tragedi ideologi

Posted on September 24, 2008. Filed under: islam indie |

(dibagi yaa.. )

ibu saya pernah berceloteh tentang ideologi. seperti saya pernah cerita, ibu saya sempat mengenyam pendidikan di sekolah cina yang sekarang menjadi SMAN 2 cihampelas bandung.

katanya, idelogi itu paling mudah ditransfer lewat pendidikan. baik formal maupun informal. bahkan baik langsung dalam materi pelajaran maupun dalam proses jalannya pendidikan itu sendiri. maka jangan heran kalau banyak materi P4 di sekolah saya saat itu.

mendengar penjelasan demikian, saya ya jadi bertanya. apakah ibu saya jadi berideologi komunis mengingat beliau pernah mengenyam pendidikan di sekolah cina?
jawabnya – tidak. tidak mungkin.

tidak mungkin?
bukankah katanya ideologi paling mudah ditransfer lewat pendidikan?

ibu saya bilang begini..
* indonesia itu sangat be-ragam dan ber-agama. ditambah lagi indonesia itu negara kepulauan. maka indonesia relatif sangat sulit dijadikan negara komunis yang cenderung menyeragamkan.

pada dasarnya ideologi sebuah bangsa itu lahir dari bagaimana kenyataan akan kebutuhannya bahkan dari bagaimana karakter fisik bangsa dan negaranya. ini sangat berkaitan. sehingga sekeras dan selama apapun penjajahan atas sebuah bangsa sering kali tetap tidak mampu atau menyisa cela dari menguasai ideologi bangsa yang dijajahnya, mengingat setiap bangsa memiliki kebutuhan dan karakternya sendiri.

catatan : indonesia adalah negara dengan komitmen kebersamaan yang tinggi. indonesia bukan original sebuah negara, bukan original sebuah bangsa, bahkan bukan original sebuah bahasa. indonesia itu terdiri dari banyak suku dan banyak bahasa. contoh saja, jatuhnya pilihan bahasa melayu sebagai bahasa indonesia, atas komitmen di sumpah pemuda dulu. lalu tumbuh kembangnya menjadi bahasa indonesia juga terkayakan oleh banyak kosakata dari berbagai bahasa daerah di dalamnya ditambah dari banyak suku pendatangnya. menjadikan bahasa indonesia berbeda dari bahasa melayu sendiri. indonesia memang sebuah kebersamaan. kalau indonesia ini pecah, ya tidak ada lagi yang bernama indonesia. contohnya GAM, RMS, OPM dstnya dan yang sudah merdeka memisahkan diri bernama Timor Leste. maka ideologi tuk indonesia juga akan khas indonesia.

kembali..
sederhananya, komunis di cina sendiri lahir dari kebutuhan akan kesetaraan dari sekian lama mengalami kesenjangan dan kemiskinan yang merajalela. ditandai dengan perampokan terhadap para bangsawan keturunan dinasti2 dan pejabat2 negeri itu. dan ditambah keruh oleh penjajahan jepang. keseragaman diyakini sebagai jawaban tuk sejahtera secara bersama-sama. revolusi budaya adalah puncaknya. walau perjuangan kesetaraan di cina itu dimenangkan oleh kubu komunisnya, tetap ada oposisi oleh kubu nasionalisnya yang ini dimotori oleh cang kai sek. yang kemudian mendirikan negara taiwan. inilah perang saudara abadi antara cina dan cina.

oya, pikiran nasionalis cang kai sek ini konon diakomodasi oleh soekarno, ketika demam nasionalis menggejala di asia sebagai perlawanan terhadap imperialisme barat.

perjuangan atas nama ideologi selalu menyisakan kepedihan dan harga yang mahal tuk dibayarkan.

maka ibu saya pernah berpesan tuk jangan sampai indonesia perang saudara. lebih baik perang melawan penjajah seperti lawan belanda gitu. karena perang saudara itu lebih menyakitkan. kebayang saja, tiba-tiba kawan jadi lawan. duh, saya jadi teringat novel dan film Killing Fields. tentang perang saudara di vietnam. aaaaargh tidakkkk…. 😦 tapi dari film itulah saya jadi suka dan rindu lagu John Lennon : Imagine.

kembali..
pada akhirnya komunis cina harus mau mengakui kegagalan mereka dalam mengakomodasi perkembangan zaman yang ada. maka lahir reformasi yang digulirkan oleh deng xiao ping. cina menjadi paradoks antara komunisme dan merambah kapitalisme tuk mengangkat dan menyelamatkan perekonomiannya. sehingga sayang ibu saya sudah wafat dan tidak lagi melihat kebangkitan cina saat ini. yang tetap komunis tapi dengan ekspresi yang berbeda. di beberapa kebijakannya, cina tetap keras sebagai komunis.

maaf ya, semua cerita dari ibu saya ini tidak sebagaimana kisah sejarah lengkap dengan nama, tahun dan detail peristiwa. ini hanya point-point saja. karena memang bukan sekedar sejarah itu yang ingin beliau sampaikan.

ketika saya tanya, kalaupun indonesia sulit dijadikan komunis, mengapa PKI dulu menguat dan besar di indonesia?
jawabnya, – politik. soekarno punya kepentingan tuk bergandengan tangan dengan komunis mengingat tekanan barat yang besar pada kemerdekaan indonesia.
wah.. sejarah membuktikannya yaa?

lalu kata ibu saya..
* keberagaman indonesia sangat berpotensi mengundang prilaku diskriminatif. sehingga diperlukan ideologi yang bisa mengakomodasi kebutuhan keberagaman ini. lalu keberagaman indonesia juga tidak bisa diseragamkan mengingat indonesia terpisah secara kepulauan. paling mungkin ya tetap dipertahankan keberagamannya dalam persatuan indonesia. karena itulah ideologi indonesia adalah Pancasila.

maka menurut ibu saya, saya dan semua anak indonesia yang lahir di era 70an lalu tumbuh kembang di era 80an, adalah generasi Pancasila. pewaris pancasila.

hahahaha.. saya geli mengingat perkataan ini. saya termasuk pewaris pancasila? o my god. mimpi apa?? πŸ˜€

sederhana kata ibu saya, ya ditandai dengan masuknya materi Pancasila sebagai pelajaran didunia pendidikan indonesia oleh pemerintahan soeharto. inilah yang namanya transfer ideologi.

– lah, kenapa pancasila tidak ditransfer dari zaman soekarno?
katanya, ya masih diuji dongg. pancasila ga diurusin mengingat saat itu konsentrasi masih berkutat di persatuan dan bentuk negara pasca proklamasi kemerdekaan. ditambah masih di usaha membendung imperialisme barat.

dan ketika soeharto meninggalkan pertanian dan masuk ke era industri bahkan menghidupkan konglomerasi dengan kroninya. ibu saya bilang, – soeharto bikin susah nih. padahal awalnya sudah lumayan. termasuk soal ideologi Pancasila.

hehehe, soeharto memang paradoks.

yang menarik, ibu saya bilang begini..
– orang cina itu pada dasarnya beragama tidak seperti orang lain yang beragama dari nabi-nabi itu. beragama adalah berkeyakinan seperti berideologi dari pemikiran-pemikiran dan kearifan-kearifan lokal. meski itu sekelas Tao, Kong Hu Chu atau Budha, kurang lebih ya cuma begitu. sehingga meski berideologi komunis mereka tetap ada yang budha, kong hu chu, tao dsbnya. komunis tidak berarti atheis. tapi jelas tidak seperti agama-agama langit yang sarat ritual yang dibakukan gitu.

maka ketika awal saya masuk islam, dalam pertengkaran demi pertengkaran, ibu saya pernah bertanya keras begini.
– apakah anis setelah islam akan meninggalkan ideologinya selama ini, atau hanya sekedar hanya tuk beragama islam saja? toh sebelum ini, meski katolik anis besar dalam ideologi negeri ini?

hehehe, ini seperti mempertanyakan antara faith dan religion. lalu saya ya ga bisa jawab, waktu itu masih lemottt… apalagi soal ideologi.😦

potongan-potongan pembicaraan ngalor ngidul dengan ibu saya ini, menjadi sangat menarik buat saya hari ini. mengingatkan bahwa ternyata..
– beragama itu hampir sama dengan berideologi.
sehingga wajar beragama dan bernegara menjadi refleksi satu sama lain.
– ideologi itu lahir dari kebutuhan dan karakter fisik bangsa dan negaranya sendiri. sehingga tidak semua ideologi bisa terakomodasi oleh semua negara.
perbedaan menjadi keniscayaan.
– terakhir ya bahwa selalu ada kepedihan dan harga yang mahal tuk perjuangan atas nama ideologi.

hmm.. dan islam??

kalau saja ibu saya hari ini masih hidup..
ingin deh saya bilang padanya, bahwa setelah 18 tahun saya mengeluti keislaman ini, saya menyadari kalau saya semakin mencintai indonesia. negeri yang berdasarkan Pancasila, apa adanya. karena saya menemukan semangat dan jiwa yang sama antara islam dan Pancasila. maka saya bernegara telah menjadi substansi dari saya beragama. bukan sekedar formalitasnya saya beragama.

hahahaha… jangan berpikir ibu saya akan terharu. karena sudah pasti, bukan ibu saya namanya kalau saya tidak didebatnya! πŸ˜€

begitulah saya dididik dan dibesarkan
seru..

hmm, gimana?
mau belajar sampai ke negeri cina?
hehehehe– becanda πŸ˜€

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

2 Tanggapan to “tragedi ideologi”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

Trima kasih dengan cerita dan pendapatnya. By writer of 40 Hari Di Tanah Suci.

@Anwar Ashari
makasih mas..


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: