kenang-kenangan

Posted on Oktober 20, 2008. Filed under: islam indie |

(percaya ga percaya..)

cerita yaa…

alkisah ini terjadi duluuu… ketika saya dan beberapa teteh pengajian ikut menumpang mobil seorang akang tuk pulang dari suatu tempat. kami semua saat itu masih mahasiswa deh. dan si akang itu sendirian, kami bertiga perempuannya. oya, mobilnya vw kodok. hmm, eksotis loh mobil itu.. 😀
nah, kita semua yang perempuan duduk di kursi belakang. saya sih ya ikut saja deh. maklum, saya kan pendatang baru diantara mereka.

lalu hujan turun dengan lebatnya.

reflek toh kalau hujan maka wiper mobil digerakkan tuk membersihkan pandangan dari curah hujan yang besar itu. lah, ini tidak. wiper tetep diam.
dalam hati saya, – apa rusak wipernya yaa?
mobil berjalan dengan pelan di kiri jalan dan mulai kerasa ga enak deh.

teteh yang lain ya diam saja. saya gatel tuk bertanya
– kang, kenapa ga pake wiper?
– hehehe..
si akang -sebut saja kang O- tertawa saja.
makin aneh deh, mobil seperti berjalan ga karuan. walau tetap masih di kiri jalan, sehingga relatif aman. hujan masih deras-derasnya. bandung seperti berkabut dan jarak pandang pendek.
sekali lagi saya bertanya,
– kang O, punten. ada apa sih? ada yang ga beres? kok ga pake wiper?

teteh disebelah saya berkata,
– sudah, anis jangan ribut saja.
wah, saya bukan ribut nih. tapi rasanya ada yang ga beres. tapi ya sudahlah, saya diam saja.

melihat saya ditegur oleh teteh itu, maka kang O pun menjawab saya.
– gini anis. saya teh ga bisa pake wiper.
– ga bisa? maksudnya?
– iya, mata saya ga bisa melihat ke jalan kalau ada wiper. maunya ikutin gerakan wiper aja, nis.
– hmm, maksudnya?
– iya, bukan melihat ke jalan, mata saya akan ikuti wiper itu. reflek bolak-balik gitu. maka saya biar hujan pun tidak pernah menyalakan wipernya.

astaghfirullah..

– jadi kang O tuh begitu..?
– iya nis, saya kan minusnya luamayan. masing-masing 6, silindris lagi. susah mata saya nih.
ooo…
sebagai sesama pemakai kacamata, so pasti saya mengerti kesulitannya deh. tapi mata bolak-balik mengikuti gerakan wiper sih kayanya aneh ya.
tapi ah, sudahlah..

saya pun berkata
– kang O, saya bantu ngeliatin jalannya ya..?
– iya nis. nuhun pisan. tolong lihatin ya.
ya sudah deh. saya jadi navigator ditengah hujan deras. membaca mobil lain dan semua dari bayangan atau remang lampu dibawah hujan lebat itu. biar pelan tapi maju deh..
mau berhenti juga kagok, hari sudah makin gelap. kang O sendiri masih ada keperluan setelah mengantar kami pulang.

tentu saya sih dalam hati berharap semoga hujan cepat mereda.

walhasil begitu hujan reda saya ga lagi mesti kasih aba-aba. kang O bisa membaca jalan dengan baik dan sampai deh ke rumah.
katanya,
– nuhun ya,nis. untung tadi anis bertanya. kalau ga, ga ada yang bantuin saya melihat dalam hujan.
– sama-sama kang. makasih sudah diantarkan.
teteh yang lain sudah lebih dulu mengucapkan terimakasih.

lalu jauh sebelum saya menikah, saya sudah tidak lagi bertemu dengan kang O. yang saya inget ketika teteh-teteh pengajian itu sangat suka mengkritik ini itu dari saya yang masih baru dalam berislam, kang O sangat baik dan suka becanda dengan saya. suka bikin saya tetap tertawa. bahkan ketika saya memilih keluar dari kelompok pengajian itu, kang O menitikan airmata karena tahu saya kesakitan disana. kang O bukan orang dari kelompok pengajian, dia hanya berteman saja dengan kelompok yang saya ikuti itu.

kang O itu hanya seorang yang suka masjid, selebihnya biasa saja deh..

dan karenanya dia juga tak bisa banyak membela saya, karena sadari dia tak merasa banyak berilmu sebagaimana mereka yang merasa banyak ilmu itu. dia mengatakannya pada saya seraya berharap saya menemukan tempat menuntut ilmu islam yang sebaik-baiknya tuk saya.. itu terjadi ketika saya sudah bulat tuk pergi dari mereka.

***

waktu bergegas bak tak terasa.

mofa -anak saya yang bungsu- dari kecil maniak mobil. bahkan kata pertamanya adalah oyota. maksudnya toyota, bukan mama papa, bukan mami papi. dan ternyata sukanya tuh pada wiper!
sedikit saja ada rintik hujan di kaca mobil, maka mofa akan ribut pada papinya tuk segera menghidupkan wiper. ga sampai di situ, mofa juga mengikuti gerak wpier dengan tangannya. lah, saya pikir wiper itu gerakannya kembar, kiri kanan gitu. ternyata kata mofa, wiper truk ga gitu geraknya. bahkan mofa hafal dudukan wiper agar kalau wiper sedang diam, agar karet wipernya ga nyentuh kaca mobil.

halahhhh… sampai detail gitu yaa meratiinnya?? 😀

dan sebagai mainan, mofa sampai saya belikan sapuan kaca gitu loh. lalu saya atau si mbak akan menyemprotkan kaca jendela dengan semprotan air, pura-puranya hujan. lalu mofa akan menggerakkan pembersih kaca itu seperti gerakan wiper mobil. bolak-balik dan terus begitu.

duh, maniak deh…

sampai mofa pernah minta dibuatkan bentuk seperti wiper dari ranting pohon atau styrofoam. saya harus menyediakan tepung atau serpihan potongan kertas demi menjadi hujan tuk disapu dengan wipernya itu.

segitunyaaaa…

dan tadi, mofa bilang gini..
– mami tolong telpon atau sms papi dong. bilang beliin mofa wiper aja.
hah?
oo, garanya waktu di bandung kita lewat daerah cihapit. daerah tempat penjualan segala barang bekas termasuk tuk otomotif. nah, waktu itu ada banyak onderdil dan asesoris mobil digantung di sana. mofa ya antusias memperhatikan dari dalam mobil. padahal kita hanya lewat saja loh. hmm, tapi apakah ada wiper bekas dijual? waduh, saya ga tahu deh.. 😦

hmm..
melihat mofa sangat antusias dengan wiper, membuat saya teringat pada kang O.
saya pernah menceritakan pengalaman itu pada suami saya, dia sih hanya tertawa. dia juga kenal kang O walau tidak dekat dan tidak satu organisasi tapi masih satu masjid. agak ga biasa memang ya mata mengikuti wiper itu..

tapi tetap layak menjadi sesuatu tentang kebaikan yang indah tuk dikenang.. 😀

saya berharap kebaikan yang banyak tuk kang O dan semua teteh-teteh saya dulu. semoga bahagia senantiasa menemani mereka. dimanapun mereka berada kini.. amin.

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

2 Tanggapan to “kenang-kenangan”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

Sepertinya Mofa harus dibelikan VW kodok…
cuma wiper VW kodok suka gampang rusak.
Wiper VW saya yang satu kekiri yang satu ke
kanan. Kalo ujan begini memang ibunya anak
anak langsung jadi navigator…
Btw…
Mofa mau dikirimin mainan VW kodok ?
Om punya ratusan koleksi di rumah…

@mas datyo
waktu dibilangin ke mofa, jawabnya : mauuuuuuuuu….. mau, mau, mau!
walah… 😉


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: