Kupu-kupu malam

Posted on September 19, 2008. Filed under: islam indie |

(dibagi yaa..)

meski saya alim, tapi saya punya papa seorang petualang hidup loh. saya sering diajaknya melihat kehidupan yang lain. termasuk saya cerita dulu diajarin minum wine, dan yang ini.. mau tau?

suatu ketika saya pernah berlibur sendiri ke jakarta, ke tempat papa saya memulai wirausaha ekspedisi. sebuah usaha angkutan barang antar pulau, jawa – sumatera. biasanya membawa hasil bumi dan apapun produk ekonomis lainnya. ibu saya dan anak buahnya pegang pusat kantor di lampung, papa dan paman pegang cabang kantor di jakarta.

makanya nih, kalau melihat banyak truk angkutan yang mengantri berhari-hari di pelabuhan merak atau bakauheni, saya ngeh deh masalah yang akan timbul karenanya. seperti klaim dsbnya.

nah, karena saya hanya sendirian liburan ke jakarta kali itu, maka oleh papa dan paman juga beberapa koleganya, berikut para istri koleganya, saya diajak ke sebuah klub malam. kelasnya masih ‘coffee shop’ gitu deh istilah zaman dulu. bukan yang klub malam kelas berat. sekedar menikmati life music, makan, kongkow dengan ditemani beberapa wanita lainnya. hehehehe 😀

asyik ya?

asyik banget… hehehe.
saya yang masih usia kelas 6 SD kala itu ya hanya bisa melihat saja. saya ditemani oleh seorang mbak yang PKL di kantor papa saya, dia memang diminta khusus menemani saya yang diajak ‘dugem’ ala papa dan teman2nya. sekalian acara perpisahan buat dia yang sudah PKL di tempat papa saya.

ehmm, ngerti ga ngerti. tapi saya inget kejadian itu.
saya jadi tahu ada yang namanya kehidupan malam itu
.

papa saya sih secara pribadi hanya seperti meng-intertaint koleganya. saya dibawa justru supaya papa dan paman bisa pulang ga terlalu malam. ada saya kan jadi ada alasan pulang sesegera mungkin. tapi suasana ya berlangsung alami saja, ada atau tidak ada saya. mereka minum-minum, kongkow-kongkow ditemani wanita. dan pesan lagu, juga beberapa menyanyi di atas panggung.

ada wanita merokok, wanita berpakaian seksi, banyak wanita yang cantik-cantik deh.

maka kalau setelah nikah, kadang saya suka menikmati malam ke cafe sederhana bersama suami, saya ga kaget. saya pernah melihatnya diwaktu kecil.

****

sejujurnya, kadang saya merasa salut banget sama ibu saya, yang bisa menanamkan nilai-nilai tinggi pada -minimal- saya, anak perempuannya, di tengah papa saya yang sangat liberal dan atheis.

buat papa saya ga ada tuh surga dan neraka. juga ga ada amalan dan dosa. buat beliau yang ada hanya, siapa berbuat siapa yang bertanggungjawab. siapa pinter semoga dia mujur. sudah..
tapi justru dengan begitu, beliau komit aja sama semua resiko dari perbuatan, baik positif maupun negatif. hidup menjadi ga banyak aturan, selain kesadaran moralitas pribadi.

ibu saya sangat konservatif. kata-kata standarnya selalu adalah..
– nonn, kalau jadi anak perempuan tuh… harus ini dan itu…
ibu saya perpaduan filosofi jawa dan cina. maka wajar, kalau terasa jadi mau muntah deh sama banyaknya aturan dari beliau. hehehe.. 😀

tapi seru..

dan ada satu yang istimewa dari perkataan ibu saya di waktu saya kecil dulu itu. meski beliau sarat nilai, beliau sangat berempati pada…. kupu-kupu malam! maka saya diperkenankannya melihat kehidupan malam agar tidak munafik sama kehidupan. tapi tentu dengan banyak counter nilai, setelah pulang dari klub tersebut.

dan bener, ketika saya pulang ke lampung dari diajak papa menikmati kehidupan malam, ibu saya sudah siap dengan sejuta kata-kata bijak.
kurleb katanya, – wanita-wanita itu mungkin sangat tidak terhormat tapi mereka ada karena ada kebutuhan untuk itu.

maka saya sangat menghayati konsep hidup yang serba sebab akibat.

lalu saya pun diperdengarkan oleh ibu saya, lagu nya Titik Puspa, Kupu-kupu Malam.
hehehe, ngerti ga ngerti deh. tapi efeknya, saya memang jadi tidak mau dan tidak bisa menafikan semua sisi kehidupan, meski saya lebih memilih jalan hidup pribadi yang penuh warna keber-agama-an.

sungguh, saya sangat menghormati kehidupan.
saya hanya ingin menata bukan menghakimi kehidupan ini.

Ada yang benci dirinya
Ada yang butuh dirinya
Ada yang berlutut mencintanya
Ada pula yang kejam menyiksa dirinya

Ini hidup wanita si kupu-kupu malam
Bekerja bertaruh seluruh jiwa raga
Bibir senyum kata halus merayu memanja
Kepada setiap mereka yang datang

Dosakah yang dia kerjakan?
Sucikah mereka yang datang?
Kadang dia tersenyum dalam tangis
Kadang dia menangis di dalam senyuman

Oh… apa yang terjadi terjadilah
Yang dia tahu Tuhan penyayang umatnya
Oh… apa yang terjadi terjadilah
Yang dia tahu hanyalah menyambung nyawa

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

4 Tanggapan to “Kupu-kupu malam”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

noni, eh mba anis, hebat bisa punya pengalaman beragam tapi tetap di jalan yang benar. ini akan memberikan sudut pandang integral terhadap berbagai permasalahan. sehingga bisa berpikir, bersikap dan bertindak bijak.

@tren di bandung
kang, sebetulnya saya ini hanya mencoba terus terang ttg hidup saya keseluruhan. yang saya yakin, tuk semua di sini, relatif sama saja dengan saya. kita kan dibentuk bukan sekedar oleh apa yang ada hari ini atau kemarin-kemarin ini.

maka mengapa kita ingin mengkhianati keseluruhan hidup kita dan bahkan mengganggapnya ga ada?
saya sangat ingin berubah menjadi baik, dan saya rasa semua juga sama. tapi tentu tidak dengan mengkhianati hidup kita secara keseluruhan.

saya kira hanya itu tujuan saya menuliskan ini itu di sini.. sesungguhnya, kita relatif sama, selama kita jujur sebagai sesama indonesia.
gitu ga sih?

mba saya simpulkan itulah makna dari syukur. selalu menganggap baik apa yang sudah ALLAH berikan kepada kita. jangan pernah mengutuk masa lalu yang kelam. dan berusaha melupakannya sampai harus membuat yang negatif itu seolah-olah tidak ada. ketika kita tetap menganggap itu sebagai anugerah indah dari ALLAH SWT, maka ALLAH akan MENAMBAHNYA LAGI BERLIPAT-LIPAT. tapi kalau tidak, siksa dari ALLAH itu dahsyat.

ucapkan syukur atas yang kurang atau biasa,
kau akan berucap syukur atas yang luar biasa.

@tren di bandung
makasih ya mas..
semoga dalam banyak hal, ekspresi kita bisa merupakan cermin rasa syukur kita pada Allah. amin.


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: