takut

Posted on September 22, 2008. Filed under: islam indie |

(sebelum melanjutkan banyak tulisan, beberapa hari ini saya sedang ketakutan. hmm, tepatnya menyimpan rasa takut yang perlahan semakin menebal.. 😦 )

lebaran sebentar lagi yaa..??
duh, kalau boleh jujur, saya paling takut kalau lebaran tiba. hehehe 😀
semua orang boleh suka berlebaran,
suka cita bersilaturahmi dengan saudara dan kawan
merayakan kemenangan jiwa, begitu teorinya.

tapi saya kok malah ketakutan ya??

hmm, entahlah..
dulu, di awal keislaman. saya suka takut kalau lebaran tiba, karena saya akan kebingungan mau lebaran ikut siapa. semua orang suka menawarkan saya berlebaran di rumahnya. saya sangat berterimakasih sekali. tapi kadang saya memang ingin sendirian. semata tidak ingin merepotkan orang lain.

lebaran membuat saya rindu rasa rumah…

setiap perayaan agama memang mengingatkan saya akan rasa rumah dari saudara-saudara dan keluarga saya yang dulu bersama merayakan perayaan agama bersama saya -apapun itu. hmm, saya terima resiko dari pilihan pindah agama ini, saya juga tidak keberatan tuk kehilangan rasa rumah dari semua yang dulu adalah ‘rumah’ tuk saya. tapi bahwa bertahun-tahun lamanya, saya tidak pernah menemukan kembali rasa rumah itu, itu juga fakta.

saya pernah selalu berusaha menemukan kembali rasa rumah itu, saya berusaha menumbuhkannya kembali. karena saya sadar, tidak semua rasa bisa hadir seperti hujan yang mau tiba-tiba turun dari langit. tidak seperti hujan yang mau membasahi bumi tanpa berpikir kapan air itu mengering dan kembali menguap menjadi awan hujan. tidak semua rasa mau hadir tanpa pamrih. maka saya pernah sangat berusaha membiasakan rasa rumah itu dalam pengalaman keberagamaan saya. saya belajar percaya dan berbaik sangka. menjalankannya setulus mungkin dan menerima itu sebagai rumah saya yang baru.

tapi ternyata, cuma luka dan lagi-lagi luka yang saya dapat.

lebaran lebih sering membuat saya menangis diam-diam. menyimpan kerinduan pada rasa rumah yang telah lama hilang dan belajar merelakannya selepas-lepasnya.

maaf ya.. saya tidak tahu bagaimana menceritakannya
tapi selama sekian lama rasa itu hilang, jelas telah membuat saya bisa lebih mengerti rasa rumah lebih dari yang saya kira.

there’s no place like home, itu beneran deh.. hehehe 😀

maka kalaulah langit dan bumi indonesia adalah rumah kita bersama, tolong jangan pernah buat indonesia menghilang. lebih baik kita pelihara, meski indonesia kita nyaris begitu memalukan dan memprihatinkan. karena kalau indonesia hilang, berganti dengan penjajahan baik secara fisik maupun ideologi lain, tentu sangat sakit sekali rasanya..

seperti sakit yang saya rasakan tentang rasa rumah dalam kehidupan saya pribadi.

bukan saya mengecilkan makna keimanan saya yang baru dalam islam yaa, saya rasa tidak sama dan sebangun secara harfiah. tapi ada rasa yang hilang itu tetap tak bisa dipungkiri.

maka kalau saja lebaran tidak perlu banyak atribut
saya mungkin akan lebih lega meski tanpa rumah

ya begitulah saya
saya sangat takut setiap lebaran tiba
sakit rasanya seluruh badan
kadang saya sampai gemetaran
bertahun saya mencoba menikmati lebaran
tapi bertahun itu pula saya terluka

maka tuhan
Engkaulah lebaranku
jika tanpaMu
tentu aku akan meninggalkan
semua ini termasuk lebaran
karena cukup Engkau
untukku..

hehehe 😀
kalau tidak karena suami dan anak-anak, sejujurnya saya malas berlebaran.
saya lebih ingin merayakan lebaran dengan banyak anak yatim, bersama merasakan rasa rumah yang hilang dari kehidupan.. 😦

maaf ya..
lebaran memang kadang terasa menyakitkan dan menakutkan 😀

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

2 Tanggapan to “takut”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

Takut?!
Jadikan rasa itu sebagai suatu peluang tuk melangkah menuju sebuah keberanian.
Terimalah kenyataan yang ada, semakin kita terbuka maka semakin kita merasa lega.

@full netter
makasih ya mas..
kangen dinasehatin nih. makasih sekali…
dan betul, saya hanya perlu keberanian. lebih apa adanya dan lebih kuat lagi 😀


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: