hitam atas putih

Posted on Oktober 24, 2008. Filed under: islam indie |

(di bagi yaa…)

setiap menyoal mualaf, saya suka merasa ada dan tiada biasa saja
maksudnya… meski saya pernah masuk islam dan mendapat predikat mualaf saya tetap manusia biasa. yang ada dan tiadanya biasa saja.. πŸ™‚

di hadapan saya ada dua lembar surat keterangan keislaman saya nih.

1. Surat Keterangan yang diterbitkan oleh Yayasan Masjid Salman ITB. tanggal 20 Ramadhan 1410 H/16 April 1990 . tertanda oleh ketua badan pelaksana harian YPM Salman, Bpk. Dr. Ir. Iftikar Z. Sutalaksana, MEIEM.
ikrar bertempat di masjid Salman jl. Ganesha no 7 Bandung. pembimbing : Dr. Ir. iftikar Z. Sutalaksana, MEIEM
saksi : Drs. Nandang Wahidin, Ir. Yan Orgianus, Dasep Saifulhayat.

2. Surat keterangan islam yang diterbitkan oleh Kanwil Departemen Agama Provinsi Lampung. tanggal 29 Ramadhan 1410 H/ 25 April 1990. tertanda a.n kepala kanwil dep.agama prov. lampung bpk. Nadirsah.
ikrar bertempat di jl. Jend Sudirman no 45 Bandar Lampung
pembimbing : H. Mastar Ilyas B.A.
saksi : bpk. Subki E. Harun dan bpk. H. Syamsuddin Thohir.

hehehe, seru ya..
semua masih tersimpan rapi.
πŸ˜€

maka apa sih mualaf itu?
surat-surat itukah?
atau rasa inikah?
atau perjuangan selama dan setelah sejauh inikah?

hehehe.. ga tahu deh.
saya kok makin ga peduli..
πŸ˜€

yang jelas, tidak untuk menggugat siapa-siapa yang sudah duluan islam dongg. ya ga?

saya menggugatNya,
menggugat rasa saya tentang Dia,
ketika semua itu dan semua yang telah saya lalui tak membawa apa-apa selain melihat kehidupan di sekitar saya -baik kehidupan beragama dan bernegara- yang makin rumit dan membelit. saya prihatin..

seolah sia-sia ya semua surat-surat itu dan semua perjalanan panjang ini.. kalau saya dituduh hanya ingin menghancurkan agamaNya.

hmm, siapa menghancurkan siapa nih?
hehehe πŸ˜‰

maka satu deh
saya hanya manusia biasa
manusia indonesia
apapun agama saya sekarang
saya tetap indonesia.. πŸ˜€

merdeka!

salam
anis

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

13 Tanggapan to “hitam atas putih”

RSS Feed for “Islam Indie” Comments RSS Feed

Kalau orang yang Islam sejak lahir apa punya surat keterangan seperti yang di atas itu juga, Bu Anis? πŸ˜€

@catshade
tuh dia… setidaknya saya punya hitam diatas putih nihhh. hihihihi, keren kan?? πŸ˜‰

hihihi… ya ya ini seru!

padahal waktu di salman doeloe suka liat (dr jauh) ritual pembabtisan gini tapi cuek2 aj, eh baru tau skr kalo ternyata ada ijazahnya, kayak wisuda aja

hehehe..islam di atas kertas.

@mas JM
hehehe, waktu akan ikrar itu saya hanya minta tolong teman sekelas mas. – dimana ya bisa masuk islam?
katanya bisa di aGym tapi itu bukan lembaga. bisa juga di masjid, itu lembaga. saya ya ga kenal aGym laaah, maka saya pilih masjid aja deh. simple.

wah, ternyata saya malah disuruh pikir-pikir lagi oleh pak Dasep. ketika saya menyatakan bener-bener dah siap, e… semua disiapkan dengan seksama loh, mas. bahkan ga cuma surat keterangan itu, saya juga dikasih kaset rekaman ikrar islam saya. hihihi.. ada salah ngucap tuh. sempat diulang.
kaya nikah aja yaa. ada ijab kabulnya gitu. salut deh dengan dokumentasi dari masjid salman.

nah, setelah saya rasakan beratnya menjadi muslim, saya malah jadi ga berani melihat adegan orang masuk islam gitu loh, mas. merinding deh, saya kebayang rasanya. itu berat loh.. berattttt….

sama keluarga saya juga ga pernah kepikir tuk mengislamkan mereka. saya tahu rasa beratnya, maka kalau bukan atas kesadaran dan keinginan sendiri, saran saya ya jangan pindah-pindah agama deh.

tuhan ada dimana-mana.. santai aja. banyak berbuar baik aja. hehehe πŸ˜€

@heruyaheru
hehehe, masih mending toh mas Heru, dari islam diatas angan-angan.. πŸ˜‰

btw,

saya sangat menghormati dan berterimakasih yang dalam pada bapak-bapak yang telah menuntun dan menjadi saksi dari keislaman saya itu. juga teman-teman yang menghadiri peristiwa itu.

hiii… merinding.
kalau diinget, yang kerasa cuma – kok bisa yaa???
saya juga ga nyangka ternyata saya bisa sejauh itu dan bahkan sejauh hari ini..
makasih buat semua yang pernah mendoakan πŸ˜€

Tuhan tak akan bertanya, kamu mualaf atau bukan?

@syahrul hanafi:

Tuhan saja nggak begitu kan, tapi herannya ada lho manusia yang, boro-boro bertanya, langsung menuduh πŸ˜€ :

“Anda tidak cukup Islam untuk memahami agama yang dibawa oleh nabi tercinta kami Muhammad SAW! Bahaya jika muallaf tanggung2 seperti anda masuk Islam hanya akan menggerogoti nafas Islam yang sesungguhnya..

Nauzubillah…

Dan kenapa harus membawa2 nama mullaf di blog anda jika pandangan anda masih seperti mualaf abangan, anda sebagai muallaf mau menggugat Islam?

Anda berhadapan dengan saya!”

@bang Syahrul
@Catshade

maklumilah manusia..

terlebih manusia yang belum atau masih terhalang dari menemukan tuhannya, dari menemukan nuraninya.
dan berbahagialah jika kita termasuk dan senantiasa bersama manusia-manusia yang terasah kepekaan hatinya tentang tuhan, dalam apapun dan siapapun diri kita.. πŸ™‚

Oya mbak Anis, menurut EYD kata Tuhan “T” nya harus memakai huruf kapital/besar loh hehehehehe
Kata Indonesia juga “I”nya harus memakai huruf besar loh kata WJS Purwodarminta

yth sdr Anis dkk tdk ada yg dpt mbawa ktentraman, kenikmatan, dan kepuasan di hati qta melainkan niat bersih dan ksungguhan qta dlm menjalankan printah-Nya. Mintalah ptunjuk & bersyukurlah kpd-Nya dan kpd orang yg membantu anda niscaya kerumitan yg anda hadapi sirna. Murtad adalah kerugian.

Masjid Salman brusaha mfasilitasi mrk yg mau masuk Islam dg mnyuruh pikir2 dg hati yg tulus, bukan krn ingin nikahi prp Islam yg lemah. Kalau niatnya utk nikah atau lainnya mk bginilah hasilnya, spt anda2 yg kbali murtad. Maaf Islam tdk butuh anda.

mba anis bisa minta contoh hasil scan surat keterangan opindah agama ga…saya bena2 minta tolong


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: