politik : rehat..

Posted on Oktober 20, 2008. Filed under: islam indie |

(dibagi yaaa..)

terlalu banyaknya photo dan embel-embel partai yang sedang kampanye, di jalan-jalan dan dimana-mana, ternyata bikin saya pusing dan terbawa ke alam mimpi.

bayangkan saya sampai mimpi begini :
saya merasa ditarik-tarik oleh warna hijau, kuning, biru, merah, hitam, orange dsbnya.. pastinya, saya ga mau. nah, saya sendiri kok terasa sedang menjahit bendera warna putih. rasanya sih bendera putih itu lebih besar dari bendera lainnya. dan uniknya, saya selalu diberi kain putih oleh entah dari mana, sehingga saya tuh menjahit dan terus menjahit sampai besar banget deh bendera putih itu…

waduhhh… golput lagikah?

padahal rencana saya sih saya mau memilih di pemilu 2009 demi mengimbangi permainan yang ada saat ini. cieee.. maklum, dominasi saat ini kan jelas sekali terasa dan duh, makin pusing deh lihat negeri amnesia gini.. kita dibuat lupa akan apa kenyataan kita dan apa yang telah terjadi.

ya beginilah dampak dari politik pencitraan.
bikin mata berkunang-kunang.. 🙂

termasuk sampai bikin mimpi, yang putih lagi-putih lagi..
hehehe… 😀

dan saya juga jadi sukanya lihat bayi aja nih. rasanya sejuk deh liat bayi itu. bening gituuu.
e, suami sih tanyanya standar,
– mau anak lagi nihhhh?
– ih, lihat bayi kan bukan selalu berarti pengen anak lagi. weee.. 😛
– abis paling cepet refleknya kalau lihat bayi.. jadi, yaaa.. siapa tahu toh?
– hiiii…. menuduh. saya peduli kependudukan.
hehehe, jadi keluar deh ngototnya …

abis pusingggg..

lingkungan juga jadi kotor dengan atribut kampanye dimana-mana gitu yang ga rasional lagi deh. termasuk ada bayi, pake lambang partai!
beneran! di topi kecil khas bayi itu, ada emblem partai.

dalam hati sih, pengen deh bilang..
– siapa yang makein mu begituan nak?

trus ya nyadar aja sendiri, kalau ya emang gitu deh kelakukan bapak-bapak dan -terutama- ibu-ibu yang lagi demam partai.

saya cerita ke beberapa teman soal pusing saya yang sampai kebawa ke alam mimpi itu. iseng sih.
e, komentarnya macam-macam..
ada yang bilang gini..
– anis bikin partai aja tuh.. partai putih-putih melati..
hehehe, emang bunga? 😀

ada juga yang komennya gini..
– anis, bikin pengajian aja deh..
halahh, tidakkkkkk… lebih parah lagi deh usulnya.

dan ada juga yang komennya gini
seriuss..
– makanya nis. kalau emang ga bisa pindah ke lain hati, mbok jangan neko-neko. sekali golput tetap golput donggg..
hehehe, dasar!

dan ada juga yang bilang gini..
– nis, biasain atuh keluar rumah dan lihat tuh atribut kampanye. gua sih biasa aja lagi, nis. ga pusing dan sampai ngimpi segala. cuma gua jadi suka ngumpat aja deh sama semua partai itu. dongkol rasanya liat foto sok innocent gitu. hahaha.. gua jadi temper tantrum gitu deh..
hiii… lebih parah ga sih tuh? bikin emosi banget yaa?

terakhir ada yang malah bilang gini
– itu tandanya anis harus menentukan sikap. jangan putih dan makin putih aja. hidup harus memilih..
doo, maksudnya milih siapa nih??? mau kasih ide yaaa??? hihihi,ada mau kampanye juga ternyata.. 🙂

***

walhasil, pusing deh
rasanya krodit

maka yuk,
rehat sejenak
duduk di pojok
ngabisin bacaan
sambil makan es krim
dengerin musik..
hmmm….yummy…

😀

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

7 Tanggapan to “politik : rehat..”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

saya termasuk yang sepakat dengan anti partisan. partai itu terbukti memecah belah kehidupan berbangsa. malah terkadang, sudah dipecah oleh partai, kejadiannya malah partainya juga pecah. jadi saya bulat berpendapat bahwa partai membuat kita terpecah belah.
namun, untuk merubah kondisi itu ternyata tidak bisa (akan sangat lama) bila kita tidak melalui partai. jangan2 kita juga hanya terjebak dari wacana ke wacana, dari pembinaan ke pembinaan, dari tulisan ke tulisan, jauhnya dari demo ke demo.
maka kita gunakan partai itu hanya untuk sebagai jalan masuk agar kita didengar dan diperhitungkan. namanya juga politik atau siasat. yang penting ketika kita menggunakan kendaraan partai jangan terjebak kedalam jiwa partisan atau mental kerdil parsial. apalagi sampai partainya pecah.
sebenarnya masuk ke dalam sistem demokrasi atau menjadi bagian dari sebuah partai adalah belajar menyederhanakan idealita untuk memulai menjalankan sebuah proses. ketika proses berjalan sebenarnya kemungkinan kita mencapai idealisme lebih besar. dengan itu kembali kita bisa mengejar idealita tadi.
disini kita belajar suatu hal, tentang membuat tahapan kesuksesan perbaikan itu terjadi. dengan cara menyederhanakan urusan yang ingin kita sempurnakan. kalau ada 24 urusan, maka kita harus mencari 16 permasalahan yang sangat prinsip, sehingga kita bisa bekerja sama dengan lebih banyak orang. ketika kita bisa menekankan kepada 8 hal yang lebih prinsip lagi maka kita akan bisa bekerja sama dengan lebih banyak lagi orang.
ketika kita bisa bekerja sama dengan semakin banyak orang, semakin banyak pihak, semakin banyak kepentingan, maka kita telah mengikat mereka. mudah2an kita bisa mengikat dalam jumlah yang signifikan sehingga sisanya tinggal sepakat dalam perbedaan yang positif.
itulah hakikat yang Rasulullah tunjukan ketika perjanjian hudaibiyah yang semula dinilai tidak berpihak kepada kaum muslimin. ternyata memberikan kedamaian dan kebaikan bagi semua. itu pulalah yang Rasulullah tunjukkan dalam piagam Madinah yang sedemikian baik mengatur hubungan antar pihak. sehingga menjadi pondasi segala pandangan tentang kota yang modern dan maju.
kalau boleh saya berbagi tulisan yang dulu saya janjikan. mungkin belum lengkap dan utuh sebagai sesuatu. tetapi mudah2an menjadi jalan bagi keluarnya gagasan2 yang lebih sempurna…

http://trendibandung.wordpress.com/2008/10/20/krisis-amerika-menegur-politik-di-indonesia/

@tren di bandung
wah… semangat berpolitik nih kang..
hehehe 🙂

saya sih merdeka ajalah.. ga gitu-gitu amat. termasuk jika juga tidak selalu mengukur diri dengan Rasulullah. hehehe..
saya ingin bisa menembus waktu sebagai saya pribadi 😀

o gitu ya mba… OK, saya minta izin untuk selalu membaca apa yang ditulis mba anis sebagai penyeimbang atau second opinion dari pendapat atau tindakan yang saya ambil. mudah2an menjadi pelengkap pengalaman pribadi ruhiyah saya. ketika berinteraksi dengan individu, kelompok, sistem dan seluruh alam semesta. yang pasti kita harus terus berdo’a semoga apa2 yang menghampiri kita semuanya menjadi jalan kita semakin dekat dan intim dengan Sang Maha Pencipta…

memilih untuk tidak memilih adalah sebuah pilihan juga. gitu gak sih? 😎

ajib..ajib.
nikmati dunia.hahaha…

golput pun adalah pilihan…

@kang trend
sami-sami kang.
namanya juga belajar berdemokrasi…

@mas sitijenang
@ardianto
tuh dia, itu juga tetap pilihan.
saya masih mengamati lah.. pengen tahu deh, kemana anginkan bertiup dan rumputkan bergoyang. ciee.. 🙂

@langitjiwa
hehehe, hidup memang amanah mas, tapi hidup tetap boleh indah.. gitu ga sih?


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: