getaran

Posted on September 11, 2008. Filed under: islam indie |

(hmm…)

pernah kesemsem jatuh cinta gitu ga?
hehehe, mas datyo pasti pernah! apalagi mas JM.. ya kannn???

hmm, saya malu ah ceritanya. hehehe..
ntar kalau saya kesemsem sama seseorang saya akan ceritain deh. janji..
loh? 😉

tapi konon katanya terasa seperti bergetar ya hatinya..?
gitu ga sih?

gini..
ini mengingatkan saya pada buku saya..
buku Goenawan Muhammad yang terbaru, ada tulisan ttg getaran ini.
katanya nih :

* Agama di mulai dari hening dan saat yang dahsyat dan berakhir dengan konstruksi.
Budha di bawah pohon Bodh Gaya, Musa di puncak gunung Sinai, Muhammad di gua Hira : setiap situasi hadir sebagai situasi terpuncak, momen tak lazim, ketika seseorang mengalami kehadiran sesuatu yang Maha lain, yang numinous, sebagaimana digambarkan Rudolf Otto : misterius, menakutkan, memukau.

di abad ke-5, atau 500 tahun sebelumnya, Santo Agustinus mengucapkan perasaan yang mirip : “Dan aku gemetar dengan kasih dan ngeri”

* Agama dimulai dengan gemetar, ada rasa kasih dan ngeri, ada amor dan horror — tapi tampaknya sesuatu dalam sejarah manusia telah menyebabkan ia berakhir dengan suatu yang rapi : desain dan bangunan. Berabad-abad setelah bertemu dengan sang numinous, kita menyaksikan sesuatu yang tidak lagi mengungkapkan senyap. di hadapan kita kenisah yang megah, masjid yang agung, gereja yang gigantis, patung Budha dari emas yang terbujur 14 meter, pagoda dengan pucuk yang kemilau — dan umat yang makmum, berdesak…

tampaknya pengalaman religius akhirnya selalu dicoba di abadaikan dengn sesuatu yang kukuh — yang sebenarnya fantasi tentang yang kekal. atau yang menjulang — yang sebenarnya fantasi yang luhur. atau yang gemerlap — yang sebenarnya fantasi tentang yang indah mempesona.

akhirnya bukan sepi yang mengambil alih, tapi struktur.

yang umumnya tak sadari ialah bahwa struktur itu harus di susun dengan kekuatan terhimpun. siasat dan alat harus dikerahkan seperti ketika kita membangun imperium dan mengurus bisnis. Kalkulasi akan dibuat atas segalanya, termasuk waktu — yang tak lagi sama dengan momen ajaib. waktu jadi sesuatu yang bisa di petak-petak dan di ukur. waktu jadi seculum.

persis di situlah ada yang sekuler merasuk di dalam yang religius.

dari : Tuhan dan Hal-hal yang Tak Selesai ; Goenawan Muhammad – 2008

****

hmm, seperti yang kita saksikan saat ini deh
agama sudah kaku
baku bahkan tak mau tahu
padahal awalnya hanya getaran dalam kalbu
yang kalau saya lukiskan mungkin seperti orang yang jatuh cinta gitu..

ajaib..

hmm, waktu saya jatuh cinta, apa ya rasanya?
saya sih jadi merasa malu
tapi mau.. hehehe 😀
jadi suka tersipu
lalu…
saya jadi peduli
saya jadi ingin memberi
bahkan tanpa banyak pamrih
walau kadang juga iri
jika rasa harus dibagi
tapi juga seperti energi
yang enggan mati

ya bahagia gitu aja deh punya kekasih
punya pasangan hati
walau yang di dunia ini
kadang tak bisa serasi
bahkan jelas tak abadi

tapi pada rasa getar itu loh..
rasa tiba-tiba ada
rasa tiba-tiba nyata
rasa tiba-tiba menyapa
rasa tiba-tiba bersama

kok bisa yaa???
hehehe..

rasa tuhan emang kadang hadir seperti rasa kekasih

gitu deh..
susah nih bilangnya
sejuta deh rasanya
juga sejuta rindunya
juga sejuta getarnya
bahkan sejuta airmatanya
gitu aja…
hehehe, maaf 😀
ga jelas nih, mau nulis apa..
cari dan baca aja deh bukunya..
– loh?
hehehe… 😛

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

9 Tanggapan to “getaran”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

cinta oh cinta 🙂

salam kenal mbak 🙂

@wiwin
salam kenal juga.. 😀
hehehe, serasa pengen jatuh cinta lagi ya?
atau bahkan pengen jatuh cinta setiap hari.. -loh? 😉

sy kira itu yg disebut orang sbg hidayah, dan setiap orang udah punya hidayahnya masing2. Spt (dg keterbatasan waktu) kenapa sy komen di blog ini, bukan blog2 laen, adalah bagian dr hidayah. Bgt juga teman2 laen disini, sampe sini krn hidayah.

Oh, crita Budha, Musa, Muhammad, dll itu ngingetin waktu ke Cirebon minggu lalu. Di kraton ada lukisan keramik ttg kisah2 nabi2, rarul2 dan tokoh2 aneka ragam agama baik samawi maupun non samawi (spt Budha) dalam SATU kesatuan frame. Bisa dibayangin, 500-an taon lampau toleransi dan pluralisme sudah jadi native di nusantara (Indonesia blom lahir).
Sy rasa, kenapa sy sempat lihat langsung lukisan itu pun bagian dr hidayah sy yg blom tentu dimiliki oleh orang lain.
Wah, udah lewat jam 5, siap2 meluncur dot kom.
daah…

wuelleh… gara2 komen gagal total pulang tepat nih, padahal tangan udah kedepan n kaki udah muter2 eeh…. dipanggil bos tuk miting.

(dilanjut yaa..)
Orang2 yg sehidayah bagai saudara scr alami, jd meski dik Anis mau ngesot kayak apapun, gw otomatis percaya aja ngesotnya paling extrim gak bakalan jauh2 dr poros hidayahnya. Begitu pula daku, jk lama ndak ke blog ini, harusnya seeeh… udah langsung otomatis dimaklumin ya. he he he

@mas JM
jadi, jatuh cinta itu setara dengan hidayah yaa? lah, kalau putus cinta, piye mas??
hehehe, itukah yang termasuk “ngesot”? hehehe.. 😀

setuju mas, getaran itu mensaudarakan kita tanpa banyak alasan. ciee..
tapi kalau lama ga ke blog ini, ya kangen juga deh sama semua di sini. itu tanda kita bersaudara kan?? hehehe.. makasih ya mas JM, sudah mau ke sini sampai gagal pulang. saya jadi tergetar nih, e.. terharu. maaf. 😉
sukses selalu dalam bekerja ya mas JM, tentu sukses juga buat semua di sini…

setuju, toleran dan pluralis itu emang native bangsa ini. maka mengapa ga percaya diri dg semua kekhasan kita ya? alasan pemurnian agama? walah, kok rasanya sempit dan terlalu mencari-cari alasan. padahal harusnya agama bisa mendukung kebersamaan dalam keberagaman ini kan?
gitu ga sih mas?

islam indie. keren tuh namanya. independen dari makelar agama maksdunya?

Aduh jadi pengen beli bukunya GM nih… Hayu atuh mari kita kembalikan ke keheningan, ribut melulu pusing yah?
Mengenai cinta, berjuta rasanya, hidup cinta! Merdeka! (angger…)

@heruyheru
kurleb gitu lah mas heru.. hehehe 😀

@bu fitra
iya bu, hening nih.. bening dan mendinginkan jiwa.. feel free. hehehe, merdeka!

@anis, alasan pemurnian agama?
Lhah ini khan alasan utk nyebut golongan ato keyakinannya dg bhs arab: ahli sunnah wal jama’ah?
Emangnya… yg lain2nya ingkar sunnah gitukah? ha ha ha…. (maap, saya terpaksa ter-geli2 sendiri, gak sengaja lho)


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: