kartini dan ki hajar dewantoro pun menangis.. :(

Posted on Oktober 14, 2008. Filed under: islam indie |

(dibagi yaa..)

tadi saya dikagetkan oleh pembicaraan dengan si mbak.

sebut saja, adik ipar saya memiliki seorang baby sitter dan seorang pembantu pulang hari. nah, pembantu pulang harinya ini istri dari seorang kuli bangunan asal comal – pemalang, satu kampung dengan si mbaknya saya. sebagai kuli bangunan, dia membawa anak dan istrinya dan mengontrak sebuah rumah, patungan bersama dengan para kuli bangunan yang juga membawa istri di dekat tempat proyeknya. nah, teman mengontrak rumahnya itu, salah satunya adalah kakak si mbaknya saya ini…

lalu ya saya sih biasa-biasa saja. biasa dekat dengan baby sitternya -bernama mbak yuyun- dan si mbak pulang harinya adik ipar saya itu – yang bernama mbak ayu. usia mbak ayu lebih tua dari si mbak yang kerja di rumah saya.

nah, adik ipar saya ini, sekeluarga sedang dinas di amerika, ikut pekerjaan suaminya selama 2 tahun. maka baby sitternya diberhentikan dan mbak ayu tetap dipekerjakan tuk menunggu rumah selama mereka di luar negeri. tetap dengan gaji penuh deh, itung-itung tetap memberdayakan mbak ayu. dari pada rumah dikontrakan, repottt..

lah, saya kebagian tugas menyalurkan transferan gaji tuk mbak ayu setiap bulannya dari adik ipar saya itu. maka ya jadi deh semakin dekat, saya jadi suka sms-an dengan mbak ayu itu.

sepulang lebaran ini, adik ipar saya yang lainnya bilang gini
– kata mbak yuyun, mbak ayu itu buta huruf loh..
– hah? masa sih?
terutama suami saya yang ikut mendengarnya, kaget dan ga percaya.
– lah, selama ini kan mbak ayu bisa sms-an dengan mami (maksudnya saya -red)
– eee.. kata mbak yuyun kokkk.
adik ipar saya membela diri..
– ya sudah, kita tanya si mbak kita. dia kan sekampung dengan mbak ayu.
saran suami saya, penasaran..

ya penasaran yaa..
hari gini, punya HaPe.. tapi buta hurupppp???
kagok ga sih???
πŸ˜€

dan si mbak baru datang nih.. setelah beberapa hari si mbak membiasakan diri lagi dan melepas kangen dengan kita semua, doo… πŸ™‚
ya kita-kita langsung menanyakan soal itu..
– mbak, bener nih mbak ayu itu buta huruf?
dan jawabnyaaaaaaaaa……
polos pula..
– iya!
yang pastinya..
– hah????????? lah, smsan selama ini tuh?
– ooo.. itu yang nulis anaknya mbak ayu..
– anaknya mbak ayu???
– ya yang nulis smsnya itu anaknya bu.. anaknya mbak ayu paling tinggi sekolah cuma sampai smp. masih mending keluarga saya bu, ada yang sampai sma. walau cuma satu sih.

duh, lemes nih.. saya terdiam! jujur, smsnya ya memang ga seperti saya sms-an dengan teman saya lahhh.. ya ga? seadanya, seperlunya saja. tapi buta huruf?? saya bener-bener ga nyangka…

dan siang hari ini si mbak melanjutkan cerita tentang mbak ayu…
– mbak ayu mungkin ga sekolah dulunya bu. e, suaminya juga buta huruf loh.. mereka punya HaPe itu ya untuk telpon aja bu. sms oleh anaknya. biasakan bu, kadang dipanggil mandornya tuk kerja, jadi ya mau ga mau punya HaPe. anak mbak ayukan juga buruh bangunan bareng bapaknya bu.

si mbak saya ini anak seorang petani. alhamdulillah masih memiliki sedikit tanah, selebihnya mengerjakan tanah orang atau yang dikenal dengan sistem sewa tanah. nantinya bagi hasil tani. sebagai petani yang panen harus menunggu selama 3 bulan, maka dia mengirimkan gaji bulanannya tuk orangtua di kampung. itung-itung tuk bantu biaya hidup orangtuanya sambil menunggu hasil panen. kalau hasil panen bagus, gajinya digantiin oleh ibunya dengan dibelikan perhiasan atau kasarnya mah ditabungkan..

kalau panen gagal ya berarti tidak ada yang ditabungkan.. atau malah harus carikan modal lagi tuk bertani 3 bulan berikutnya. belum lagi kalau pupuk mahal.

petani..
padahal kau menghasilkan makanan pokok untuk kami yaa??
😦

lalu kampung si mbak ini, mayoritas pemuda dan lelakinya menjadi buruh bangunan di perkotaan. terutama jakarta dan bogor. dan para istri yang ikut ya menjadi pembantu pulang hari. para pemudinya ya banyaknya menjadi pembantu menginap.

maka kata suami saya, ketika mengantarkan si mbak ke pool bis khusus ke arah kampung-nya pemalang.
– banyak sekali orang pemalang di bogor yaa. serasa sudah di kampung deh.. pantes sampai ada pool bis khusus ke sana, banyak yang kerja di sini..

urbanisasi..
mau ga mau…

kata si mbak,
– sudah jarang yang mau jadi petani, bu. miskin sih..
– hah? oo..
dalam hati.. duh, gimana makan kita nanti yaa?? mengandalkan impor melulu?

lalu masih cerita dari si mbak, teman-temannya sudah banyak yang nikah. banyak pula yang sudah punya anak lebih dari satu. ya, mau apa lagi dong, kalau bukan nikah. pendidikan rata-rata smp. sma jarang ada yang tamat. itupun jarang deh yang perempuan yang sampai sma.

hmm, miris ya.. walau lumayan nih, sampai smp

ga mau mengomentari ah..
speechless.. 😦
cukup merasakan bahwa pastinya ibu kita -Kartini- dan bapak pendidikan kita -Ki Hajar Dewantoro- menangis melihat kenyataan ini
abad boleh berlalu, kita masih di begini-begini saja..
kalau ga mau dibilang makin ga berdaya..
dan sok berseteru soal agama?

dimana rasa malu ini kusembunyikan dariMu, tuhan?

bener kata ayah saya deh, seperti di tulisan saya Antara Kasih dan Supremasi
– kalian itu masih anak-anak. melihat masalah juga masih segitu-segitu saja.. belajar melihat dunia deh.
dan semakin banyak saya diperlihatkan, semakin saya tertegun dan termangu, hanya bisa memanggilNya jauh di kedalaman hati dan di keheningan jiwa.

betapa tanpaMu kami sangat tak berdaya, tuhan..

😦

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

5 Tanggapan to “kartini dan ki hajar dewantoro pun menangis.. :(”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

speechless sak less lessnya dee

kali’ semua pahlawan pun turut menangis, abad boleh berlalu, kita masih begini-begini saja..
nyaris di hampir semua bidang, eg rel sepur masih yg itu2 jugak
wah jd inget kirim sms pak de, reg spasi manjur …

gembar-gembor kemajuan ternyata ilusi. kenyataan malah menunjukkan sebaliknya.

@mas JM
apa kabar mas?
komennya di rapel nih? kemana aja?

wah, soal rel kereta.. emang prihatin. itukan berarti banyak yang dari zaman belanda yaa? kok ga kepikir di perbaharui yaa? maka banyak yang anjlok?
bangsa kita, maunya terima beres aja sih.. gitu ga sih mas?

@sitijenang
he-eh mas, nyata nih.. masih terbelakang.
usia mbak ayu itu 40 tahun, lebih tua dari saya sih, tapi berarti masih edisi kita-kita juga deh. tadi si mbak tanya soal jadi SPG atau kasir di supermarket. di kampungnya ga ada yang jadi gituan, karena pendidikannya kan cuma SD dan SMP.

jadi inget waktu launching film laskar pelangi di kick andy, bu muslimah dilihatkan tayangan sekolah mau roboh di TV , terus beliau bertanya ini kapan, jawab andi noya sebulan yang lalu. lalu bu muslimah dengan tampang bingung bertanya , jadi apa kemajuan negara ini
hikshiks jadi sedih .. makanya belilah barang-barang dari pasar tradisional baik untuk anda baik untuk bangsa saya budi… hehehe pilihlah saya

@mas budi
wah, mas budi sudah minta di pilih nih..
sudah siap mas?


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: