indonesia di obok-obok

Posted on September 18, 2008. Filed under: islam indie |

(hehehe, nikmati celoteh di sini dan jangan pusing karenanya yaa.. saya hanya ingin kita amati dan nikmati lakon hidup saat ini. semoga dengannya kita bisa memetakan diri kita ke depan, dan itu yang lebih penting. ok? tetap semangat.. :D)

saya pernah naik bis ekonomi antar kota menuju parung, ke arah luar kota bogor. kebetulan waktu itu mofa sedang mencoba sebuah sekolah di wilayah itu. bis antar kota di jam yang tidak padat, sungguh sepi dan ringan sekali. saya kalau lagi mau, ya suka aja mencoba hal-hal diluar kebiasaan.

duduk di atas menutup mesin, samping supir, seorang anak pengamen jalanan. karena saat itu sepi, dia tidak mengamen sebagaimana biasanya. di duduk membelakangi saya, dan asyik memandang ke jendela depan bis, sepertinya sambil melamun.

saya tertegun oleh tulisan di belakang kaosnya.
begini bunyinya, seingat saya yaa..

di obok-obok, indonesiaku di obok-obok
korupsi banyak, tipu-tipu sana-sini
makan susah, kerja susah, hidup susah
di obok-obok, indonesia ku di obok-obok
….

lanjutannya saya lupa
kalau tidak salah, kata-katanya semakin ekstrim
memaki dan menyalahkan para pemimpin bangsa ini

hehehe, terinspirasi oleh lagu Diobok-obok – artis cilik Joshua zaman dulu itu deh..

hmm..

mungkin suara hati anak jalanan itu makbul ya, kepedihannya dikabulkan tuhan.

hari demi hari saat ini, nyaris tidak ada berita tidak tentang korupsi. bahkan menyerang mereka yang sungguh sangat diluar dugaan dan kebiasaan. bahkan di nyatakan sebagai seorang ahli ibadah yang terjerembab. membuat miris dan sakit, tapi entah juga harus bagaimana..

kemarin suami saya menelpon dari kantor. mengabari kalau ada -konon- mantan aktivis masjid, yang tertangkap basah menerima suap di berita skala nasional. padahal orangnya terkenal sederhana dan rajin ibadah. tapi lingkungan dan suasana atau nafsu dan kesesaatan telah menjebak kali yaa.
saya jelas tidak terbayang sama sekali. sudahkah tidak kenal, saya juga tidak tahu menahu. tapi saya juga tidak kaget, mengingat dari awal saya sudah menyadari moralitas kehidupan kita yang menurun drastis, dan maka itu bisa menyerang siapa saja.

miris itu emang iya, tapi ya inilah fakta warna hidup kita hari ini..

kadang saya merasa ini seperti bola salju, yang siap mengilas siapa saja. akan memberikan banyak efek domino yang sangat diluar dugaan, tuk kemudian pecah berantakan.

tapi sekali lagi, mungkin doa dan jeritan mereka yang termarjinalkan selama ini, itulah yang tengah dikabulkan tuhan.

maka semoga semua -sebut saja- “koreksi dari tuhan” ini bermanfaat tuk indonesia menjadi lebih baik.

tidak ada banyak kata,
selain mari ikhlas melihat indonesia begini..
semoga kelak bisa diperbaiki lebih baik lagi..
dan harus bisa.. πŸ˜€

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

4 Tanggapan to “indonesia di obok-obok”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

ikhlas, memang sebuah muzizat dari ALLAH untuk umat Islam.

ia berbuat tanpa harus menunggu suasana kondusif. ia berbuat disaat orang lain tidak berbuat. ia berbuat untuk tujuan hakiki bukan untuk dirinya. ia berbuat disaat orang lain menuntut. ia berbuat maksimal disaat yang lain berbuat sekedarnya. ia berbuat dengan yakin disaat yang lain ragu.

ikhlas adalah energi ledakan untuk memulai sehingga yang lain bisa ikut. ikhlas adalah matahari yang menerangi gelap sehingga yang lain bisa melihat. ikhlas adalah puncak kinerja kita di hadapan pencipta kita.

Eh atuh sekali-sekali naek kereta ekonomi udah pernah belum? Lebih rame….

@fitra
bu, ajarin saya naik KRL bogor-jakarta itu dong. saya ga pernah euy. ke jakarta selalu di naik mobil sama suami. ntar deh minta izin ke suami, kalau sama bu fitra pastinya boleh kali.

waktu itu pengen sih, minta diajarin naik KRL itu sama suami, iseng aja sampe jkt trus balik lagi, e, blum kesampaian aja tuh. hehehe… kacau ya saya. πŸ˜›

@fitra
e, bu.. tapi ibu fira harus siap-siap utangin saya ya. bisi kehabisan uang πŸ˜€
waktu pertama belajar naik bis dari rumah ke terminal baranangsiang aja tuh, sebelum ada bis transpakuan, yang ongkos bisnya waktu itu hanya 2000 perak, saya habis 30.000! habis buat kasih-kasih pemangen dan peminta-minta di bis ekonomi..
duh, ga tega..
e, suami hanya bisa ngurut dada tuh. katanya.. ga semua harus dikasih kan??? hehehe, polos euy, ga mudheng. jadi merasa bersalah, suami yang cari uang, saya yang abis-abisin.. hihihi πŸ˜›


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: