percakapan siapa tuh?

beneran apa fiktif bu?
kalo beneran.. wah, mantap tuh.

@mas dana
@wahyu
beneran kok.
cuma setting dan ada beberapa yang saya beri bumbu supaya enak di baca. ntar saya tanya sama teman saya itu ya, bolehkah saya beri tahu siapa gerangan dia? tapi hari ini dia sedang sibuk di luar kota. ga enak kalau mengganggu dia hari ini. besok deh. ok?

ya,Kemuliaan hanya bagi Dia, yakni ISA ALMASIH

@refly
saya menyadari dan menerima diri isa as sebagai mukjizat tuhan itu sendiri. dan saya beriman pada muhammad yang membenarkan perihal isa. maka meski sekarang saya muslim, saya tetap menghormati isa as. selebihnya dalam rasa cinta dari isa as, dan rasa penuh perjuangan dari seorang muhammad saw, saya adalah jawaban untuk masa saya, atau masa kini.

saya bukan orang yang suka terjebak dan menjebakkan diri dalam persoalan yang bukan kapasitas saya. karena di titik tertentu, saya menyadari isa dan muhammad sesungguhnya satu. karena saya mengimani hidup sebagai realitas yang satu, atau -sebut saja- bertujuan pada tuhan yang esa. tuhannya isa dan muhammad.

maka saya ingin beragama dalam kapasitas saya – manusia masa kini- yang mencintai dan ingin menata kehidupan demi kebaikan yang banyak di muka bumi.

itu saya. teman saya tetap berbeda dari saya. maka saya tetap muslim dan dia tetap kristen. malah, jujur nih, saya akan nangis kalau dia dapat hidayah dan masuk islam, hehehe… nanti saya tidak lagi punya teman yang berbeda. 😀 dan dia juga tahu, saya ga bisa lagi jadi kristen, karena rasa saya penuh cinta dan empati pada muhammad.

tapi kami bisa bersatu dan bersama di indonesia, itu yang terpenting. ya ga?

@refly
nambah : kata teman saya yang lain, gitu kali ya kalau sudah rasa di “surga”, beda ga lagi jadi kendala malah bikin bahagia. hahaha.. iya kali yaa?? 😀

Saya dulu pernah menemukan sebuah buku yang judulnya “Yesus di mata Islam” dan waktu saya baca, isa as adalah nabi yang diistimewakan setelah muhammad saw 🙂

semoga kisah Mbak Anis ini menular pada saya dan seorang kawan dari negeri seberang, yang kurang lebih, karakter keimanannya sama dengan kedua tokoh di atas 😉

Syukron,Mbak buat bagi-bagi cerita indahnya 🙂

@mbak darnia
hehehe, sebelum akhirnya kedua sahabat itu terbiasa tuk membicarakan perbedaan dg terbuka, memang butuh waktu kok. bahkan selalu maaf-maafan, demi tidak tersinggung satu sama lain. maka serasa setiap hari adalah lebaran selama dialog.. 😀 sampai akhirnya, kita bisa blak-blakan deh.

saya bersyukur punya teman dan sodara sebangsa dan setanah air yang demikian. selama ini beda selalu seperti harus disembunyikan. jaman orde baru, kita terbiasa memendam kan? padahal dengan terbuka, kita jadi tahu sama tahu, jadi lebih mengkayakan juga buat diri masing-masing. so pasti lebih merdeka.. friksi pasti ada, tapi ya inilah warnanya kehidupan. indah-indah saja.. 😀

ga cuma dengannya, saya juga memiliki seorang abang yang juga berbeda agama dan juga suka mensupport. senang saja berada di antara manusia-manusia yang merdeka dalam rasa tuhannya. terasa ga picik dan terasa bisa maju bersama-sama. beda ga jadi kendala.. mpisss deh..

dan kayanya nih.. dulu ortu-ortu kita dalam beda agama juga baik-baik saja loh. gitu ga sih? 😀

ceritanya menarik, semoga masing2 paham posisi keyakinan masing2 🙂

Salam Sejahtera atas kita sekalian.

ya, semua kembali kepada kecintaannya masing – masing sebab Muhammad pun seorang pribadi yang patut dicontoh ( tapi mengenai Pologaminya ngga’ koment ya! ) .Semoga DAMAI SEJAHTERA ALLAH didalam diri Isa Almasih (bagi orang yang percaya)selalu menyinari kita sekalian.Amin

maaf, hanya menambahkan sedikit.

TO: UMAT YANG PERCAYA KEPADA ISA ALMASIH adalah ANAK ALLAH ya!!!

“Anak ALLAH bukan berarti Anak hasil hubungan batiniah ya”tapi hanya sebutan bagi “Orang Yang Percaya” Bahwa ada kedekatan antara ALLAH dan ISA ALMASIH,Maka menggunakan kata “ANAK ALLAH”.Sebagai Analogi, contohnya Saya diangkat menjadi “Anak Presiden” (Adopsi) meskipun saya tidak lahir secara lahiriah hasil hubungan badan seseorang tetap saja kemana pun saya pergi pastinya saya disebut dan disapa ” Anak Presiden”.

Maka,Bagi Orang Percaya Isa Almasih adalah Nabi Yang Agung, Imam Yang Agung, Guru, Rabbi, Orang Tua Teragung,dsb yang tidak bisa disebut satu persatu sekalipun dalam sebuah buku tertebal.

kedekatan ALLAH dengan ISA ALMASIH ibarat Darah dengan Urat Nadi kita.

@refly
jangan sungkan.
santai saja. saya bisa memahaminya.
makasih yaa..
salam hangat 😀

iya, makasih banyak mba’ Anis.Oh iya,mba’ Anis Puasa ya???Semoga dibulan Ramadhan Nan Suci dan penuh berkat ini,Kedamaian hati menyelimuti Mba’ Anis selalu hingga dihari kemenangan tiba.

@aRul
sudah lama nih ga mampir ke sini, makasih ya mas aRul..
setuju.. mari memahami posisi masing-masing dan saling menghargai satu sama lain 😀

Percakapan yang menarik. Jadi inget waktu masih magang di rumah sakit, kan ada giliran jaga tuh. Kalo pas mau lebaran, pasukan Kristen yang dikerahkan. Kalo pas hari natal, pasukan Islam yang dikerahkan, untuk melawan musuh yang sama : jaga malam, hehe…. Terbukti sebetulnya bekerja sama bukan hal yang mustahil.
Meski untuk masalah konsep ketuhanan tetap belum bisa sepakat.

kenapa banyak orang selalu berbicara tentang agama-agama dan tidak berbicara tentang Tuhan? tanpa terasa kita dibelah, bertengkar karena agama, karena ras, karena gender. Dalam perjalanan jaman, terdapat laki-laki dan perempuan di berbagai jaman dan peradaban, Scorates, David, Noah, Daniel, Jesus, Muhammad, Maria, Yahya, Budha, Laki-laki dan perempuan itu, orang2 itu, adalah pembawa berita, reminder, pembangkit, pengaktivasi,cahaya Ketuhanan yang ada dalam tiap diri manusia, yang akan membawa kita pada pengenalan azasi ttg Dia, Sang Pencipta. Dia yang menguasai pergerakan setiap atom di muka bumi ini sampai pergerakan setiap mahluk di seluruh jagat raya. Dia yang memenuhi seluruh jagat raya dengan kuasa dan kehendakNya. Hanya Dia. We are just dust. everything beside Him is only dust.


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: