“porkas”

Posted on September 23, 2008. Filed under: islam indie |

(dibagi yaa..)

sebagai anak yang pernah hidup di tengah jantung perekonomian, atau sebut saja kawasan pecinan kota. maka saya sangat terbiasa melihat warna-warni denyut nadi perekonomian dari banyak kalangan. seru sih, walau tetap saya terbiasa dengan kehidupan saya sendiri, yang hanya anak sekolahan. dan buku adalah dunia saya.

salah satunya di masa itu tentang…. porkas!
adakah yang ingat ttg porkas?
ini sebuah undian berhadiah yang dilegalkan pemerintah. tapi apa, bagaimana dan kemana tujuannya, saya ga begitu paham. saya mau berbagi tentang sisi nyata porkas ini.
mau tahu?

ceritanya salah seorang paman saya pernah menjadi penjual porkas, nyambi di toko kelontongannya. saya pernah dimintanya membantu memberikan stempel atau cap di bundelan kupon porkas itu. satu demi satu, perlembarnya. saya ya sesekali kalau lagi baik, mau saja membantunya.
dan disanalah saya melihat warna lain dari undian porkas ini.

– sebut saja, beberapa dari mereka yang sangat mengantungkan hidup dari undian ini. mereka tidak bekerja dan malah asyik berhitung, mengotret-ngotret kertas seolah sedang mengerjakan soal matematika. hmm, meski saya lumayan suka matematika, saya tetap tidak mengerti pola hitungan dan asumsi mereka. hehehe.. aneh.

– lalu sebut juga mereka yang sebenarnya sangat sadar tuk tidak menggantungkan hidup dari undian porkas itu. tapi karena satu dan lain hal, seperti terlilit hutang atau sangat sedang membutuhkan uang, mereka jadi mencoba peruntungan lewat undian. kisah ini terjadi ketika ada seorang kuli panggul yang terlilit hutang dan berkali-kali -dari uangnya yang sedikit- dia coba memasang undian itu. kasian karena berkali-kali juga dia gagal. sampai paman saya melarangnya pasang undian lagi, lalu menawarkannya berhutang dengan syarat nyambi kerja di paman saya, dari pada malah habis uangnya tuk hal yang juga sangat tidak jelas.

miris itu kesan saya tentang porkas.

sambil lalu.. paman saya pernah bilang begini,
undian seperti ini sebenarnya hanya tuk orang malas. kalau saja semua orang punya pekerjaan yang baik dan menantang, lalu juga merasa tertantang dengan pekerjaannya, tentu hal undian itu bisa ga selalu digemari sampai kelewatan.
‘kelewatan’ begitu istilahnya.

satu-dua dari paman saya yang pelaku bisnis konon katanya suka sesekali berjudi. katanya itu biasanya ketika mereka sedang mendapat untung besar. judinya bukan semata pasang nomor gitu, saya tidak tahu persisnya, karena saya tidak pernah diajak melihat langsung. tapi masih menurut ceritanya, judi menjadi semacam hiburan, bahkan pelepasan jiwa. bagaimanapun berjudi itu di satu sisi tuk mereka yang pebisnis seperti melatih intuisi dan uji keberanian spekulasi dalam berbisnis itu sendiri. sekalian juga tuk saling mengintertain koleganya yang tidak hanya dari etnis cina loh.

mereka tetap punya bisnis pegangan tersendiri. bukan semata hidup dari judi. tapi saya juga paham ketika judi itu sudah mencandu dan merusak dalam kehidupan seseorang. sebut saja, saya tahu seseorang yang berkebiasaan berjudi sehingga malas bekerja. orang yang demikian, tetap tidak bisa masuk dalam pergaulan orang seperti paman2 saya yang sesekali berjudi tanpa kehilangan kehidupan normalnya.

dulu itu saya belum muslim yaa..
sehingga tidak ada wacana kalau judi itu haram dalam hidup saya saat itu. yang ada hanya tidak semua orang boleh berjudi, mengingat tidak semua layak tuk berjudi dan mengingat bahaya dari efek judi bagi mereka yang memang tidak benar-benar layak.

sangat logis deh semua itu dalam kenyataan yang saya lihat dengan mata kepala saya sendiri.

sehingga saya sempat kagum pada seorang Ali Sadikin, yang mewacanakan kalau diperlukan lokalisasi tuk kompleks perjudian yang tertata rapi dan kewajiban membayar pajak yang sangat layak juga. toh, di sebagian keyakinan beragam manusia, judi itu tidak selalu haram..

kalau dalam bahasa teman saya, jujur itu boleh dan bagus tapi jangan naif. hidup ini ga hitam putih..

sehingga jauh dari kita ribut terus diperkara halal dan haram dalam keyakinan kita dan orang lain yang -so pasti- sudah berbeda, ya lebih baik bagaimana kita berdayakan semua ini, tuk menjadi tertata rapi dengan tetap saling menghormati satu sama lain.

lah, dari pada juga kita melihat praktek perjudian dan pengundian yang secara kasat mata sangat berbeda tapi secara substansinya sama? sekarang marakkan praktek sejenis dalam bentuk yang sudah lebih beragam bahkan terkesan seperti bukan judi dan undian lagi. ya ga?

saya pikir itulah intinya hidup
bahkan inti dari mengapa
selalu ada kebaikan dan keburukan
hidup tidak untuk disama ratakan
hidup tidak untuk diseragamkan
hidup tuk ditata sesuai tempatnya
dan dipenuhi sesuai haknya
sehingga dalam jatuh bangun,
hidup tetap bergerak maju
bukan malah mundur
apalagi hanya berjalan di tempat
karena sebagaimana air
hidup harus terus mengalir
bukan menggenang lalu keruh
dan jadi tumbuh bibit penyakit
yang perlahan membuat sakit
dan tak jarang malah membunuh
kehidupan itu sendiri

gitu ga sih?

ternyata dunia tak selebar daun kelor 😀

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

3 Tanggapan to ““porkas””

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

Bang ALi melokalisir itu supaya bisa dipantau.
Kalo tempatnya resmi kan orang jadi malu
datang kesitu. Mungkin bang Ali ingin
menghapusnya sedikit demi sedikit dengan membuat suatu sistem lokalisasi/tempat judi.
sehingga mengurangi keinginan orang untuk berjudi.
Kalo yang sembunyi sembunyi kan asyik, kalo
terang terangan kan jadi malas/sungkan ketahuna
orang.
Kali aja gitu…

Wah saya kok jadi inget waktu nganter teman
cari dukun untuk nebak nomer porkas..
Waktu itu tahun 1992 saya kerja di Cilacap,
wah nyari si dukun ini sampe masuk ke pelosok
pelosok.
Rumah si dukun ini lumayan serem,
mirip dengan gambaran rumah dukun di
film film indonesia itu.
Dan gaya si dukun ini boleh juga…
pake tangan gemetar gemetar segala.
akhirnya temen saya diberi telur yang
ada tulisan di dalamnya.

Ketika dia pasang nomer, ternyata yang keluar
terbalik balik. misalnya angka
345, yang keluar 543 heheheheh
berulang kali ke dukun selalu dapat
nomer yang kacau…
akhirnya teman saya bosan sendiri.
hehehehehehe

@mas datyo
wah, mas datyo.. ternyata banyak tahu nih. termasuk tahu alamat dukun nomor.. 😀

dulu sih pernah baca sedikit ttg bang Ali Sadikin, ya kurleb bener seperti kata mas datyo dan selebihnya karena beliau menyadari kalau ga semua orang sama dengan kita. sebagai gubernur doi berusaha menfasilitasi banyak hal, dengan tertib tentu. bahkan dengan gayanya yang khas, doi bilang – jangan munafik lah.
gitu..

hmm, bang Ali Sadikin ganteng ya mas.. hehehe 😀

RAMALAN TOGEL SINGAPUR / HONGKONG -APAKAH ANDA TERMASUK DALAM KATEGORI DIBAWAH INI 1. Di Lilit Hutang 2. Selalu kalah Dalam Bermain Togel 3. Barang berharga Anda udah Habis Buat Judi Togel 4. Anda Udah ke mana-mana tapi tidak menghasilkan Solusi yang tepat. HUB KI SUGENG HARYONO DI NO: { 085218025454 } .ANGKA TOGEL YANG DIBERIKAN KI AKENG.TIDAK PERLU DIRAGUKAN LAGI.SAYA JAMIN 100% TEMBUS . SOAL YA SAYA SUDAH MEMBUKTIKAN 5X PUTARAN SAYA DIBANTUH DIJAMIN ANDA PASTI MENANG SEPERTI SAYA>>>>>> .(`’•.¸(` ‘•. ¸* ¸.•’´)¸.•’´).. «´ Thanks sOb rOoMnyA ¨`» ..(¸. •’´(¸.•’´ * `’•.¸)`’•.¸ ).. SALAM KOMPAK SELALU….dan selamat buat yg JEPE hari ini…


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: