apa sih islam itu?

Posted on September 26, 2008. Filed under: islam indie |

(hehehe, dilepas yaa.. 🙂 )

maaf yaa..
maaf banget kalau yang ini juga keluar dari pakem
boleh tidak setuju, tapi boleh juga tuk sekedar tahu
dan terimakasih banyak tuk berkenan mengoreksi apalagi mengkayakan..
tapi yang penting…. boleh ya mengeluarkan pikiran ini? 😀
terimakasih sebelumnya..

kemarin, saya ditanya teman saya
– apa sih islam itu, nis?

wah, saya jadi tertegun tuh.
iya juga ya, apa sih islam itu?
rasanya saya dan dia sudah ngobrol dan diskusi ini itu, kok yang ini malah terlupa. maka ya saya jawab..

sebelumnya, maaf. teman saya itu pasti sangat paham kalau saya hanya akan menjawab dengan setulus hati, bukan dengan setumpuk teori. saya hanya akan menjawab dari pengertian yang saya alami, bukan dari pendapat si ini itu. saya hanya akan mampu menjawabnya demikian, tanpa banyak argumen. dia tahu itu.

maklum, sebagai manusia yang pindah agama di usia 18 tahun, menjelang kelulusan SMA, maka nyaris usia dan masa keremajaan saya terkuras habis bergelut dalam keislaman ini, sampai ga tamat kuliah 😛 dan hari ini, diusia 18 tahun keislaman ini, saya tentu sudah cukuplah punya banyak pengalaman tuk -sedikitnya- merumuskan pengertian tentang apa itu islam.

sekali lagi, pengertian atau definisi saya tentang islam beranjak dari pengalaman saya berislam itu sendiri loh. menjadi pengertian yang sangat kontekstual, bukan semata pengertian tekstual.

nah, kemarin sudah saya jawab pada teman saya itu begini..
– islam adalah hidup
– islam itu adalah hidup itu sendiri
– sehingga kalau secara tekstual dikatakan islam itu adalah berserah diri
maka islam itu adalah berserah pada hidup dengan sebenar-benar hidup.

mengapa?
karena hidup ini sebenarnya memiliki mekanismenya sendiri.
dari sekedar buah yang jatuh oleh gravitasi, siklus air, sampai bagaimana pembuahan itu terjadi baik tuk tumbuhan, hewan dan manusia. juga bagaimana rantai makanan, bagaimana berkomunitas dan membentuk ekosistem, sampai bagaimana alam mengatur keseimbangan suhu dan membentuk iklimnya. dsb-dsb.

maka kemudian kita mengenal bahwa dalam hidup segala sesuatu membutuhkan sebab dan segala sesuatu menimbulkan akibat dan itu terus berlanjut sepanjang masa. sungguh, hidup dan seisinya ini memiliki mekanisme alaminya.

nah, semua gagasan/inspirasi tentang hidup dilahirkan dari zaman ke zaman oleh mereka -yang menghayati hidup. sebut saja para nabi, para filsuf, dan mereka yang mendapat pencerahan hidup.

di tulisan ini, saya melewatkan pengertian nabi sebagai utusan tuhan ya, yang bahkan penuh mukjizat sebagai sesuatu yang diluar kemampuan kita. saya tidak sedang membicarakan sisi nabi yang begitu. kita simpen dulu yang itu. ok?

kembali..
mari kita ambil saja contoh, tentang hidup yang sebab akibat.
dalam bahasa agama, inilah yang disebut surga dan neraka sebagai buah dari amalan dan dosa.

– karena menebang hutan diluar batas, maka terjadilah banjir. sama dengan karena berbuat dosa maka masuk neraka.
menebang hutan melebihi batas itu dosa, banjir itu sama saja deh rasanya dengan neraka. tiba-tiba hidup tersapu menyisa duka dan harta benda hilang tanpa rupa.

– karena taat membayar pajak, lalu dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membuat jalan ke pelosok desa, maka akses tuk perekonomian desa menjadi lancar. sama saja dengan beramal sholeh/baik maka masuk surga.
membayar pajak dan mengolah pajak sebaik-baiknya tuk kemashlahatan rakyat itu adalah perbuatan baik. lalu dengan dibangunnya jalan yang mempermudah akses ke pelosok desa dan memperlancar perekonomian/kehidupan pedesaan itu pasti rasanya seperti masuk surga. indonesia menjadi lancar kehidupannya sampai ke pelosok negeri. huahhh… bahagia deh buat semua rakyat indonesia. ya kan?

ini menurut saya loh.. 😀

dikayakan lagi bahasannya yaa..

* seperti tentang hari perhitungan. yang secara tekstual dalam agama dikatakan itulah hari dimana kitab amalan dan dosa dibuka dan dibacakan. maka tak seorangpun dapat lari daripadanya. dan kemudian jelaslah siapa yang ingkar dan siapa yang iman. hari dimana tak seorangpun dapat menolong. hari dimana semua manusia hanya bisa berbantah-bantahan. kecuali yang beramal sholeh.

dalam setiap periode tertentu, semua perbuatan pasti akan menimbulkan akibat. baik secara perorangan maupun secara bersama sebagai komunitas.
seperti buah, ada masa dia matang, lalu jatuh dari pohon. lalu dia dimanfaatkan atau dibiarkan lalu dimakan ulet dan membusuk. ada masanya. ada waktunya. ada periodenya. secara fisik jelas ada proses metabolismenya, secara non fisik ada batasan2 energinya.

misal, ketika muda usia seseorang melakukan sex bebas. awalnya ya biasa saja, tapi setelah beberapa waktu, karena secara fisik tubuh ini juga punya tumbuh kembang sesuai umur. sehingga tibalah saat ketika sex bebas itu berakibat pada kesehatan reproduksinya. maka -sebut saja- akibat yang dialaminya, anak yang dilahirkannya memiliki cacat tertentu.

pada manusia beragama, kejadian demikian sering disebut sebagai takdir tuhan. padahal kalau direnungi dalam-dalam, seringkali segala sesuatu itu terjadi adalah karena sebab akibat. yang kemudian ini secara perorangan menjadi berbeda karena setiap tubuh dan setiap pribadi berbeda prilaku dan perlakuan.

takdir, menjadi cara atau bahasa untuk tidak mengeneral persoalan.

disaat demikian, bagi mereka yang ingkar, ya hanya akan mencari banyak alasan tuk pembelaan atau malah saling berbantah-bantahan. tapi yang iman, ya menerima dengan baik lalu menyelesaikan/menghadapi persoalan dengan baik pula.

maka disini kejujuran pada diri sendiri, adalah kunci yang paling utama tuk menghadapi banyak kenyataan dari banyak perbuatan dan perkataan yang sengaja maupun tak sengaja kita lakukan.

kalau dalam bahasa nenek moyang, kita mengenal kata : hati-hati nanti kualat.
ini sama saja tuk mengingatkan ttg sebab akibat, tentang amalan dan dosa juga tentang surga dan neraka itu.

* lalu mizan atau timbangan. tentang amalan dan dosa yang dihitung dan bisa saling mensubsitusi.

sebut saja, saya sudah melakukan kesalahan menghilangkan sebuah benda milik mbak darnia, lalu saya sadari dan sesali, lalu minta maaf dan dengan tulus menggantikannya. ini jelas membuat perhitungan atas benda itu selesai. atau secara tidak langsung, saya menggantinya dengan menolong mbak darnia di lain persoalan. mbak darnia lega dan merasa bisa memaafkan saya, maka lunaslah persoalan itu.

di sini, kemudian kita kenal dengan yang katanya, – baru di tingkat niat saja, kadang sudah meringankan. misal saya bilang pada mbak darnia kalau nanti akan saya ganti kehilangannya, sehabis saya gajian. yang jika mbak darnia menerima kesepakatan itu, itu juga sudah sebuah keringanan. apalagi kalau dipenuhi. dst-dstnya.

see, hidup itu adalah proses tumbuh kembang baik secara fisik dan psikis yang terus menerus.

maka dalam hidup ada tentang lupa, khilaf, alpa. sengaja tak sengaja. diniatkan atau by accident. ini dalam kerangka kita, dan ini terus menerus. hidup menjadi dinamis, hidup menjadi memiliki pencapaiannya yang relatif satu sama lain tapi tetap seru-seru saja.

* lalu tentang kebangkitan. para nabi dan para perenung kehidupan merumuskan atau menginspirasi kebangkitan ini dengan banyak cara. ada yang disebut kiamat, diawali oleh kehancuran lalu bangkit. ada yang dengan meditasi lalu hening dan menemukan kesejatian. bahkan kasat sebagai kebangkitan setelah kematian atau paskah.
intinya di lapangan kehidupan yang nyata saya alami, kebangkitan itu adalah bangkitnya kesadaran dengan penuh dan utuh. menjadi sudah tak lagi ada keraguan dalam jiwa tuk menjalani hidup sesungguh-sungguhnya. tak lagi lari dan kenyataan, tak lagi lari dari fakta semua perbuatan dan perkataannya.

nah, kenapa hal kebangkitan ini di inspirasikan? karena pada dasarnya manusia suka sekali berangan-angan dan lari dari kenyataannya! saya alami sendiri, kalrena saya pernah demikian 😀 maka sering kita lihat perkara itu sampai butuh kesaksian dan pembuktian segala. ya semata karena manusia suka ingkar.

maka dikatakan – masuklah wahai jiwa yang tenang. ya manusia yang telah sadar diri dan kenyataannya. sehingga menjadi manusia yang siap dengan segala resiko dan mengenali semua resiko itu bahkan sampai yang terburuk. maka dengan sendirinya, dia telah menjadi manusia yang lebih matang dan siap. walau di sini, sebagai manusia dia tetap memiliki rasa gentar, itu manusiawi, tapi sudah relatif sedikit. tingkat berserahnya sudah relatif lebih kuat disertai kesadaran yang tinggi.

kurleb begitu deh..

ini dari pengalaman ya. dari usia 18 tahun saya sudah mulai melakoni hidup saya sendiri, dengan pikiran saya sendiri bahkan dengan pilihan jalan hidup saya sendiri. sehingga saya merasakan sekali, ketika saya begitu maka saya akan begini dstnya. bahkan ada saat saya merasa seperti dibukakan banyak hal atas perbuatan saya. mengenali semua dari apa yang dinamakan kesombongan, ego sampai kesalahan, kelalaian dan keterbatasan diri. juga mengenali dengan rinci apa yang bernama kebaikan yang membahagiakan dan kebaikan yang menyilaukan mata dst-dstnya. semua yang bikin saya nangis atau bahagia diam-diam. dan itu sudah dalam tanggungjawab saya sendiri. saya tidak memiliki siapa-siapa tuk berlindung selain diri saya sendiri.

memiliki suamipun, suami tetap sebuah pribadi terpisah dari saya kan? artinya ada hal-hal yang sangat pribadi, tetap ada hal-hal yang adalah buah dari perbuatan saya sendiri, bukan tanggungjawab suami saya. dan karena saya islam bukan karena menikah, saya sudah terbiasa mengenali diri saya sendiri. terlebih saya pribadi juga sangat tidak ingin membebani siapa-siapa akan apa yang bukan diperbuatnya.

begitulah..
saya masuk islam dan berislam, membaca qur’an dan menjalani hidup dengan nyata bahkan dengan diri saya sendiri. sehingga nyata pula qur’an itu buat saya. bukan angan-angan, bukan sekedar kisah dan peristiwa di zaman nabi itu. saya berislam dengan masuk sendiri dalam islam itu sendiri. merasakan mekanismenya, merasakan denyutnya, bahkan merasakan nafasnya. menangis dan tertawa langsung di dalamnya.

sehingga maaf kalau definisi saya tentang islam pun jadi demikian. definisi yang kontekstual.

hehehe, bukan berarti saya tidak bisa memahami definisi secara tekstual itu yaa. itu sangat mudah. dalam arti, jika itu selalu adalah sesuatu yang terpisah dari hidup dan diri saya, ya jadinya seperti sekedar belajar teori di bangku sekolah, saya tinggal menghafalnya. persoalannya, saya ga bisa begitu. saya sudah menjalaninya sendiri, jadi ya saya terdorong lebih ingin jujur, yang jika saya boleh sedikit turut mendifinisikannya, ya dari apa yang saya alami sendiri. itukan yang terasa lebih afdhol buat saya.. saya ngerti, saya jalani, saya di dalamnya..

e, meski demikian, saya nih ya tetap saja saya yang suka iseng, suka salah dan kadang esmosi. saya tetap cewek banget deh. jadi hidup tetap indah-indah saja buat saya. hehehe 😀

nah, jadi ingin tahu nih..
apa sih islam buat semua di sini?
terutama dari saudara-saudara saya yang muslim,
dan boleh juga dari saudara-saudara saya yang berbeda..

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

10 Tanggapan to “apa sih islam itu?”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

islam adalah keselamatan, keselamatan bagi orang-orang yang patuh dan tunduk pada perintah Allah SWT. yang mana Allah Berfirman dalam Al-Quran ” Hai orang2 yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sebenar – benarnya Taqwa yaitu menjalankan segal perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Islam itu dalah kepatuhan dan ketundukan seorang hamba kepada Rabnya dengan tulus dan ikhlas selau meras ada pengawasan dari Allah SWT.

@anto
betul mas anto, pengertian tekstualnya memang begitu.

nah, dengan pengertian kontekstual yang saya dapat dari pengalaman nyata berislam, seperti memahami sebab akibat yang nyata sebagai hukum alam, maka saya bisa memenej diri dan kehidupan saya tuk mencapai “keselamatan”.

dalam kerangka sebab akibat, yang mana menjadi nyata kalau berbuat baik hasilnya baik dan berbuat buruk hasilnya buruk, itulah yang kemudian dikenal dalam bahasa agama sebagai menjalani perintah Tuhan dan menjauhi laranganNya.

sebab akibat ttg kebaikan dan keburukan yang nyata inilah yang lebih jauh membentuk moralitas/nilai hidup kita bersama secara umum. ga ada klaim islam atau tidak islam, hukum sebab akibat berlaku umum. di sinilah kemudian nilai islam itu menjadi universal.

see.. selaras deh pengertian tekstual dan kontekstualnya. jadi nyata beragamanya.. ga sekedar hafalan dan universal nilainya. hehehe 😀
gitu ga sih?

wah, anis dah jadi pak ustadz sekarang.
aku malah ingin belajar ngaji sama anis aja lah, kayaknya lebih asyik, hidup dan gamblang. he he he

islam.. berserah diri.. :))

Alhamdulillah, sejujurnya saya merasa terharu membaca tulisan ini. Pemahaman Islam yang (saya kira) cukup dalam dan personal. Saya meneukan sebuah pengungkapan yang jujur, tanpa menonjolkan sesuatu apapun. Selamat ya, semoga “pesan-pesan pencerahan” seperti ini terus mengalir dari waktu ke waktu. Amin.

Assalamualaikum wr wb,
Aku cuma mau mengucapkan…SUBHANALLOH.
Selamat Idul Fitri mohan maaf lahir dan bathin.

Syahrul hanafi Simanjuntak

@diky
mbok jangan menghina dong mas diky. kok ngaji sama saya??? saya cuma hafal qulhu loh.. jangan deh mas, rasanya kok ga tega yaa. hihihi…:D

@siska
nih diaaaa… yang layak jadi guru ngaji.. ya kan k’siska??
sudah lama ya kita ga ketemu.

@siti jenang
hmmm lagi nih mas..
btw, maksudnya apa yaa?? 🙂

@Syukriy
@Syahrul
makasih mas Syukriy dan bang Sayhrul..
selamat menikmati fitri.. mohon maaf lahir dan batin ya..
salam hangat 😀

islam buat saya adalah kompas hidup saya, bu. meski -jujur aja- sering juga sebel ga karuan karena keinginan dan mimpi saya kadang berseberangan dengan islam. tapi karena islam jalan yang saya pilih, yah saya harus konsekuen… kelihatannya kok terpaksa banget yah 🙂

@wyd
hehehe, santai..
manusia itu makhluk yang unik, maka berikan dia waktu untuk mengintegrasikan diri, hati dan segala tentangnya. simultan seiring tumbuh kembangnya deh. alami aja deh. ya ga?

oya, saya sih penggemar berat phil collins, hehehe… pernah liat video dia ngejamz session, pada drummer. kerennnnn… hehehe 🙂


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: